Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Edo meminta Hadiah


__ADS_3

Setatus pacar membuat Edo bahagia dan ingin selalu memanjagakan Aqilla yang banyak maunya dan tidak keberatan karna baginya yang penting Aqilla senang dan setia menunggunya kelak karna kerjanya Edo yang gak bisa bertemu lama.


"Sekarang kamu udah besar sayang udah kelas 3 jangan bandel jangan nakal..tetap setia menunggu mas Edo yah..?"Edo menasehati Aqilla yang hampir tiap sore datang berkunjung sebelum dia berangkat.


"mas Edo mau berangkat lagi..?"tanya Aqilla yang duduk didepan mas Edo


-"ya 2hari lagi.."Edo sedikit gak rela dan murung


-"kalo gitu kita nonton yuk mas..mumpung belum berangkat.."Ajakan Aqilla


-"ya boleh minta ijin dulu sama ayah ibu kita mau pergi pulang agak malam..ini kan udah sore


"beres"Aqilla masuk kedalam dijinkan dan pergi.


Mereka berjalan berdua membeli tiket dan makanan kecil dan minuman.


"mas duduk sini aja.."Aqilla duduk dibarisan ketiga dan Edo disampingnya


"film hantu nanti takut..?"kata Edo mengingatkan


"kan ada mas Edo.."Aqilla tersenyum dan Edo mencubit hidung Aqilla


"awas hantunya mau muncul.."Edo menggoda Aqilla dan dia memeluk lengan Edo dan menutupi wajahnya


"tuh kan takut.."Edo tersenyum


Film yang membuat takut Aqilla dan ada sensasi yang membuatnya penasaran juga karna ada beberapa adegan yang romantis.


"mas kok gak nutupi mata Aqilla..itu kan mereka lagi ciuman dasyat..?"Aqilla tak berkedip matanya melihat peran utama berciuam dengan kekasihnya


"buat belajar kamu,biar bisa balas ciumanku.."Edo tersenyum menatap Aqilla yang tak berkedip melihatnya


"kan Aqilla belum pernah berciuman ya gak bisa balas mas Edo.."Aqilla jujur yang ketika dicium diam tak membalas


"sekarang udah bisa kaya gitu..nanti praktekin sebagai hadiah yang ku minta dulu.."Edo menatap Aqilla dengan senyumnya


"mas Edo sengaja biarin aq liat jadi ada maksudnya..?"Aqilla memukul lengan Edo


"mas Edo udah biasa..berapa wanita yang udah dicium.."Aqilla merasa tak senang


"satu."jawab Edo sambil nonton


"siapa cewe mana..?"tanya Aqilla

__ADS_1


"Aqilla anak pak Pram"jawab Edo jujur yang benar karna dia sibuk cari uang gak mengenal pacaran apa lagi ciuman


"yang bener..kok udah pintar..?"Aqilla menyelidiki


"nontonnya film barat banyak hotnya bikin tegang..ha..ha.."bisiknya ditelinga Aqilla dan geli dan Aqilla mencubit lengannya


"udah bubar mau kemana lagi..apa mau beli baju sepatu..buat sekolah..?"Mereka keluar bioskop


"baju kan udah kemarin..nanti uang mas Edo habis.."Aqilla yang udah dibelikan banyak barang


"uang bisa dicari sayang yang penting kamu senang dan setia sama mas Edo..nunggu mas Edo kembali ya.."Edo merangkul Aqilla menelusuri jalan keparkiran motor


"kalo gitu beli sepatu aja mas buat sekolah.."Aqilla memakai helm dan mereka menuju ke toko sepatu


Mereka memilih selatu masing2 karna pilihan Aqilla sepatu sekolah sedangkan Edo sepatu casual buat berangkat dia ke Bali.


"mas beli juga..?"tanya Aqilla melihat Edo mencoba sepatu casual putih yang cocok buatnya karna badannya yang putih


"bagus ga La..?"tanya Edo mengikat tali sepatunya


"ya bagus mas..Aqilla ini aja ya mas.."kata Aqilla dan Edo mengangguk menghampiri pelayan seumuranya yang dari tadi memperhatikan Edo yang tampan.


"mba ini tolong bungkus.."Edo menyodorkan sepatu dan wanita terkejut karna dia melamunkan Edo


"ya mas..melamunin mas..ganteng banget.."pelayan itu malu2 genit dengan mencubit lengan Edo,dan Aqilla melihatnya


"udah lama kerja disini..?"tanya Edo sengaja karna melirik Aqilla memperhatikanya


"udah 5tahun mas.."pelayan itu mengulurkan tangannya mengenalkan dirinya


"kenalan mas..aq Gita.."Edo mau ngulurkan tangannya namun ditarik oleh Aqilla


"gak jadi beli sepatu mba..mas kita pergi.."Aqilla marah menarik tangan Edo dan tersenyum karna dia berhasil membuat Aqilla cemburu


"yaang sepatunya gimana kalo kita keluar gini..?"Edo pura2


"gak usah kegenitan ke GR ran digoda cewe jelek aja udah klepek2..!"bentak Aqilla dan membuat Edo tergawa


"kamu cemburu yaang..ih gemes banget..lucu..mas makin cinta sama kamu sayang.."Edo mencubit kedua pipi Aqilla yang cemberut karna merasa gak suka liat Edo dekat dengan cewe lain


"mas Edo kan pacar aq..kalo mas Edo genit sama cewe lain..Aqilla juga akan.."Edo menutup mulut Aqilla dengan telunjuk


"gak boleh..mas Edo tadi cuma goda kamu aja..mas mau liat kamu cemburu gak liat mas Edo dirayu cewe lain..karna mas pengin tau Aqilla bener suka pa gak sama mas..karna salah Aqilla gak pernah bilang sayang sama mas Edo..mas Edo kan pengin denger juga.."benar karna setelah mereka pacaran 3minggu bertemu tapi tak sekalipun Aqilla bilang suka meski udah dipancing sama Edo.

__ADS_1


"jangan kayak anak kecil..yang lebay..pura2 gak ngerti sikap Aqilla sama mas Edo..!"Aqilla masih marah


"ya maaf kita ambil dulu sepatunya..mas Edo juga perlu sepatu itu.."Edo mengusap pipi lembut Aqilla


"Aq aja mas Edo sini aja..mana uangnya aq yang masuk.."Aqilla tak mau Edo masuk dan bertemu palayan itu


"ha..ha..kamu bikin gemes sayaang jadi pengin cepet makan kamu.."tawa Edo sambil mengambil ATM didompetnya


"pinnya tanggal lahirmu sayaang ini nanti kamu yang pegang yah..yang ngatur uang mas Edo dan kalo kamu butuh buat keperluan apapun kamu ambil aja..mas udah penggang satu kamu satu."kata Edo memberikan satu ATM nga karana dia tau Aqilla butuh


"kalo nanti habis gimana mas..?"tanya Aqilla yang tau dirinya kalap kalo liat barang bagus


"gak pa2 yang penting yang kamu benar2 butuh dan buat kamu senang..dan ingat buat keperluan sekolah..bayar sekolah jangan nyusahin ayah sama ibu..sekarang kamu tanggung jawabku...dah sana masuk..atau mas Edo yang masuk.."Edo membalikan badan Aqilla menghadap toko tuk masuk


Aqilla masuk dengan tersenyum senang karna sekarang dia memiliki banyak uang dan bahagia kenal dan berpacaran dengan Edo, dia sangat baik pengertian sayang dan memenuhi kemauan Aqilla.


"mba..yang tadi dibungkus..!"kata Aqilla keras sama pelayan tersebut karna mengingat dia genit sama pacarnya


"mba ini adiknya atau..?"tanya pelanyan itu yang kecewa


"pacarnya"jawab Aqilla memotong pertayaan pelayan tersebut


"udah cepat..apa mau aq aduin sama bos kamu..kamu menggoda pacarku.."Aqilla mengancam dan pelayan langsung menghitungnya


"pake ini.."Aqilla menyerahkan ATM dan memencet pin nya.


Aqilla keluar dengan bawa dua dus sepatu dikantung plastik dan naik kemotor mas Edo.


"Lama banget.."Dengus Edo


"habis ngancam pelayan genit biar tau rasa.."Aqilla memeluk Edo dan Edo tertawa dengan melajukan motornya pulang.


Orang tua Aqilla dan adi2 Aqilla udah pada tidur dikamar masing2 dan mereka masuk keruang tamu.


"udah pada tidur..mas Edo langsung pulang dulu aja mas.." .Aqilla setelah mengecek masuk keluarganya karna tadinya Edo mau berpamitan


"kamu lupa..mas Edo minta apa hadiahnya dan praktin yang tadi kamu liat"Edo meraih pinggang Aqilla dan mencium ******* bibir Aqilla dan dia mulai belajar membalas ciuman Edo dengan mengikuti gerakan Edo dan membuat Edo makin erat memeluk Aqilla dan enggan melepaskan ciumannya.


"udah mas..nanti ayah bangun liat..gimana..?"bisik Aqilla


"langsung dinikahin."Edo mengulang mencium Aqilla lagi dan lagi.


"udah sana pulang.."Aqilla mendorong badan Edo dan dia mengundurkan langkahnya.

__ADS_1


"ati2 mas.."Edo pulang dan Aqilla masuk kedalam kamarnya dan menyentuh bibirnya yang agak mengembang dan tersenyum dan tidur.


__ADS_2