
Setelah sampai Aqilla langsung masuk kekamar mandi menguyur badannya untuk menghapus rasa lelah dan sedihnya. Setelah selesai masuk kamar dan mengecek HP nya ada lima panggilan dari Edo yang dia gak angkat dan balasan dari Edo.
"Yaang udah pulang apa belum dari rumah Rida..?"isi chat Edo
"Yaang aq mau jemput bales yaang..?"balasan chat Edo
Aqilla membalas Edo dia hanya read aja dan menghapusnya karna masih kesal sedih dan sakit hati.Dia mengingat Edo dengan wanita itu yang mereka terlihat bahagia tertawa bersama tanpa memperdulikan Aqilla yang udah berulang kali menghubungi Edo. Aqilla menangis hingga dia tertidur. Bahkan chat dan telpon Rida gak diangkat sama Aqilla.
"La tadi mas Edo kesini mau jemput kamu,tapi kamu udah pulang duluan dan dia langsung pulang."isi chat Rida yang gak Aqilla lihat karna Aqilla tertidur.
Karna cape Edo setelah mandi makan dan dia pu tidur hingga pagi dan kerja lagi.
"yaang kamu pulang jam berapa..mas hari ini gak lembur..jemput kamu yah..?"isi chat Edo yang lagi2 cuma dibaca Aqilla karna dia masih kesal
"yaang kamu kenapa gak bales chatku dan gak mau angkat telponku..?"tanya Edo dichat,yang lagi2 hanya dibaca aja
Edo merasa kesal dan cemas karna gak satupun dari chatnya yang dibalas dan telpon berulang kali gak diangkat. Dia jadi gelisa dan menghubungi adik Aqilla yaitu Alisa menayakan Aqilla.
"De mba Aqilla masuk sif apa..apa dia masih ditempat kerja..?"tanya Edo menghubungi Alisa yang tau jam pulang tiao sif Aqilla kerja
"Mba Aqilla dirumah lagi paling lagi tidur..dia gak kerja libur mas.."jawab Alisa disela2 istirahat siang sekolahnya
"ya udah makasih de.."Edo mematikan telponya dan merasa ada yang aneh karna Aqilla gak seperti ini
"ada apa denganmu sayaang.."bisik Edo dan meminta ijin setengah hari kerja sama om nya dan diijinkan.
Edo keluara lapangan kerjanya dan menghampiri parkiran motornya.
"Mas Edo ini masih jam kerja,mas Edo mau kemana..apa mas Edo mau makan siang bareng denganku..?"tanya Mutia wanita cantik rambut panjang rekan kerja Edo
__ADS_1
"aq mau pulang ada perlu..maaf lain kali aja Mut.."jawab Edo langsung melaju dengan motornya dan Mutia menatap punggung Edo dengan rasa kecewa
Edo membunyikan klakson motornya dan masuk dalam rumah Aqilla dan dilihatnya Aqilla sedang nonton TV sendiri karna orangtunya ada ditambak dan adik2nya sekolah dan dilihatnya juga ada HP disamping Aqilla dan membuat Edo kesal.
"kamu sengaja tidak angkat telponku dan gak bales chatku..HP ada disamping mu aktif cuma diread aja..?"Edo kesal karna dia cemas dan gelisah memikirkan Aqilla
"yaang kamu kenapa..marah sama mas Edo..coba ceritakan kenapa kamu kaya gini sama mas Edo..?"tanya Edo duduk dihadapan Aqilla menghalangi dia nonton TV karna Aqilla cuekin Edo
"Yaang jangan diam aja..apa salah mas Edo yang buat kamu marah sama mas Edo..?"tanyanya lagi mematikan Tv dengan remot agar Aqilla memperhatikan Edo dan mejawab pertanyaannya.
"Ini cincinmu aq kembalikan..aq gak mau nikah sama kamu..kamu cari wanita lain aja.."jawab Aqilla yang buat Edo kecewa sedih dan makin kesal dengan kata2 Aqilla
"apa maksudnya ini La..?!"tanya Edo keras menahan rasa sakitnya karna wanita yang ditunggu dari kecil dan akan dinikahinya kini memutuskan tunangannya yang lama.
"La jawab apa maksudnya ini..apa salah mas Edo sama kamu sampai kamu melepas cincin ini dan memutuskan pertunangan kita.."Edo memeluk Aqilla yang tak mau menatap Edo dengan sedih
"hemm jawablah..aq gak mau kita seperti ini..kalo kamu belum siap nikah mas ngerti..mas akan sabar...tapi jangan kaya gini.."Edo mencium bahu Aqilla yang dipeluknya dan Aqilla meronta dan mendorong Edo yang matanya berkaca2 menahan sakit dan air matanya
karna kamu udah punya simpanankan..gak usah sembunyi dariku..aq ijinkan kamu nikah..dan aq gak mau buat nunggu atau sulit..kamu nikahi wanita simpananmu aja.."Aqilla berdiri dan masuk kamarnya dan Edo ikut masuk kamar Aqilla.
"wanita yang mana yang kamu maksud..mas Edo gak pernah berhubungan dengan wanita manapun..mas Edo cuma sama kamu aja sampe kapanpun yaang.."Aqilla duduk disamping Aqilla yang enggan menatapnya
"Yaang mas kecewa..kamu udah mengenal mas lama tapi gak bisa memahami perasaan mas hanya setia sama kamu yaang.."Edo sedih karna Aqilla masih marah
"ya aq gak paham..cari yang paham denganmu yang sepadan umurnya denganmu..yang lebih dewasa pengertian dan bisa ajak kamu nikah dan tiduri.."Aqilla masih sakit hati dan cemburu
"Mas Edo gak butuh wanita lain yang umurnya sepadan atau sama atau yang muda..aq hanya mau kamu..aq gak peduli umur kita jaraknya jauh atau kamu belum dewasa..bagiku kamu wanita satu2nya mas Edo.."Edo menyakinkan Aqilla
"Jawab mas wanita mana yang kamu lihat..mas akan jelasin.."Edo meraih dagu Aqilla untuk menatap dirinya
__ADS_1
"Wanita cantik rambut panjang yang satu motor dengan mu,memelukmu dan kalian tertawa bersama kemarin sewaktu aq lihat kalian setelah aq pulang dari rumah Rida..kamu gak balas chatku atau menggangkat telponku karna kamu lagi bermesraan kan sama dia..aq gak tau..!"Aqilla memberitahu yang dilihatnya dan membuat Edo yang tadinya sedih karna Aqilla memutuskannya kini tersenyum karna melihat kecemburuan Aqilla yang gak senang dengan melihat Edo bersama wanita lain.
"Mutia..yang kamu lihat yang aq antar pulang..jadi kamu melihat itu..?"Edo mengingat saat hari Aqilla main ditempat Rida
"gak tau siapa dia karna aq gak kenal,yang aq tau tunanganku mengabaikan telponku chatku dan gak bisa menjemputku tapi bisa mengantar dia dan bermesraan dijalan seperti sepasang kekasih karna tangannya melingkar diperutmu dan kamu tak menolak dan mungkin dadanya juga menyentuh punggunmu karna kalian sangat lengket.."Aqilla kesal marah dan membuat Edo makin gemas meraih bibir Aqilla dan mengecupnya
"jangan cium aq..cium aja dia.."ketusnya dan membuang muka
"yaang kamu menggemaskan..dia itu rekan kerjaku,kami kerja satu divisi waktu itu dia bilang sakit dan minta aq antar jadi aq gak tega aq antar karna dia sakit dia perpegangan dan aq gak menolak karna agar dia gak jatuh dari motorku karn kalo jatuh aq dituntut masuk penjara..dia gak nempel kamu salah lihat..kami tertawa karna bahas kerjaan yang salah..hemm ternyata calon istriku sangat pencemburu.."Edo mencubit hidung Aqilla
"terserah mau bilang cemburu apa tapi dia suka sama mas Edo dan dia cantik dewasa bisa tuh memuaskan mas Edo.."Aqilla masih ketus
"mungkin dia suka sama mas Edo tapi mas Edo sukanya sama kamu,mas Edo jijik cewe lain selain kamu..aq mau kamu yang pauskan aq bukan orang lain..aq gak mau seperti ayahku yang menyakiti ibu dan keluargaku yang dengan mudah berhubungan dengan wanita lain yang menyakitk hati ibuku membuatnya sedih nangis dan membuat kami sengsara..mas Edo mau setia membahagiakan kamu dan gak mau menyakitimu atau keluargamu dan keluargaku karna ulahku yang seperti kamu tuduhkan itu..aq gak mau kaya gitu.."7Edo menceritakan keluarganya yang dulu menderita karna ulah ayahnya yang main perempuan.
"percaya sayang..mas bisa jaga hati dan jaga diri buat kamu..dan mas belum pernah kaya gitu..otakmu jorok..atau kamu mau sekarang..rumah sepi kita dikamar kamu.."Edo menggoda
"gak mau.."Aqilla menuntupi dadanya yang berbalut kaos dengan menyilang kedua tanganya tapi Edo menindihnya dengan badannya.
"kenapa ditutupi..aq udah sering lihat dan yang kamu tutupi itu mainan kesukaanku..lepas yaang aq mau main kaneng dengan desahan rintihanmu.."Edo yang bergairah
"jangan ayah dan ibu bentar lagi pulang.."Aqilla menolak
"sebentar aja,ini hukuman karna kamu lepas cincin ini dan memutuskan hubungan kita..."jawab Edo dengan memakaikan cincin di jari manis Aqilla dan mencium ******* bibir Aqilla dan meremas dua gunung Aqilla dengan masuk kedalam kaos Aqilla.
"saakit mas..jangan diremas..aq kayaknya mau haid..besok udah tanggal 22 dan ini udah sakit terasa sakit biasannya saata akan haid."jawab Aqilla yang menahan sakit
"maaf yaang,aq mecium dan main dengan lidahku biar kamu gak sakit..dan merasa nyaman"Edo membuka kaos dan penutup dua gunung Aqilla dan menghujani dengan ciumannya dan memainkan dengan lidahnya.
"aaaakh mas udah hentikan,aq mau nikah denganmu..udah lepasin.."Aqilla mendesah kecil
__ADS_1
"benar yaang..aq mau secepatnya.."Edo melepasnya dan merasa sangat bahagia dan mereka keluar kamar dan duduk didepan TV membahas kesipan Aqilla menikah.