Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Aqilla hancur bagai tersambar petir


__ADS_3

Edo dan Aqilla bekerja bersama dan membuat iri teman2nyq karna perhatian Edo pada istrinya ditempat kerjanya.


"Yaang udah jam istirahat kita makan dulu..itu ditinggal dulu yaang.."minta Edo dengan membawa bekal makanan dari rumah


"bentar yaang tanggung..dikit lagi.."Aqilla masih sibuk dengan kerjaanya


"Ya udah aq suapin kita makan disini aja.."Edo membuka kotak makannya dan menyuapi istrinya hingga kenyang baru dia makan


"Udah yaang kenyang..buat kamu aja..minumnya.."Aqilla kepedasan dan Edo bantu Aqilla minum dan membersihka sisa air yang menetes dengan tangannya


"Pasangan tiada duanya.."goda temannya Siska yang kini jadi teman dekat Aqilla meski usianya beda 5tahun lebih tua


"Makan mba.."Edo menawarkan teman Istrinya


"Gak mas..liat kalian romatis aq jadi kenyang.."godanya lagi


"Mba klo nikah lagi juga bisa kaya gini..makanya buruan cari pasangan.."balas Aqilla


"Gak ah takut terluka lagi..fokus anak2ku aja.."Siska yang pernah diselingkuhi suaminya


"Gak semua laki2 akan sama kaya suami mba dulu.."kata Edo


"Mungkin..tapi aq mau yang kaya mas Edo ada ga.. kalo ada aq kenalin..mas.."ledek Siska


"Satu2nya gak ada stok lagi..khusus buat Aqilla mba..ya kan mas..he..he.."Aqilla membalas


"Iya..iya aq tau..aq kekatin dulu La mas.."Siska meninggalkan mereka.


"Mas telp Alfin dirumah ga..aq khawatir sama Evelin..orangtuany sibuk cari duwit.."pinta Aqilla


"Ya sayaang kamu yang pegang mas makan dulu.."Edo memberikan Hp dan tersambung


"Hallo sayang udah makan apa belum..?"tanya Aqilla pada anaknya


"Udah mah..papaah..?"tanya Evelin dan Aqilla mengarahkan ke suaminya


"Ini papah lagi makan..hemm anak mamah sayangnya cuma sama papah..papah terus yang ditanyai.."Aqilla cemburu dan Edo tersenyum


"Elin sayang papah.."kata anaknya


"Ya sayaang papah juga sayaang Evelin..jangan nakal ya sama om sama nenek..nurut sama mereka gak boleh main jauh2"Edo juga mengkhawatirkan putrinya


"Ya papah..Elin mau main..Hpnya dimatiin.."Rengek Evelin mau main game di Hp om nya


"Ya sayaang habis main tidur yah.."Aqilla mematikan HPnya


"Yaang kenapa melihatku begitu..?"tanya Edo


"hemmm nyebelin.."Aqilla membuang muka


"Cemburu anakmu lebih menyanyangi papahnya daripada kamu..itu salah kamu sendiri..sukanya marah2..anak ya jadi takut.."kata Edo mencubit hidung istrinya


"Gak marah gimana itu gara2 kamu kan memanjakan Evelin..dia jajan terus..minum es permen uang dan uang..trus kosmetikku ancur buat mainan dan kamu biarin.."Aqila kesal

__ADS_1


"Daripada nangis ngambek kaya kamu..mending aq biarin..lagian gak usah pake kosmetik juga cantik dan aq sayang sama kamu yaang"Edo gak mau kalah


"Udah sana keluar..tuh udah jam kerja..aq mau kerja.."Aqilla mengusir suaminya


"Beneran yaang..kamu ga takut sendirian..kamu tau kemarin ada yang kesurupan disini.."Edo menakuti istrinya


"Aq gak pernah denger..kamu mau bohong.?"Aqilla melihat keseliling dan Edo nahan tawa


"Aq keluar dulu yaang kamu tunggu Siska masuk..ati2 yaang.."Edo berjalan baru tiga langkah


"Yaang nunggu disini dulu" Aqilla berlari dan memeluk suaminya


"yaang kita lagi kerja jangan merayuku.."goda suaminya lagi


"iih siapa yang merayu..kamu yang nakutin aq.."Aqilla memukul punggung suaminya.


"Ada apa nih..tadi romantis sekarang pukul2lan..?"tanya Siska


"Mba kemarin ada yang kesurupan..siapa kenapa..?"tanya Aqilla dan Edo menahan tawanya


"Siapa yang bilang..gaka ada yang kesurupan.aq disini seharian kemarin.."Siska jujur


"Ha..ha..ha.."Mas Edo keluar ruangan menjauh dari.istrinya yang hendak mengejarya


"Yaaang kamu bener2 yah bohongi aq.."kata Aqilla kesal Siska ikut tertawa


"Kamu mau aja dibohongin suami.."kata Siska masih tertawa


Mereka udah dua bulan melewati kerja bersama dan Edo ngeluh sakit lagi karna cuacanya juga panas dan Aqilla minta dia istirahat dulu dirumah. Dan karna hari libur Aqilla menjaga suaminya yang terus meritih sakit meski udah disuntik dan minum obat dokter.


"Gak usah sama aja..kamu jangan kemana2 pake air anget saja.."minta Edo yang pucat menahan sakit


"Ya sebentar aq ambil air angetnya..Evelin nungguin papah ya.."Aqilla keluar kamarnya


"Papah Elin pijat yah.."Elin memeijat kecil kepala papahnya


"Sayaang kalo papah gak ada kamu jangan carii papah ya..sama mamah..kalo udah besar sayaan jagain mamah..kasian mamah..Evelin jangn jauh2 dari mamah..jangan ninggalin mamah..Evelin anak papah sama mamah.."Edo memeluk anaknya dan mencium anaknya,dibalik pintu Aqilla menangis mendengarnya dan menghubungi keluarga Edo.


"Sayaang sini duduk aq angetin lehernya.."Aqilla minta Edo duduk


"Yaang tengkurap aja yah..pusing banget.."Edo tengkurap dan Aqilla mengompres kepala dan lehernya


"Gimana sayang udah mending..?"tanya Aqilla cemas


"Iya mendingan..."jawabnya


"Yaang kita kerumah sakit yah..apa suntik lagi..?"Minta Aqilla gak tega


"Gak usah..sama aja..diangetin lagi udah enakan.."mintanya


Aqilla menyiapkan air panas lagi dan keluarga besar Edo datang dan Aqilla meminta untuk mebujuk Edo berobat lagi.


"Yah bu bilang sama mas Edo kita bawa dia kerumah sakit atau suntik lagi..Aqilla gak tega liat Mas Edo kesakitan terus dari kemarin.."Aqilla menangis

__ADS_1


"Udah disuntik belum.seminggu kan.?apa obatnya udah diminum..?"tanya ibunya


"Mas Edo gak mau minum obat lagi..marah..Aqilla bigung.."jawab Aqilla


"Ibu dan ayah juga udah bujuk mas Edo tapi sama aja..gak mau.karna minum obat sama aja masih sakit.."Aqill bingung


Kedua orang tuanya masuk kekamar menemani Edo yang gelisah dengan rasa sakitnya.Dan ayah membujuknya kerumah sakit.


"Do kita kerumah sakit.."Ayahnya memegangi lengan Edo


"Sama aja yah..sakit buang2 uang.."katanya duduk dan memejamkan matanya


"Kalo gitu kita kedokter biasa.."kata ibunya


"Baru seminggu Edo disuntik bu..Edo gak kuat lagi bu..maafin Edo bu ayah..sakit ini bikin Edo gk kuat.."Edo menangis orang tua dan adik2 Edo menangis


"Kalo gitu kita kerumah sakit Do..kamu sayang gak sama Evelim dan istrimu..kamu liat anakmu nangis.."Minta ayah Aqilla yang juga khawatir sama menantunya


"Edo sayang yah..sayang..Edo gak mau kaya gini..sakit.."Edo menangis dengan memeluk anaknya


Keluarga bermalan dirumah Aqilla dan Edo dan Edo masih ngeluh sakit dan gak bisa tidur hingga dia pingsan dan keluarga panik dan membawanya kerumah sakit. Edo koma gak sadar hamir seminggu dan membuat Aqilla terus menangis dan menjaganya bersama kedua orang tuanya.


"Sayaang kamu udah sadar..aq takut sekali yaang..jangan bikin aq khawatir yaang.."Aqilla menangis melihat Edo membuka matanya


"Evelin mana.."tanya Edo dan Evelin mengangkat Evelin dan membangunkannya


"Sayaang..anak papah yang cantik..maafin papah ya gak bisa jaga Evelin..sama mamah Evelin.."Edo menangis membuat Aqilla dan kedua orangtua Edo dan Aqilla menangis.


"Do kamu jangan ngomong seperti itu..ibu doakan kamu sayang..kamu sama kita terus sampai anakmu dewasa dan menikah.."Ibu Edo menangis


"Edo udah gak kuat bu..maafin Edo bu ayah maafin Edo..sayaang mas bangga bahagia bisa hidup bersama mu aq sangat mencintai kamu..makasih udah mau mendampingiku mas berharap kamu bisa jaga anak kita bahagiankan dia..mas sayang kamu dan anak kita..mas doakan kamu akan hidup berbahagia bersama anak kita.."Aqill memeluk suaminya.


"Aq juga sayaang sama kamu jangan tinggalin aq kita sama2..aq janji akan jadi istri yang baik..aq nurut semua sama kamu yaang"Aqilla menangis


"Kamu istri yang baik dan sempurna buat mas Edo mas bangga dan bahagia bersamamu."Edo tersenyum kembali menutup matanya dan membuat merek berteriak menangis


"Yaang ..yaang bangun.."Aqilla berteriak dan menggoyang2 badan suaminya


"Do..Do.."ibu dan ayah menangis


"Aq akan priksa kondisinya.."kata dokter


"Detak jantungnya sangat lemah dan kembali koma,kita berdoa untuknya semoga ada keajaiban karna semau Tuhan yang menentukan"kata dokter.


Semua keluaga tidak tidur menjaga dan menatap Edo, Ayahnya membacakan doa ditelinga anaknya dan Evelin tak mau jauh dari papahnya sambil memangil papahnya dan menangis yang denyut jantungnya makin lemah.


"Bu cepat panggil dokter..kenapa ini mesinnya gak jalan.."teriak Aqilla


"Yaang..yaang..bangun..yang"Aqilla menangis dan memeluk suaminya dan mereka juga menangis


"Dok cepat prikasa anakku dok.."ibu Edo


"Maaf pasien sudah meninggal"kata dokter bagai petir menyambar hati Aqilla hancur dan jatuh pingsan.

__ADS_1


.


__ADS_2