Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Baju-baju Edo


__ADS_3

Aska memeriksa istrinya yang sangat lemah dan pucat, karna dikehamilan ini buka Aska yang merasa mual dan mutah tapi Aqilla yang merasa nyidam dan badannya gak enak. Tekanan darah yang rendah dan sebelum dan setelah pulang Aqilla yang memikirkan suaminya Edo dan selalu mengigau meminta maaf pada suaminya Edo.


"Mas mba Aqilla kenapa? "tanya ELifa yang juga ikut terkejut Aska memakai baju kakaknya dan cemas


"Aq juga terkejut melihat mas Aska pakai baju mas Edo sepintas aq melihat mas Edo yang datang dan tersenyum dan karna itu mba Aqilla juga mengira mas Aska adalah mas Edo kan tadi..? "Evi yang duduk didekat ayahnya yang sama seperti Evi dan yang lain


"Papah kok jadi papah Edo, kakak kan jadi kaget pah.. ?"Evelin yang juga merasakan hal yang sama


"Benarkah papah mirip papah Edo sayaang..?"Aska tersenyum


"Nak apa kamu gak pa2,karna istri anakmu dan kami mengingat anak kami Edo terlebih lagi Aqilla istrimu tak bisa melupakan anak ayah Edo karna jujur bahkan kami tadi mengira kamu Edo"Ayah mengusap air matanya


"Ayah aq gak pa2 dan aq malah senang mungkin dengan ragaku mas Edo datang untuk mengobati rasa rindu kalian dan istriku karna akhir2 ini istriku selalu mengigau mas Edo dan meminta maaf padanya yah, andai mas Edo datang sungguhan aq ingin minta dia temani istriku dan minta dia untuk memaafkan istri kami.."Aska sedih


"Aq gak tau apa yang dipendam istriku buat mas Edo, dia selalu sedih mengingat mas Edo karna itu aq sengaja memakai kaosnya untuk menghibur istriku dan mengobati rasa kangennya sama mas Edo.. "Aska yang ingin istrinya tersenyum karna sering melamun.


"Mungkin sedih dulu gak bisa buat Edo sembuh karna Aqilla sangat semangat dan memberi penyemangat Edo untuk sembuh, bahkan dia terpukul saat melihat Edo udah meninggal dan berhari-hari mengurung diri dan gak mau makan dan bicara pada siapapun dan kami juga sedih melihat Aqilla yang putus asa hidup bahkan dia ingin ikut suaminya tapi karna ada Evelin dan dia janji pada Edo suaminya untuk merawat dan mejaganya dia mau tidak mau bangkit lagi tapi sama sebelum kenal kamu dia seperti cuek dengan yang lain selalu menyendiri betah dikamar dan berjam-jam menatap foto suaminya Edo sampai ibu mertua kamu marah dan mengambil semua foto Edo dan menyimpannya tapi Aqilla ngamuk dan nagis berhari-hari minta Foto dikembalikan yang kami tak tega dan memasang foto-foto Edo kembali ketempat semula.. "ibu Rahayu menceritakan.


"Aqilla tipe wanita pendiam dan tertutup dan apalagi rumah tangga mereka yang tertutup membuat Aqilla menjauh dari tetangga dan orang lain dia lebih betah dirumah dan didampingi Edo, kemanapun Edo pergi ya Aqilla ikut dan Edo juga memahami isrtinya dan selalu bersama menghibur dan mendampingi dimanapun,mereka saling melengkapi dikala Edo sakit Aqillah yang kerja untuk biaya pengobatan Edo dan Edo yang mengurus Evelin dan rumah, saat Aqilla pulang pasti Edo menyambut istrinya dengan senyum dan melayani istrinya bagai ratu dari menyiapkan mandi bahkan memandikan Aqilla udah kebiasaan Edo,menyuapi makan dan memijat kaki dan badan Aqilla yang cape jadi Aqilla sangat merasa kehilangan karna udah tergantung sama suaminya dari dia makan hingga membersihkan badannya"ibu Edo dengan meneteskan airmatanya


"Mas Edo suami yang sangat baik dan mencintai istri kami,aq bahkan gak seperti itu bu tapi aq akan belajar dari mas Edo karna selama jadi istriku Aqilla mungkin lelah karna mengurus semua sendiri apalagi dengan tiga anak bu.. "Aska juga meneteskan Airmata dengan penderitaa istrinya


"Mas Edo luar biasa suami idaman, bahkan aq iri dan cemburu mas karna perlakuan mas Edo sama mba Aqilla.."Evi yang dulu pernah mencelakakan Aqilla


"Saat aq tanya mas Edo cuma jawab, Aqilla istriku kalo bukan aq yang membahagian dan membantu dia masa orang lain yang akan buat hatiku sakit, aq ikhlas untuk istriku bahkan kalo harus kehilangan nyawa buat istri juga aq iklhas, aq gak mau istriku merasa tidak bahagia sedih dan bosab bersamaku, cuma kerjaan ringan saja gak buat aq jadi rendah tapi kebahagiaan dengan senyum manis istriku yang akan aq dapat bisa menghilangkan rasa lelahku..mas Edo bilang gitu yang selalu aq ingat dengan penuh senyum bangga mendapatkan istri mba Aqilla."Evi yang tak terima dulu menganggap kakaknya dijadikan babu Aqilla karna suka mengerjakan kerjaan rumah yang jadi tugas istri.


"Iya mas Edo benar, secape apapun kita saat melihat istri kita tersenyum, hilang seketika rasa cape dan lelahku.."Aska tersenyum mendekati istrinya


"Apa gak pa2 gak dibawa kerumah sakit nak?"tanya Ayah


"Gak pa2 yah, aq akan mengipus disini dan kami akan tinggal beberapa hari lagi disini yah sampai Aqilla sehat.. "Aska meminta ijin tinggal


"Yah lebih lamalah tinggal disini, karna ini juga rumah istri dan anakmu Ka.. "Ayahnya

__ADS_1


"Kata istrimu kamu mau kerumah sakit nak.?"tanya Ibunya


"Gak jadi besok aja bu aq udah ijin kantor.."Aska sambil mengambil Hpnya dan meminta papahnya membawa peralatan impus.


"Kamu kabari papah mamahmu nak, nanti mereka menunggu kalian..? 'minta ayah Edo


"Iya ini yah.. "Aska menjauh dari mereka dan menghibungi papah mamahnya.


Aqilla masih tertidur lelap setelah diperiksa Aska karna dikehamilannya mudah lelah dan mengantuk dan Aska mengabari orangtuanya tak bisa pulang hari ini karna Aqilla sakit.


"Pah maaf, kami gak bisa pulang dan mungkin untuk beberapa hari lagi karna Aqilla ngedrop pah.."Aska buat orangtuanya cemas


"Ngedrop gimana..? "Tanya pak Akbar


"Istriku tekanan darahnya sangat rendah pah 80 dan saati ini lemah dan pucat, dikemahilan ini bukan aq yang merasakan gak enak,mual dan mutah tapi istriku dan ini pertama buat istriku pah fisiknya sangat lemah, papah tolong kesini bawa impus kumplit plus vitamin untuk ibu hamil.. "Minta Aska


"Ya papah dan mamah segera kesana.. "pak Akbar mematikan Hpnya.


"Yaang kenapa gak aq aja yang merasa seperti ini sama seperti kamu hamil si kembar, fisiku jauh lebih kuat dibanding kamu yaang, aq gak tegal lihat kamu seperti ini.."Aska mencium pipi istrinya


"Sayaang kamu jangan nakal diperut mamahmu yah, jangan buat mamah lemah gini papah gak tega liat mamahmu seperti ini.. "Bisik Aska diperut istrinya


"Mas.. mas.. Edo.. mas Edo.. !"teriak Aqilla dan dia terbagun


"Sayaang aq disini.."Aska memeluk istrinya


"Yaang tadi aq mimpi mas Edo dia mengusap perutku dia bilang ini anakku dan tersenyum, mas Edo datang.. "Aqilla turun dari ranjangnya dengan suhu bandan yang masih panas dan lemah


"Sayaang aq kan disini bersama kamu, mas Edo kan udah meninggal.. "Aska menahan istrinya yang hendak mencari Edo dan memeluknya


"Kamu kangen yah sama mas Edo?kamu anggap aq mas Edo yah yaang sekarang duduk aja.. "Aska bantu Aqilla duduk diranjang


"Kok nangis lagi..? "tanya Aska mengusap air mata istrinya

__ADS_1


"Maafin aq yah yaang, aq gak tau kenapa akhir-akhir ini aq sedih dan membayangkan suamiku Edo papah Evelin.. "Aqilla jujur


"Iya gak pa2 sayaang itu wajar kok apalagi mas Edo sangat sanyang sama kamu dan kamu sangat tergantung padanya dulu.."Aska menerimanya


"Sayaang apa aq gak seperti suamimu dulu, aq sangat jahat yah dan gak pernah bantu kamu, aq buat kamu lelah mengurus apapun sediri gak seperti mas Edo yang buat kamu nyaman dan bahagia..?"Aksa merasa jauh daru Edo


"Gak gitu kok yaang, kamu sangat baik sama baiknya dan semua yang aq lakukan atas kemauanku sendiri kok yaang, aq bahagia dan nyaman sama kamu.."Aqilla bersandar didada suaminya


"Yaang kok kamu pake baju mas Edo? baju ini aq yang beli buat kado mas Edo saat ulangtahun dulu.. "Aqilla mengusap bajunya


"Kamu gak suka aq pake baju mas Edo..?"Tanyanya


"Suka hanya saja apa kamu gak merasa apapun karna ini aq jadi merasa melihat mas Edo tadi dan menganggap kamu mas Edo, maaf yah yaang aq buat kamu.."Aqilla belum selasai ngomong


"Yaang aq gak pa2,aq sengaja pake ini untuk ngobati rasa kangen kamu sama suamimu dan kalo diijinkan aq ingin pake baju-baju mas Edo karna aq kan bawa baju he he.."Aska menggaruk kepalanya


"Baju-baju ini ibu yang rawat kamu minta ijin aja sama ibu bukan aq.. "Aqilla mencubit hidung suaminya


"Ibu mengijinkan bahkan ibu kasih buat aq kalo aq pas nginap dan dibawa pulang juga boleh, lagian selera mas Edo sama denganku bagus dan punya brand gak kaya kamu yang suka belanja onlain yang murah.. "Aska mengejek istrinya


"Ini yang gak aq suka dari kalian berdua, boros cuma beli baju aja sampai ratusan ribu kan sayang uangnya.. "Aqilla cemberut


"Tapi lihat ini masih bagus dan awet kan yaang, karna ada harga ada kwalitas yaang?"Aska tersenyum


"Kamu itu udah ketempelan mas Edo apa, sampai ngomong pun sama kata-katanya nyebelin.. "Aqilla yang dulu sering berdebat soal baju bahkan sekarang pun sama dengan Aska


"Ha..ha.. jadi mas Edo juga merasakan omelanmu kalo beli baju? "Aska tertawa dan Aqilla mengangguk.


"Lagian kamu aneh yaang beli baju yang barnd aja diributkan padahal.."Aqilla memotong perkataan Suaminya


"Padahal bagus dan berkelas nyaman dipakai cool cakep bayak cewe yang melirik.. udah hafal aq kata-kata ini jadi gak usah dibahas bikin nek aja.. "Aqilla tiba-tiba cemberut ingat perdebatan dirinya dengan Edo dan bahkan sering dengan Aska


"Iya.. iya.. yaang"Aska memeluk sayang istrinya.

__ADS_1


__ADS_2