
Sore hari mereka datang kerumah orang tua Aqilla yang tak jauh dari rumah Aqilla. Pak Akbar yang gemar memancing dan sengaja untuk mancing.
"Sore pak Pram..kami sengaja kesini mau mancing ditambak pak Pram..sekalian nanti mau nginab dirumah mereka.."kata pak Akbar
"Ya kapanpun pak Akbar mau mancing kesini aja..sekalian nanti makan malam hasil pancingan pak Akbar..."kata ayah Aqilla senang
"Mana Ka istrimu..apa masih kamu kurung dikamar..?"canda ibu Ana
"Mau nya Aska gitu bu kan masih pengantin baru tapi Aqilla nya gak mau..tuh lagi jalan kesini.."balas Canda Aska
"Bu udah pulang duluan gak nunggu Aqilla bangun..kita kan bisa pulang bareng..:"kata Aqilla dari belakang
"Pengantin baru ditungguin makan waktu..yang nunggu nganti kering kaya ikan asin belum keluar kamar.."balas ibunya buat Aqilla malu
"Ibu mertua sama menantunya sama..suka godain.."Aqilla tersenyum malu
"Papah langsung macing mah..?"tanya Aqilla yang liat papah mertuanya duduk megang pancing
"Iya mana tahan dia..hobi papahmu La..saat dengar ayahmu punya tambak..seneng banget dia.."mamahnya menceritakan hobi suaminya
"Ka kamu gak ikut papamu mancing..tuh Alfa juga ikutan kakeknya..?"mamahnya ada Aska
"Gak mah..lagi seneng mancing istri.."Canda Aska
"Ha..ha..ha.."mamah dan ibu mertuanya tertawa bikin Aqilla malu dan mencubit pipi Aska
"Kamu tuh sekarang bikin mamah geli dengernya kamu ngomong...mesum isinya"kata mamahnya pergi menghampiri suaminya
"Gak malu..gak usah dibahas pribadi kita.."Bisik Aqilla geram pergi menjauh dari suaminya mendekati anak2nya
"Sayang kamu bikin gemes.."teriak Aska mengikuti istrinya
Mereka bersama duduk dipingiran tambak dengan memperhatikan Evelin yang berlarian kesana kemari dengan Alfa. Alfa sangat betah sampai gak ingat pulang dan bundanya.
"Haloo Li ada apa..?"tanya Aska mengangkat Telp Lia mantan istrinya
"Mau ngucapin selamat pada pengantin baru semoga kalian bahagia selalu bersama dan langgeng..amin"Doa Lia
"Yah amin..makasih doanya.."Aska mengaminkan
"Alfa betah ga..dia lagi ngapain..apa dia nangis atau nakal..aq khawatir dengan kejadian Alfa mendorong Evelin.."Lia cemas pada anaknya
"Kamu bicara sama istrinku yah..?"Aska merasa gak enak semenjak Lia nikah dan dia juga gak enak sma Aqilla
"Yaang ini bundanya Alfa.."Aska memberikan pada Aqilla
"Ya hallo mba..?"tanya Aqilla
"Selamat ya de..aq mau tanya Alfa apa dia bentah apa dia nakal sama Evelin, aq takut sama kejadian kemari..?"tanyanya cemas
"Alfa baik mba dia sekarang lagi dua kkakeknya ayahku dan papah Aska sedang ikut mancing ditambak ayahku..dia seneng kok mba gak nangis dan gak nakal..mereka udah rukun mba.."Aqilla menjelaskan
"Alhamdullilah aq takut sekali.."Lia senang
"Oh ya maaf ya kami gak bisa datang..kami gak bisa perjalanan jauh..Tiara masih kecil suamiku juga kerja dan aq juga sibuk dipuskesmas..aq juga seneng Alfa udah ada yang jagain punya mamah baru yang sayang sama anakku..makasih ya de." Lia bersyukur Aska bisa jadi satu dengan cinta sejatinya
__ADS_1
"Ya mba gak pa2 kami memaklumi..mba gak perlu maksih padaku..Alfa juga anakku adik Evelin."Aqilla mengerti
"Ya de..aq titip Alfa yah"Mereka memutuskan teleponnya Aqilla memberikan Hpnya pada suaminya
"Yaang kalo mau ngobrol..mba Lia telepon ya dijawab..jangan dilempar padaku..aq gak pa2..bagaimanapun kalian udah ada anak Alfa meski gak bersama tapi kalian masih terhubung dengan anak kalian.."Aqilla merasa gak enak ada Lia
"Yaang aq cari aman aja..gak mau kamu salah paham dan suami dia salah paham..mulai sekarang kamu yang berhubungan dengannya..kamu kan akrab dengan bundanya Alfa udah kakak adek malah.."Aska menolak karna gak mau salah paham
"Ya udah aq nanti yang ngabari dia anak kita.."Aqilla gak maksa karna benar Lia juga udah bersuami.
Aqilla memasak hasil tangkapn dan pancingan suaminya dan papah mertuanya udang asam manis dan chiken udang dan ikan bakar dengan bumbu kecap pedas dan ikan goreng krispy buat anak2.
"Mari makan mah pah..udang dan ikan udah siap disantap nih..anak2.."Aqilla menyiapkan dimeja makannya
"La ayah sama ibu gak dipanggil kesini kita makan bareng..sekalian adik2mu.."minta Aska
"Udah yaang tapi mereka gak mau katanya bosan makan ginian..ibu masak sayur bening sama sambal terasi..tadi Aqilla juga dikasih..bentar aq ambil.."Aqilla ambil sayur bening dan sambal
"Yah mereka tiap hari liat ikan jadi bosen ya mah..sukanya sayur..kita sayur gak suka sukanya ikan laut.."kata papah mertua Aqilla
"Ini sayur beningnya dan sambalnya..dicoba mah pah..masakan ibu lebih enak loh dari masakan Aqilla..dan nanti mereka juga kesini pah mah..ibu lagi goreng pisang..."Aqilla meletakan sayur dan sambal
"Yah papah coba sayur beningnya.."Papah mencobanya
"Iya mah coba..seger banget.."suaminya menyuapi istrinya
"Pah mamah bisa coba sendiri..papah jadi ketularan Aska.."mereka tertawa
"Salah mah..buah jatuh tidak jauh dari pohonya.."kata Aska
"Sayang obatnya udah kamu minum.."tanya mamahnya buat Aqilla malu
"Udah mah..nanti mau minum lagi.."Aqilla malu
"Gak usah malu sama mamah,kamu putri mamah satu2nya sama seperti Aska putra mamah satu2nya jadi kalo ada apa2 cerita yah sama mamah.."minta mamah Mertuanya
"Iya mah makasih.."Aqilla tersenyum
"Sayaang pintarnya makan sendiri..mau tambah lagi udangnya..?"tanya Aqilla pada Alfa
"Mah besok dede mancing lagi yah..?"Pinta Alfa
"Boleh tapi harus ada yang jagain kakek om Alfin atau sama papah boleh dan gak boleh air..atau mancing sendirian.."Aqilla khawatir
"Yah mah..sama kakek Pam.."kata Alfa
"Alfa suka sama kakek Pram dan nenek Ana..suka tinggal disini..?"tanya mamah
"Suka..Alfa sayang kake Pam,om Alpin.."jawab Alfa
"Sama nenek Maria dan kakek Akbar..?"tanyanya lagi
"Sayang.."Alfa sambil makan
"Kalo Evelin.."tanyanya
__ADS_1
"Nenek kakek Evelin banyak..pusing.."kata Evelin membuat semua tertawa
"Kaka sayaang sama Alfa.."tanya Alfa ikutan neneknya dan mereka memperhatikan kedua anak kecilnya
"Iya sayaang..Alfa dedek kakak"jawab Evelin memberikan udangnya
"Makasih kak..kakak cantik.."Alfa merayu dan mereka tertawa lagi
Keluarga Aqilla datang kerumah anaknya Aqilla dengan membawa pisang goreng dan ketela untuk dibakar. Ayah dan Aska membuat api unggun dan mamah Aska membuat teh dan kopi untuk mereka.
"Yaang ketelanya bawa sini.."minta Aska pada istrinya
"Ini kalo udah matang dimakan sama ikan asin enak loh yaang.."Aqilla memberika ketelanya
"Ada apa ikan asinya..aq mau coba.."Aska mau coba yang Aqilla makan Aska juga ingin makan
"Bu ikan asinnya ada..?"tanya Aqilla menghampiri Ibunya
"Ada,kamu telfon Alisa suruh bawa ikan asin goreng.."Minta ibunya dan Aqilla menghubungi Alisa yang sedang bersama tunangannya Rafi
"Aqilla ayah dengar kamu pengobatan dijogya..gimana hasilnya..?"tanya ayah sambil bakar ketelanya sama Aska
"Belum selesai yah..baru tahap awal..Aska udah minta pulang eh gak taunya nikah.."Aqilla gak tau kejutan nikahnya
"Kata temanku udah mendingan yah..udah bisa tahan bau amis darah dan liat darah udah bisa..kalo mual masih..tinggal mengatur ketenangan Aqilla saat liat darah..kalo panik ya efeknya mual mutah dan pingsan tali kalo Aqilla bisa tenang dia bisa tahan dan gak pingsan.."kata Aska menurut Bani
"Dengar itu La..kamu jangan panik tetap tenang..kami ingat udah ada anak dan suami,kamu karna darah hampir 3kali nyawamu terancam..jatuh ketambak..kalo ayah gak ada gimana kamu tenggelam..di kamar mandi kalo gak ada ibu..dan kamu pingsan jatuh menimpa meja kaca perutmu sampe sobek tertancap pecahan kaca..ayah selalu khawatir tiap kamu pergi sendiri..gak ada yang dampingi..anakmu sampe paham saat kamu haid..anakmu selalu nemani kamu dikamar atau dikamar mandi..karna dia gak mau ibunya kenapa2 dan kalo kenapa2 anakmu yang lapor sama ayah..jadi ingat kamu tenang demi anakmu dan suamimu.."Ayah mengingatkan dan Aqilla mengangguk
"Ayah jangan khawatir yah yang nyuci Aska..Aska juga gak ijinin Aqilla pergi sendiri.."Aska menyakinkan orangtua Aqilla.
"Sayang sangat berbahaya kamu sendiri..kalo dirumah kalo mau pergi sama mamah yah..kalo kamu kena haid ngomong sama suami kamu..dia yang menikmatinya jadi dia wajib bantu kamu nyuci..mamah jadi ikut khawatir..kamu pengobatanny dilanjut yah sampe sembuh.."mamah Aska ikut khawatir
"Aska yang khawatir kalo dilanjut mah yah..Aqilla mutah2 terus sampai kurang cairan pucat lemas keringat dingin dan ujungnya sakit panas..Aska sebenarnya bingung..Aska mau istri sembuh tapi kalo resikonya sama aja..bikin Aska tambah khawatir.."Aska menceritakan kebingungannya dalam pengobatan
"Ka yang tau kondisi sehat dan gak nya Aqilla dan kamu dokter..kamu cek dulu kondisi Aqila jika dia fit lanjut tapi kalo gak fit jangan diterusin..fisik lemah dipaksa juga gak bagus..nunggu fit hati kan bisa tenang..dan cepat sembuh.."saran papah
"Gak boleh karna Aska juga cemburu tuh pah..sama Bani..masa pengobatan bilang ini istriku lagi hamil muda..nikah juga belum apalagi hamil..Bani mau megang tangan aja gak boleh..gimana pengobatan lancar..Aska kaya gitu.."Aqilla mengadu dan Aska hanya tertawa
"Ka kamu yang menghambat istrimu sembuh.."kata mamahnya
"Mah Bani matakranjang dia suka sama Aqilla..aq pasang foto Aqilla dia langsung minta kenallah buat aq lah..panggil istriku cantik cinta bikin nek.."Aska gak suka
"Ya kamu kan dampingi istrimu.."papagnya menggelengkan kepalanya atas kecemburuan Aska
"Yaang gak usah lanjut aja..aq bersedia nyuci seumur hidup..karna itu kan surga duniaku..Aska gak masalah..gak usah berobat lagi..kamu juga keganjenan..kalo mau berobat pake baju bagus yang sexy berias..bikin aq cemburu aja.."Aska keberatan
"Masa aq harus pake daster.."Aqilla.kesal
"Itu aq setuju yaang..pake daster panjang rambut diikat aja dan gak usah dandan.."Aska senang mengoda istri
"Kenapa aq yang pake..kamu aja kalo kamu suka.."Aqilla cemberut
"Ka cemburunya jangan kerterlaluan.."kata papahnya
"Pah bukan keterlaluan tapi menjaga milik sendiri..aq gak mau ada yang melirik istriku dengan tatapan mesum suka..apalagi sampe nyentuh istriku..aq bunuh"Aska mendekati istrinya dan mencium pipinya.
__ADS_1
"Sabar sayaang..suamimu sangat mencintaimu dari dulu..mamah juga ikut stress saat kamu menolak anak mamah.."ibunya menghembus nafasnya.