Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Aqilla Pingsan


__ADS_3

Aska dengan buru memberitahu papahnya bahwa dia dihubungi oleh anaknya Evelin yang pergi bersama istrinya kesekolah. Aska panik dan khawatir dan papahnya pun turut ikut kesekolah karna dia berfikir pasti terjadi sesuatu pada anak menantunya karna dia masih dalam masa pemulihan.


"Kita kesekolah sekarang.. "kata pak Akbar jiga ikut cemas


"Iya pah.."Aska dengan mata berkaca-kaca


"Kamu yang sabar Ka, biar papah aja yang nyupir.. "Pak Akbar mengambil kunci mobil dari Aska


"Aq sangat khawatir pah, aq gak mau apapun terjadi pada istriku.. aq gak mau kehilangan dia.. "Aska mengusap airmatanya


"Tenang..gak akan terjadi apapun dengan istrimu, kemungkinan ini ada hubungan dengan ingatannya.. "Pak Akbar sambil nyupir


"Cepat pah.. "Minta Aska gak sabar.


Aska dan papahnya melaju kencang kesekolah dan sesampainya disekolah mereka berlari keruang kesehatan dimana Aqilla dan Evelin berada. Aqilla masih pingsan dan Evelin masih menangis memeluk mamahnya dan didampingi guru yang masih berjaga disekolah.


"Kaka apa yang terjadi sama mamah..? "Aska langsung langsung masuk dan memeluk istrinya


"Mamah tadi bicara sama tante Bella pah, dan mamah memegangi kepalanya pah dan pingsan pah.. "Evelin sambil nangis


"Ka..periksa dulu istrimu.. kaka sama kakek"perintah pak Akbar


"Yah pah.. "Aska mengambil perawatan yang dibawa pak Akbar.


Aska mengecek kesehata Aqilla yang lemah dan tensinya pun turun dan Aska secepatnya mengangkat dan membawanya kemobil untuk dicek lebih lanjut keseluruhan dirumah sakit karna dia sangat khawatir akan istrinya dan Evelin masih menangis dalam pelukan kakeknya takut akan keadaan mamahnya.


"Pah kita bawa kerumah sakit kita, istriku sangat lemah.. "Aska mengangkat istrinya


"Iya Ka, kaka sayang jangan nangis terus kita pulang.. "Kakek merangkul Kaka Evelin


"Mamah gak akan kenapa-kenapa kan kek..?"tanya kaka Evelin


"Iya kita berberdoa yah sayang.. "jawaban Pak Akbar karna Aqilla perlu dicek ulang dirumah sakit.

__ADS_1


"Pah cepat pah.. kaka cepat masuk.. "minta Aska untuk semuk mobil


Tak lama mereka sampai dirumah sakit dan Aska mengangkatnya dan merebahkan diranjang perawatan. Pak Akbar dengan segera memeriksa menantunya dan memasang infus karna Aqilla sangat lemah dan butuh cairan.


"Ka.. kita scan dibagian kepala istrimu dulu.."Pak Akbar tak ingin terlewat dalam sekecil apapun pada menantunya apa lagi dikepala yang terbentur karna kecelakaan


"Ya pah.. "Aska langsung sibuk dibantu suster menyiapkan segalanya


"Kaka pulang aja yah sama nenek dan jagain adik-adik dirumah, biar mamah kakek dan papahmu yang urus.. "Minta Pak Akbar keluar dari ruangan


"Tapi kaka mau sama mamah kek, kaka khawatir.. hik.. hik.. "Kaka Evelin menangis


"Kalo kamu disini malah bikin papah dan kakek gak fokus, kamu pulang sama nenek aja dirumah.. mamah gak pa-pa jangan buat adik-adikmu juga cemas.. kaka nurut sama kakek dan percaya sama kakek yah sayaang"Pak Akbar juga khawatir akan kejiwaan Evelin yang selalu menyalahkan diri sendiri


"Nenekmu jemput kamu.. "kata pak Akbar yang udah menghubungi istrinya untuk membawa pulang Evelin cucunya


"Sayaang ayo ikut nenek pulang, kamu makan dan istirahat dulu.. adik-adikmu udah pulang dan nanyain kamu.. "istrinya pak Akbar juga khawatir dengan anak menantunya juga cucunya


"Nenek.. hik.. hik.. kaka gak bejus jagain mamah.. mamah sakit lagi nek.. "Kaka selalu nyalahin diri sendiri dan menangis


"Mah bawa pulang kaka, papah mau cek ulang Aqilla.. "pak Akbar meninggalkan Istrinya dan Evelin


"Iya pah bantu Aska.. "Jawaban istrinya sambil memeluk kaka Evelin


"Kitq pulang, jangan buat kakekmu gak konsen.. "Nenek Maria menghapus air mata Evelin


"Iya nek.. hik.. hik.. "Kaka masih menangis.


Aska membawa istrinya keruang scan kepala bersama papahnya dan mengecek keseluruhan yang telah dioperasi. Aqilla yang masih tertidur belum sadar setelah bertemu Bella yang berbicara tetang Evelin dan mengungkap dan memaki Aqilla.


"Gimana pah..? "tanya Aska


"Tidak ada masalah cukup baik.." Pak Akbar melihat monitornya

__ADS_1


"Lalu kenapa istriku belum bangun pah..?"tanya Aska memegangi tangan istrinya yang dingin


"Ini biasa terjadi pada pasien yang hilang ingatan yang bisa kembali mengingat karna rasa sakit mengingat masa sebelumnya yang dia lupakan dan berat baginya untuk kembali pulih dan sadar.. "kata pak Akbar


"Kita tunggu istrimu sadar karna keseluruhan udah baik dan normal dan tak lama lagi istrimu akan sadar.. "katanya lagi


"Maksud papah, istriku udah kembali mengingat..? "Tanya Aska yang kebingungan dan khawatir


"Kamu juga dokter Ka, apa kecerdasanmu menurun..? "ledek pak Akbar


"Aq akan jadi hilang akal dan bodoh pah karna istriku.. "Aska sedikit tenang


"Ya papah mengerti, istrimu hanya tensinya aja yang rendah.. "Katanya lagi


"Kamu jaga istrimu, papah akan pulang bicara sama kaka Evelin.. "Pak Akbar melepas jasnya


"Ada apa dengan Kaka pah..? "tanya Aska juga gak mau anaknya sakit


"Kaka orang yang butuh dukungan Ka, saat ini dia selalu menyalahkan dirinya sendiri apa lagi melihat sendiri mamah yang dia sayang kaya gini lagi, kaka masih kecil..papah gak mau kejiwaannya tergangu dan tertekan karna masalah ini..diusianya masa pertumbuhan remaja harus mengalami hal buruk apa lagi dia tau dengan keadaab dirinya yang bukan anak kalian.. papah takut akan mengganggu dipemikiran kaka.."Pak Akbar menjelaskan


"Papah bilang aja mamahnya udah sehat dan udah ingat semua pah.. "Aska untuk menyakinkan


"Iya tapi masalahnya, Bella bicara tentang kaka Evelin didepan umum dilingkup sekolahnya, apa dia gak akan terpengaruh dan gak terganggu karna masalah identitas aslinya..? "Pak Akbar makin cemas dan bingung


"Kita nanti urus Bella pah, ancam dia atau masukan dia kepenjara.. karna dia selalu buat masalah dalam keluarku pah.. "minta Aska lelah berurusan dengan Bella


"Itu akan memperburuk pada anakmu Evelin karna teman Kaka adalah anaknya Bella dan anaknya gak ada masalah dengan cucu papah kalo kita menunut ibunya apa yang akan anaknya lakukan pada cucu papah? kamu pikirin nasib cucu papah juga Evelin.. papah sayang sama kaka Evelin, dia cucu paling besar papah dan papah gak. may terjadi apapu pada cucu papah Ka.."Pak Aska mengingatkan


"Iya..kaka juga anakku pah tapi Bella udah berulang kali merusak kebahagianku dan papah bilang pada kaka agar jangan dekat-dekat sama anaknya Bella.."Aska masih sakit hati


"Untuk masalah sekolah biar aq yang kesekolah setelah istriku membaik, aq akan minta sekolah untuk tidak mempermasalahkan jati diri anakku dan minta mereka untu tidak membuly anakku atau kita pindahkan kaka sekolah.. "Aska yang akan bertanggung jawab atas anaknya


"Untuk sekolah mungkin gak akan mempermasalahkan jati diri kaka, kaka anak yang paling pintar cerdas dan prestasinya gak diragukan papah bangga pada cucu papah, tapi mungkin pembulian ada dan itu tergantung kaka akan bagaimana karna itu papah mau berikan semangat dan dukungan sama kaka yang gak lama lagi ujian lulus untuk keluar sekolah itu gak mungkin dan dari sekolah mungkin tidak mengijinkan.. "Pak Akbar memegangi keningnya merasa sedikit pusing

__ADS_1


"Terserah papah aja pah..tolong bantu kaka.."minta Aska juga masih cemas


"Yah.. papah pulang dulu.. "Pak Akbar pamitan dan pulang.


__ADS_2