Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Nasehat ayah untuk Edo


__ADS_3

Edo ikut berkumpul dengan adik2 dan orangtua Aqilla didepan TV dan mengobrol tentang melautnya dibali.


"Do ayah ngantuk kamu ngobrol aja sama Aqilla..ayah gak kuat matanya.."ayah masuk dan diikuti ibunya.


"mas Edo jangan lupa besok bawa oleh2nya.."kata Alisa dan Alfin


"tunggu de..ini buat jajan kalian disekolah"Edo memberi mereka uang


"makasih mas Edo..mas Edo baik gak kaya itu tuh.."Alfin menunjuk kakanya


"aq gigit tangannya baru tau rasa "Aqilla berjalan ke ruang tamu dan diikuti Edo karna jauh dari kamar orangtuanya dan adiknya


"mas ini apa..?"tanya Aqilla membuka isi kantung kreseknya yang berisi rok hitam


"ini rok..buat apa..?"tanya Aqilla


"buat kamu kerja..mas gak suka kamu pake rok yang tadi kamu pake..pahanya kelihatan.."kata Edo menarik Aqilla kepangkuanya


"tapi emang gitu biar menarik.."kata Aqilla


"kamu aja yang genit,aq liat tadi karyawan yang lain selutut pake roknya.."Edo mencubit hidung Aqilla.


"biar sexy bagus cantik kan."jawab Aqilla


"gak jelek..mas gak suka jangan pakai itu lagi.."Edo mengancam


"mas kok pulangnya lama..satu tahun lebih mau satu tahun setengah.."Aqilla bersandar didada Edo


"kamu menghitungnya..kangen sama mas Edo..?"tanya Edo merasa senang


"ya aq ngitung.."jawab Aqilla


"kangennya gimana..?"goda Edo


"berat"jawab Aqilla malu dan menutup wajahnya dileher Edo dan di Tertawa kecil


"mas apalagi rasanya pengin loncat dari kapal menghampiri kamu memeluk dan mencium kamu..makan kamu.."kata Edo memeluk Aqilla


"dimakan ya mati mas..?"Aqilla lugu


"bodoh.."Edo meraih bibir Aqilla dan mereka melepas rindu dengan saling membalas cium dan *******.


"hemmm mas udah,..jam berapa ini..mau jam 12 malam."kata Aqilla melepas bibirnya yang menyatu pada bibir Edo


"ya..besok kamu masuk apa gak..?"tanya Edo menarik badan Aqilla gak rela melepaskannya

__ADS_1


"besok Aqilla libur..kita bisa bersama seharian.."kata Aqilla membuat Edo senang.


"mas bawa motornya."kata Aqilla


"itu motor siapa..?"tanya Edo yang masih memeluk Aqilla dalam pangkuannya


"motor Aqilla he..he.."jawab Aqilla dengan merasa berhutang pada Edo


"hebat..uangnya banyak dong.."goda Edo


"kredit mas..uang mukanya pake uang mas Edo yang di.ATM 5juta trus kalo Aqilla bayaran setor ke deler.."Aqilla menceritakan


"oh..kenapa gak dibeli aja..di ATM kan cukup buat beli.."kata Edo


"gak itu kan uang mas Edo.."Aqilla gak mau ngabisin uang Edo


"tapi itu buat keperluan kamu kan..?"Edo yang gak mau Aqilla terbebani dengan kredit motoernya


"berapa tahun cicilanya?"tanya Edo ingin melunasi


"satu tahun..perbulan satu juta.."jawab Aqilla


"gak ada lebihnya buat jajan kamu..?"tanyanya lagi yang tau.gaji toko gak seberapa


"masih ada buat beli bensin dan cosmetik trus makan.."jawabnya


"tuh liat jam mas..jam.12 lebih.."kata Aqilla menunjuk jam


" ya mas pulang dulu."Edo dengan motor beat Aqilla


Mereka tidur dirumah masih2 dengan senyum bahagia dan terlelap hingga kesiaang. Ibu Ana yang gak tau anaknya libur membangunkan Aqilla namun Aqilla enggan bangun sampai ibunya mencipratnya dengan air.


"ibu apaan sih..basah ini.."teriak Aqilla


"makanya bangun..bantu ibu..ini udah jam 8 masih tidur.."kata ibunya


"hari ini libur,Aqilla pengin bangun siang.."Aqilla bangun dan duduk diranjangnya


"libur ya libur,masak cepat buat ayah tuh nunggu kamu.."kata ibunya menarik tangan anaknya


"ya bu gak usah tarik2 sakit kan.."ibu melepas tangan anaknya


Aqilla nyiapin bahan2 untuk dimasak didapur dan belum selesai Edo udah datang kerumahnya dengan membawa dua kantung palstik dan kebutalan hari ini minggu.


"mas Edo mana punya Alisa..?"tanga Alisa berlari mengejar Edo dan diikuti Alfin

__ADS_1


"ini buat Alisa gaun maroon dan ini kaos dan jeans buat alfin dan ini kasih buat ayah celana pendek dan ibu daster."Edo memberikan satu kantung kresek penuh


"makasih ya mas..udah dikasih uang dan baju"kata Alisa dan Alfin


"ya sama2,dimana mba Aqilla..?"tanya Edo membawa satu kantung kresek lagi buat Aqilla


"didapur lagi masak,barusan disiram air sama ibu..he..he.."kata Alisa menceritakan


"kenapa disiram air Sa..?"tanya Edo terkejut


"malas gak mau bangun Do..jadi ibunya marah"kata Ayahnya menghampiri Edo


"yah ayah dibeliin jeans pendek sama mas Edo.."kata Alisa


"kamu banyak hasil Do..?"tanya ayah


"ya alhamdulillah yah lebih malah.."kata Edo senang


"kamu ada rencana apa Do..?"tanyanya lagi yang udah siap jika Edo ingin menikah


"itu yah..mau melunasi motor Aqilla biar kerjanya tenang gak kepikiran.."kata Edo yang perhatian sama Aqilla


"ayah gak setuju..biar itu jadi tanggung jawab Aqilla.. kalo gak kaya gitu dia boros,buat belajar dia ngatur uang dan tanggung jawab sama hutangnya.."kata ayahnya


"tapi kasian Aqilla yah..gaji gak seberapa buat setor setelah itu kurang buat jajan dia..Edo gak tega.."Edo merasa gak keberatan melunasi hutang Aqilla


"dia tau hitang motor gajinya yang kedua habis buat senang2 sama teman2nya nongkrong nonton main..ibunya marah2,biar dia tanggung jawab..kalo kurang kita kasih..kalo dia minta..kalo gak biar dia belajar..gampang kalo kamu kalian udah nikah terserah kamu ayah gak ikut campur"kata ayahnya


"maunya cepet nikah yah, tapi kayaknya Aqilla masih seneng kerja dan sendiri yah.."kata Edo yang sebenarnya udah gak bisa tahan


"kamu udah ngomong sama Aqilla..kalo ayah setuju aja..toh kalian udah tunangan lama dan Aqilla udah kerja hampir 4bulan udah ngrasain kerja dan lagi ayah mau ngomong sama kamu kalo kamu punya uang jangan hambur2rin buat manjaai Aqilla..kamu cepat atau lambat suami anak ayah dan tanggung jawabmu besar nyenengin anak ayah."Ayahnya memperingati menasehati Edo


"ini kesempatan buat kamu kalo kamu masih ada uang..di daerah ini tahah dijual murah bahkan dikreditin..tadinya kalo Aqilla belum ambil motor,Aqilla yang ambik kredit tanah buat rumah kalian nanti gak jauh dari rumah ayah..itu didepan..yang ngurus paman jadi mudah..tapi Aqilla boros dan keburu ambil motor jadi ayah bilang kamu..yang buat lunasi buat nambahin beli tanah atas namamu..itu kan bisa buat investasi kalo kamu gak mau disini."ayah yang memikirkan masa depan anaknya dan tak mau jauh dari anaknya


"Edo setuju aja yah..bagus juga,ayah bilang aja sama paman Edo akan beli..tapi secukupnya buat rumah Edo dan Aqilla nantinya.. yah..kalo untuk buat rumah setelah nikah Edo pikirkan dan usaha lagi..kalo buat nikah Edo udah siap..kalo ayah ibu dan Aqilla setuju"kata Edo sengan dengan rencana ayah mertuanya


"Aqilla gak setuju..aq mau kerja dulu..enak aja baru 4bulan kerja nikah..gak mau..mas Edo cari cewe lain aja sana..untuk dinikahin.."Aqilla membawa dua teh untuk ayah dan Edo


"tuh kan yah..Aqilla belum mau nikah"kata Edo sedikit kecewa


"La kalian udah tunangan lama..Edo juga udah siap..cepat atau lambat kalian juga nikah juga..ayah malu kalo kalian lama2 berduaan terus tapi gak nikah2,jadi bahan omangan tetangga.."ayahnya mengingatkan anaknya


"bodo amat Aqilla gak peduli..nanti minimal Aqilla kerja satu tahun atau"kata Aqilla diputus sama Edo karna berarti 8bulan lagi


"satu tahun gak lebih..mas Edo setuju pegang janji kamu sayang nih ayah jadi saksinya.."kata Edo dengan senyumnya karna dulu Aqilla minta kerja 2-3tahun setelah lulus

__ADS_1


"ya ayah setuju ayah akan mengingatkanmu La.."kata ayahnya bikin Aqilla cemberut


"ga usah cemberut..kamu masih ada waktu 7-8bulan kan buat kerja senang2.."kata ayahnya dan mereka tertawa.


__ADS_2