
Mereka masih dirumah sakit bersama Evelin dan mendengarkan kisah dari orang tua kandung Evelin yang sebenarnya masih ingin bersama Evelin tapi Evelin tak bahagia dan gak nyaman bersama ibu kandungnya karna dia hanya bahagia dan merasa nyaman dan ternang bersama Aqilla dan Aska.
"Benarkah kamu gak akan mengambil anak kami kembali.. aq hanya ingin memastikan karna aq gak ingin ini terjadi lagi,kalian tau akan bagamana dampak pada anak kalian dan istri saya.."Aska memaskitkan tak terulang lagi karna dia gak sanggup melihat istrinya sedih
"Aq minta kepastian karna aq gak mau hanya dibicarakan saja dan kalian akan kembali dan bawa anak kami lagi karna lemahnya surat yang kami miliki.. aq mau mastikan anak kami bersama kami dan hanya milik kami karna itu aq akan mengurusnya secara hukum apa kalian bersedia bantu kami..bukan aq gak percaya kalian tapi aq memastika hidup anakku Evelin dan istriku aman, aq gak mau anakku seperti ini sakit merindukan istriku dan sebaliknya istri sakit sampai koma merindukan anaku Evelin.. karna aq yakin anda pak Faisal bukan ayah kandung anakku dan aq gak mau nanti ayah kandungnya datang dan akan sama mengambil hak anak kami lagi seperti mba ada kami.. "Aska tegas memastikan Evelin menjadi milik mereka
"Yah memang benar suamiku buka ayah kadung Evelin karna aq hamil saat aq masih sekolah SMA dan ayah kandung Evelin Billy gak mau bertanggung jawab, saat itu aq merasa hancur malu dan kedua orangtuaku malu marah besar dan mereka mengirimku kekota kalian untuk melahirkan disana dan aq bertemu mba Aqilla..aq percaya padanya dia akan jadi ibu yang baik bahkan lebih dari seorang ibu dan ternyata benar.. aq sangat bahagia jadi aq gak mungkin aq misahkan mereka lagi.. aq hampir saja membuat orang yang menolongku membatu merawat dan menyayangi anaku mati, aq minta maaf.. aq setuju terserah kalian aq ikut saja tapi ijin kami bertemu Evelin karna dia anakku."Nisa menangis disamping suaminya yang memeberinya usapa lembut di punggungnya
"Yah datanglah.. pintu kami terbuka untuk kalian.. dan tolong katakan siapa Billy dan dia dimana..?"tanyanya memastikan karna Aska sangat pintar dan cerdas dia tak mau nanti Billi juga sama mengambil Evelin.
"Billy ayah kandung Evelin ,dia dari keluarga terpandang dan kaya raya,aq pernah memberitahunya aq hamil tapi dia gak peduli dan minta aq untuk menggugurnya jadi dia gak mungkin datang menemui kalian.. "kata Nisa
"Tidak ada yang tidak mungkin contohnya kalian, meski kamu udah janji tapi karna kamu belim mendapatkan anak, kalian datang pada kami dan kemungkinan Billy akan menyesal dan dia mengambil anak kami,dan kami gak mau itu..secara hukum akan lebih baik apa lagi anda menyetujui.. jadi dia gak akan bisa berkutik pada kami.. "Aska memastikan karna dia gak mau istri dan anaknya mengalami hal yang sama
"Ya mas kami akan nurut saja.. "kata Faisal suami Nisa
"Evelin cantik kita akan pulang..senang tidak?"kata Rendy mencium kening Evelin
"Om Rendy jemput Evelin kan sama papah nenek dan kakek.. kita pulang kerumah mamah Evelin..?"tanya Evellin oada Rendy
"Iyah kita pulanh kermumah Lala.. kita main lagi bersama..makan sosis bakar bersama.."Rendy juga memeriksa Evelin
"Kalian dokter? "tanya Faisal
"Yah kami dokter, Evelin saat ini udah baik dan kami akan membawanya pulang karna lebih cepat lebih baik untuk menyelamatkan istriku,dan kalian gak perlu khawatir karna kami akan menjaga kesehatan Evelin.."Aska menyakinkan mereka.
__ADS_1
Aska selalu memangku Evelin dipangkuan dan memastikan kesehatanya selama diperjalanan yang dilihat oleh Nisa dan Faisal karna Aska sangat menyayangi Evelin. Mereka ikut bersama Aska karna dia ingin menyerahkan langsung pada Aqilla dan menjenguknya serta mengurus surat2 resmi buat Aqilla dan Aska atas Evelin.
"Evelin sayaang sini sama mamah.. "Nisa dalam perjalanan mengantar Evelin
"Gak mau, kamu bukan mamah Evelin.. Evelin kan udah bilang..mamah Evelin mamah Lala"Evelin memalingkan wajahnya dan sembunyi didada Aska
"Sayang mereka kan sayang sama Evelin.. mereka baik kan sama Evelin.. gak marah..gak mukul Evelin..? "Aska mengingatkan dan Evelin mengangguk
"Evelin gak boleh kaya gitu.. mereka juga mamah dan papah Evelin..? "kata Aska membuat Evelin masih bingung
"Bukan pah..mamah Evelin, mamah Lala,kata mamah Evelin gak boleh dekat2 sama orang lain, mereka menculik Evelin.. nanti Evelin bilang sama mamah.. "Evelin yang selalu diingingat oleh Aqilla untuk tidak dekat dengan orang asing.
"Mereka tidak menculik Evelin,mereka sayang sama Evelin.. "Aska menasehati Evelin karna dia juga takut bingung menjelaskan pada Evelih yang umurnya asih 5tahun
"Evelin boleh main sama nenek kaken om Rendy, tante Eva, Evi Elfa sama om Alfi dan tante Alisa boleh..kata mamah sodara, dan gak boleh main sama orang yang bukan sodara nanti diculik.. "Evelin mengatakan yang Aqilla ajarkan
"Evelin tidur nanti kalo udah sampe om dan bangunin..biar badanya gak panas lagi.. tidur"Rendy gak mau Evelin sakit tapi Evelin seperti takut dia akan ditinggal atau mereka meninggal Evelin
"Gak mau tidur, nanti Evelin ditinggal.."Evelin hampit nangis
"Gak sayang kita kan mau ketemu mamah Lala.. Evelin nanti bangunin mamah Lala"Ibu Edo mengusap lembut Cucu kesayangannya
"Papah..?papak gak ninggali Evelin kan..Evelin gak ikut mereka kan pa.. Evelin mau sama papah dan mamah Lala.. "Evelin masih takut dan menangis karna 3 minggu tanpa mamahnya dan buat dia sedih
"Sini papah peluk yang erat,Evelin tidur..jadi kalo papah bergerak Evelin tau.. kalo papah gak pergi sendiri..karna papah perginya sama Evelin kerumah sakit kita bangunin mamah.. biar mamah cepat bangun dan kita pulang kerumah sama dedeg kecil.. Evelin udah punya dedek sekarang dedeknya ada 3,Alfa dan dedek kembar cewe sama cowo.. "Aska memeluk erat Evelin
__ADS_1
"Iya pah.. dedeknya banyak bisa main yah pah.. Evelin nurut mau tidur.. papah Evelin dipeluk..?"minta Evelin manja dan memejamkan matanya dalam pelukan Aska.
Setelah menempuh perjalanan jauh seharian full menuju rumah sakit, karna Aska dan Evelin gak sabar bertemu Aqilla yang masih belum juga sadar ditemani kedua orangtuanya dan papah mertuanya yang mengecek kondisi Aqilla.
"Nenek,kakek..Evelin pulang... "Aska membuka pintu ruang kamar Aqilla dirawat dan Evelin sangat bahagia melihat nenek dan kedua kakeknya. Mendengar suara Evelin pun Aqilla menetes kan air mata meski masih menutup matanya.
"Sayang nenek kangen.. "ibu Aqilla menangis dan memelik Evelin
"Kakek.. "Evelin mencium tangan ayah Aqilla dan papah Aska
"Sayang kamu pucat sekali, kamu sakit..?"pak Akbar mengecek kondisi Evelin dan Evelin mengangguk
"Selema mereka pisah, mereka sama2 sakit pah.. "Asak menjawabnya
"Mamah.. ini Evelin pulang,mamah sakit yah..mamah bangun Evelin kangen.. Evelin mau sama mamah.. "Evelin menghampiri Aqilla dan naik keranjang dan memeluk Aqilla.
"Mamah ayo bangun.. bangun mah"Evelin masih merengek menangis membangunkan Aqilla yang meneteskan air matanya namun belum membuka matanya
"Mamah nangis..? "Kata Evelin dan Aska dan papahnya terkenjut dan menatap Aqilla, Aska langsung memeriksanya
"Pah semua Aqilla merespon dan detak dan lainnya semua normal stabil.. sayang mamah gak lama lagi bangun.. Evelin panggil mamah lagi.. "Aska senang dan mencium dahi dan pipi istrinya
"Sayang aq udah membawa Evelin pulang, Evelin selamanya akan bersama kita..sayang ayo panggil aja mamah.. mamah menangis kangen sama Evelin.. "Berulang kali Aqilla meneteskan air matany
"Ka cukup ini udah bagus kita tunggu, jangan dipaksakan.."Minta papahnya
__ADS_1
"Iya pah.. "Aska duduk disamping istrinya dengan Evelin yang duduk dipangkuan Aska.