Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Pertemuan Aska dan Aqilla


__ADS_3

Ujian berakhir dan mereka telah lulus Aska dan Rendi kuliah dijogya dan Bella di Jakarta karna tes masuk di tempat Aska dan Rendy tidak lulus,membuat Aska sedikit lega.


"Ka akhirnya kita lepas dari Bella menyebalkan itu..wanita gila tak tau malu.."kata Rendy mengumpat Bella karna biasa memganggu mereka.


"ya aq juga merasa nyaman dan tenang.."kata Aska dengan senyum


"Ren Aqilla kira2 kuliah dimana ya Ren..apa dia kuliah..kerja..atau.."kata Aqilla terputus dan sedih


"nikah.."kata Rendy yang membuat Aska sedih


"lagian udah lama tahunan tapi kamu masih ingat dia..?"tanya Rendy yang gak habis pikir


"aq juga gak tau Ren,semakin aq melupakan dia..aq makin cinta sama dia,rasanya aq kangen banget pengin liat dia meski sebentar.."Aska membayangkan Aqilla


"kalo dia nikah..?"Rendy mengulangnya


"aq akan mendoakannya.."katanya sedih


"aq gak tau apa yang kamu rasakana Ka tapi aq ikut sedih.."Rendy duduk disamping Aska dikelasnya


Disisi lain Aqilla sibuk dengan membuat surat lamarn kerja yang dia sebar ketoko2 dan pabrik,baginya yang dulu cepat dipanggil dia akan menerima dan kerja.Karn orang tua nya tak mengijinkan kerja diluarkota apalagi Aqilla udah jadi tunangan Edo.


"Alhamdullilah aq ditrima ditoko terbesar dikota ini..lumayan aq bisa dapat uang sendiri.."Aqilla bersorak dirumahnya


"kenapa mba heboh banget..?"tanya Alfin..adik bungsunya yang masih duduk dikelas dasar 6


"mba dapat kerja Fin..besok mba udah mulai kerja.."Aqilla memeluk Alfin


"ada apa La..teriak..teriak...?"tanya ayahnya


"mba Aqilla ditrima kerja yah..makanya kaya orang gila.."kata Alfin pada ayahnya


"bener La..mulai kapan..?"tanya ayah


"iya yah..besok aq udah mulai kerja..masuk pagi..ayah antar Aqilla ya yah.."minta Aqilla


"iya syukurlah..besok ayah antar.."ayahnya ikut senang


Aqilla membeli pakaian sepatu hak tinggi dan kosmetik untuk persiapan kerja besok dengan kartu ATM yang diberikan Edo.


"dah kumplit..besok tinggal semangat kerja.."bisik Aqilla keluar dari toko.


"hai La.."Rida dengan anaknya yang juga habis belanja.


"Rida Reno lucunya..apa kabar..sini ikut tante sayang.."Aqilla menggendong Reno anak Rida


"La kamu habis belaja apa..?"tanya Rida melihat satu dua kantung yang dibawa Aqilla tadi

__ADS_1


"itu keperluan kerja besok.."kata Aqilla dan main lagi sama Reno


"bukanya kamu mau nikah La..?"tanya nya lagi


"aq belum siap Da..mas Edo juga belum pulang.."Aqilla yang juga menunggu Edo udah satu tahun lebih


"oh..aq kira kamu lulus nikah.."Rida mengambil uluran anaknya


"La kamu main kerumah La..kamu Lama gak main kerumahku La.."Rida kangen kumpul bersama


"ya kapan2 sama Edo,untuk sekarang gak bisa..apalagi besok mulai kerja.."kata Aqilla


"Da aq pulang dulu ya..kamu hati2.."Aqilla pergi


Aqilla udah mulai kerja tapi Edo belum pulang juga sedangkan Aqilla butuh kendaraan karna ayahnya hanya punya satu motor untuk antar jemput adik2 dan jual ikan asinnya.


"yah..Aqilla kredit motor aja ya..Aqilla butuh motor buat kerja..toh Aqilla udah kerja..Aqilla malu masa gonceng sana sini.."Aqilla merengek pada ayahnya


"kalo kamu nikah siapa yang nyetori kalo ayah kredit motor..?"ayahnya yang juga bingung denga uang mukanya


"bukan ayah yang kredit tapi Aqilla yah..teman2 Aqilla ditempat Aqilla kerja juga gitu.."Aqilla menyakinkam ayahnya


"uang mukanya darimana..?"tanya ibunya


"Aqilla pinjam dulu uang mas Edo di ATM buat depenya.."Aqilla yang udah cek isi saldo ATM milik Edo


"kalo Edo marah..?"tanya ibunya yang juga bingung


"ya udah terserah kamu..kamj minta antar ibumu.."ayahnya pasrah


Aqilla mengambil uang dari ATM Edo sebanyak 5juta, dan kebetulan Edo dengan kapalnya sedan menyandar dan dia berjalan2 ketoko membeki hadia 2 gaun untuk calon istrinya dan tak lama dia menerima notifikasi dari bank bahwa ada penarikan2 uang atas namanya,dicek satu persatu denga tersenyum karna Aqilla paling besar ambil 300ribu dan muncul lagi yang membuatnya terkejut sejumlah 5juta.


"5juta untuk apa Aqilla ambil sebanyak itu,sekolahnya udah lulus,apa dia gak bayar2 selama sekolah atau dia dekat sama cowo lain.."hati Edo merasa gelisah bukan masalah uang tapi dia takut Aqilla dekat sama cowo lain dan dimanfaatin.


"sayaang kamu bikin aq gelisah gini.."bisik Edo lirih dan kembali kekapal.


Edo rasanya ingin lari menghampiri Aqilla memeluk dan ******* bibir manis Aqilla dan menanyakan uang 5juta itu. Namun lagi2 dia harus sabar dan menunggu.


"masih berapa hari lagi sabar..sayang rasanya ingin terbang aja menghampirimu"bisik Edo lirih


"Do kamu kenapa sih gelisah banget,berapa hari lagi kita juga sampai dan kita bisa pulang..?"tanya Yanto


"kangen dia To sama tunangannya..kamu gak liat dia memandangi foto diHP nya.."goda Berry


"kamu pulang langsung mau kawin Do..?"tanya Berry


"penginnya gitu..tapi gak tau calon istriku.."Edo sedih

__ADS_1


"ya garap aja langsung..susah amat.."Yanto yang suka main cewe


"gue bukan lo To"jawab Edo


"dari pada lama nunggu langsung aja..hamil gampang tinggal nikah.."Yanto mengangap gampang masalah


"aq lebih baik sabar nunggu dia,daripada dia gak nyaman sama gue.."Edo sabar


"bodoh lo do..ada daging lunak lo biarin.."umpat Yanto


Aqilla merasa telinganya panas seperti ada yang membicarakannya.


"Duh kupingku gatal dan merah..apa aq lagi diomongin..sama mas Edo..?"tanyanya sendiri yang udah rapih di Toko tempat dia kerja


"La gak boleh duduk,kita disini kerja berdiri jaga barang.."kata temannya mengingatkan Aqilla yang cape seharian berdiri


"ya cape banget,mungkin karna baru berapa hari jadi aq belum biasa.."Aqilla bangkit berdiri


"Aqilla merekap hasil penjualannya yang akan dilaporka pada supervesiornya


"La kamu kerja disini..?"tanya Bella melihat Aqilla dan berjalan menghampirinya


"ya Bell"Aqilla terkejut dengan keberadaan Bella yang menghampirinya dengan menarik tangan Aska yang tak berhenti menatap cantik dan dewasanya Aqilla menurutnya


"udah lama?"tanya Bella dengan tatapan mengejeknya


"gak kok baru berapa hari"jawab Aqilla yang merasa aneh lagi dihatinya ada rasa sakit dan gak senang Bella memegang tangan Aska yang hanya diam menatap Aqilla


"oh..aq mau beli ini La"Bella menyodorkan Dompet wanita yang dijaga standnya oleh Aqilla


"bentar Aq tulis dulu"jawab Aqilla menahan rasa sakitnya didadanya


"ini Bell bawa kekasir.."Aqilla memberika notanya pada Bella dan melirik Aska yang masih melihat Aqilla tanpa berkedip.


Sebenarnya Aska datang dengan Rendy akan membeli sepatu yang dibutuhkanya buat kuliah setelah pulang karna hari minggu dan ternyata Bella juga merengek ikut karna udah lama Bella gak bertemu Aska dan Rendy akhirnya mereka menginjinkan Bella ikut.


"Ren kamu lama banget disitu..disana ada Aqilla dia kerja disini jaga dompet.."bisik Aska mendekati Rendy


"Aqilla kerja..ya bagus kamu bisa menghampirinya.."Jawab Rendy menanggapi cerita Aska


"dia hanya melihatku sepintas Ren dan tidak menyakan aq, hanya aq juga tak bertanya padanya cuma menatapnya dia sangat cantik lebih dewasa Ren..dengan melihatnya yang cuek udah mengobati rasa Rinduku Ren"Aska sangat senang berjumpa dengan Aqilla


"aq temani kamu menyapa Aqilla..ayo.."Rendi mengajak Aska dan Hp Aska bergetar panggilan dadi papahnya


"bentar Ren papah telpon.."Aska berhenti mengikuti Rendi


"hallo pah..ada apa...?"tanya Aska

__ADS_1


"Aska kamu pulang sekarang langsung kerumah sakit,jaga mamahmu.."kata Papahnya yang cemas


"mamah jatuh dari kamar mandi,sekarang dirawat dirumah sakit xxx"jawab papahnya membuat Aska panik dan berlari keluar toko dan diikuti Rendy dan meninggalkan Bella dikasir.


__ADS_2