Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Suami istri yang sah


__ADS_3

Keluarga besar Edo sudah datang dengan penghulu dan membawa banyak bingkisan seserahan dan mereka berdandan dengan cantik dan tampan dengan seragam batik yang udah disiapkan sama ibu Rahayu sudah lama untuk acara pernikahan anaknya Edo. Edo terlihat sangat tampan dengan setelan jas putih,kemeja dan celana sepatu putih. Dia duduk didepan meja penghulu yang sudah disiapkan keluarga besar Aqiila. Aqilla keluar dari kamar dengan burkat putih menjuntai kebawah kakinya dan dengan asesoris mahkota permata dan mutiara dikepalanya dan perhiasan kumplit mempercantik Aqilla dan duduk disebelah Edo dan ayahnya didepan penghulu.


"Yaang kamu sangat cantik.."bisik Edo tersenyum bahagia dengan hati gugup


"Kamu sudah siap mas Edo.."tanya penghulu menjabat tangan Edo


"Udah pak"Edo mengucapkan dengan sekali tarikan nafas membuat haru semua keluarga


"Sah "jawab semua anggota tersenyum haru karna mereka sah suami istri.


Setelah tanda tangan dibuku nikah, Aqilla mencium tangan suaminya dan Edo mencium kening istrinya. Merek berfoto bersama dan bergantian sambil menikmati hidangan yang seadanya karna ini sangat sedikit waktu dan karna ini belum pesta pernikahan yang diirencanakan bulan depan.


"Ayah dan ibu Aqilla kalo diijinkan kami membawa menantu kami untuk tinggal bersama kami sebetah mereka dan mereka juga bisa tinggal disini..tapi saat ini ijinkan Aqilla tinggal sama kami.."ibu Rahayu meminta mantunya tinggal bersama


"Ya boleh,Aqilla udah jadi istri Edo dan Edo berhak membawa istrinya tinggal bersamanya dan untuk kalian rumah ayah dan ibi juga terbuka untuk kalian,kapan pun kalian ingin tinggal disini ayah dan ibu ijinkan "jawab ayah Aqilla


"Karna udah malam,kami pamit pulang membawa Aqilla bersama kami.."ibunya menggandeng Aqilla yang terlihat sedih meninggalkan orang tuanya.


"jangan sedih Aqilla kamu boleh tinggal dan main kesini bersama Edo kapanpun..ingat yah kamu udah jadi istri mas Edo,berbakti melayani suami adalah tugas istri.."ibunya mengingatkan anaknya dan Aqilla mengangguk


"Ya bu Aqilla akan berusaha jadi istri yang baik buat mas Edo.."kata membuat Edo tersenyum bahagia


"Yah bu kami pulang dulu membawa Aqilla,ayah dan ibu tenang aja jangan khawatirkan Aqilla,Edo akan menjaga dan membahagiakan Aqilla.."Edo berpamitan dengan membawa tas baju Aqilla.


Mereka saling berpelukan dan pamit pulang. Aqilla dengan masih berpakaian kumplit gaun pengantin masuk kedalam mobil bersama Edo. Aqilla menangis karna belum siap meninggalkan orang tua dan ikut tinggal bersama Edo.


"Udah sayaang jangan nangis,kamu bisa main kerumah kamu..kita rumah juga gak terlalu jauh..kamu bisa main kapanpun.."Edo mengusap air mata istrinya.


"Mas ini kan sangat dadakan begini..aq aja masih terkejut,saat ini udah jadi istrinya mas Edo dan meninggalkan rumah ayah dan ibu.."kata Aqilla karna yang awalnya dia sama sekali gak tau rencana Edo yang dadakan


"Mas kenapa kita gak tinggal sama ayah dan ibu aja.."tanya Aqilla pada suaminya yang fokus nyupir dan Aqilla duduk disampingnya


"Ya gantian ya sayaang,besok2 kita tinggal sama ayah ibumu..untuk saat ini kita tinggal dirumah mas Edo..mas juga nganggur gak enak sama orangtua kamu.."jawab Edo karna dia gak mau merepotkan keluarga Aqilla


"Tapi kan Aqilla kerja bisa bantu mas Edo kan..lagian uang di ATM yang mas beri juga masih.."Aqilla menerima Edo yang tak bekerja juga minta Aqilla yang gak mau Edo dekat dengan Mutia apa lagi dia tau sampe bunuh diri untuk mendapatkan Edo

__ADS_1


"Ya makasih ya saayang.."Edo mengusap bahu Aqilla


"Mas terus bagaimana dengan Mutia..dan dengan kita..?"tanya Aqilla cemas akan suaminya akan terjebak Mutia


"Bukan urusan kita,kamu jangan mikirin dia yaang..kita baru saja menikah dan tidak ada yang akan misahin kita..mas Edo hanya cinta sama kamu dan jadi milikmu..jangan khawatir yah.."Edo menenangkan Aqilla


"Dah sampai sayang turun,masuklah kekamar..mas Edo ambil tas kamu dulu.."Aqilla masuk kedalam kamar Edo dan keluarga juga masuk kedalam kamar masing2 dan keluarga yang lain pulang kerumah sendiri2.


"Yaang bajunya satu lemari denganku yah..ini masih muat banyak..lemari ini besar.."Edo masuk dengan tas isi baju Aqilla dan merapihkan kedalam lemari.


"Yah tapi dipisah biar aq ngambilnya mudah dan gak berantakan.."jawab Aqilla duduk memandangi punggung kekar suaminya dan merasa takut suaminya minta hak nya karna ini malam pertama mereka


"Yaang bajuku disisi kiri dan bajumu kanan.."Edo setelah merapikan baju istrinya


"Sini ganti bajunya yaang..kamu mau tidur pake baju pengantin.."Edo meraih kancing baju Aqilla membuat dia gugup dan takut


"Aqilla aja mas.."Aqilla malu,Edo membuka baju pengantinnya


"Gak pa2 aq bantu..aq suami kamu gak usah malu..setelah ini aq juga akan melihatnya tiap hari.."Edo terseyum mesum


"Mas Aqilla mau ambil baju tidur jangan dipeluk terus gini.."Aqilla meronta kecil


"Panggil aq sayaang atau suamiku..biar semua orang tau Aqilla milikku"Edo meminta panggilan sayaang dan Aqilla mengangguk


"Gak usah pake baju..mas mau sekaranga yaang,mas udah gak kuat..mas udah nunggu lama.."Edo melepaskan bajunya dan mengangkat Aqilla keranjang


"Mas Aqilla takut.."Aqilla menutup kedua matanya dengan telapal kedua tangannya karan Edo melepas celana putihnya yang tadi buat ijabkabul


"Kenapa ditutupi..apa kamu gak pengin lihat punya suamimu sendiri.."Edo merebahkan badannya yang telanjang diatas bandan istrinya yang menutup matanya


"Yaang buka..atau.."Edo melepas penutup dua gunung istrinya dan celana dalam Aqilla dan Edo memandangi dari ujung rambut sampe ujung kaki istrinya masih menutup matanya apalagi sekarang dirinya tanpa baju sehelaipun


"Yaang lepas tangannya..jangan ditutupi.."Edo menghujani tubuh Aqilla dengan ciuman dan sentuhan lembut membuat Aqila merintih dan mendesah.


"Aaaakh yaang jangan sentuh yang itu..jorok aahk."Edo mencium.V aqilla dan membuka kedua pahanya yang menutupi V bawahnya dan Edo memainkan lidahnya di V istrinya

__ADS_1


"aaaakh...aaaakh..sayaaang...aaakh"Aqilla mendesah dan meremas selimut yang menutupi badan merek


"Dinikmati yaang jangan tutupi desahanmu as menyukainya..kamar ini udah mas renovasi dengan meredam suara mas sengaja siapkan buat kita karna mas sangat suka rintihan dan desahanmu."Edo masih memainkan V istrinya


"yaaang..aaaakh..eeeemmm" Aqilla mengelaita dan terus merintih dan mendesah membuat Edo makin bersemangat


Edo meraba dan meciumi tiap inci tubuh istrinya dan kembali ******* dua gunung istrinya yang terus merintih mendesah membuat Edo makin bergairah.


"Mas Edo sangat mencintai Aqilla.."Edo mengecup bibir istrinya yang mendesah menutup matanya dan Edo perlahan memasukin juniornya


"Maaas sakiiit.."Aqilla melepaskan ciuman suaminya dan meronta kecil dan menggigit bahu suaminya.


"tahaan yaaang.."Edo mengangkatnya juniornya perlahan dan memasukannya lagi dan mengulang2 dan ikut mendesah


"akh yaang,"rintihan Edo dengan terus menggoyang angkat turun juniornya.


"aaakh aaakh emmm"desahan Aqilla yang mulai menikmatinya dan hilang rasa perihnya


Mereka menyatukan cinta mereka,mengadu bibirnya yang saling ******* diingiringi rintihan dan desahan mereka,dan Edo mengencangkan hentakan juniornya naik turun yang membuat Aqilla merintih dan mendesah makih keras dan meremas selimutnya maskin kenceng dan mereka bermandikan keringat.


"aakh.."Edo mengeluarkan cairan putih kental dari juniornya dalam V istrinya.


"makasih sayaang I love u"Edo melepaskan istrinya dan mengusap keringat istrinya dengan tisu.


"Yaang ini darah apa..kamu sih yaang terlalu kenceng.."Aqilla yang mulai memanggil sayang atas permintaan Edo,dan dia bangun berniat kekamar mandi membersihkan diri namun melihat bercak merah darah diseprai


"haa...ha...ha"Edo tertawa karna istrinya lugu membuatnya geli


"yaang kamu malah ketawa..ini lecet kan punyaku.."kata Aqilla membuat Edo makin kenceng dan memeluk istringa


"ha..ha..ha..dasar bodoh..ini keprawananmu yaang udah aq makan tadi.."Edo tertawa dan menjelaskan pada istrinya


"berarti Aqilla udah gak perawan dong mas.."Aqilla menatap suaminya.


"bagi mas Edo..istri mas Edo selalu perawan.."Edo mengecup bibir Aqilla dan mereka kambali beradu mencumbu dan Edo memintanya lagi..dan lagi..hingga tiga kali mereka bersatu dan tertidur dengan pulasnya Edo memeluk Istrinya dan berada dalam satu selimut dan mereka tanpa baju sehelai pun.

__ADS_1


__ADS_2