Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Rencana Liburan


__ADS_3

Setelah menginap beberapa hari orang tua Billy,Nisa dan Juga Billy berpamitan akan kekota Nisa untuk membahas hubungan Nisa dan Billy dengan melamar Nisa dirumah keluarganya.


"Nak kami akan kerumah Nisa untuk membahas hubungan mereka dan melamar Nisa, kami pamit dulu dan makasih banyak yah nak udah beri kami kesempatan melihat dan bersama Evelin.. "Mamah Billy pada Aqilla di meja makan


"Ya bu sama-sama, mampirlah dan menginap disini lagi kalo ada waktu.."Aqilla tersenyum


"Yah mba kami akan sering kesini mba jangan merasa bosan kami kesini? "Billy tersenyum


"Tentu saja bosan kalo kamu kesini dengan tangan kosong"canda Aska sambil tersenyum


"Ha.. ha.. ya mas maaf lain kali aq akan bawakan sesuatu yang buat mas makin jreenng pokoknya diranjang "Billy membalasnya


"Kalian jangan bercanda terus.. "Aqilla


"ok mba.. kita pergi dulu"Billi


"Hati-hati.. "Aqillaa.


mereka telah pergi dari rumah Aqilla dan Aska setelah lama mereka menginap, dan kini mereka seperti biasa.Aska dan Aqilla merasa lebih lega dan berkurang beban pikiran Aqilla yang selalu mengkhawatirkan Evilin.


"Sayaang apa kamu sekarang lebih tenang karna kamu sudah memiliki surat bukti mereka gak akan mengusik Evelin? "Aska dan Istrinya duduk diteras depan memandangi anak2 bermain


"Yah yaang udah berkurang, makasih yah sayang kamu suami yang bisa diandalkan I love u"Aqilla mencubit bibi suaminya


"I Love u to sayaang.. "Aska tersenyum


"Yaang kok kamu bilang cuma berkurang harusnya kamu jauh lebih bahagia dan lega karna mereka sendiri yang langsung bicara denganmu dan berjanji apalagi ada bukti?"Aska masih bingung


"Yaang aq kan bilang dalam diriku seperti ada bom waktu hidup yang aq jaga jangan sampe meledak karna aq takut akan menghancurkan diriku sendiri"Aqilla bersandar dibahu suaminya


"Aq masih tak mengerti yaang dengan yang kau katakan? "Aska mencium kepala istrinya


"Kerakutanku bukan hanya karna mereka akan mengusik dan mengambil Evelin tapi aq juga takut Evelin akan tau sebenarnya"Aqilla sedih


"Aq tau meski aq jaga dan tutupi rapat-rapat tapi pasti entak sekarang besok nanti dan esok dia suatu saat akan tau, entah itu dari kita orang terdekat kira atapun orang lain"Aqilla menangis


"Aq sangat takut bagaimana reaksi Evelin,dia akan apa,apa dia akan bersamaku atau akan menjauhi dan meninggalkanku,dia akan tetap sayang dengan kita atau tidak, dia akan memilih kita atau mereka..aq sangat takut dengan kemungkinan"Aska memeluk Aqilla


"Yaang Kita udah mendidik Evelin dengan sangat baik, dia anak yang penyayang peduli dan mengerti..aq yakin akan tetap bersama dan menyanyangi kita"Aska merangkul istrinya


"Semoga saja yaang kita akan selalu bersama dan jadi keluarga yang utuh"Aqilla mau menghapus airmatanya

__ADS_1


"Kakak udah mau siang mandi dulu, adik2 bawa masuk.. "Minta Aska


"Yah pah.. "Evelin


"Yaang kita gak pernah liburan kenapa kita gak pergi kek kemana gitu? "Aqilla


"Ini yang mau anak-anak atau mamahnya anak-anak? "Aska mencubit hidung Aqilla


"Yaang kita liburan yang aman aja renang yang gak ramai jadi tetap aman jauh dari virus"Aqilla memaksa


"Hemm iya kamu bantu anak-anak bersiap dulu yaang.. aq siakan mobilnya biar kalian bisa tidur bawa bantal"Aska menurut


"Makasih sayaang.. "Aqilla mencium pipi suaminya dan pergi masuk mengikuti anak-anaknya.


Aska bersiap dengan mobilnya yang udah dirombak bagian belakang yang bisa menjadi tempat tidur tiap kali mudik dan liburan agar anak-anak dan istrinya merasa nyaman. Aqilla memandikan anak kembarnya dan membantu Evelin memakai baju,serta menyiapkan baju renang ketiga anaknya dan menyiapkan makan dan minuman mereka.


"Sayang apa udah siap..? "Aska masuk


"Yah yaang aq sedang siapin makanan mereka.. "Aqilla menata makanan dan minuman


"Yaang kita jemput Alfa dulu aq udah minta ijin mba Lia.. "Minta Aqilla mengingat Alfa anak Aska dan Lia


"Yah yaang kamu memang ibu yang sangat baik, aq sangat mencintai kamu.."Aska memeluk istrinya dari belakang dan mencium rambutnya


"Sini aq bantu apa aja yang mau dibawa?"Aska bantu menyiapkan


"Makanan kecil buat mereka yaang ini kue kering yang aq buat kemarin dan bawa minuman jus aja buat anak-anak dan nanti makan siang kita bisa beli makan direstoran"Aqilla memasukan dalam tas


"Iya gitu aja yaang jadi gak perlu bawa banyak barang, nanti kita mengurus anak empat masih kecil-kecil kan repot"Aska bantu memasukan jus kebotol minuman


"Yaang nanti kita berdua ikut renang jagain mereka aq udah bajumu?"Aqilla


"Yaang kamu jangan sexy yah disana? aq gak suka tubuhmu dilihat orang? "Aska menatap istrinya


"Hemm.. "Aqilla mengangguk.


"Papah ayo cepat berangkat"Evelin dan dua adik kembarnya gak sabar


"Iya sayaang ini udah selesai.. "Aska membawa tas makanan.


Mereka bersiap dan masuk mobil jalan kerumah Lia mantan istri pertama Aska menjemput Alfa anak Aska. Alfa udah siap didepan pintu rumahnya dengan ditunggu Lia yang duduk bersama putrinya yang udah memasuki tiga tahun dan Alfa 6tahun.

__ADS_1


"Halo apa kabar sayaang, giman kabarmu selama ini, maaf yah mamah lama gak kesini?"Aqilla jongkok didepan Alfa dan memeluk menciumnya


"Baik dong mah, nanti Alfa tinggal sama mamah dan kakak Evelin udah diijin bunda"Alfa juga membalas dan mencium pipi Aqilla


"Siap sayaang mamah akan melayani mu"Aqilla buat Lia dan Aska tertawa serta Evelin


"Sayang gimana sekolah kamu? "tanya Aksa


"Besok mau sekolah dasar pah.. "Alfa


"Yang pintar yah.. ?"minta Aska


"Mba Lia maaf aq mau memberikan ini buat Alfa dan jika Alfa butuh biaya mba bisa bantu Alfa ambil.. "Aqilla memberikan amplop yang isinya gak diketahui Aska dan Lia


"Ini apa de boleh aq buka? "tanya Lia penasaran juga Aska dan suami Lia yang baru keluar


"De udah lama? "tanya suami Lia pada Aska


"Baru aja mas.. "Aska menyabut tangan Suami Lia


"Ini buku rekening buat apa de? "tanya Lia dan Aska menatap istrinya Aqilla


"Ini buat keperluan Alfa mba, aq sengaja buat atas nama Alfa dan tiap bulannya aq akan mengirim lewat ini, Alfa juga masih tanggung jawab suamiku juga aq mba.. "Aqilla memjelaskan


"Tapi kamu tiap bulan udah kirim dan itu udah lebih buah Alfa dan sisanya juga aq udah tabung buat Alfa.. "Lia bingung


"Mba simpan saja mulai bulan besok aq tranfer kesini mba, yang nama sekolah apa lagi Alfa laki-laki nantinya butuh motor buat sekolah dan kuliah kan ini udah terkumpul dan bisa digunakan nantinya"Aqilla menjelaskan


"Sama denganku mba, Evelin juga jauh-jauh hari saat papahnya masih hidup dari dia umur dua tahun aq udah nyisihkan buat dia dari hasik kerja papahnya dan karna udah gak ada aq nyisihkan dari penghasilanku dirumah makan buat sekolah Evelin dan kebutuhannya"Aqilla dan buat Aska bertanya


"Apa kamu gak pernah pake uangku buat Evelin..?"tanya Aska sedih


"Yang gak gitu,tanggung jawabmu sangat banyak dengan kebutuhan rumah tangga kita dari makan dan segala hal, aq udah sisihkan untuk sikembar dan juga Alfa yang jadi tanggung jawab kita biar nanti kita udah tua kita gak bingung lagi soal biaya"Aqilla yang mempersiapkan


"Jadi benar kamu tidak biarkan aq juga bertanggung jawab atas Evelin.. ?"Aska sedih


"Yaang apa kamu sedih?, apa aq salah?"Aqilla menatap suaminya duduk dan menunduk


"De kamu salah, Aska mencintaimu dan menjadikanmu istri dan dia menerima Evelin seutuhnya dengan segala kebutuhanmu dan Evelin juga karna Evelin juga anak Aska jadi udah kewajiban Aska menanggung kebutuhan Evelin seperti hanya suamiku yanga menerimaku dan Alfa kami sama-sama berkerja untuk Alfa meski anakku dan Aska tapi kini suami juga ayah Alfa jadi dia harus bersikap adil"Lia menasehati dan memberikan pengertian pada Aqilla


"Berarti aq salah mba, karna aq pikir aq gak mau bebani Aska dia udah banyak menanggung kebutuhan kami dan dengan tiga anak, jadi aq fikir biar Evelin jadi tanggung jawabku saja"Aqilla menatap suaminya yang sedih menunduk

__ADS_1


"Jangan seperti itu lagi de, Aska juga sayang sama Evelin dia juga berhak untuk Evelin dan memberikan kasihsayang serta bertanggung jawab atas Evelin.. "Lia pada Aqilla.


Aqilla berjalan dan jongkok dihadapan suaminya yang sedih akan pikiran istrinya dan tak mau menatap istrinya yang menyesalainya.


__ADS_2