Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Kehadiran kedua anak kembar


__ADS_3

Aqilla masih sedih atas kepergian Evelin yang dibawa orangtua kandungnya. Aqilla lebih mengurung diri dikamarnya dan kamar Evelin sebelumnya tidak mau makan dan minum rutin hanya demi kedua anaknya lah dia memaksakan menelan sesuatu untuk atas paskaan mamah mertuanya yang merawat dan menjaga Aqilla karna usahanya diserahkan karyawan sedang yang lain papah Akbar pulang kerumah masing2.


"Sayaang makan sedikit lagi demi anak2 yang ada diperutmu.. udah dua minggu kamu nangis dan tidak teratur makannya.. "minta mamah mertuanya tapi Aqilla masih diam membisu melamun serasa pandangannya kosong dan lelah menangis hingga air mata tak keluar


"Evelin anakmu selamanya akan jadi anakmu tapi kedua anakmu yang diperutmu tidak bersalah jangan hikum mereka, mereka darah dagingmu anak2mu yang tidak lama lagi melihat dunia bersama kita.. "mamahnya masih merayu dan Aqilla kembali terisak dan membuka mulutnya tapi tak bicara


"Usia kandunganmu mau masuk 9 bulan, tak lama lagi lahir kedunia dan kamu bisa membawa pulang mereka bertemu dengan kakanya Evelin.. "Mamah mertuanya menyuapi lagi


"Mah aq udah panggil temanku Susi dokter kandungan yang menangani kehamilan Aqilla, untuk memeriksanya..karna meski aq dokter tapi beda bidangnya.. kaki kedua istriku bengkak mah.."Aska menghampiri mamahnya yang hendak keluar kamar membawa piring


"Ya cepatlah suruh dia periksa istrimu, dia gak mau bicara makan susah, badannya makin lemah dan diam terus mamah jadi khawatir.."mamahnya bingung dan kahawatir.


Aska mengatar Susi pada istrinya yang duduk diam mematung diranjang dan melamun membuat Aska dan mamahnya bingung. Berkali2 Aska dan mamahnya menasehati dan memberikan pengertian tapi gak masuk dan hasilnya sama.


"Sus periksa istriku,kakinya keduanya bengkak..susah makan apa gak pa2 buat istri dan kedua anak2ku..? "Aska khawatir dan Susi memeriksanya dan Aqilla pun hanya diam sesekali melihat ke dokter dan perutnya


"Ini gak pa2 sering terjadi sama ibu hamil tapi diusia hamil tuamu sangat lemah Ka..bagaimana dia akan melahirkan kalo begini terus apa lagi dua anak.. ibunya lemah akan pengaruh pada anaknya,jalan satu2nya secepatnya operasi untuk menolong mereka.."Aqilla pun hanya diam meski mendengar dan tak peduli seakan jiwanya kosong dan entah kemana.


"Operasi? "tanya mamahnya


"Fisiknya sangat lemah berbahaya untuk normal mengancam nyawa mereka selain lemah tak bertenagan istrimu panggulnya sempit gak bisa lahiran normah, bisanya operasi dan kita butuh darah.. karna darahnya rendah Ka.. "Susi Aska dan mamahnya agak jauh dari Aqilla


"Kapan operasinya dok karna 9 bulannya masih kurang seminggu..?"mamahnya juga ikut bingung


"Secepatnya akan lebih baik daripada kita tertambat.."kata dokter yang melihat keadaan Aqilla yang udah diselang infur oleh suaminya.


"Ya lakukanlah yang penting istri dan kedua anakku selamat dan sehat.. "Aska lemas sedih dan khawatir.

__ADS_1


Aska menghubungi kedua orangtua Aqilla untuk datang dan Mamah Aska menghubungi suami dan kedua orang tua Edo. Aska dan mamahnya memabawa Aqilla kerumah sakit untuk menjalani operasi tak lama kedua orangtuanya datang bersama orangtua Edo yang udah menganggap Aqilla putrinya.


"Ka Aqilla pucat dan lemah sekali.. "Ibu Edo menangis setelah melihat Aqilla sebelum menjalani operasi


"Setelah kepergian Evelin ,Aqilla gak mau bicara, untuk makan dan minum susah hampir tiap hari nangis gak keluar kamar.."Aska menceritakan


"Aska bingung harus bagaimana lagi bu.. dia bahkan gak mau bicara denganku.."Aska menangis.


"Kata dokter jalan operasi satu2nya karna fisik Aqilla lemah dan panggulnya sempit untuk normal gak bisa.. juga harus secepatnya daripada terlambat katanya.."Mamah Aska menceritakan


"Kepergian Evelin membuat Aqilla kehilangan separuh jiwanya, dia selalu bilang Evelin hidupnya.."ibu Ana ibu Aqilla menangis.


Mereka menunggu diluar pintu ruang operasi,gelisa cemas dan khawatir karena melihat keadaan sebelumnya Aqilla yang lemah tak bertenaga. Aska menemani istrinya didalam ruangan operasi karna dia juga dokter bedah dan apalagi istrinya pingsan paska operasi karna melihat darah yang didonorkan dan alat bedah didepannya.


"Ka kondisi istrimu menurun denyutnya melemah.."Dokter membuat Aska semakin panik dan hatinya campur aduk


"Donor darah lagi.. darahnya sangat rendah."Minta Aska panik pada suster


"haah"Aqilla menarik nafas mendengar kata Evelin dan Aska paham semangat hidup istrinya adalah Evelin


"Sayaang Evelin menunggu kita, semangatlah untuknya kita akan bersama lagi.. "Aska melihat, Evelin penyemangat hidupnya


"Ue.. oe..oe"kedua banyi ada pada dokter dan suster.


"Anakmu cewe dan cowo Ka tapi keadaan istrimu lemah dan gak sadar...keseluruhan normal"Kada dokter dan Aska meneteskan air matanya dia mengerti istrinya merindukan Evelin


Aska keluar dari ruang operasi dan memberikan kedua anaknya untuk dirurus suster ,mamah dan dua ibunya,ibu Aqilla dan Rahayu kembali mendampingi istrinya yang masih dalam tanganan dokter.

__ADS_1


"Mah, bu tolong jaga anak2 kami, Aqilla masih belum selasai dan belum sadar.. "Aska memberikan kedua anaknya


"Ya sayang lucunya cucu2 mamah..ini nenek sayaang"mamahnya


"Alhamdulillah..kamu sehat2 cucuku.."Ibu Anak mencium bayi cewenya


"Aqilla masih belum sadar semoga gak ada apa2.."Ibu Edo berdoa


"Mba kita doakan bersama.. sementara biar aq yang merawat dan mengurus anak2nya, aq akan tinggal lagi bersama mereka ya pah? tanya istrinya pada pak Akbar suaminya yang baru datang.


"Aqilla gimana mah..? "tanya suaminya cemas


"Aska dan dokter kandungan masih didalam pah, tadi Aska bilang belum sadar karna kondisi Aqilla sangat lemah.."jawaban istrinya membuat suaminya khawatir gak tenang


"Ya mamah tinggal bersama cucu2 mamah sampai Aqilla sehat dan bisa merawat mereka.


"Aq juga akan tinggal, aq khawatir gak tenang kalo Aqilla belum juga sadar.. "Ibu Rahayu ibu Edo


"Apalagi aq mba, melihat anakku seperti itu rasanya sebagai ibu gak sanggup melihat"ibu Ana ibu Aqilla menangis


"Sabar de, dia sangat terpukul dengan tidak adanya kehadiran Evelin..karna terus terang aq pun gak rela cucuku pergi, dia satu2 hadiah dari Edo, anak Edo.. "Ibu Rahayu nangis mengingat Edo anaknya dan dipeluk mamah Aska karna mereka udah seperti adik kakak.


Kedua anak mereka telah hadir kedunia dengan jenis kelamin cewe cowo namun Aqilla meski keseluruhan normal masih belum juga sadar membuat Aska semakin cas khawatir dengan istrinya.


"Ka bagaimana anak ayah,apa udah sadar?"ayah Aqilla pak Pram


"Belum yah, meski keseluruhan udah norma tapi belum juga sadar.."Aska sedih meneteskan air matanya

__ADS_1


"Raganya hidup tapi jiwanya seakan mati, ayah gak sanggup melihatnya Ka.. "Ayahnya menangis


"Kita jangan putus asa yah, Aska yakin Aqilla akan Secepatny sadar aq akan menjaga dan merawatnya.. "Aska juga menetaskan air matanya.


__ADS_2