Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Billy masih mencintai Nisa


__ADS_3

Papah Billy mengurus surat percerainya anaknya atas permintaan Billy dan langsung disetujui pihak Rara karna dia juga tidak keberatan meski udah dinasehati kakaknya Rendy yang udah menganggap Billy adiknya sendiri tapi dia juga gak bisa maksa kehidupan adiknya.


"De sebelum kamu tanda tangan kamu minta maaflah dan terima Evelin, dia anak yang baik kaka aja sayang sama Evelin dan kamu juga bukan wanita yang suci sama seperti Billy yang hilaf dimasa muda kalian.. "Rendy menasehati adiknya


"Aq udah gak mau dengan Billy ka, dia gak pernah bisa mencintaiku dan kita akan sama-sama terluka jika tetap bersama, kakak yang menceritakan tetang hidup mas Aska yang tidak bahagian hidup denga orang yang tidak dicintai dan aq juga udah bertanya yang dirasakan mas Aska yang sama seperti Billy dan aq senasib dengan istrinya yang dulu, dan mungkin kami tidak berjodoh dan setelah kami bercerai dia bisa bahagia dan juga "Rara mengingat cerita masa lalu Aska


"Aq rasa yang dikatakan Rara benar, Billy cuek sama Rara karna tidak mencintainya tapi mungkin masih mencintai Nisa karna mereka terpaksa berpisah bukan karna keinginan berdua tapi karna dipisahkan oleh orangtua Billy, saat kecelakaan suami Nisa, Billy sangat peduli dan perhatian.. mungkin cerita ini sama sepeti Aska dan Aqilla, Ren"Sinta memperhatikan perhatian Billy sama Nisa


"Yah secara diam2 Billy menghubungi Nisa dibelakangku, dia bilang bahas Evelin tapi aq tau dia menginginkan Nisa, sekaran apa lagi dia janda dan mereka bisa bersatu.. "Rara mengikhlaskan Billy


"Tapi kamu de?dan bagaimana dengan Bian?"tanya Rendy yang merasa kasian pada adiknya


"Billy bilang dia tetap ayah Bian karna dia juga sayang sama Bian dan Bianpun sama.. "Rara menjawabnya


"Hatimu. hidupmu selanjutnya? "Rendy ingin tau


"Aq sujujurnya udah mencintai yang lain ka, aq minta maaf karna Billy sangat cuek dan tak peduli padaku buat aq kesepian dan buat aq berhubungan dengan pria lain yang mencintaiku.. aq juga merasa bersalah, aq sengaja menolak Evelin agar dia menceraikanku.. dan aq bisa bebas dan menikah lagi ka dengan Dimas dia duda satu anak juga istrinya lama meninggal"Rara mengakui penghianatannya.


"Jadi kamu berhianat ?"Rendy yang tak bisa lagi ngerti adiknya


"Yah ka, karna juga butuh orang yang mencintaiku,..tapi aq gak pernah dapat dari Billy meski dia bertanggung jawab tapi aq juga butuh kasing sayang dan cinta"Rara jujur


"Terserah kamu kakak gak bisa ngomong lagi aq kira sejarah cinta sejati hanya ada pada Aska tapi rumah tangga kalian pun sama dengan Aska dulu"Rendi tidak ingin ikut campur


"Aq tanda tangan ya ka.. "Rara menanda tangai surat perceraian.


Nisa baru saja mendarat dan menghubungi Aska untuk menjeputnya dibandara tapi Billy memaksakan dirinya untuk menjeput Nisa dan anaknya.


"Mas aq aja yang jemput Nisa, mas dirumah saja.. mas lagi banyak pikiran kan..?"Billy memaksa


"Kamu masih mencintai Nisa? "tanya Aska memahami yang Billy alami sama dengan dirinya


"Iya mas aq sangat mencintai Nisa dari kami sekolah dan pacaran dulu, aq juga tak ingin berpisah darinya tapi karna orangtuaku yang buat kami berpisah.."Billy mengakuinya


"Lalu bagaimana dengan Rara? "Aska yang juga menganggap Rara adiknya


"Rara udah menandatangani surat cerai dan dia juga udah lama punya kekasih dibelakangku.."Billy yang tau tapi dia gak bisa melarang karna dia sendiri tak bisa mencintai Rara dan memenuhi batinnya

__ADS_1


"Mungkin kamu sama denganku dulu.. tapi apa kata2mu masih berlaku jika kamu bersatu dengan Nisa kamu tak lagi mengusik Evelin..? "Aska mengingatnya


"Ha. ha. mas aq sangat mencintai Nisa juga Evelin, aq putus asa karna tak bisa bersama keduanya tapi jika aq bisa memiliki satu cintaku Nisa aq akan merelakan cintaku Evelin yang akan aq hanya bisa memberinya kasih sayang tapi mas yang merawatnya dan mba Aqilla tapi aq tetap ayah kandung Evelin"Billy tersenyum


"Kalo begitu aq akan bantu kamu bersatu dengan Nisa..? "Aska mendukung Billy


"Aq tau mas ingin aq tidak mengambil Evelin kan..?"Billy memahaminya


"Yah kamu masih bisa Buat Evelin satu dua bahkan tiga Evelin sama Nisa.. "jawab Aska


"Ya udah mas aq jemput Nisa dulu, kasian dia nunggu lama dan anaknya.."Billy meninggalkan Aska.


Billy mengendarai mobilnya dengan sangat cepat sambil tersenyum sendiri membayangkan Nisa saat mereka bersama yang sering diantar jemput olehnya dulu sewaktu mereka sama2 sekolah dan pacaran.Billy sampai dibandara dan memarkirkan mobilnya dan berlari masuk mencari Nisa dan anaknya.


"Billy kamu ngapain disini..? "Nisa ketus


"Menjeputmu dan anakmu yang cantik, sini sayang aq gendong"Billy menggendong Aqilla kecil yang masih berusia 2tahun kerung.


"Kok kamu yang jemput,mas Aska janji mau jemput.."Nisa mengekor Billy yang jalan duluan menggendong Aqilla dan menarik koper Nisa.


"Aq yang minta mas Aska tetap dirumah, dia habis lembur juga masih sedih istri dan anak2nya belum pulang.. "Billy memasukan koper dan meminta Nisa duduk disampingnya.


"Mas Aska sedih karna kamu dan mba Aqilla takut dan pergi membawa anak2nya juga karna kamu.. "Nisa memarahi Billy


"Yah aq mengakuinya karna aq juga sama seperti mereka sama2 sayang sama Evelin"Bily menjawabnya


"Apa kami gak kasian gak menyesal buat mereka berpisah..? "Tanya Nisa yang masih marah


"Kita juga gak ada yang kasian kita berpisah dan dengan anak kita juga tak bisa bersama"Billy menyinggung hidup mereka


"Jangan bawa kita terus, kita udah gak ada hubungan apapun dan Evelin bukan lagi anak mu atau aq.. "Nisa selalu mengingatkan


"Sampai kapanpun aq ayah kandung dan kamu ibu kandung Evelin tak ada yang bisa menubahnya termasuk mba Aqilla dan mas Aska.. "Billy yang ingin diakui Evelin


"Coba kamu mengerti, yang akan terluka Evelin dia masih sangat kecil dan belum tau hal2 dewasa, dia akan sangat sedih karna aq pernah mencobanya dan mengganggu sikisnya sampai sekarang saja dia masih trauma bepergian dengan ornga lain dia tak mau selain Aska dan Aqilla.. kamu lepaskan Evelin kasian dia.. dia gak bisa pisah dengan Aqilla"Nisa mengingat dulu


"Apa kamu ga kasian denganku hidup tanpa cinta, aq mencintai kamu tapi kamu menolaku dan aq hanya ingin bersama buah cinta kita"Billy yang sedih

__ADS_1


"Apa kamu gila, kamu udah beristri dan puny anak jangan sakiti mereka seperti kamu menyakitiku Bill"Nisa masih mengira Billy masih beristri


"Aq udah bilang, Nisa sudah aq ceraikan dan dia juga setuju,..untuk Bian dia bukan anak kandungku karna Rara hamil duluan saat kami menikah tapi aq terima dan tetap menyanyainya"Billy menjelaskan


"Kamu menceraikan Rara hanya untuk Evelin apa itu adil buat Rara ?"Nisa merasa Billy sangat jahat


"Tentu saja adil, dia bisa langsung menikah dengan kekasihnya yang berhubungan lama dibelakangku,dia udah mengakuinya dan karna kami juga tida bisa saling mencintai karna cintaku haanya kamu"Billy menatap Nisa yang bengong mendengarnya


"Awas nanti ada lalat masuk.. "Billy menutup mulut Nisa dengan tangannya


"Istrimu selingkuh kamu udah tau..?"Nisa kaget


"Iyah udah lama, dia yang bisa buat Rara bahagia bukan aq.. "Jawab Billy


"Itu karna kamu gak berusaha mencintai Rara"Nisa menunjuk Billy


"Karna hatiku pikiranku penuh dengan kamu jadi gak mungki bisa ada wanita lain yang masuk Nis, aq yakin kamu juga sama masih mencintaiku, kita berhubungan lama waktu kita sama2 sekolah dan aq yang pertama menyentuhmu kita sama2 menginginkanya dan gak bisa menahannya karna kita saling mencintai.. "Billy sengaja membuka cerita lama


"Gak usah bahas yang dulu,itu kebodohanku yang aq sesali seumur hidupku yang buat aq menderita dan harus rela merelakan anakku sendiri"Nisa memalingkan wajahnya yang meras


"Maaf Nis tapi aq janji itu gak akan terjadi lagi,aq janji akan membahagiakanmu dan anak kita"Billye menggengga tangan Nisa


"Lepas, tentu saja gak akan terjadi lagi karna Aq juga gak mungkin sama kamu, kamu orang yang jahat misahin Evelin dari mba Aqilla"Nisa.mengibaskan tangan Billy


"Aq butuh cinta kalian Nis,terimalah aq Nis maka aq akan mengikhlaskan sama sepertimu dan berikan aq Evelin yang cantik buat teman Aqilla ya sayaang"Billy merayu Nisa


"Jangan bicara sembarangan.. "Nisa cemberut


"Om.. om.. "Aqilla memanggil Billy


"Sayang bukan om tapi papah.. ayo panggil papah nanti papah belikan es krim dan mainan.. "Billy menatap Aqilla dengan sayang dan melirik Nisa dan memainkan satu matanya yang berkedip


"Papah beli eskrim.. "Aqilla memanggil papah pada Billy dan Nisa menutup mulut anaknya


"Biarin kamu gak bisa melarangnya..aq juga sayang sama anakmu dan dia akan jadi anakku juga.. "Billy melepas tangan dari mulut Aqilla


"Dasara gila..!"bentak Nisa ada Billy

__ADS_1


"Ha.. ha.. ha.. orang akan jadi gila kalo sedang kena virus cinta"Billy mengusap rambut Nisa yanh dulu sering dia lakukan untuk memberikan kasih sayangnya meski sekarang digibas sama Nisa.


__ADS_2