Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Kekurangan AqillA


__ADS_3

Masih dirumah makan Fitri,Aqilla merebahkan dirinya disofa setelah diberi obat oleh Aska. Semua temannya Rendy,Fitri ,Sinta dan Rida memberikan mereka waktu berdua dan Evelin tertidur dalam pelukan Aska.


"La boleh aq tanya..?"Aska yang gak mau Aqilla tersinggung atau pun marah


"Darah"jawab Aqilla singkat dan Aska mengangguk


"Sejak kapan kamu tau..apa soda mencoba diobat karna itu bisa sembuh..?"Aska melanjutkan


"Gak tau kapan yang aq tau pusing nek mual kalo mencium dan liat yang berlebih..kalo sedikit masih bisa aq tahan,tapi kalo fit kalo gak pingsan..Suamiku yang mengobatiku dengan meminta melihat sediki2 dan mencium dari jauh sampe dekat sering diulang awal sulit tapi lama2 berkurang aq bisa tahan dan aq bisa mencuci haidku sediri dengan menutup hidungku dengan kain dan memakai kaca mata hitam..lucu yah..suamiku yang ngajarin gitu. ha..ha "Aqilla tertawa mengingat mencuci haidnya


"Tapi gak tau tadi..mungkin karna aq gak fit."Aqilla menghembuskan nafasnya.


"Kalo gak diobati bahaya La..kalo dijalan atau ditempat kamu kerja kamu liat kamu bisq jatuh dan seperti yang kamu alami diperutmu gimana.."Aqilla kaget saat Aska ngomong perut


"Perutku..kamu liat..?"AAqilla merasa malu


"Ya dan jaitan oprasinya panjang dan dalam itu buat kamu kehilangan darah dan kamu kritis hampir melayang kan..?"kata Aska dan Aqilla mengangguk


"Temanku dokter pengobatan pobia aq bisa antar kamu kesana..jangan dibiarin bahaya."Aska cemas


"Lain kali aq masih sibuk." Jawab Aqilla merebahkan dirinya lagi


"Jangan lama2 La"Aska memandangi wajah pucat Aqilla yang memejamkan matanya karna pengaruh obat.


Aqilla tertidur dan Evelin juga tidur dalam pangkuan Aqilla,Aska berulang kali mengecek dahi Aqilla yang mulai berkeringat dan Aska membersihkan keringatnya dengan sapu tangannya dengan satu tangan kanannya karna tangan kirinya memegang Evelin.Sinta dan Rendi merekamnya dan mereka cengingisan.


"La bangun..La.."Aska mengusap tangan Aqilla dengan lembut membangunkan Aqilla karna rumah makan Fitri udah mau tutup.


"Aq ketiduran.."Aqilla bingung karna ternyata masih dirumah makan


"La besok minggu apa kamu masih kerja..kamu masih sakit..?"Aska sangat khawatir dan ingin merawat Aqilla


"Libur.."Aqilla duduk dan memakai sandalnya


"Kesini jam berapa..?"tanyanya karna ingin bertemu lagi


"Entalah..kalo gak malas dan Evelin gak ngrengek minta ketemu kamu aq mau istrirahat dirumah.."Aqilla mengambil tasnya

__ADS_1


"Aq boleh datang kerumahmu..aq ajak Sinta sama Rendy rame2..bolehkan La.."Tanyanya berharap bisa main kerumahnya


"ya boleh.."jawaban Aqilla agak lama


"Aq anter La.."tawrnya


"Gak usah aq sama Sinta dia bawa mobil..gak enak2 malam2 cowo antar.."Aqila mengambil gendongan anaknya pada Aska


"Jangan lupa obatnya diminum La.."Aska mengingatnya


"Oh ya aq harus bayar berapa..?"tanya Aqilla menyinggung Aska


"Aq tidak sedang praktek kamu gak perlu bayar aq,aq bukan orang jahat La.."Aska tersenyum


"Maaf makasih ya..sorry aq pulang dulu.."Aqilla berjalan keluar menghampiri mobil Sinta.


Aqilla sampai dirumah dan merebahkan anak kesayangannya dan memejamkan matanya dan tertidur lelap sampai pagi. Dan karna hari libur Aqilla dan anaknya sengaja bangun siang. Hingga terdengar suara ketukan pintu dan teriakan adiknya Alisa bersama ibunya Ana karna ada tamu yang datang.


"Apa sih bu Sa hari libur juga.."Aqilla cemberut


"Mba liat didepan ada tamu..dari tadi nunggu sampe kerumah ibu juga..mba dibangunin kaya orang mati gak bangun2.."Alisa yang tau kebiasaan kakanya libur sengaja siang malas2 ditempat tidur


"Kalian ngapain gasik udah dirumahku...?"melihat Aska Rendu dan Sinta duduk dibawah pohon mangga


"Hai neng jam berapa ini bilang gasik..?"tanya Rendy yang lama menunggu


"Lagian kamu tidur atau mati sih Lama banget dibangunin bisa gak bangun2..heran aq.."Sinta kesal nunggu hampur 30menit


"he..he..maaf kan libur sengaja bangun siang..anaku bangun aq kelonin lagi.."balas Aqilla meminta merek masuk


"La kamu seksi bangun kalo tidur cuma pake daster tantop aja.."Sinta melihat Aqilla berjalan masuk


"Yah biasanya telanjang malah he..he.."canda Aqilla


"Aq mandi dulu.."Aqilla masuk


"Ini mas mba diminum tehnya.."Ibu Aqilla yang bikin minum

__ADS_1


"Aqilla dari dulu gitu bangunnya siang kalo libur malas2san dikamar..biasanya ibu pegang kunci tapi lupa ketinggalan disini nemenin Evelin main.."Ibunya menceritakan


"Iya bu gak pa2...makasih minumnya"Balas Aska tersenyum


"hikmmhikmm"Evelin nangis dibangunin Alisa


"Sa kamu bangunin Evelin pasti sampe nangis gitu..?"tanya ibunya


"Jangan nangis malu ada teman mamah itu diruang tamu.."ibunya menggendong Efelin menemui tamu


"Papah..papah pulang..tante nakal pah.."Evelin turun dari gendongan neneknya dan duduk dipangkuan Aska.


"Evelin sama tamu jangan gitu..turun"Alisa terkejut


"Gak pa2 de..Evelin udah biasa sama aq.."kata Aska dan ibu Evelin menatap Aska


"Ini papah Edo..Papah Evelin.."jawab Evelin


"Iya sayang belum mandi yah..?"tanya Aska dan Evelin menggelengkan kepalanya


"Mandi dulu biar cantik gak bau.."katanya lagi dan Evelin mengangguk


"Ayo tante mandiin.."Alisa mengganden Efelin mandi


"Maaf ya nak..Evelin mengira kamu menantuku Edo,dulu yang mengurus Evelin Nak Edo,karna sakit Aqilla yang kerja"cerita ibunya


"Iya bu,saya gak gak keberatan bu,saya juga sayang sama Evelin udah seperti anak kandung sendiri"Aska ramah


"Ya makasih ya..Aqilla menutup diri loh gak ada teman..baru ini bawa teman selain nak Sinta ibu udah kenal,dia kerja pagi pulang sore,sore kerja lagi pulang malam dan tiap hari gitu jadi kalo libur dendam.."Cerita ibu membuat Aska terenyuh dan sama dengannya setelah bercerai dia juga menutup diri dari wanita gak mau terulang lagi.


"Suaminya sangat baik dan sayang sama Aqilla jadi mungkin untuk membuka hati dan bergaul dengan lawan jenis sulit,ibu memakluminya tapi ibu berharap bisa dapat jodoh yang sama baiknya sama nak Edo kalo bisa lebih..karna jaman sekarang susah cari yang baik..ibu juga jadi takut..penginya semua anak ibu bahagia..gak tau anakku akan ditingga suaminya semuda ini..alhamdullilah bisa bangkit untuk cucu saya.."ibunya meneteskan air matanya


"Ibu akan dapat menantu yang baik bahkan lebik dari mas Edo..gak lama lagi bu..baru tahap pendekatan.."Sinta mengusap bahu ibu Aqilla dan menatap Edo tertunduk malu


"Aqila mau..apa ada yang bisa menerima kekurangan Aqilla seperti nak Edo..?"tanyanya ragu


"Tentu saja nrima bu gak keberatan kok..nunggu waktu yang tepat aja..anak ibu masih menutup diri..nunggu dia buka hatinya..kita doakan bersama..Aqilla bisa berjodoh lagi dengan orang yang tepat dan baik..amin"Sinta mendoakan temannya

__ADS_1


"Amin "jawabny serentak


__ADS_2