Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Perhatian yang membuat cemburu


__ADS_3

Mereka masih tertidur pulas dalam satu selimut dengan tubuh tanpa baju meski cahaya udah menerobos masuk jendela mereka. Ibu dan adik perempuan Edo sibuk memasak dan membuat syukuran untuk Edo yang akan dibagikan pada tetangga dan sodara mereka karna mereka menikah secara memdadag dan banyak yang belum tau mereka sudah suami istri meski belum ada pesta.


"Kamu sangat cantik yaang,Mas Edo sangat sama kamu.."Edo bangun dan menatap istrinta tanpa baju masih tertidur pulas dan tersenyum mencium kening istrinya.


"Beruntungnya mas punya istri kamu yaang,mas janji akan selalu setia dan sayang sama kamu membahagiakan kamu.."bisik Edo dan perlahan turun dari ranjang dan masuk kamar mandi.


Dilihatnya istrinya masih tidur pulas dan Edo sengaja membiarkan istrinya karna dia pastilah lelah kerja dan menghadapi pernikahan dan melayaninya hingga tiga kali. Edo keluar kamar dan menghampiri ibu dan adik2nya.


"Bu masak apa..?"Edo mengambil gorengan tahu diatas meja makan dan memakannya


"Istrimu gak sekalian diajak kesini kita makan bareng..?"ibunya sambil goreng didepan kompor


"Masih tidur.."jawab Edo


"Enak bener ratu masih tidur..udah jam berapa ini mas..kita aja bangun gasik..bersih rumah dan masak.."EVi adik ke dua dengan perutnya yang besar


"Dia khusus melayani mas Edo.."Edo tersenyum


"Gak bisa,enak aja kalian senang2 kita menderita nyapu ngepel masak.."Elfa cemberut memotongi sayur sebelum berangkat kerja


"Dia belum sehari tinggal disini kalian udah ngeluh mau istri lakuin ini itu..aq gak suka kalian ngomong macam2 didepan istri apalagi buat dia sedih dan nangis.."Edo masih duduk dimeja makan sambil ngomel gak terima


"Bela aja terus.."Elfa cemberut


"Ya iya..kalo bukan mas yang ela istri sendir..kamu yang bisa cemburu.."Edo mengingat Elfa cemburu pad istrinya karna pacarnya suka Aqilla


"Mas bangunin kenapa..suruh bantu kita.."Evi meminta Aqilla mengantikan kerjaan dia


"Gak boleh dia cape..biarin tidur.."Edo sambil menyalakan TV


"Mas aq juga kerja,ini juga mau berangkat..gak ada yang bilang aq cape.."Elfa ngeluh iri


"Ya kamu bilang sama pacar kamu.."Jawab Edo


"udah jangan bikin ibu pusing..kalian kalo gak mau bantu ibu pergi aja..gak usah melempar sama mantu ibu..dia baru disini kalian jangan bikin dia gak betah dan jangan ngomong macem2.."ibunya yang pusing mendengar pertengkaran mereka


"Kalian dengar itu kata ibu.."Edo memperingatkan pada adiknya


"Bu tolong aq abilin sarapan.


,..aq bawa kekamar aja buat istriku.."Edo gak istrinya mendengar keluhan adiknya

__ADS_1


"Mas makan aja delanin....jangan terlalu manjain istri..mas Edo yang nantinya repot sendiri.."Evi yang cemburu karna suaminya selain cuek dan gak kerja


"kalian jangan ikut campur urusan rumah tangga mas,mas yang mau manjain istri sendiri.."Edo mengambil piring dari tangan ibunya dan kembali ke kamar


"Suami manjain istrinya kalian harusnya senang kaka kamu sayang sama istrinya..kamu bisa minta suamimu kaya kakamu..gak usah urusan rumah tangga kakamu.."ibunya menyiapkan sarapan dimeja


"ada apa sih ribut..ada kaka ipar kalian gak malu apa ribut terus.."kata ayahnya yang mendengar ocehan anak2nya


"ya itu anak ayah takut istri..tidur udah siang gak boleh dibangunin,makan diladenin sama mas Edo..manjain banget sama istri.."Elfa cemburu karna pacarnya bahkan gak pernah kaya kakanya


"kalian cemburu..Evi punya suami minta sama suami kamu..kamu F juga punya pacar minta kamu dimanjain pacarmu..kakamu manjain istri gak salah..dia istrinya.."Ayah yang mulai geram


Edo masuk kamar perlahan dan meletakan makanan di meja dan menghampiri istrinya yang masih tidur dan mencium kening dan kedua pipinya.


"emmm yaang kamu udah bangun?"Aqilla masih dengan mata tertutup


"bangun yaang kita makan..mas laper banget..sambil mengusap lembut rambut istrinya."minta Edo,Aqilla masih belum menjawab dan Edo menarik selimut dan mengangkat badan istrinya yang telajang kekamar mandi.


"Mas mandiin biar gak ngantuk lagi.."Aqilla meronta denga menutupi dua gunungnya


"udah diam aja mas mandiin.."Mas Edo menurun kan Aqilla


"kenapa yaang..apa masih perih..coba aq cek.."Edo jongkok,Aqilla merasa malu dan membuka selangkanganya agar Edo bisa mengecek V nya


"Merah yaang..dibilas pake air anget apa..?"Edo cemas karna ulahnya gak bisa nahan dan minta terus jadi bikin perih di V istrinya


"gak usah..nanti sembuh sendiri..jangan minta lagi..udah perih ini.."Aqilla merapatkan kakinya


"ya maaf yaang, gak tahan..bikin nagih..ini aja tegang yaang liat kamu kaya gini..begitu menggoda.."Edo menggoda istrinya


"Masih perih.."Aqilla sewot dan memalingkan mukanya dan membuat Edo tersenyum


"iya mas akan sabar dan menahannya..dah mandinya.."Edo mencubit hidung istrinya


"pake koas mas aja gak usah pake celana dalam nanti kena gesekan celana makin merah.. kita dikamar aja."minta Edo dan Aqilla mengangguk.


"yaang libur berapa hari..?"Edo menyisir rambut Aqilla


"tiga hari..kenapa..mau ajak liburan..?"Aqilla balik tanya


"ya tadinya..kalo ini gak sakit..sekalian bulan madu.."Edo mengusap V Aqilla dan membuatnya malu

__ADS_1


"Mas iiih mesum banget gak ada puasnya..main sentuh aja..udah semalaman kamu sentuh..masih aja gatel.."Aqilla menghempaskan tangan suaminya


"ha.ha..ha.yaang mas gak akan pernah puas dan tidak akan pernah bosen..karna mas akan minta lagi dan lagi.."Edo memeluk istrinya yang selalu merasa istrinya bikin gemas.


"Kalo dipeluk dicium diraba terus kaya gini aq mau makan..yang ada aq mati kelaparan.."Aqilla dalam pelukan suaminya yang diciumi dari rambut sampe lehernya


"iya sayaang..mau mas suapi..mas juga belum makan nunggu kamu.."Aqilla mengangguk dan Edo merangkul dan mereka duduk disofa dikamar Edo sambil nonton TV.


"Yaang belum habis dimulut..."Aqilla yang lama makannya karna sambil main Hp


"Ini yang bikin lama kamu makan.."Edo mengambil Hp Aqilla


"yaang kembaliin...."Aqilla merengek


"makan dulu.."Edo maksa


"yaang itu darahnya gimana bikin muaal.."Aqilla melihat seprai sisa semalan bercinta


"nanti mas cuci.."jawab Edo sambil menyuapi Aqilla


"Mas nyucinya yang ada darahnya aja trus dijemur diatas sofa ini aja..aq malu.."bisik Aqilla ditelinga suaminya


"yah.."jawab Edo singkat


Om Dany beberapa kali menghubungi HP Edo tapi dia enggan mengangkatnya karna dia tau pasti mau bicara tentang Mutia dan dia malas gak mau pernikahan yang baru semalam dirusak dan gak mau buat istrinya sakit hati.


"yaang Hp bunyi terus..itu kan om Dany..kok gak diangkat.."tanya Aqilla yang merasa risih


"Biarin aja.."jawab Edo malas


"Mungkin penting,aq aja yang angkat.."Aqilla mengangkat telpon suaminya


"ada apa om,maaf mas Edonya lagi dikamar mandi..?"Aqilla Menutupi suaminya


"Aqilla suami kamu sengaja gak mau angkat telpon,om tau..tapi gak pa2 om ngomong sama kamu aja.."kata om nya yang bisa menebaknya dan Aqilla mengeraskan suaranya


"ya om Aqilla dengerin.."jawab om Dany


"Om mau minta tolong..Edo jenguk Mutia karna bos om ayah Mutia dan dia minta tolong om untuk menyampaikan sama Edo karna Mutia mencoba bunuh diri lagi..kamu jangan marah sama om dan Edo yah La..om juga gak mau kalian diganggu tapi ini nyawa..jdi om minta tolong banget sama kamu yah.."Om Dany atas perintah bosnya memberitahukan kegilaan Mutia yang buat Aqilla sakit hati


"Mas..om masih ngomong..kok dimatiin..gak sopan.."Edo merebut Hp nya dan dimatiin

__ADS_1


__ADS_2