Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Aqilla terkejut


__ADS_3

Aska gelisah menunggu Aqilla yang udah setengah jam ditunggu belum balik dan meninggalkan ketiga anaknya dirumah. Aska berjalan mondar mandir didepan Nisa yang merebahkan dirinya disofa depan Tv dan Billy yang mendekati Evelin dan mengusap rambut nya dan mencium keningnya.


"Mas kepalaku pusing liat mas Aska seperti setrika gosong.. "Nisa memegangi kepalanya


"Aq khawatir de, kakakmu udah setengah jam belum juga pulang.. belanja dimana dia?"Aska menjawabnya


"Mas jalan kekota juga agak jauh kan tadi,mungkin mba Aqilla belanja diluar? "Nisa menebaknya


"Wanita jalan sediri dikota yang gak kenal siapapun,giman kalo digoda atau ada yang jail atau jahat pada istriku.."Aska makin gelisah dan cemas


"Gak giti lah mas, mba Aqilla udah tiga hari lebih disini pastilah mereka udah paham"Nisa menenangkan Aska.


"Bill temani aq mencari istriku Bill.. "Aska menarik tangan Billy


"Kreeeek"suara pintu terbuka dan Aqilla masuk dan menutup pintunya.


Mendengar suara pintu Aska berlari menghampirinya dan melihat istri yang sangat dirindukannya dan memeluknya sangat erat dan mencium kedua pipi dahi dan ******* bibir istrinya yang terkejut melihat suaminya didalam rumahnya dan memeluknya saat ini.


"Sayaang.. kamu disini? "Aqilla terbata terkejut tapi Aska tak menjawabnya dia terus saja mencium dan ******* bibir istrinya


"Ehkeem.. udah lepas mas nanti gak bisa lepas bahaya.. "Billy melihat Aska sangat buas mencium istrinya dan mengejutkan Aqilla


"Kamu juga disini, kamu mau apa kesini..!"tanya Aqilla keras yang berubah wajahnya jadi pucat dan marah


"Sayang gak pa2 percaya padaku untuk kali ini saja, dia gak akan pisahin kamu dari Evelin kalo dia berani aq yang akan bunuh dia.."Aska menenangkan Aqilla yang cemas dan takut


"Bukan hanya mas Aska yang akan menghabisi Billy, aq juga akan menghabisi dia mba jika dia berani mengambil Evelin dari tangan mba Aqilla.. "Nisa menghampiri Aqilla.


"Mba kamu takut denganku, aq hanya pria biasa yang sangat tampan mba yang tergila2 dengan adikmu Nisa, mba bujuk Nisa untuk jadi istriku..aq akan melepaskan Evelin karna aq dan Nisa akan buat Evelin kecil.. "Billy tersenyum dan Aqilla menatap Nisa


"Mba jangan dengarkan kata2nya dia udah gila, mba Aqilla duduk mba pasti cape habis belanja kan..? sini aq bantu."Nisa mengambil dua kantung kresek yang berisi beras dan sayuaran dan daging sosis dan jajan anak2.


"Sayaang duduklah, aq pijit kakinya yah kamu cape.."Aska merangkul Aqilla tapi Aqilla mengibasnya dan masuk kedalam melihat Evelin dan memeluknya.


"Sayang kamu gak pa2 kan.. gak ada yang bilang macam2 sama kamu.. "Aqilla duduk dan memangku Evelin sambil nangis


"Mamah kakak baik2 saja, kenapa mamah nangis..? "Evelin bingung

__ADS_1


"Mba aq gak melakukan apapun dan tidak bicara apapun,aq hanya memeluk dan menciumnya saja.."Billy yang melihat ketakutan Aqilla


"Jangan deket2 anakku.. pergi kamu!"bentak Aqilla masih belum percaya


"Sayang dia Billy gak akan misahin kalian, dia udah menyadari kesalahannya.."Aska yang sedih melihat istrinya yang ketakutan melihat Billy


"Dengar sayang, Billy udah bercerai dan akan menikah sama Nisa dan berjanji tidak akan memisahkanmu dan anak kita karna mereka akan punya anak sendiri"kata2 Aska untuk membohongi istrinya buat Nisa cemberut dan Billy tertawa kecil


"Nisa kamu akan menikah lagi dengan dia? dan kalian tidak akan mengambil anakku? "Aqilla bertanya dan buat Nisa bingung dan mengangguk


"Jawablah cintaku.. kita akan membuat Evelin kecil bukan hanya satu tapi dua bahkan tiga"Billy menggunakan kesempatan untuk mendekati Nisa dan merangkulnya dari belakang dan mencium kedua pipi Nisa


"I.. iyah mba aq akan menikah dengan Billy dan kami janji gak akan misahkan kalian"Nisa menahan kelakuan Billy yang merangkulnya dan menciumnya buat Aska menahan tersenyum melihat Nisa kebingungan.


"Lalu bagaimana dengan Rara kenapa bisa terjadi seperti itu..? "Aqilla masih bingung dengan yang terjadi


"Nanti aq akan jelaskan ya sayaang.. "Aska mencium kening istrinya


Aqilla dan Nisa memasak untuk makan malam bersama karna semua menginap dan akan kembali besok pagi. Aqilla memasak dengan berulang kali melirik Billy yang mendekati Evelin dan Nisa mengetahuinya.


"Aaakh.. huf.. huf.. "Aqilla jarinya tergores pisau karna tidak fokus


"Mba tenanglah, dia hanya sama sepertiku yang akan anggap Evelin keponakan selama Evelin belum cukup dewasa, bagaimanapun dia ayah kandungnya yang juga tidak ingin terjadi apapun pada Evelin jika tau yang sebenarnya"Nisa menasehati Aqilla


"Mba Aqilla duduk saja biar aq yang masak?"Minta Nisa


"Bill kamu kesini bantu aq potong ikannya, mba Aqilla terluka.. "Nisa memanggil Billy agar memjauh dari Evelin


"Yah cintaku, kamu pengin dekat denganku yah.. aq tidak menolak"Billy dengan candanya tersenyum.


"Jangan bercanda.. "mereka mulai menyelesaikan masakannya.


Aska mengajak istrinya duduk bersama anak2 dan menemani mereka bermain dan Nisa membawakan nasi dan sosis untuk anak2.


"De biar aq saja yang nyuapi anak2,mba Aqilla tangannya sakit.. "Aska memgambil piringnya dari tangan Nisa yang akan diberikan mba Aqilla.


"Yaang aq saja, ini cuma goresan kecil yaang aq kan bisa pake sendok.. "Aqilla hedak meraih piringnya

__ADS_1


"Sayaang duduk saja sekalian aq suapin yah?"Aska menyuapi anak2nya


"Masakan sudah siap.."Billy menyajikan makanannya dilantai karna dirumah kecil tidak ada meja makan


"Mas sini aq yang suapin anak2,mas Aska nyuapin mba Aqilla saja.. "Billy yang ingin menyuapi Evelin


"Bill kamu makan aja biar aq aja..? "Nisa duduk dihadapan Billy


"Cinta kamu makan aja dan suapin aq, kamu tau kan aq pegang piring dan sendok nyuapi anak2 kita.. "Billy suka menggoda Nisa


"Iya de kamu suapin gih.. kasian kan Billy jemput kamu dibandara dari siang dan terus kesini dia gak makan.. "Aska mendukung Billy


"Yah de kalian akan menikah dan pernah berhubungan sangat dekat jadi gak usah malu.. nanti kalian juga tidur satu kamar karna dirumah ini hanya ada dua kamar.."Kata Aqilla buat Billy dan Aska saling pandang dan tersenyum


"Uhuk.. uhuk"Nisa tersedak sosis yang dia sambil makan


"Mba aq kan bisa tidur sama mba Aqilla sesama perempuan dan laki2 sama laki2 mba.. kita kan belum nikah.. he.. he.. "Nisa kebingungan dan merasa terpojok


"Tidak bisa malam ini aq dan istriku akan memadu kasih, kamu jangan ganggu de dan ajak semua anak2 tidur sama kalian jadi Billy gak akan nakal sama kamu.. "Aska melarangnya


"Yaang kita bisa tidur sama anak2 kan dan mereka tidur bersama dengan anaknya."Aqilla tidak enak dan malu karna Aska yang tidak tau malu


"Gak pa2 mba anak2 sama kita.. sekalian belajar merawat anak banyak karna gak lama lagi aq dan cintaku akan punya anak lebih dari satu.. "Billy mencubit hidung Nisa


"Kalo Nisa gak keberatan..?"Tanya Aqilla pada Nisa


"Gak keberatan yaang Nisa setuju.."Aska yang menjawab


"Aq kan tanya Nisa bukan kamu yaang.. "Aqilla menunggu jawaban Nisa


"Sebenarnya keberatan kalo aq harus satu kamar dan satu ranjang dengan dia.. tapi demi kebahagiaan kalian aq yang ngalah"Nisa cemberut


"Makasih ya de, kamu sangat pengertian pada kakakmu ini yang udah kangen berat dan gak tahan lagi"Aska memeluk istrinya


"Yaang bisa gak diam, kamu tuh gak tau malu yah.. aq aja lagi haid, kamu lupa ini tanggal berapa? "Aqilla buat Aska kecewa


"Tanggal kamu haid yaang.. "Aska lemas

__ADS_1


"Ha.. ha.. ha.. rasain tuh makanya jangan mesum"Nisa dan Billy tertawa.


__ADS_2