Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Keputusan Aqilla


__ADS_3

Aqilla berjalan keluar dan menghampiri kamar kakak Evelin didampingi suaminya Aska yang selalu memberikan semangat dan rasa aman pada istrinya. Aqilla berjalan perlahan medekati kakak dan membelai rambut lurus kakak dan mencium pipi kakak dengan penuh rasa sayang,bingung sedih khawatir dan ragu dalam hatinya. Mamah Aska terbangun mendengar isak tangis Aqilla dan memeluk anak menantunya dan memahami kesedihan Aqilla.


"Sayaang kamu sudah tau mereka ada disini..? "tanya mamah mertuanya


"Sudah mah.."Aqilla kembali menangis dan memeluk mamah mertuanya


"Anak mamah yang cantik ini wanita yang kuat dan juga sabar, mamah tau itu dan akan selalu mendukung dan sayang sama kamu nak, apapun keputusan kamu mamah akan selalu ada bersama kamu.. "Mamah memeluk anak mantunya dan menasehatinya


"Kalian disini semua.. "Pak Akbar masuk dan duduk didekat Aska


"Cepat atau lambat ini akan terjadi dan memang seharusnya harus terungkap nak, kamu mau tidak mau harus siap dan keputusan ada sama kamu, kami mendukung setiap langkah dan keputusanmu.."Papah Akbar yang juga sedih


"Iya pah aq mengerti dan aq juga paham yang mereka rasakan dan yang mereka inginkan dan juga keinginan anakku yang juga ingin tahu semuanya.. "Aqilla menangis dan membuat kakak terbangun


"Mamah nangis..?kenapan mamah nangis? apa kakak salah mah, apa kakak buat mamah sedih lagi..? "Evelin khawatir dengan kesedihan mamahnya


"Gak sayaang, kamu anak mamah yang baik dan sayang sama mamah..mamah gak bisa kehilangan kamu dan melihatmu sedih, kamu adalah hidup mamah penyengamat mamah dan segalanya buat mamah.."Aqilla memeluk anaknya


"Iya kakak sayang sama mamah dan kakak gak mungkin ninggalin mamah karna kakak juga gak bisa tanpa mamah dan adik-adik mah.. mamah jangan sedih lagi, kakak akan selalu sama mamah, dimanapun mamah berada kakak akan ikut mamah karna kita berdua gak akan terpisahkan seperti yang mamah sering bilang pada kakak.."Kaka memeluk erat mamahnya yang menangis


"Iya sayaang janji kamu harus selalu sama mamah apapun yang terjadi, kamu anak mamah selamanya akan jadi anak mamah dan bersama mamah.. "Aqilla mencium kedua pipi anaknya

__ADS_1


"Mah minta bibi jagain kedua cucu kita dan kita gak bisa bicara disini karna sikembar masih kecil dan kita gak bisa menganggu mereka dan masa anak-anak ceria mereka, mereka selalu menganggap kakaknya yang terpenting, aq gak mau mereka juga sedih karna hal ini karna baginya kakak adalah kakak kandung buat mereka.. "Aska tak ingin si kembar tau


"Iya pah mereka adalah adik-adikku selamanya yang terpenting buatku dan aq sayang sama mereka.. "Kakak Evelin juga memeluk Aska


"Iya sayaang, ingat kamu adalah anak kami dan kami akan selalu berada disampingmu dan mendukungmu jadi kamu harus jadi anak yang kuat sama seperti mamahmu yang selalu bersamamu menjagamu dan tak ingin melepaskanmu..kamu harus tetap bersama kami dan ingat jangan pernah tinggalkan kami atau papah akan menghukum kamu.."Aska mengancam sayang


"Iya pah, kakak janji gak akan meninggalkan kalian.. kakak sayang sama kalian.. "kakak menangis dalam pelukan Aska


"Kita turun yah sayang, kakek tau cucu kakek ini wanita terkuat dan pintar dan selalu ingat pesan kakek dan orangtua.. "Kakek Akbar menggandeng Kakak Evelin karna Aqilla sudah menganggup siap dan setuju meski berat


"Emang ada apa sih kek..? "tanya kakak Evelin pada pak Akbar


"Sayaang mamah ikhlas kalo kamu tahu dan mamah akan mendukung keputusanmu karna kamu juga berhak tahu orangtua kandungmu.."Aqilla sambil menangis


"Aq gak mau mah, aq gak mau tahu..aq mau sama mamah, mamah adalah mamahku dan selamanya jadi mamahku..aq gak mau pergi dari mamah.. aq gak mau tau mereka.. "Kakak menangis tersedu-sedu


"Tentu saja kakak anak kami dan gak mungkin kami melepasmu pergi.. mereka hanya ingin kamu tahu kalo mereka orangtua kandungnya dan kakak akan selalu bersama kami gak akan pergi kemanapun.."Aska mendekati Aqilla dan Kakak yang berpelukan menangis


"Gak mau, aq gak mau melihat mereka.. aq mau sama mamah disini..papah aja pergi sendiri..hik.. hik.. "Kakak masih belum mau


"Kakak dengerin mamah, kakak mau mamah menanggung beban dan dosa karna menahan ibu yang melahirkan kamu ingin bertemu denganmu dan mamah juga gak mau anak mamah jadi anak yang durhaka sama orangtua karna bagaimanapun mereka adalah orangtua kandungmu dan kamu gak boleh kasar dan bersikap buruk pada mereka, kakak jangan bikin malu mamah karna mamah mendidik kakak dengan kebaikan bukan seperti ini kak. "Aqilla memberi pengertian meski berat

__ADS_1


"Mamah ingin kakak pergi..? "Kakak sedih


"Gak akan pernah rela mamah membiarkan kamu pergi, mamah hanya ijinkan kamu mengerti orangtua kadungmu bukan pergi dari mamah,kalo kamu sampe berani pergi dari mamah dan meninggalkan mamah, kamu akan melihat jasad mamah seperti kamu melihat jasad papahmu Edo.."Aqilla buat suami dan Kakak semakin menangis


"Sayaang apa yang kamu bicarakan itu, gak seharusnya kamu bicara seperti itu, anak kita gak mungkin ninggalin kita.. "Aska menarik lengan Aqilla dan memeluknya


"Kakak gak akan pergi ninggalin mamah, mamah jangan bicara seperti itu mah, kakak sedih gak rela mah.. "Kakak ikut memeluk Aqilla dan Aska


"Kakak nurut sama papah dan temu mereka dan kakak putuskan yang kakak mau, kakak jangan takut..papah mamah nenek kakek dab keluarga besar kita dan adik-adikmu selalu bersamamu dan akan selalu mendukung kakak.. kakak harus berani dan kuat demi mamah kami dan adik-adik yang kakak sayang.."Aska memeluk Evelin


"Iya pah kakak nurut sama papah, kita turun temui mereka tapi mamah ikut bersamaku aq ga mau jauh dari mamah.. "Kakak meraih tangah Aqilla


"Iya sayaang mamah akan selalu mendampingu kamu dan disampingmu.."Aqilla menggenggam erat tangan Kakak


"Mah minta bibi jagain sikembar.. "minta pak Akbar pada istrinya


"Yah pah, mamah panggil bibi.. "mamah turun lebih dulu dan menghapus air matanya


Aqilla dan Aksa menggandeng tangan Kakak Evelin dan mereka turun bersama dan sudah ada keluarga besar dari Aqilla, Edo dan Nisa bersama Billy diruang keluarga yang sengaja pak Akbar undang karna mereka juga berhak tahu yang akan jadi keputusan Aqilla dan Kakak Evelin.


Kakak melihat keseliling dan menatap Nisa dan Billy yang baru saja datang memberi salam pada keluarga besar dan mencium tangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2