
Pagi pagi Aska sudah rapih dan berjalan menghampiri mamah papahnya dengan senyum ceria dan tak lama Rendy datang dan duduk makan bersama.
"Ka dari tadi mamah perhatikan kamu senyum2 sendiri..apa kamu baik2 aja..?"tanya mamah Maria ibu dari Aska
"Baik tan dia lagi kesetrum cinta lama tan..tenang aja..gak pa2.."kata Rendy dan Aska melotot
"Bener Ka...gak akan terulang lagi kan..kalo kamu gak bener2 cinta mending jangan dulu fokus kerjaan kamu dulu.."kata mamahnya mengingatkan karna gak mau anaknya gagal lagi
"Tan yang ini beda..dia yang bikin gila selama ini tan..jadi dia akan ngulang lagi.."jawab Rendy lagi dan Aska masih senyum2
"Apa kamu udah bisa melupakan cinta gila kamu sama si Aqilla..yang buat rumah tanggamu hancur.?"mamahnya yang sedih dan kesal karna cinta buta anaknya pd Aqilla
"Mah jangan pernah salahin Aqilla,dia gak salah Aska bercerai karna Aska yang salah gak bisa membahagian istri..Aqilla gak ada hubungannya.."Aska gak terima
"Kamu begitu gila dan buta mencintai Aqilla yang belum tentu dia cinta sama kamu dan dia juga udah berkeluarga..mamah gak suka kamerusak hubungan orang hanya karna kamu teropsesi sama dia.."mamahnya geram
"Tan dia udah jadi janda anak satu,dia kayaknya juga suka sama Aska dari dulu cuma karna Bella dia yang merusak hubungan Aska dan Aqilla.."Rendy menjelaskan
"Apa maksudnya merusak..kamu pernah berhubungan dengan Aqilla Ka..dan kamu yakin dia akan mau menerimamu..?"tanya mamahnya ragu
"Pernah deket mah,cuma dulu bodohnya aq gak ngomong langsung tapi lewat surat dan suratnya dicuri Bella dan dia yang balas dan nolak aq,Bella bilang ke Aqilla kalo aq pacaran sama Bella.."Aska yang benci mengingat Bella
"Oh jadi kamu mengira Aqilla nolak kamu dan Aqilla mengira kamu pacaran sama Bella dan kalian pisah jalan sendiri2."mamahnya mengerti
"Mamah jadi penasaran sama Aqilla apa mamh boleh mengenalnya..?"mamahnya penasaran karna anaknya hanya mencintai dia
"Mah sabar mamah doakan Aska mah..Aska hanya mau Aqilla jadi pendampinku mah.."Aska sangat mencintai Aqilla
"Ka tapi jangan sampai merusak karir yang belum lama kamu raih jadi dokter.."papahnya mengingatkan
Dirumah Aqilla,Evelin terbangun dan merengek bertemu papahnya buat Aqilla bingung karna dia juga harus kerja.
"Evelin hubungi papah aja yah..Evelin ngomong sendiri..yang gambar ini no papah..sekarang Evelin pencet..mamah mau makan siap2 kerja.."Aqilla berjalan kedapur menyiapkan makan untuknya dan anaknya
"Hallo papah..papah dimana..Elin udag bangun..?"suara gadis kecil Evelin dilayar HP Aska dan kedua orangtuanya menatap anaknya yang tersenyum bahagia
"Ya sayang papah kan harus kerja..Evelin udah cantik..udah mandi yah...?"tanya Aska membuat papahnya tersedak karna anak Aska cowo
"Uhuk..Uhukk" Pak akbar tersedak
"Pah hati2..ini minum dulu.."istrinya mengambil air minum
__ADS_1
"Ka kamu ngomong sama anaknya siapa..bikin papahmu tersedak..?"tanya mamahnya cemas
"Cucu perempuan mamah.."jawab Aska tersenyum
"Sayaang mau gak punya nenek dan kakek lagi..yang merawat papah..?"tanya Aska buat mamahnya melotot dan Aska memberikan Hp nya ada mamahnya
"Nenek cantik..makasih udah jagain papah Elin.."Elin memberikan salam pertamanya ada orang tua Aska membuat Rendy dan Askak tersenyum
"Sayang kamu cantik sekali..nenek boleh tau mamah kamu siapa ?"tanya mamahnya ingin tau anaknya dekat dengan siapa
"Mamah Aqilla.."Jawab Evelin membuat mamahnya terkejut
"Pah anak Aqilla pah.."Mamah Maria memberikan pada suaminya
"Cantiknya cucu kakek..namanya siapa sayaang..?"tanya pak Akbar
"Evelin kakek."jawab Evelin
"Evelin main kerumah kakek yah..kakek mau bertemu mamah Evelin.."minta papahnya dan Hp direbut sama Aska karna dia takut Aqilla denger
"Sayang sendirian..udah makan pa belum..?"tanya Aska
"Evelin makan dulu yah..papah matikan Hp nya nanti kan kita ketemu lagi..papah sayang Evelin"Aska yang tau kedua orang tua penuh tanda tanya
"Ya pah..Elin sayang papah."Evelin mematikan Hp nya
"Mamah Elin mau makan..nanti papah marah.."Elin yang biasa susah makan kini minta makan duluan
"Ya nanti suapin nenek yah nenek bentar lagi kesini.."minta Aqilla
Aska mematikan Hp nya dan dimasukan dalam saku celananya dan melihat kedua orangtuanya menunggu jawaban darinya.
"Aq bertemu sama Aqilla dan anaknya tadi malam waktu aq dan Rendy makan dirumah makan teman kami dan Aqilla kerja disana.."Aska tersenyum mengingatnya
"Evelin melihatku sebagai papahnya karna papahnya meninggal saat dia masih kecil,postur tubuhku sama dengan suami Aqilla membuat Evelin mengira aq papahnya dan gak mau jauh dariku..dan pertama aq juga gak tau dia putri Aqilla karna Aqilla didapur..tapi aq sayang sama Evelin dan aq bahagia dipanggil papah olehnya bahkan saat dia menangis hatiku seperti tersayat..dan Aqilla mendekati karna aq menggedong dia..dia sangat cantil lucu imut buat aq pengin gendong peluk dan cium dia mah pah"Aska menjelaskan
"Lalu mamah Evelin..?"tanya papahnya yang khawatir anaknya terluka
"Aq minta ijin dia karna aq juga gak keberatan,awalnya dia ragu karna dikira akan ada yang marah istriku atau kekasihku tapi Rendy menjelaskan aq udah lama cerai jadi di mengijinkan aq dekat dengan anaknya.."Aska menjelaskan lagi
"Sekalian mendekati mamahnya maksud kamu.."papahnya tersenyum
__ADS_1
"Ya pah..doakan aq pah aq gak mau kehilangan dia lagi.."Aska meminta restu
"Mamah akan meretui kamu sama dia kalo kamu bisa bawa dia kerumah ini dan menemui mamah..karna mamah gak mau itu cuma hayalan dan obsesimu saja.."mamahnya membuat papah dan Rendi tertawa.
Aska gelisah waktu gak kujung siang karna dia ingin lagi bertemu Aqilla dan putri kecilnya dirumah makan Fitri bahkan saat ini belum buka.
"Ka kamu dari tadi mondar mandir..bikin aq pusing..?"tanya Rendy memegangi kepalanya
"Aq gak sabar bertemu Aqilla dan putri kecilku..Ren"Aska didepan Rendy diruang keluarga
"Fitri aja belum buka rumah makanya..nih dia bilang buka jam 9 pagi samapi jam 11 malam..ini baru jam 8.."Rendi cemberut
"Sabar Ka..kalo dia jodohmu kalian juga bersama.."mamahnya mengusap bahu anaknya yang gelisah
"Iya mah mungkin takdir kami mah..kami sama2 sendiri..dan secepatnya Aqilla bisa menerimaku.."Doa Aska
"amin"Rendy dan mamahnya
Tepat jam 9 Aska dan Rendy tiba di depan rumah makan yang baru dibuka sama karyawan Fitri.Mereka masuk dan Aska mencari keberadaan Aqilla dan Evelin.
"Ka Aqilla dan Evelin jam segini gak mungkin datang kesini.."Rida memghampiri Aska yang celingak celinguk
"Kenapa..apa yang terjadi..apa putriku sakit..?"tanya Aska pada Rida
"Ekhemm putriku..sudah sejauh itukah..?"Goda Fitri
"Aqilla kerja di proyek berangkat jam 7 pagi pulang jam 4sore dan jam 5sore kesini Ka.."Fitri menjelaskan
"Maksudmu dia mengambil dua pekerjaan dan gak istirahat..?"Aska khawatir akan kesehatan Aqilla
"Cie..cie..khawatir nih..aq curiga dari dulu sebenarnya lo suka kan sama Aqilla ?"Rida yang dari dulu tau danAska mengangguk
"Tuh kan bener..tenang aja bantu..tapi kamu harus sabar Aqilla wanita cuek,suaminya dulu aja nuggu dia 7 tahum baru bisa jadi suami Aqilla..dan lagi suaminya baru 7bulan pasti masih belum.mau Ka.."Rida mendukung
"Ya aq tau..dan aq sabar nunggu dia..aq nahan hatiku juga udah belasan tahun.."jawaban Aska
"Dari awal SMP bro..kasian dia..kalian dukung yah..?"minta Rendy dan mereka mengangguk
"Ka kita pulang dulu aja nanti sore kesini lagi"
Rendy dan Aska pulang.
__ADS_1