Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Ijin Pindah


__ADS_3

Setelah nunggu hampir tiga bulan surat untuk kepindahan Aska disetujui dari pihak rumah sakit. Membuat Aska sangat senang dan memberitahukan segera dengan istrinya setelah pulang dari rumah sakit.


"Yaang kita jadi pindah.. "Aska memeluk istrinya dan mencium kening dan dua pipinya


"Bener yaang, gak bohong kan..? "Aqlla masih belum percaya


"Ini yaang surat ijinnya.. "Aska memberikan suratnya


"Iya yaang kita pindah.. "Aqilla memeluk suaminya


"Terus kapan yaang, aq mau siap-siap..?"Aqilla senangnya


"Ya secepatnya kamu boleh beres-beres baju kita dan anak-anak dulu yaang.."Aska duduk disofa ruang tamu


"Papah kita jadi tinggal dirumah nenek Maria..? "Tanya Evelin turun dari tangga mendengar Aqilla senang berteriak


"Yah sayaang kita akan pindah secepatnya, kamu bisa berkunjung kemakan papah Edo dan tinggal sama nenek dan kakek Dodi.."Aska memberi kabar gembira


"Iya pah, Evelin mau bantu mamah beres-beres yang dibawa kesana.. "Evelin memeluk papah Aska


"Jangan semua dibawa Ka, kita sewaktu-waktu tinggal disini juga karna rumah makan mamah disini.. "Aqilla juga merasa bingung


"Kamu kenapa yaang, bukannya ini yang kamu pengin..?"Aska melihat istrinya bingung


"Iya tapi aq bingung dengan rumah makan kita yaang..? "Aqilla duduk


"Ada pak Juki dan bibi Aminah yang akan ikut mengawasi yaang jadi kita gak perlu khawatir? "Aska menyakinkan


"Ya nak nanti bibi dan pak Ujang yang sering kesana, lagian bibi sepi disini setelah kalian pergi jadi bibi dan paK Ujang akan sering kesanan"Bibi Aminah


"Makasih ya bi,kami akan sering tinggal disini jenguk kalian.. "Aqilla memeluk bibi


"Jangan bilang makasih nak, bibi dan pak Ujang hanya punya kalian keluarga bibi yang udah mau menera kami sebagai keluarga.."Bibi berkaca-kaca


"Tentu saja bibi dan pak Ujang keluarga kami, dan kalian nenek dan kakek Anak-anakku"Aqilla


"Iya bibi akan kangen sama cucu-cucukku"bibi Aminah


"Iya bi, aq akan buka klinik bi disana jadi satu sama klinik papah yang akan diperbesar buat pratek aq.. "Aska ingin mewujudkan keinginan istri


"Impian istriku yang selalu dukung aq untuk buka pratek sendiri .."Aska merangkul istrinya


"Iya dong suamiku kan hebat.. "Aqilla tersenyum


"Iya papah kan hebat nanti kalo Kaka udah besar jadi dokter bantu papah.. "Evelin juga gembira

__ADS_1


"Makasih sayaang, belajar yang pintar biar lebih hebat dari papah.. "Aska


"Kakak mau kasih tau adik-adik mah pah.."Evelin pergi menaiki tangga menghampiri Adik2nya


"Senangnya akhirnya aq bisa liat istri dan anakku tersenyum lebar gini.. "Aska meraih dagu Aqilla.


"Makasih sayang.."Aqilla memeluk Aska.


Aqilla kembali kekamar dan menyiapkan yang akan dibawa untuk kepindahannya bersama suami dan anak-anaknya.Dari baju surat-surat dan lain-lain.


"Yaang udah besok lagi.. udah malm ini nanti kamu kecapean sakit kita gak jadi pindah?"Aska mengingatkan istrinya


"Yaang kok gitu sih..? "Aqilla menatap suaminya


"Habisnya kamu gitu, semangat banget sampai lupa ini udah malam, kita pindah juga bukan besok aq aja belum tandatangan?"Aska yang melihat istrinya mondar mandir


"Ya secepatny kamu urus jangan ditunda-tunda lagi yaang? "Aqilla masih melipat baju dalam koper


"Iya iti udah dulu, kita tidur udah malam yaang.. "Aska menarik baju dan mengangkat istrinya


"Yaang kamu suka main angkat aja.."Aqilla ngambek


"Aq gak mau kamu sakit, itu buat besok lagi sekarang tidur atau aq makan kamu dulu yaang? "Aska mengancam istrinya


"Gak bisa palang merah indonesia raya, kamu kan tau ini tanggal berapa? "Aqilla pada suaminya yang merebahkan dirinya


"Iya karna kamu minta terus dan aq juga cape ngurus semuanya yaang jadi mungkin gak jadi dan aq bocor.. he.. he.. "Aqilla tersenyum


"Hemm kamu senang yah yaaang..? "Aska mencubit hidung suaminya


"Tentu saja kan aq yang ngrasain sakit,dan kamu main enaknya aja.. "Aqilla membalas suaminya


"Yaang kalo bisa aq yang minta sakitmu agar kamu gak kesakitan karna aq juga gak tega liat kamu sakit.. "Aska mencium istrinya


"Tapi emang kodrat wanita gitu yaang, sakit saat melahirkan.. "Aqilla memeluk suaminya


"Yaang apa kamu pengin anak lagi kita udah punya empat anak..? "Aqilla pada suaminya


"Kalo kamu gak keberatan aq mau cewe atau cowo lagi anak darimu yaang bukti cinta kita yang nantinya akan menjaga kita dimasa tua"Aska mengusap lembut punggung istrinya


"Yaang nanti bebanmu akan bertabah, aq gak tega kamu mikul banyak beban karna biaya anak dari dalam perut sampai dia dewasa tanggung jawab orangtua yang tidak sedikit yaang.."Aqilla


"Anak akan bawa rejeki sendiri, aq juga mampu mencukupi dan anak-anak bukanlah beban tapi kebahagiaan buat kita dan penerus kita yaang.. "Aska menjelaskan


"Dan aq sangat bahagia bisa mendapat anak darimu yaang, perpaduan kita yang dari darah dagingku dan dirimu buah cinta kita yang sangat mirip dengan kita berdua.. "Aska memeluk istrinya erat

__ADS_1


"Kamu dengan empat atau lima anakpun akan masih muda tapi aq akan terluhat tua dan jelek dan pasti kamu akan merasa bosan benci dan ninggalin aq.. "Aqilla cemberut


"Yaang kok ngomongnya gitu? sampai kapanpun aq akan selau sayang cinta dan setia sama kamu,aq gak akan ninggalin kamu kita selamanya akan sama-sama sampai disurga yaang.. "Aska menatap istrinya


"Kamu jangan berfikir yang gak-gak yaang, anak-anak kita cantik dan tampan, mereka sangat mirip kamu"Aska pada istrinya yang ternyata udah tidur


"Yaang.. yaang.. hemm kamu tidur "Aska terseyum


"Aq akan selalu buat kamu bahagia dan menuruti semua kemauan kamu yaang I love u sayaang "Bisik Aska pada istrinya yang telah tertidur pulas dan memeluknya penuh sayaang.


Aska ikut tertidur pulas dengan memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang yang telah dari kecil dicintai ditunggu dan kini jadi istri dan melahirkan anak-anaknya yang bagi Aska adalah hidupnya.


Aska bangun lebih pagi,mencium kening istrinya yang masih tertidur pulas dan turun kebawah memasak menyiapkan makanan diatas meja makan untuk membahagian istrinya yang kecapean mengurus buah hati dan rumah mereka.


"Yaang kamu masak..? "Aqilla dan anak-anak turun bawah melihat suaminya menyajikan makanan


"Iya yaang kamu cobain masakanku.."Aska tersenyum


"Papah ini kesukaan Kaka sosis bakar kecap.."Evelin kegirangan


"Iya sayaang, dan ini telor dadar gulung buat dedek.. "Aska memberikan dipiring sikembar


"Yaang aq kira kamu bangun pagi olahraga seperti biasanya..? "Aqilla sambil menyantap makanan yang ia suka


"Gimana yaang enak gak..? "Aska mencium pipi istrinya


"He-em enak yaang sangat enak.. "Aqilla tersenyum


"Cumi saos tiram kesukaanmu yaang.. "Aska menambahkan dipiring istrinya


"Enak-enak yaang aq bisa gendut nanti yaang? "Aqilla menatap suaminya dengan senyum


"Gak pa2 makan yang banyak biar gak perlu pake busa yaang.."canda Aska tersenyum


"Gak mau gemuk yaang nantu jelek kan..?"Aqilla menggeleng


"Baik gemuk ataupun seperti ini kamu tetap cantik dan aq tetap sayang dan cinta sama kamu I love u? "Bisik Aska ditelinga istrinya


"I love u to yaang, makasih aq jadi gak masak hari ini.. he.. he"Aqilla tertawa kecil


"Yah yaang, kamu cape tiap hari jaga anak-anak dan ngurus rumah...maaf ya yaang aq gak pernah bantu kamu.. "Aska menyuapi istrinya


"Iya saayang kamu kan sibuk cari uang buat kita.. "Aqilla juga menyuapi suaminya.


"Kakak anak papah paling besar jangan main kemana-mana, dirumah aja bantu mamah beres-beres baju yah..? "Aska pada Evelin

__ADS_1


"Ok pah.. "Evelin dengan senyum.


__ADS_2