Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Kedewasaan pemikiran Evelin


__ADS_3

Setelah paska operasi dibagian kepala yang cukup serius Aska selalu mendampingi Aqilla yang belum sadar. Aska dengan setia merawat dan mendampingi istrinya yang sudah tiga hari terbaring tak sadarkan diri.


"Sayaang aq kangen sama canda tawamu, bangun sayaang sampai kapan kamu akan cuekin suamimu ini.. " Aska membelai lembut rambut istrinya dengan sedih


"Pah, mamah belum juga bangun..? "tanya kaka Evelin berkunjung


"Belum sayaang, kita doa bersama yah tetap kasih semangat buat mamahmu.. "Aska mencium kening kaka Evelin


"Mah, maafin kaka karna kaka mamah jadi kaya gini.. coba kaka nurut gak main setelah pulang sekolah dan langsung pulang gak bikin mamah khawatir dan kaya gini.. "Kaka Evelin memeluk mamahnya


"Jangan bicara seperti itu ka, akan buat mamahmu sedih.. lihatlah mamahmu meneteskan air mata dia mendengarmu.."Papah mertua Aqilla pak Akbar


"Kakek kapan mamah bangun, aq kangen.."Kaka Evelin nangis


"Secepatnya Ka mamahmu akan membukakan matanya untuk kita semua sayang.. "Pak Akbar memeluk cucunya


"Kaka pulang aja jagain adik-adik dirumah, biar papah yang jaga mamah.. adik-adik butuh kaka.. "Perintah Aska pada anaknya


"Ya pah.. "Kaka mengangguk berjalan dan mencium mamah Aqilla.


"Pulang sama kakek.."Pak Akbar menggandeng Kaka Evelin.


Pak Akbar dan Kaka Evelin berjalan keluar rumah sakit miliknya dan berjalan beriringan menuju rumah yang tak jauh dari rumah sakitnya yang sengaja bersebelahan dengan rumah pribadinya.


"Kakek apa kaka boleh tanya..? "Kaka yang sebenarnya penasaran dalam hatinya memikirkan orangtua kandungnya


"Boleh, tapi yang kakek gak berhak jawab kamu harus mengerti, kamu udah besar kakek hanya mengingatkan mamahmu tak bisa hidup tanpamu, segenap jiwa raganya hanya memikirkan kamu ka.. "Kakek yang paham akan cucunya akan bertanya apa


"Iya kaka tau, meski mamah bukan yang melahirkan kaka tapi mamah yang paling sayang dan berjasa buat kaka, kaka juga gak akan mungkin ninggalin mamah, kaka sayang sama mamah.. "Evelin meneteskan air matanya


"Kaka gak akan tanya lagi kek sampai mamah sendiri rela menceritakan sama kaka siapa orangtua kandung kaka, kaka juga gak akan maksa mamah, kaka gak mau buat mamah sedih lagi..bagiku mamah Aqilla dan papah Edo orangtua kandungku dan papah Aska adalah papah kaka selamanya.. "Kaka memeluk kakek Akbar

__ADS_1


"Kakek tau kamu anak yang berbakti dan kamu anak yang dewasa memahami masalah ini..biarkan mamahmu sadar sehat dan mampy menerima semuanya dan kakek yakin mamahmu akan dengan ikhlas menceritakan sama kamu sayang.. "Kakek Akbar menngusap lembut rambut Kaka Evelin


"Kek mungkin kaka dibuang itu jalan terbaik hingga aq ketemu mamah Terbaik dan keluarga terbaik yang sayang sama kaka.."Kaka yang merasa dirinya tak diingin orangtua kandung


"Tidak ada orangtua yang membuang anaknya ka, kamu gak boleh berfikiran seperti itu karna semua ada alasan dan ada hikmahnya, contohnya kamu anak kesayangan mamahmu.. "Kakek Akbar tak ingin Evelin berfikir negatif


"Apapun alasannya apa kaka gak boleh marah dan benci kek..? "tanya Evelin menatap kakek Akbar


"Gak sayaang, apapun alasannya itu yang terbaik buat kamu dan ada hikmah yang Terbaik untukmu, kalo kamu berada dengan orangtua kandung apa kamu akan kenal sama mamah, papah kakek dan adik-adik yang kamu sayangi..? dan apa kamu akan benci karna orangtua kandung kamu bisa bersama mamah Aqilla dan kami semua..?"tanya balik kakek Akbar


"Kaka sangat berterima kasih kek, kaka bisa sama mamah dan kalian semua, kaka gak akan benci apapun alasanya karna meraka kaka lahir dan bertemu mamah dan keluarga besar yang kaka sayang.. "Evelin menangis dalam pelukan kakek


"Ya ini baru cucu kakek karna menyimpan benci dan dendam itu gak baik dan akan jadi penyakit sendiri.. kamu akan jadi penerus kakek dan papah jadi dokter yang hebat seperti mamah dan papah Edo inginkan.."Kakek menasehati


"Iya kek, kaka akan semangat belajar dan jadi dokter mewujudkan cita-cita kaka dan mamah papah.. buat mereka bangga sama kaka"Evelin tersenyum kembali.


"Ayo kita masuk, adik-adik menunggu kamu sayang.. "Kakek membuka pintu dan Kaka mengangguk.


Pak Akbar masuk dan berjalan menghampiri istrinya yang sibuk memasak didapur dan Kaka Evelin menaiki tangga dan membuka pintu kamar adik-adiknya yang sedang duduk sedih merindukan mamahnya karna udah hampir seminggu dari rumah sakit umum dan dipindahkan kerumah sakit pribadi milik Pak Akbar.


"Kakak anterin dedek ketemu mamah, dedek mau sama mamah..? "rengek Alina nangis dan memeluk Evelin


"Mamah kan masih sakit dek, kita berdoa yah buat mamah biar cepet bangun sehat dan bersama kita lagi.. "Kata Evelin yang juga meneteskan air mata


"Kak emangnya mamah sakit apa, kok lama gak bangun-bangun, tidur terus..? "Tanya Aksa juga sedih


"Mamah perlu istirahat, jadi masa pemulihan mamah perlu tidur yang cukup dek, nanti kalo udah sehat mamah juga akan sama kita lagi, yang sabar yah dek.. "Evelin mengusap rambut Aksa


"Kenapa kita gak boleh jenguk mamah? kita kan gak akan ganggu kak..? "Aksa dengan pertanyaannya


"Gak boleh, anak kecil masuk rumah sakit..!"nenek Maria mamah Aska

__ADS_1


"Nenek tapi kami kangen sama mamah, kakak aja boleh masuk dan ketemu mamah kenapa kita gak, kita kan juga anak mamah nek..?"Aksa dengan pintar


"Daya tahan tubuh anak kecil belum cukup kuat dengan segala bakteri virus jahat yang bisa buat kalian sakit dan rumah sakit tempatnya orang sakit, nenek gak mau kalian sakit dan kakak Evelin udah besar udah cukup kuat menahan virus tapi kalian masih sangat kecil.. "nenek menjelaskan


"Nenek sebentar saja nek.. "rengek Alina


"Gak boleh, nenek udah siapkan makanan kita makan saja dan setelah makan siang kalian tidur istirahat sama kakak kalian.. "perintah nenek


"Kaka bawa adik-adikmu turun dan kita makan siang bareng.. "Minta nenek Maris


"Iya nek.. "Evelin menggandeng dua adiknya


"Dek kita makan dulu, nanti kakak temenin kalian main dan tidur siang.. "Mereka menurunu tangga


"Nenek gak adil.. "Aksa ngambek


"Udah dek jangan ngambek gitu, mudah-mudahan mamah hari ini sadar dan kita bisa bertemu secepatnya.. "Evelin sambil turun dengan adik-adiknya


"Amin ka.. "Alina dan Aksa serentak.


Mereka makan bersama dengan makanan kesukaan yang udah disiapkan nenek Maria. Dan Pak Akbar makan sambil menyuapi cucunya Alina karna dia gak makan sendiri.


"Udah besar makan masih disuapin.. "ejek Aksa pada adiknya Alina


"Biarin, dedek gak mau nanti tangannya bau amis yah kek.. "jawaban Alina


"Jangan berisik dimeja makan, nanti tersedak dek.. "Nenek Maria mengingatkan


"Kek handpone bergetar mungkin papah yang telfon.. "Evelin yang melihat handpone kakeknya dimeja menyala bergetar


"Iya ini papah kalian yang telfon, sebentar dek kakek angkat telfon papahmu dulu dedek makan disuapin nenek dulu.. "minta pak Akbar kakeknya

__ADS_1


"Sini Nenek yang suapin.. "nenek Maria mengambil alih.


Pak Akbar berjalan menjauh dari anak-anak karna gak mau mereka cemas karna mereka merindukan mamahnya.


__ADS_2