Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Kejutan


__ADS_3

Eva dan Evi pulang dengan keadaan hati dongkol dan memberitahu orangtuanya namun mereka tak percaya karna baginya dunia kerja cewe cowo dekat gak masalah belum tentu ada main.


"kalian datang ketoko menyelidiki kaka ipar kalian..?"tanya ayah mereka yang mendengar percakapan anak dan ibu


"ya dong yah..aq gak trima sampe mas Edo dimainin dan diporotin uangnya aja.."kata Eva


"kaka kalian percaya dan sayang sama Aqilla kalian gak usah cari masalah..Edo udah ngancam ibu dan ayah gak mau nikah kalo gak sama dia..kalian jangan bikin hubungan mereka kacau hanya pendapat kalian yang belum tentu benar.."ayahnya yang ingat ancaman Edo


"yah karna kita sayang sama mas Edo jadi kita lakuin ini.."kata Evi


"mungkin yang suka cowo itu sama kaka ipar kalian,dia cantik siapa yang gak suka sama mantu ibu.."kata ibunya


"udah masalah ini jangan dibahas..kalo keluara Aqilla dengar itu namanya menuduh curiga yang gak benar bikin emosi kaka kalian.."ayahnya dan pergi kekamar


Setelah seminggu akhirnya Edo pulang kerumahnya dengan membawa hadiah yang dibelinya untuk Aqilla dan lupa untuk adik2nya yang udah pulang juga menunggunya.


"mas Edo ini gaun dan baju2 buat kami kan..?"tanya Elifa yang buka2 tas kakanya yang baru saja pulang


"bukan itu punya Aqilla.."Edo duduk disofa setelah mandi dan disiapkan makan dan teh anget sama ibunya


"sebanyak ini cuma buat gadia kecil yang genit itu.."kata Evi yang membuat Edo gak suka dengan kata2nya


"mas biasanya aq dan adik2 kita dibeliin oleh..kenapa gak satupun..setelah mas Edo tunangan sama Aqilla..?"tanya Eva


"kalian pulang kapan..mana tau mas Edo kalian udah pulang duluan.."kata Edo yang benar gak tau


"ya kalo gak tau kita pulang di maklumi tapi Elifa dirumah aja gak dibeliin.."kata Evi cemberut cemburu karna menganggap Edo berubah karna Aqilla


"Fa bukanya kamu mintanya uang bukan baju..?"tanya Edo yang mengingatnya saat belum berangkat


"ya tapi kalo di kasih baju juga gak nolak."kata Elifa


"udah kalian jangan ribut,kaka kalian baru pulang lagi makan..kalian ribut aja.."bentak ibunya duduk disamping Edo


"ibu selalu belain gadis tengil itu yang jelas2 genit dan selingkuh dari mas Edo.."kata Evi yang mudah emosi dan bikin Edo melotot dan marah membanting piring yang dibikinnya dab masuk kamar membanting pintu kamarnya.


"udah ayah bilang jaga mulut kalian,bikin kaka kalian emosi..kalian gak kasian kaka kalian baru pulang belum istirahat"bentak ayahnya dan membuat mereka diam dan kembali kekamar mereka masing2.


Ibu merasa kecewa dengan ketiga putri hanya cemburu gak dibeliin baju bikin marah kakanya. Ibunya membereskan pecahan piring dan sisa makanan yang dilempar Edo dan setelah itu masuk kekamar Edo yang memejamkan matanya karna kepalanya pusing habis perjalanan jauh dan cape.

__ADS_1


"Do ibu masuk ya..?"ibunya yang masuk dan duduk disamping anaknya yang rebahan


"bu sebenarnya ada apa..?"tanya Edo sedih menahan rasa sakit hatinya yang bertanya2 apa itu benar dan tidaknya


"Calon istrimu sekarang kerja diToko xx, Elifa liat Aqilla makan sama cowo dan Eva Evi datang ketoko ngecek Aqilla dan didekati cowo..mungkin hanya teman Do..mereka kerja diToko besar dengan karyawan banyak pastilah cewe cowo saling dekat karna rekan kerja tapi adik2mu salah paham asal menebak2 karna gak mau kamu sakit hati,kamu jangan ambil hati kata2 adik2mu..karna mereka kurang setuju kamu sama Aqilla.."ibunya menjelaskan


"mereka gak setuju kenapa..?"tanga Edo bangkit dari tidur dan duduk disebelah ibunya


"umur Do..mereka malu punya adik ipar masih sangat muda umurnya jauh dari mereka.."kata ibunya


"yang menjalani Edo bu,Edo gak permasalahkan umur..Edo sayang sama Aqilla dan percaya sama dia..mungkin dia masih kecil tapi gak mungkin nyakitin Edo..Edo gak peduli pendapat adik2 bu..karna Edo gak bisa kalo gak sama Aqilla"Edo menahan emosi dengan kata2 adik2nya


"ya ayah juga gak percaya kata2 adik2mu Do..karna dunia kerja wajar pria dan wanita deket..itu hanya kecurigaan mereka yang belum tentu benar."kata ayahnya yang masuk kedalam kamar anaknya dengan membawa teh yang belum diminum Edo


"apa keluarga Aqilla dengar kalo adik2 Edo curiga..?"tanya Edo takut ada perubahan pada keluarga Aqilla karna kecurigaan adik2nya


"ayah udah mengingatkan mereka untuk diam..jadi kamu gak usah khawatir,kamu istirahat dulu tidur..baru nanti sore kamu temui calon istrimu.."kata ayahnya keluar dari kamar anaknya


"bu ada obat..kepalaku sakit.."Edo memegangi kepalanya yang sering merasa senut2 dibagian belakang kepalanya


"ini ibu bawa obat,dari pulang kamu memegangi kepala terus.."kata ibunya yang paham dengan sikap anaknya


Obat yang diminum Edo ada efek yang bikin ngantuk dan dia tertidur sampai sore.Dan ketika bangun udah jam 5sore.


"Aqilla lagi apa sekarang..masuk sift apa aq gak tau..apa aq hubungi dia..tapi gak kejutan..aq cek statusnya..sapa tau bikin status.."Edo lirih dikamarnya sendiri


"benar sicantik masih di Toko ternyata.."Edo tersenyum melihat senyum manis Aqilla yang belum lama pasang status diToko.


"mas..bagi uang dong.."Elifa masuk kamar Edo


"nanti ikut mas aja..ajak Eva sama Evi juga..kalian pilih baju yanga kalian suka.."kata Edo habis mandi dan pakai kaosnya


"asyik.."Elifa keluar kamar Edo


"mba Eva mba Evi cepet2 siap2,mas Edo mau ajak kita belanja.."


Mereka dengan dua motor ke Toko dimana Aqilla kerja. Edo sengaja datang ke Toko untuk memberi kejutan pada Aqilla.


"mas kita belanja atau mas Edo kangen sama Aqilla..?"tanya Elifa,Edo tersenyum

__ADS_1


"Mba fa..kaka ipar kalian,jangan bikin ulah atau mas Edo gak bayarin belanjaan kalian.."kata Edo mengancam mereka


"ya mba kecil.."kata Eva


"gak pa2 yang penting kita belanja..sekalian nunjukin sama mas Edo keluakuan calon istri kecilnya.."kata Evi yang emosinya kadang gak terkontrol


"kalian diam aja ikutin mas Edo..dimana Vi mba kalian kerja..?"tanya Edo dengan mengingatkan mereka


"tu mas lagi berdiri.."kata Eva menunjuk ke stand Aqilla yang sendang membersihkan kaca standnya


Edo dan ke tiga adiknya berjalan menghampiri Aqilla yang mengenakan kemeja pendek indentitas dari standnya dan rok hitam pendek diatas lutut dan Edo melihatnya mengerutkan dahi karna terlihat paha putih mulus Aqilla yang merasa tak rela dilihat oleh orang lain.Mereka menghampiri Aqilla tanpa suara dan berdiri dibelakang Aqilla yang masih membersihkan kaca.


"mba beli dompetnya yang hitam.."bisik Edo ditelinga Aqilla bikin dia merinding dan menoleh kearah suara


"mas Edo.."teriak Aqilla dan sadar lalu menutup mulutnya dengan tangan dan diliknya lengan Edo dipegangi dua cewe dikanan dan dikiri


"yah apa kabar..?"tanya Edo dengan mencubit hidung mancung Aqilla tapi dia fokus melihat Eva dan Evi yang bermanja di lengan Edo


"yaang kok gak jawab.."tanya Edo lagi dan dia sadar Aqilla gak senang dengan Eva dan Evi yang bermanja dilengannya


"ini Eva adik mas yang kedua dan ini Evi adik mas ketiga..La.."kata Edo mengenalkan Adiknya dan Aqilla senyum


"mba2 ini yang waktu itu kesini dan tanya2 sama aq kan?"tanya Aqilla sama Eva dan Evi


"bukan mba sayang..tapi de..mereka adik ipar kamu.."Edo mencubit hidung Aqilla lagi


"La..kita makan yuk..udah jam istirahat.."Fadli menarik tangan Aqilla


"mas itu cowo yang merangkul dan makan sama mba Aqilla.."bisik Elifa


"lepasin calon istriku mas.."Edo gak suka dan melepas tangan Fadli ditangan Aqilla


"kenalin Dli..dia mas Edo tunangan aq.."Aqilla menengaih mereka


"oh dia tunangan kamu..yang kamu sering ceritain.."kata Fadli menahan rasa sakitnya karna selain cintanya ditolak kemari sekarang bertemu tunangan Aqilla


"aq Fadli mas teman kerja satu lantai Aqilla.."Fadli memperkenalkan diri dengan senyum paksa dan menghapus salah paham adik2nya


"Edo,ini Eva Evi dan Elifa adik2ku.."Edo juga memperkenalkan diri dan adik2nya

__ADS_1


"sayaang istirahat kan..?ayo makan sama mas Edo.."minta Edo dan Aqilla mengangguk


__ADS_2