Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Aqilla lemah


__ADS_3

Aqilla tak bisa bergerak bebas karna keadaanya yang lemah dikehamilan keduanya bahkan dia gak bisa bantu mamah mertuanya masak dan mengurus suami dan ketiga anaknya. Dia hanya terbaring lemah diranjang untuk keluar dia dipapah suami atau kedua mertuanya.


"Kenapa dikehamilankun ini sangat beda dengan pertama mah, aq bahkan tidak bisa mnegurus diriku sendiri dan menyusahkan mamah dan Aska.. "Aqilla sedih


"Ya tiap kehamilan pertama kedua pasti beda sayang, karna bawaan bayi beda-beda.."mamahnya bantu mengompres Aqilla karna biasanya Aska tapi sedang lembur karna ada operasi dadagkan


"Kehamilanmu udah masuk enam bulan dan tiga bulan lagi kamu lahiran jadi yang sabar yah.. "mamahnya masih telaten rawat Aqilla dibanti suster yang kerja dirumah sakit papah Aska yang sekarang Papah Akbar dan Aska yang turun tangan sendiri membangun dan banyak dokter yang ikut gabung juga seperti Rendi teman baik Aska.


"Suami kamu bentar lagi juga datang kamu udah bersih dan wangi, apa sekarang mau makan..? "Mamah sangat perhatian sama Aqilla


"Gak mah, aq gak lapar.. "Aqilla mengegelengkan kepalanya


"Gak lapar tapi demi anak kita sayaang kamu tetap harus makan meski hanya beberapa suap.. "Aska yang datang udah bersih karna mandi dikamar sebelah karna bau darah habis operasi akan buat Aqilla pingsan.


"Yaang udah selasai operasinya..? "Aqilla meraih tangan suaminya yang datang


"Mamah ambil makanan dulu buat kamu sayaang.. "mamah yang udah masak sop kesukaan Aqilla


"Sus kamu kembal kerja biar aq yang jaga istriku.. "Aska gak nyaman dikamar ada orang lain


"Iya pak.. "Suster itu keluar.


Aqilla menatap suaminya sedih dan meneteskan air matanya karna dia gak bisa melayani suaminya dengan baik layaknya istri yang menyambut suaminya pulang kerja membawakan tas dan menyiapkan makanan untuk suaminya dan membantu pekerjaan rumah tangga dan mengurus ketiga anaknya.


"Sayaang kok sedih nangis gini sih..? "Aska menghapus airmata istrinya dan menyandarkan Aqilla didada Aska


"Maaf sayang aq gak bisa mengurusmu dan buat beban kamu, aq gak bisa apa2 untuk mengurus diriku saja aq gak bisa.. "Aqilla menangis


"Sayaang jangan bilang begitu, saat ini kamu sedang hamil, dan aq mengerti yaang.. "Aska memeluk Aqilla sayang


"Tapi aq berdosa yaang, aq bahkan gak bisa melayani kamu lahir dan bathinmu.. "Aqilla menatap suaminya penuh air mata


"Gak pa2 kamu bisa melayaniku setelah lahiran dan jangn ngeluh nanti yah..? "Aska mencubit hidung suaminya


"Sayang aq sangat sayaang sama kamu, kamu kaya gini juga aq yang buat kamu hamil anak kita dan anak kita tumbuh sehat diperutmu dan kamu baik-baik saja aq udah senang yaang.. "Aska mencium kening istrinya


"Ka ini kamu suapin istrimu, mamah masak sop kesukaan kamu sayang.. "mamah duduk disamping kaki Aqilla


"Makasih ya mah, maaf Aqilla pindah kesini malah merepotkan mamah dan papah.. "Aqilla sedih


"Udah jangan ngomong gitu lagi, ini kan cucu mamah.. kamu makan aja yang banyak mamah mau bantu anak-anak kalian mandi ini udah sore.. "Mamah mengusap lembut tangan Aqilla


"Buka sayang makan dulu..? "Aska menyuapi istrinya.


Aska menyuapi istrinya tiga suap dan Aqilla udah kenyang dan gak mau lagi, jika dipaksa akan makin mual dan keluar isi perutnya dan Aska mengerti.


"Ya udah minum dulu yah yaang. ?"Aska membantu istrinya minum


"Sayang apa kamu mau keluar bersama anak-anak kita diruang keluarga mereka sedang main..? "Aska yang tau Aqilla bosan


"Iya yaang bawa aq keluar.. "Aqilla mengalungkan tangannya dileher suaminya dan Aska mengangkatnya.

__ADS_1


Aska membawa istrinya keruang keluarga dimana ada anak-anak sedang bermain dan bersenda gurau dengan nenek dan kakeknya.Tertawa renyah memenuhi ruangan karna meraka suka sekali menggoda Aksa cucu laki-laki yang mukanya sangat mirip dengan Aska dan kedua pipinya gembul karna berat badanya makin bertambah.


"Kakak Aksa bentar lagi gak bisa lari nek, disekolah aja disuruh lari paling akhir sampainya, duluan Alina.. "ejek Alina yang satu sekolah di Taman kanak-kanak


"Apa benar itu dek.. "tanya kakak Evelin tertawa dan nenek kakeknya juga tertawa


"Kata siapa, aq hanya malas aja lari..cape"Aksa menutupi


"Ramai sekali sayaang,.."Aska menurunkan istrinya disofa dan bersandar pada bantal


"Ini mah kata dedek Alina, dedek Aksa gak bisq lari karna kegemukan.. "Kakak Evelin tertawa lagi buat Aksa kesal


"Mah, kakak sama dedek sukanya ejek Aksa mah.. "Aksa memeluk Aqilla


"Makanya kamu jangan makan terus, dikurangi coklat dan escreamnya..ini perut sama kaya mamah yang ada dedek kecil kamu.. "Aqilla menggoda Aksa dan buat mereka tertawa lagi


"Mamah sama aja.. "Aksa ngambek


"Kalo pagi ikut papah olahraga, biar badannya bagus gak gendut gini mau ga.. kalo mau papah bangunin kalo pagi? "Aska yang ikut tertawa dan mencubit pipi gembul Aksa putranya


"Iya pah ikut biar gak diejek sama kakak lagi.."Aksa melotot pada Evelin


"Takut sigembul marah.."goda Evelin


"Kakak kamu gimana sekolahnya, papah ga ngecek kamu yah kamu diam-diam aja gak ngomong.."Aska yang selalu menemai anak-anak belajar karna dia suka membaca


"He.. he.. maaf pah, semua baik kok pah hanya bahasa ingris aja kakak belum bisa"Evelin cengingisan


"Ka apa kamu udah telfon Alfa, dia bilang ingin kesini kangen sama sodaranya.. ?"papah pada Aska, Alfa anak pertama Aska dengan mantan istrinya Lia yang saat ini tinggal dijogya sam Lia


"Kakak adikmu telfon kamu apa? kok mamah gak dikasih tau kalo adikmu Alfa telfon,mamah kan kangen.."Aqilla rindu suara Alfa


"Iya mah tadi siang dedek telfon bilang kangen sama kita ingin tinggal sama kita mah, dedek juga sedih dengar mamah sakit.."Evelin yang sering berkomunikasi dengan Alfa karna umur mereka beda satu tahun


"Sayang kamu telfon dedek Alfa,mamah mau ngomong sama dia.. "Minta Aqilla pada Evelin


" Yah mah.. "Evelin meraih HPnya.


Evelin menghubingi Alfa dan yang mengangkat adalah bundanya Lia mantan istri Aska karna Alfa sedang mengerjakan tugas rumah dari bu guru.


"Bunda apa kabar..? "tanya Evelin melihat bunda Lia dilayar Hpnya


"Baik sayang,kamu dan keluarga gimana?"tanyanya balik


"Sehat bun, mamah aja yang sering sakit karna ada dedeknya.. "Evelin jujur


"Kakak sini berikan sama mamah Hpnya..?"minta Aqilla yang bersandar dibantar sofa dekat suaminya


"Mba apa kabar..? "tanya Aqilla penuh senyum


"Baik adiku, kamu kenapa kok kurus pucat gitu, apa suamimu gak peduli padamu sama seperti dulu mengabaikanku.. "canda Lia tersenyum karna dia melihat Aska disamping Aqilla

__ADS_1


"Kehamilanku sekarang yang buat aq kaya gini mba ulah Aska juga.. "Aqilla ikut menggoda suaminya


"Kok aq yaang..?"Aska terjebak dengan canda mereka dan mereka terawa


"Iya de memang bawaan bayi beda-beda kamu yang sabar, kan gak lama lagi kamu lahiran.. "Lia menasehati Aqilla


"Mba aq kangen sama Alfa lagi apa dan giman dia mba..? "tanya Aqilla


"Ini Alfa, lagi ngerjain PR dan makin nakal dan gak nurut.. "Lia mencium anak laki-lakinya


"Halo mamah cantik, Alfa mau tinggal sama mamah, Alfa kengen sama kakak dan dedeg mah.. jemput Alfa.. "rengek Alfa menyayat hati Aqilla yang sensitif dan meneteskan air matanya


"Sayang mamah juga kangen, mamah ingin sekali jemput kamu tapi keadaan mamah kaya gini, nanti kalo dedek kecil kamu lahir mamah mau tabok dia yang bikin mamah gak bisa jemput kamu.. ?"Aqilla menangis


"Dedek dijemput papah yah atau kamu diantar ayahmu kesini..Dedek udah libur kan? "Aqilla yang dihapus airmatanya sama suaminya


"Belum libur mah, gak boleh sama ayah disuruh sekolah dulu.. "Alfa sedih


"Masih sekolah ya gak boleh sayaang, nanti nunggi libur yah, mamah minta papah jemput dedek, dedek jangan sedih.. "kata Aqilla


"Yang sedih kan mamah, mamah juga nangis.. "jawaban Alfa buat Aqilla tertawa


"Mamahmu cengeng Fa dikit-dikit nangis kaya dedek Alina.. "Aska pada Alfa


"Alina gak cengeng kan cuma hujan pah.."Alina yang ngikuti Evelin dan buat mereka tertawa


"Sayang mana ada nangis karna hujan.. "nenek Maria tertwa


"IYa dasar cengeng kalo gak aq sering dinakali teman kek,.."Aksa yang duduk disamping kakeknya dan bersandar sambil main Hpnya


"Kamu kan kakak ya harus jaga adiknya sayang.. "kakek memeluk Aksa


"Iya dasar gembul.."Evelin


"Tuh kan mah ramai, Alfa juga mau main sama kakak dan dedek mah.. minta papah jangan lama-lama jemput Alfa.. "Alfa merengek sedih


"Iya kalo libur hubungi mamah atau kakakmu yah, nanti mamah yang minta papah jemput kamu sayang.. "Aqilla janji


"Yah mah, udah dulu yah Alfa mau ngerjain PR nanti kalo ketiduran bunda marah.. "Alfa melirik bundanya


"Iya sayaang matikan Hpnya, kamu hati2 dan jangan nakal yah nurut sama bunda dan ayah"minta Aqilla


"Iya mah, Alfa sayang sama kalian semua"Alfa memutup telfonya.


"Dasar cengeng, ngomong sama anak aja nangis.. "Aska menghapus lagi airmatanya


"Aq bukan kamu yang hatinya bagai batu"Cela Aqilla pada suaminya


"Yah karna kamu yang buat hatiku jadi batu, kamu yang gak bisa buat aq membagi..khusus hati ini buat kamu jadi beku dan batu buat orang lain.. "Balas Aska buat Aqilla malu karna didepan orangtuanya


"Udah malam kita tidur, anak-anak kalian beresin mainannya dan tidur besok sekolah lagi kan..? "Aska mengangkat istrinya.

__ADS_1


"Iya pah.. "jawab anak-anak.


__ADS_2