Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Kerinduan Aska


__ADS_3

Karna keributan dimeja makan, Aqilla masuk kamar dengan hati kesal karna sikap Aska suaminya yang terlalu keras ada anaknya dan Aska paham kemarahan istrinya dan menyusulnya kekamar untuk berdamai dn merayu istrinya.


"Sayaang kamu marah sama aq..? "Tanya Aska mendekati istrinya yang sedang duduk dan menonton Tv


"Yaang jangan gitu dong, kita baru kumpul gini masa marah yaang.. "Aska merayu dan memeluk istrinya


"Yaang jawab dong jangan cuekin aq gini, maaf yaang buat kamu marah.. "Aska yang gak tahan dicuekin istri


"Yaang kamu kan udah janji mau.."Aska mengingatkan janji istrinya


"Itu waktu dirumah sakit saat aq gak kesal sama kamu, tapi saat ini kamu bikin aq kesal dan aq gak mau melayani kamu.. sana kamu cari wanita lain, aq gak peduli.. "Aqilla melepas pelukan suaminya dan tiduran diranjang sambil main Hp


"Yaang jangan gitu dong, ngambek? maaf yaang...iya aq yang salah.. "Aska meminta maaf meski dia gak salah


"Yaaang gak tahan.. "Aska mendekat dan memeluk istrinya dab menciumi leher dan bahu istrinya


"Minggir ah yaang, sana ih jauh-jauh.. "Aqilla masih menolak


"Gak mau yaang ini pegang udah gak tahan.."Aska meraih tangan istrinya dan menaruhnya dipusakanya


"Lepas yaang.. "Aqilla berusaha melepas tangannya


"Kamu gak kasian yaang, sama suamimu sekeja itu..hanya kamu yang bisa nenangin ini? "Aska dengan muka yang penuh hasrat dan memelas


"Kamu sendiri yang buat ulah dan buat aq marah.. "Aqilla semakin gak tega


"Iya maaf yaang.. "Aska meraih bibir istrinya dan meraba tubuh istrinya


"Aaaakh yaang.. "Aqilla gak tahan dengan rayuan suaminya dan bergairah


"Udah gak tahan yaaang.. hemm"Aska melepas semua bajunya sendiri dan istrinya


"Jangan lama-lama yaang.."Aqilla pasrah dan membuat Aska tersenyum bahagia


"Hemm yaang I love u.. "Aska ******* bibir istrinya dan memainkan bagian sensitif istrinya

__ADS_1


"Aaahk yaang udah cukup gak kuat lagi.. aaakh yaang jangan siksa aq gini yaang, masukin.. "Aqilla gak kuat lagi pemanasan yang dibuat Aska memainkan V nya


"Aaakhh yaaang hemm.. "Aqilla medesah dan meremas selimut saat Aska menekannya masuk makin dalam dan menggoyangnya.


Aska mencurahkan segala kerinduannya pada istrinya karna hampir satu minggu lebih mereka tak bercinta menyatukan tubuhnya dan menahannya. Aqilla pun sama dengan kerinduanya pada suaminya dan mereka beradu hingga memaikan beberapa ronde hingga lelah dan tertidur pulas.


"Udah cukup yaang, ini udah ketiga kalinya yaang aq udah gak kuat lagi.. aq cape yaang"Aqilla udah tepar


"Yah yaaang sedikit lagi tahan mau keluar.."Aska masih memainkan pusakanya


"Yaang.. aaaakh eeemm.."Aska mengeluarkan cairan cintanya


"Sayaang..."Aska mencium bibir istrinya


"Mau tidur yaaang cape.. "Aqilla yang gak kuat lagi dan memejamkan matanya


"Yaang dibersihin dulu ini.. "Aska membersihkan V istrinya dengan tisu karna Aqilla udah terlelap tidur


"Sayaang kamu menggemaskan.. "Aska merebahkan tubuhnya dan memeluk istrinya setelah membersihkan area V istrinya dan pusakanya dan mereka tertidur lelap.


"Siapa pah..? "tanya istrinya mendekati suaminya yang baru saja membuka pintu dn terkejut dengan tamu yang datang


"Kalian..?kenapa gak bilang mau datang jadi kami bisa jempur kalian..? "pak Akbar senang dengan kedatangan Nisa, Billy dan kedua anaknya meski dalam hatinya sedikit cemas dengan menantunya menghadapi Nisa dan Billy yang merupakan orangtua kandung Evelin


"Ya om maaf dadagkan juga karna Nisa merengek terus minta kesini setelah dengar dari istrinya mas Rendy kalo mba Aqilla kecelakan dan hilang ingatan.. "Billy menceritakan kekhawatiran istrinya


"Yah masuklah kalian pasti cape kan.. "Maria istri pak Akbar dengan canggung mempersilahkn masuk.


Mamah Maria berjalan cepat dan menghampiri ketiga cucunya dan mendekati kakak Evelin untuk segera pergi kekamar untuk tidur dan membawa kedua adiknya karna dia juga belum siap kakak bertemu Nisa dan Billy setelah rahasia terungkap bahwa Evelin bukan anak kandung Aqilla.


"Sayaang kamu masuk kekamar dan bawa adik-adikmu untuk tidur dan jangan keluar kamar sebelum nenek datang kekamar.."Minta nenek Maria


"Ada apa sih nek, kok gugup gitu..? emang siapa yang datang..? "tanya kakak Evelin


"Udah nurut sama nenek dan jangan banyak tanya..kakak tidur atau nenek akan bilang sama kakek kamu agar gak ngasih uang jajan sama kalian.. "Acaman nenek Maria

__ADS_1


"Jangan dong nenekku yang cantik, kami akan keatas dan tidur.. "Kakak gak mau kehilangan uang jajan


"Ayo dek kita tidur.. kakak udah ngantuk dan kalian juga kan..? "Kakak Evelin pada dua adiknya


"Yah kak.. "sikembar


"Ingat ka yang tadi nenek bilang, jangan turun sebelum nenek yang datang kekamar.. "kata nenek Maria mengulang


"Iya nek siap.. "kakak tersenyum dan menggandeng Alina naik tangga kekamar dan Aksa ngikuti dibelakang.


"Mah bikinin minum.. "Teriak pak Akbar


"Yah pah.. "Istrinya dengan hati cemas dan gugup.


Baru saja selesai masalah satu dan baru saja sembuh dan ingat datang lagi masalah baru, pikirnya mamah Maria menghela nafas dan dikagetkan oleh suaminya yang datang mendekatinya karna lama dalam membuat minum.


"Mah lama sekali kasian mereka haus.."Pak Akbar mengagetkan istrinya


"Papah ini mengagetkan mamah aja.."istrinya menuangkan air dalam gelas


"Anak-anak udah tidur mah..? "suaminya melihat ruang tamu anak-anak tadi berada


"Mamah suruh mereka keatas untuk tidur.."Kata istrinya cemas


"Bukan itu alesan sebenarnya kan mah..? "Pak Akbar melihat kecemasn dan kekhawatiran istrinya


"Pah, anak kita baru saja menghadapi masalah dan sama Bella juga belum selesai dan anak perempuan kita juga baru saja pulang dari rumah sakit dan baru saja bisa mengingat kembali dan ini apa lagi pah, aq gak tega melihat anak perempuanku menderita.. "Mamah Maria menangis dibahu suaminya


"Tapi mau tidak mau kita harus hadapi kan mah ?dan cepat atau lambat hal ini juga akan terjadi.. "Pak Akbar yang sebenarnya juga sama khawatirnya


"Tapi tidak untuk saat ini, papah tau reaksi anak perempuan kita saat dengar Kakak cucu kita mau kabur dan Aqilla mau bunuh diri kan pah.. "Istrinya mengingat kejadian Aqilla belum bisa terima


"Yah papah ingat dan gak akan bisa lupa tapi kita hadapi bersama mah, dan aq akan minta pengertian mereka.. "Pak Akbar menenangkan istrinya


"Mamah panggil Aska aja, biar papah yang bawa minumnya keluar dan mamah ingat jangan sampai Aqilla tau karna dia pasti udah tidur.. "Pak Akbar membawa minum untuk Nisa dan Bily.

__ADS_1


__ADS_2