Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Kesedihan Aqilla


__ADS_3

Aska, Aqilla, Evelin dan Alfa tinggal bersama dirumah Aska. Aqilla selalu mendekati Alfa dan mendekatkan Efelin ada Alfa.Karna Alfa laki2 jadi dia lebih diam tapi masih belum bisa menerima Evelin yang sangat dekat dengan Aska,karna dia selalu bermanja pada Aska.


"Dedek sini makan dulu..sama kakak mamah udah goreng sosis yang digulung pake telor..enak banget..apa mau mamah suapin..?"Aqilla ada kedua anaknya dan Aska tersenyum melihatnya


"Mau mah.."Evelin senang dengan mamahnya


"Alfa mau kan..apa mau mamah suapin..?"tanya nya lagi mengulang


"Gak mau.."Alfa menolak dan membuang sosis gulung telornya membuat Aska kesal


"Alfa minta maaf sama mamah..!"Aska keras buat Alfa nangis


"Jangan begitu kamu buat Alfa takut nangis..dia masih kecil masih belum bisa menerimaku dan Evelin karna baru bertemu..butuh waktu buat dia.."Aqilla berlari menghampiri Alfa yang menangis dikamar


"Alfa maafin mamah ya..Alfa gak suka sosis gulung..minta buatin mamah apa..mamah buatin..?"Tanya Aqilla sabar dan dilihat Aska dan Evelin yang berdiri didepan pintu


"Atau Alfa mau nasi goreng..?"tanya Aqilla lagi dan Alfa mengangguk.


"Oh Alfa mau nasi goreng..sini mamah akan buatin..kita kedapur yah.."Aqilla menggendong Alfa dan membawa kedapur melewati Aska dan Evelin.


Aqilla memasak nasi goreng kecap manis untuk Alfa dan ceplok telor dadar diatasnya dan menaruh diatas meja depan Alfa yang masih diam cemberut karna dimarahin papahnya.


"Sayang kok gak dimakan..atau mau disuapin..?"tanya Aqilla,Alfa masih diam


"Mamah suapin yah..buka mulutnya sayaang.."Alfa membuka mulutnya dan mau makan membuat Aska dan Efelin tersenyum


"Papah dedek mau makan..udah gak marah lagi.."kata Evelin tersenyum dalam gandengan Aska


"Ya sayaang..kakak Evelin sabar sama seperti mamah yah,nanti juga dedek mau main sama kakak Evelin.."kata Aska dan Evelin mengangguk.


Evelin selalu mendekati Alfa dalam tiga hari ini namun selalu mendapat penolakan dari Alfa yang masih cemburi karna kedekatan Evelin dan Aska. Dia hanya mau menerima Aqilla tapi tak mau memanggilnya mamahnya karna dia jarang bicara.


"Dedek main sama kakak yah..aq pinjamin mainan boneka mau..?"tanya Evelin mendekati Aqilla yang masih diam


"Gak mau sana kamu pergi dari kamar Alfa..!"bentak Alfa mendorong Efelin


"Dedek gak boleh gitu sama kakakmu..dia kan bermaksud baik ngajak kamu main..jangan dorong kakakmu lagi.."Aska mendengar Evelin nangis sedankan Aqilla didapur

__ADS_1


"Main bareng..papah gak mau dengar kamu marah2 sama kakak dan dorong kakak..minta maaf.."Minta Aska pada anaknya


"Maaf Kak.."kata Alfa sambil nangis pada Evelin karna takut pada papahnya


"Iya kakak maafin.."balas Evelin dan Aska meninggalkan mereka dan masuk kamarnya lagi mengerjakan tugas


"Dedek main yah.."pinta Evelin


"Gak mau...kamu bukan anak papah..papah Aska papahku bukan papah kamu.."kata Alfa keras marah dan berjalan keluar menuruni tangga


"Papah Edo papah Evelin.."bantah Evelin yang menganggap Aska adalah Edo dan mengikuti Alfa


"Bukan Edo..itu papah Aska papah Alfa.."Alfa mendorong Evelin dari tangga dan Evelin teriak jatuh dari tangga dan berdarah


"Alfa..!"teriak Aska melihat Evelin sudah jatuh dilantai bawah jatuh dari tangga dengan darah dikepalanya dan berlari


"Evelin..Evelin.."Aqilla teriak nangis histeris karna melihatnya anaknya jatuh dan merangkulnya


"Kita bawa kerumah sakit..bibi jagain Alfa.."Aska berlari menggedong Evelin dan masuk dalam mobil diikuti Aqilla masuk dan memangku dan menagis dengan menyebut nama Evelin yang berdarah


"Evelin..Evelin bangun..kamu harus kuat..mamah gak bisa hidup tanpa kamu sayaang..."Aqilla seakan lupa dengan darah yang menempel ada dirinya dan anaknya yang gak sadar


"Tenanglah La..aq dan dokter lain berusaha menolong anakmu..darahku sama dengan darah Evelin.."Aska menenangkan Aqilla


"Bagaiman aq bisa tenang anakku sedang berjuang untuk hidupnya.."Aqilla menangis dan menghempaskan tangan Aska


"Sayang jangan begini..aq minta maaf..aq yakin Evelin akan baik2 aja..aq masuk dulu bantu dokter oprasi Evelin..kita berdoa bersama untuk Evelin.."Aska masih berusaha mendekati Aqilla namun dia gak mau


"Ren jaga Aqilla aq mau masuk dulu.."pinta Aska masuk dalam ruang oprasi


"Evelin..Evelin.."Aqilla menangis dan terasa bau darahnya kecium hidung setelah Evekin tak lagi dipangkuannya dan pingsan.


"Aqilla..La.."Rendi memanggil suster dan mengangkat Aqilla merebahkan diranjang dengan perawatan suster.


Rendy menghubungi Sinta pacarnya dan minta Sinta datang kerumah Aqilla dan mengabari semua orang.Tak lama Sinta ditemani Rida datang kerumah orangtua Aqilla.


"Bu pak..Evelin jatuh dari tangga dan sekarang sedang dioprasi..ibu dan bapak sebaiknya kesana.."Sinta mengabari Orangtua Aqilla dan mereka menangis

__ADS_1


"Pak pram dan ibu..ikutlah dengan kami..kita kejogya bersama..dan kami sudah mengabari orang tua Edo mereka sudah siap.."tak lama orang tua Aska datang karna Aska sudaha menceritakan ada orangtua untuk mengabari mereka


"Cucuku..Evelin.."ibu Ana nangis dan pingsan


"Bu sabar bu..kita akan kesana..cepatlah sadar.."suaminya membangunkan istrinya


"Sini pak saya bantu saya dokter.."Pak Akbar mengerakan tangan ibu Aqilla dan menekan dada atas bu Ana dan bu Maria memberikan bau minyak kayu putih dan sadar dan menangis.


"De bagaimana keadaan cucuku..?"tanya ayah Edo pada pak Akbar dan ibu Edo juga menangis


"Sabat mas..Evelin sedang dioprasi..sebaiknya kita kesana karna saya juga akan mengecek keadaannya"kata pak Akbar


Mereka bergegas berangkat kerumah sakit dimana Evelin dirawat dengan satu mobik pak Akbar papahnya Aska dan karna perjalanan jauh butuk waktu 5 jam, dan dua kali istrirahat sholat bersama mendoakan Evelin.


Dirumah sakit operasi berhasil dan Efelin dipidahkan, Aska dan dokter lain temannya keluar dari ruang oprasi. Aska melihat keseliling tak melihat keberadaan Aqilla dan Rendy.


"Ren dimana Aqilla..?"tanya Aska khawatir


"Diruang xx pingsan cepatlah kesini.."Rendy menjawabnya ikut cemas dengan mereka


"Ren..Aqilla sayang..bangun sayang.."Aska memanggil2 Aqilla


"Gimana oprasi Evelin Ka..dia masih sangat kecil..semoga dia kuat.."tanya Rendy sedih dan cemas karna Evelin juga sangat dekat dengannya


"Oprasinya berhasil..bantu doanya Ren.."Minta Aska masih membangunkan Aqilla


"Sayaang..bangun.."Aqilla sadar dan menangis memanggil anaknya


"Evelin..anakku..Evelin.."Aqilla nangis lagi


"Ayo sayang kita temui Evelin..opeasinya berhasil..dia belum sadar..kita doakan dia cepat sadar.."Aska memapah Aqilla yang lemas berjalan keruangan Evelin gadis kecil yang terkulai lemas pucat dan kepalanya diperban matanya tertutup dan tak bicara karna belum sadar.


"Sayaang..ini mamah...cepat lah sadar jangan buat mamah sedih dan khawatir...maafin mamah gak bisa jaga kamu sampe kamu jatuh..sayaang bangun.."Aqilla masih menangis dan mencium tangan mungil Evelin.


"Sayang makan dulu..dari tadi pagi kamu belum makan..aq suapin yah.."Aska mau menyuapi Aqilla namun dia menghempaskan sendoknya dan tau menjawab ataupun bicara sama Aska setelah kejadian jatuhnya Evelin.


"Sayaang tolong kamu jangan seperti ini..aq juga sangat sedih dan hancur liat Evelin seperti ini..aq minta maaf karna anakku yang buat anakmu seperti ini..tolong sayang bicaralah padaku..dan makan nanti kamu sakit.." Aska terus memaksa tapi hasilnya sama

__ADS_1


"Sabar Ka..dia masih terluka dan shok lihat anaknya jatuh..dia meresa bersalah pada dirinya sendiri.."kata Rendi yang mendengar Aqilla saat nangis sebelum pingsa.


"Aq gak tau Ren anakku akan mendorong Evelin..aq kira mereka udah bisa bersama karna Alfa udah minta maaf sama Evelin tapi kejadiannya begini "Aska meneteskan air mata menyesal tidak menjaga mereka.


__ADS_2