Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Menyesal


__ADS_3

Aska sudah menjelaskan pada istrinya terlebih dahulu dan membuatnya lebih tenang menghadapi orangtua Billy ,Nisa dan Billy yang saat ini sedang berkumpul diruang keluarga bersama setelah anak-anak masuk kamarnya dan tidur.


"Nak Aqilla kami tau dengan kedatangan kami kesini buat kamu tidak nyama memikirkan Evelin, tapi percayalah nak tujuan kami bukan untuk mengambil Evelin dan tidak juga memisahkan kamu dan anakmu, dia tetaplah anakmu seutuhnya baik aq dan Billy ataupun Nisa tidak akan mengusik dan tetap merahasiakan kebenarannya karna Evelin masih sangat kecil bahkan saat dewasapun kami juga gak akan menunut dia, tapi membebaskan dia, yang penting kami selalu terbuka untuk dia"Papah Billy menjelaskan


"Ya mba jadi tolong mba jangan sedih dan takut lagi sama keberadaan kami dan bersatunya aq dan Nisa, ijinkan kami untuk bersama mba karna Nisa gak mau menerimaku kalo mba Aqilla masih cemas sedih dan takut dengan keberadaan kami, kami berempat udah sepakat bahwa Evelin milik dan anak mba dan mas Aska sepenuhnya dan kami hanyalah kerabat baginya,kami melihat Eveelin tersenyum sehat dan bahagia bersama mba kami juga sangat bahagia mba"Billy juga menjelaskan


"Aq gak tau dengan diriku, aq selalu takut akan kehilangan anaku Evelin seperti saat aq merawat suamiku dulu aq menjaganya berkerja untuknya dan mengusahakan yang terbaik untuknya tapi Tuhan mengabilnya dariku dan Evelin "Aqilla menangis


"Aq sangat merasa diriku hancur rasanya sudah tak berguna hidupku setelah meninggalnya mas Edo tapi dengan adanya Evelin yang suamiku cintai dan sangat dia perjuangkan buat aq semangat untuk melanjutkan hidupku untuk membesarkan Evelin dan karna itu aq takut akan kehilngan untuk kedua kalinya"Aqilla menceritakan yang ada dalam hatinya


"Hidupku seperti ada bom waktu yang setiap saat akan meledak buat aq stess aq takut cemas dan khawatir akan Kebenaran Evelin. aq jaga rapat-rapat, aq awasi agar tidak meledak karna jika akan meledak maka akan menghancurkanku.Aq bahkan demi menjaganya aq menjauh dari semua orang aq tahan semua omongan orang padaku untuk melindunginya, aq takut akan keramaian aq menutup diriku dari dunia teknologi Facebook itragram dan lainya agar kalian tak menemukanku"Aqilla sangat sedih


Aqilla dengan penuh tangis dan membuat yang lain juga menangis mendengar cerita yang jadi uneg2 yang bahkan Aska pun baru tau dan mendengarnya.


"Meski ragaku tidur tapi jiwaku selalu gelisah tidak tenang,aq merasa sakit dan gemetar saat orang lain membicarakan anakku dan aq sangat merasa sedih dan hancur saat ada orang lain bilang Evelin bukanlah anakku,saat kamu datang aq sangat bingung takut dan ingin rasanya aq membawa pergi jauh, dan saat kamu bawa anakku aq merasa jiwaku tak lagi bersama ragaku,rasanya aq tak lagi ingin hidup, aq menjadi putus asa gila dan mati tak lagi bisa berfikir"Aqilla menangis dan mamah Billy dan Nisapun ikut menangis.


"Sayang maaf yah aq gak tau kamu mederita seperti ini selama ini, aq egois memikirkan yang benar dan salah tanpa memikirkan hatimu dan deritamu selama ini"Aska memeluk istrinya karna diapun ikut meneteskan air matanya


"Sekarang mba gak perlu lagi menderita karna kami mba.. karna kami gak akan mungkin lagi membawa Evelin jauh dari mba, aq sangat menyesal mba, aq gak tau mba Aqilla sangat tertekan batin dan tersiksa karna memikirkan kami akan membawa Evelin, aq minta maaf mba, mba bahkan bekerja sendiri mati2an untuk menghidupi Evelin dan membuatnya bahagia, mba kerja siang dan malam untuk Evelin tapi egois datang dan membawa Evelin, aq bersalah aq tidak menepati janji maaf mba.. maaf"Nisa menghampiri Aqilla dan bersujud menangis dan meminta maaf.


"Iya mba aq juga minta maaf aq yang kekeh mengambil Evelin buat mba terluka dan kabur, aq sangat menyesal mba sungguh,mungkin aq dan Nisa orangtua kandung tapi yang berjuang besar adalah mba Aqilla untuk Evelin, aq sangat berdosa menyakiti wanita yang sangat baik dan berjasa pada keluargaku maaf ya mba kami sudah menandantangi surat diatas materai mba agar mba yakin dan percaya pada kami"Billy juga ikut bersujud dihadapan Aqilla yang menangis dipeluk suaminya


"Kalian bangunlah aq percaya dan merestui kalian, aq akan mendoakan kalian akan secepatnya punya Evelin baru buat kalian agar kamu juga merasa Evelinku bersama kalian juga"Doa Aqila


"Makasih ya mbaa, maaf kami mba"Billy bangun


"Iya sama-sama, aq juga berterimakasih karna kalian memberikan kebahagiaan pada rumah tanggaku dan suamiku mas Edo dulu, dan kebahagiaanku dengan suamimu Aska"Aqilla memeluk Nisa


"Mba aq sangat menyesal mba aq udah merasakan yang mba rasakan karna kehilangan dan jauh dari orang yang kita sayang"Nisa menangis

__ADS_1


"Yah Nis aq udah maafin kamu,bangun Nis"Aqilla bantu Nisa bangun


"Udah malam sebaiknya kamu istirahat kamu baru saja sembuh kan? istirahatlah dikamar sebelah Evelin, anakmu juga sudah tidur sama Evelin dan bibi, kamar mereka gak dikunci kok kamu bisa ambil Qilla"Aqilla mengusap lembut Punggung Nisa


"Bapak ibu istirahatlah dikamar itu sebelahan dengan Billy karna istriku juga sangat lelah"Minta Aska


"Sayaang kita tidur yah, kamu udah cape menangis terus dan mengurus anak2,ayo tidur"Aska merangkul dan menaiki tangga.


Aqilla dan Aska masuk kekamarnya, Aqilla merebahkan tubuhnya diranjang dan Aska ikur berbaring dan diselahnya memeluknya.


"Sayaang kamu jangan sedih lagi yah, kamu sekarang bisa tenang dan jangan takut lagi,Evelik anak kita akan bersama kita terus"Aska memeluk erat dan mencium kening istrinya


"Yaang apa kamu gak keberatan aq ingat suamiku mas Edo? "Aqilla tiba2 merindukannya


"Apa kamu merindukan dia? "Aska balik bertanya meski hatinya sedikit tidak nyaman


"Sayang coba kamu ceritakan tetang suamimu dulu"Aska yang ingin tau


"Kamu gak pa2?"Aqilla menatap suaminya


"Gak pa2, dia juga udah berkorban untuk istriku buat istriku jadi wanita yang sangat tegar baik"Aska mengusap lembut pipi Aqilla


"Dia pria yang pendiam pemalu baik suka menolong dan rela berkorban, dia gak banyak teman, dulu kita ketemu saat aq jualan ikan asin dia bantu tante dikios saat aq masih kelas satu SMP mas Edo udah sayang sama aq tapi dia gak berani bilang, memilih jadi temanku,dia kerja dikapal kalo pulang satu tahun sekali, dan kita ketemu satu tahun sekali dia suka ajak aq makan bakso, nonton dan beliin aq macem2,dia sangat sopan kami berteman sampai aq SMA kelas 1"Aqilla mnceritakan


"Kelas satu SMA dia merasa aq udah cukup umur dia mengatakan suka sama aq yaang"Aqilla memeluk erat suaminya


"Kamu juga bilang kamu sayang dia? "Aska ingin tau


"Aq merasa nyaman sama dia, aq bisa tertawa dia selalu melindungiku menemaniku dan aq bilang aq mau jadi pacarnya"Aqilla menjawabnya

__ADS_1


"Meski kita pacaran tapi kita jarang bertemu karna kerjaannya dikapal, tapi begitu dia pulang dia akan kasih yang aq mau tanpa diminta bahkan uang dan ATM nya aq udah dibuatin sendiri,dia juga yang bantu aq dalam biaya sekolah,dia gak pernah nyentuh aq selama kami pacaran gak kaya kamu yaang main nyosor aja"Aqilla mencubit suaminya


"Aq gak tahan yaang penginnya nyosor, lagian mas Edo aneh cinta tapi dibiarin"Aska


"Dia bilang gak mau merusak aq yaang, dia akan menjaga aq sampai kita nanti menikah bahkan setelah lulus SMA kami meski udah bertunangan dia masih sabar nunggu aq kerja padahal umurnya udah cukup nikah"Aqilla kagum


"Yaang kalo aq dengar yah, kamu sama mas Edo mungkin kamu sayang sama dia tapi lebih ke rasa kagum dan memilih karna nyaman dan kamu gak pernag bilang cinta seperti hubungan kita dan kamu saat itu mengingatku,dan sakit hati tapi saat bersamaas Edo kamu sembuh bisa lupain dan nyaman sama sepertiku dulu sama ibunya Alfa juga gitu yaang"pendapat Aska


"Aq sayang sama mas Edo,aq juga gak suka ada cewe yang goda dia? "Aqilla merasa dia juga cinta


"Yah itu wajar karna kamu gak mau tersaingi yaang"Aska mencubit pipinya


"Tapi yang jelas, aq adalah cinta pertama kamu dan kamu gak bisa lupa padaku,karna aq cinta sejatimu yaang"Aska bangga pada istrinya


"Hemm kamu senang karna aq cintanya sama kamu yaang?"tanya Aqilla


"Tentu saja yaang karna aq juga sama sepertimu bahkan aq lebih stress saat itu karna kamu"Aska mencium bibirnya dan **********


"Yaang apa janji masih berlaku? "Aska meraba tubuh istrinya


"Kamu mau yaang? "Aska mengangguk dan meciumi istrinya dengan ciuaman.


"Yaang aq belum KB tapi kamu minta terus dan aq mau KB tapi aq takut benihmu udah didalam sini"Aqilla bingung


"Jangan KB yaang nunggu kamu setelah haid tapi jika tidak haid berrati kamu hamil."Aziz mengingatkan


"Yaang anak kita masih kecil-kecil"Aqilla mememukul lembut suaminya


Mereka salin mencumbu meraba dan mencium menyatukan cinta mereka dengan bersatunya raga mereka hingga mereka sama-sama lelah dan keluar cairan putih.

__ADS_1


__ADS_2