
Sudah dua hari setelah kepulangan Evelin yang ikut tidur dirumah sakit menjaga mamah Aqilla yang masih belum sadar tapi udah bisa tidur merespon tiap kata Evelin yang dilontarka.
"Mamah kok gak bangun2,Evelin jadi sedih.. mamah bangun mah.. ini Evelin disini sama mamah.. mamh gak sayang sama Evelin"Evelin gak sabar dan membangunkan mamahnya lagi berulang kali
"Evelin marah sama mamah.. Evelin mau pergi saja.."Evelin kesal karna dipanggil gak mejawab, Evelin beranjak turun dari ranjang mamahnya dibantu Aska yang baru saja masuk,karna yang menjaga Evelin dan Aska yang lain lulang istirahat
"Sayang nanti kamu jatuh..?"Aska mengangkat Evelin
"Evelin marah.. Evelin mau pulang aja.. mamah gak mau bangun pah.. "Evelin ngambek sedih dan Aqilla menggerakan dua jari2 tangannya tapi Aska tak mengerti
"Sayang jangan ngambek dan sedih gitu nanti jelek,Mamah kan lagi sakit.. Evelin hibur mamah.. nanti kalo mamah udah bangun mamah juga menjawab semua yang ditanya Evelin.. "Asak menasehati Evelin dan mengangkatnya dan duduk dipangkuna Aska didekat Aqilla
"Mama maafin Evelin..mamah masih sakit yah..Evelin janji gak nakal lagi mamah bangun Evelin nurut sama maamh.. "Kata Evelin mengusap lembut pipi mamahnya dengan jari2 kecilnya dan perlahan Aqilla menggerakan tangan dan membuka matanya.
"Mamah bangun pah.. "kata Evelin melihat Aqilla membuka mata
"Sayaang syukurlah kamu udah bangun,"Aska mencium kening Aqilla degan penuh bahagia.
"Evelin.."kata yang keluar dari mulut Aqilla menatap Evelin dalam pangkuan Aska
"Ya mah.. ini Evelin anak mamah"Evelin memjawabnya dan Aqilla mengangguk dengan meneteskan air matanya.
"Sayang aq janji gak akan ada lagi yang dapat misahin kamu dengan Evelin, Evelin akan bersama kita..Aq cek dulu yang sayaang"Aska menurunkan Evelin dari pangkuannya dan Aska memeriksa istrinya.
Tak lama Aska menghibungi orang rumah memberitahukan bahwa Aqilla sudah sadar dan mereka datang kerumah sakit dan menitipkan kedua anak Aqilla pada bibi dirumah yang sering menjaga dan merawat bersama mamah Aska.
"Aqilla sayaang, ibu ayah kita semua khawatir sama kamu.. "ibu Ana menangisi anaknya
"Maaf bu..maaf ayah ibu dan mamah papah maaf.. "Aqilla yang duduk diranjang rawat pasien dengan masih diinfus dan disamping ranjangnya Evelin yang selalu duduk dekat mamahnya
"Jangan sedih lagi nak.. anakmu udah 4..kamu harus kuat menjaga dan merawat mereka.."Kata ibunya lagi memeluk anaknya dan Aqilla melirik ada Nisa dan suaminya ikut masuk.
"Aq gak akan sakit dan sedih lagi karna hidup dan penyemangatku ada bersamaku"Aqilla memeluk Evelin dengan menatap Nisa san suaminya
"Sayaang jangan bicara begitu, Evelin akan selalu bersama kita.."Aska paham istrinya tidak suka dengan keberadaan Nisa dan suaminya
"Mereka mau apa lagi.. gak akan aq biarin kalian membawa anakku lagi meski aq harus mati ataupun dipenjara aq tidak takut.. "Aqilla menahan marah ada Nisa dan suaminya
__ADS_1
"Sayang mereka kesini mau ngurus surat buat kita atas penyerahan Evelin secara hukum,dan Evelin hanya milikmu.."Aska menceritakan
"Aq gak percaya mereka gak akan kesini lagi untuk anakku, aq gak suka dengan mereka"Aqilla memalingkan mukanya dan mereka paham atas sikap Aqilla
"Mba aq kesini mau minta maaf sama mba karna saya gak tepat janji dan buat mba dan Evelin sakit, aq kembalikan Evelin pada mba karna mba ibunya yang dirindukan Evelin dan Evelin hanya bahagia dan nyaman bersama mba,suami mba minta secara hukum sah karna itu kami juga kesini""Nisa mendekati Evelin dan Aqilla
"Jangan dekat dekat anakku.. menjauhlah"Minta Aqilla memeluk Evelin membuat sedih Nisa
"Maaf mba istriku sangat sayang pada Evelin dan mereka baru saja bangun dari koma, aq harap mba mau mengerti dengan sikap istri saya saat ini.."Aska merasa tidak enak atas sikap Aqilla karna mereka juga udah baik menuruti permintaannya
"Sayang jangan begitu, kalian berdua ibunya sama2 menyanyangi Evelin.."ibu Edo menasehati
"Aq mamahnya Evelin..hanya aq mamahnya.."Aqilla marah dan gak mau melihat Nisa
"Ya mba.. mba mamahnya Evelin, Evelin hanya milik mba..aq gak akan ganggu lagi..tapi tolong mba ijinkan aq bertemu Evelin sewaktu2 karna aq juga sayang dan merindukan Evelin.. aq tanpa anak mba.. kedua anakku meninggal.. "Nisa sedih dan menangis tapi Aqilla hanya diam merangkul dan mencium Evelin yang tidak diijinkan turun atau jauh darinyaa
"Mamah mereka bawa Evelin jauh.. mereka menculik Evelin.. mamah marahin dia.. Evelin gak suka.. Evelin maunya sama mamah"Evelin gak suka pada Nisa
"Kamu lihat anakku tidak suka padamu..dia hanya mau bersamaku.."Aqilla masih marah pada Nisa.
"Yah mba..kalian berdua gak bisa terpisah,ikatan kalian lebih kuat dari aq ibu kandungnya.. aq minta maaf mba jangan membenciku mengertilah dengan keadaanku ini yang saat ini tidak memiliki anak"Nisa sedih
"Dimana anak2ku mah..? "tanya Aqilla masuk kedalam rumah dengan menggandeng Evelin
"Mamah dedek ada dikamar Evelin.. "Evelin pada mamahnya
"Ayo sayaang, mamah kangen sama dedek"Aqilla dengan cepat mengangkat Evelin dan membawanya kekamar Kedua anaknya
"Anak2 mamah maafin mamah sayang..mamah baru bisa menggendong kalian.. mamah sayang kalian.. "Aqilla menggendong dua anaknya
"Senangnya mba.. punya anak kembar..aq satupun belum.. boleh gondeng satu mba.."minta Nisa mendekati Aqilla dan mereka juga berkumpul dikamar Evelin yang luas
"Sayang biarkan dia menggendongnya.. "Aska mendekati istrinya dan Aqilla mengangguk
"Kamu tampan sekali sayang, hidung dan mulutnya sama mirip mba.. "Nisa berusaha mendekati Aqilla dan Aqilla mengerutkna dahinya
"Kedua cucuku mirip dengan mamah papahnya.. tampan dan cantik"Ibu Edo ikut senang dan mengambil cucu perempuan daru gendongan Aqilla karna dia harus cemburu banyak istirahat
__ADS_1
"Kamu duduk saja sayang biar ibu yang gendong.. "minta ibu Edo
"Sayang kedua anakmu mau dikasih nama siapa.. mereka belum dikasih nama?"tanya mamah mertuanya pada Aqilla
"Terserah papahnya aja mah.. aq ikut aja"kata Aqilla menyerahkan pada Aska
"Namak anakku Alina biar sama dengan Evelin dan Aqilla.."Aska memberi nama anak perempuanya
"Dan anakku yang tampan Aqsa penyatuan namaku dan Aqilla "Aska memeluk istrinya
"Bagus dan cantik yaang,aq suka.. gimana dengan Kaka Evelin.. dedeknya Alfa, Alina dan Aqsa.. "Aqilla pada Evelin
"Kaka suka..dede Alin ini kaka Elin.."Evelin senyum mengusap lembut dedek Alina dan duduk bersama ibu Edo.
"Cantik dan bagus namanya mba, dan yang ini dedek Aqsa.. "Nisa ikut senang
"Mba aq sekalian mau berpamitan karna surat udah selesai Evelin resmi secara hukum milik mba dan karna suamiku gak bisa lama karna ada tugas jadi kami mau pulang karna penerbangan udah dipesan untuk hari sama mas Aska..makasih ya mas tiketnya"Nisa mendekati Aqilla dan memberika Aqsa padanya
"Mba maafin Nisa yah.. tolong jaga dan rawat Evelin seperti anakkandung mba..aq senang dan bahagia aq dan Evelin dalam perut udah memilih orang yang tepat..mba ibu yang terbaik untuk anak kami.. "Nisa menyesal
"Aq ibu kandung Evelin tidak ada yang bisa menolaknya, dan tidak akan aq ijinkan siapapun mengambil anakku atau langkahi dulu nyawaku.. termasuk kamu.. ingatlah Evelin anakku hanya miliku"Aqilla masih takut Nisa akan mengambil Evelin
"Sayaang jangan seperti itu, mba Nisa bukan orang jahat, dia udah menerimanya dan tidak akan mengambil Evelin darimu,surat sudah kami urus atas ijin mba Nisa dan suaminya"Aska menasehati istrinya dengan pelan karna dia tau istrinya masih punya rasa takut
"Yah aq berterimakasih kamu mau bantu surat anakku.. bagaimanapu kamu telah melukai hatiku.. dengan membawa anakku tanpa seijinku.. memisahkan aq dengan anakku.. aq kecewa hancur sakit saat itu tapi tidak lagi dan gak akan lagi..kamu bertemu anakku hanya dengan ijinku"Aqilla menekan nadanya pada Nisa karna kekecewaan dan terlukanya dia
"Ya mba,aq akan minta ijin sama mba..aq pulang dulu mba.. Evelin sayang mamah dan papah pulang dulu yah.. kamu jadi anak yang baik dan nurut sama mamah dan papah"Nisa berpamitan dan hendak keluar dari kamar
"Tunggu.."Minta Aqilla pada Nisa dan suaminya yang akan diantar Aska suaminya dan kedua orangtua Edo.
"Setelah ini kamu gak perlu sedih karna kamu juga akan punya anak cewe yang cantik seperti anakku, aq akan mendoakan bukan hanya satu putri tapi lebih jadi kamu gak akan lagi mengambil anakku..anakku hanya boleh manggil mamah padaku dan papah pada suamiku bukan pada kalian karna kalian akan punya anak yang akan panggil kalian mamah dan papahnya tapi tidak anakku Evelin.. aq anggap kamu adik perempuanku dan anakku akan panggil kamu tante dan om nya"Aqilla mendoakan dan berbicara ketidak sukaanya
"Iya mba makasih,aq mau jadi adik mba karna aq juga gak punya kakak dan makasih atas doanya mba.. aq tidak keberatan Evelin memanggilku tante dan suamik om bagi mba udah seperti sodaraku.."Nisa berlari dan memeluk Aqilla dan mereka menangis bersama
"Aq akan selalu mendoakanmu secepatnya punya anak cantik sehat dan panjang umur..dan kamu boleh menemui keponakanmu bukan hanya Evelin tapi keempat anakku sekarang jadi keponakanmu,dan kamu boleh menghubungi kami kalo kamu merindukan keponakanmu.."Aqilla membalas pelukan Nisa
"Evelin peluk tante Nisa, dia keluarga mamah bukan penculik.. Evelin boleh main sama tante dan om.."Minta Aqilla dan Evelin menurut memeluk Nisa dan suaminya
__ADS_1
"Hati2 ya tante dan om.. baik2 yah disana.. nanti tante dan om punya dedek sama seperti dedek Evelin tiga..Alfa, Aqsa dan Alin"Evelin juga mendoakan orangtuanya
"Makasih sayaang doanya.. tante dan om akan merindukan Evelin"Nisa mencium Evelin dan kembali kerumahnya..