
Aska kembali kekamar dan duduk disamping istrinya yang masih tertidur lelap. Aska membelai rambut panjang Aqilla dan membelai wajahnya yang putih bersih dengan perasaan sayang khawatir dan kasian karna istrinya sudah mengalami banyak penderitaan dari sebelum bersamanya dan saat bersamanya.
"Sayaang mengapa hidupmu sering kali kamu merasa sedih dan kenapa cobaan selalu datang menguji kesabaranmu, kamu wanita yang sangat baik dan lembut.. "Aska membelai rambut istrinya
"Suami paling beruntung memilikimu istri yang sangat cantik baik penyayang dan setia, baik suamimu yang dulu ataupun aq sangat bahagia dan beruntung memiliki kamu yaang"Aska berkaca-kaca
"Perjuanganmu merawat anak-anak kita tidaklah sia-sia, mereka anak-anak yang cantik tampan dan juga baik dan pintar sama sepertimu.. bahagiannya aq dapat turunan darimu.. "Aska mengusap air matanya
"Jadilah wanita yang kuat dan sabar sayang karna dalam hidup kita mungkin tak semulus yang kita bayangkan, masih ada ujian didepan mata kita.. "Aska menunduk dengan kedua tangannya meneteskan air matanya
Aqilla menggeliat dan terbangun dari tidurnya dan melihat suami duduk disampingnya dengan menunduk dan bersandar didua lipantan tangannya untuk menutupi air matanya yang jatuh.
"Yaaang kamu udah bangun...?"Aqilla terbangun dan duduk memeluk suaminya
"Iya sayaang, ayo kita mandi.. "Aska mengangkat istrinya yang hanya telanjang
"Sayaang kok matamu sembab gini.. ?kamu habis nangis yah..? "Aqilla meraba wajah suaminya
"Gak sayang, tadi kelilipan jadi gini.. "Aska menutupinya
"Jangan bohong yaang, aq tau kamu duduk disampingku menutupi wajah agar aq gak tau kamu nangis kan..? "Aqilla merasa Aska berbohong dan Aska diam membisu
"Sayaang kamu kan yang bilang kita tidak boleh merahasiakan apapun, kok kamu jadi gini menutupi dan bohong padaku..? "Aqilla terus mendesak
"Kita mandi dulu aq gak mau kamu sakit lagi.."Aska memandikan istrinya dan mengosok tubuh istrinya lembut
"Aahk ha.. ha.. yaang geli jangan disitu terus yang digosok.. "Aqilla tertawa geli
"Biar bersih dan wangi sayaang, ini area pribadi miliku kan hanya aq yang boleh menyentuh tubuh istriku.."Aska membuat istrinya tertawa
"Ha.. ha.. ha tapi geli yaang, kamu sengaja kan lama-lama menggosok disini.. "Aqilla menunjuk dua gunukannya
"He.. he. iya kenyal yaang.. "Aska paling suka
"Mesum.. "Aqilla memukul dada suaminya
"Sini gantian aq yang gosok badanmu yaang.."Aqilla gantian menggosok badan suaminya
"Yaang kamu kagum ga dengan tubuh suamimu ini yang bagus kaya atlet..?"Aska memuji dirinya sediri
"Yah tubuh suamiku bagus dan buat akan nyaman.. "Aqilla mengaku
__ADS_1
"Ha.. ha.. sayaang kamu jujur banget.. "Aska tertawa.
Setelah mandi Aksa mengangkat istrinya dan memakaikan baju dan menyisir rambutnya. Aqilla hanya diam dan duduk dimeja riasnya dan tersenyum menikmati pelayanan suaminya pada dirinya yang dari mandi dan memakai baju hingga menyisir rambut suaminya yang lakukan.
"Yaang kamu terlalu memanjakan aq, aq jadi terbiasa dan malas kan..? "Aqilla mulai membuka mulutnya
"Lalu kenapa..? "Aska merangkul istrinya dari belakang
"Aq takut saat aq sendiri kamu ninggalin aq dan aq.. "Aska menutup mulut istrinya
"Aq gak akan pernah meninggalkan kamu yaang, kita akan selalu bersama dan akan selalu memanjakanmu.. "Aska mencium bibir istrinya
"Kalo dinas bukannya aq ditinggal seperti papah meninggal mamah sendiri dirumah..?"Aqilla yang jadi terbiasa
"Anak-anak udah besar, kemanapun aq pergi kamu akan ikut bersamaku mendampingiku yaang.. "Aska memeluk istrinya lagi
"Oh jadi karna itu kami nyuruh aq tuk pasang KB yaang agar aq gak hamil lagi dan kita bisa pergi kemanapun..? "Aqilla yang setelah anaknya meninggal diminta KB oleh Aska suaminya
"Aq gak mau kamu menderita lagi yaang, kita udah cukup punya anak empat kakak Evelin, kakak Alfa dan dua anak kembar kita.."Aska mengingat istrinya hamil terakhir sangat menderita dan operasinya
"Benar udah cukup yaang karna anak dari aq boleh dibilang baru dua kali melahirkan dan satu kita dapat bonus lahir kembar dan satu lagu kita harus kehilangan bayi kita.. "Aqilla sedih mengingat bayi yang bahkan dia belum melihatnya
"Yaang sekarang ceritakan kenapa tadi kamu sedih dan jangan bohong sama aq..? "Aqilla membuka kembali
"Yah aq pake baju dulu yah yaang.. "Aska melepaskan pelukannya dan membuka lemari.
Aqilla menatap suaminya memakai baju dan menyisir rambutnya dan memakai parfum kesukaannya dan duduk dihadapannya. Aska menghela nafas panjang melepas beban dan pikirannya sejenak dan menggenggam tangan istrinya membuat Aqilla semakin gusar dan tak sabar dengan yang dipikirkan suaminya.
"Yaang cepat bicara jangan buat aq penasaran gini.. "Aqilla mendesak lagi
"Janji sama aq kalo kamu akan kuat dan sabar dan tak akan pergi kemanapun kita hadapi ini bersama.. "Aska sebelum membuka keinti
"Apa sepenting itu hingga aq harus berjanji yaang..? "Aqilla jadi makin penasaran
"Yah penting karna aq sangat mencintai kamu aq gak mau apapun terjadi sama kamu, aq gak bisa hidup tanpamu yaang jadi jangan sekali-kali kamu menyakiti dirimu sendiri dan pergi dari diriku karna kemanapun aq akan bisa menemukanmu dan gak akan maafin kamu yaang.. "Aska mengancam
"Yaang kamu nakutin aq.. "Aqilla memeluk dan duduk dipangkuan suaminya dan Aska mengangkatnya pindah duduk disofa dan memangku istrinya.
"Kamu tau yaang, aq sangat beruntung memiliki suami sepertimu yang sangat sempurna dan sayang padaku jadi buat apa aq pergi ninggalin kamu yaang, aq juga sangat mencintai kamu dan tak mau hidup lagi tanpamu yaang.. "Aqilla menatap suaminya dan mencium bibir suaminya dan Aska membalasnya semakin dalam
"Hemm yaang udah cukup, katakan apa yang kamu pikirkan.. "Aqilla melepas ciuman suaminya dan Aska memeluk erat istrinya
__ADS_1
"Sayaang didepan kita saat ini ada masalah baru dan ini berhubungan dengan anak kita Evelin..? "Aska membuka ke inti
"Kakak Evelin..?kenapa dengan anakku apa dia sakit, apa dia pergi meninggalkan aq.?"Aqilla meronta dan hendak turun dari pangkuan Aska
"Tidak sayaang dengerin dulu.. "Aska menahan istrinya karna dia tau reaksi istrinya
"Tapi aq mau melihat anaku.. "Aqilla keras dan khawatir
"Dengerin sayaang, kakak gak pa-pa dan saat ini sedang tidur bersama anak kembar kita dan sama mamahku dikamar kakak.."Aska menatap wajah cemas Aqilla
"Kakak lagi tidur lalu kenapa kamu bicara kaya gitu, kamu tau aq gak bisa tanpa anakku dan selalu khawatir padanya, aq selalu takut anakku akan meninggalkanku setelah dia tau aq bukan ibu kandungnya.. "Aqilla berkaca-kaca dan menangis
"Sayaang jangan sedih karna kakak gak akan pernah ninggalin kita dan adik-adiknya yaang, dia akan selalu bersama kita dan buat bangga kita.. "Aska menghapus air mata istrinya
"Nisa dan Billy mereka ada disini saat ini dan ingin bertemu denganmu.."Aska belum selesai bicara Aqilla udah meronta
"Mereka mau membawa anakku pergi, aq gak akan ijinkan itu.. kakak hanya milikku dia anakku dan Edo.. hik.. hik.. "Aqilla meronta tapu Aska memeluknya erat
"Tenang sayaang, aq dan papah udah bicara sama mereka dan Evelin juga belum bertemu mereka dan dia juga belum tau kalo orangtua kandungnya adalah mereka, karna hak itu ada dikamu yang memberitahu kakak bukan aq, papah ataupun mereka.. "Aska menyadarkan istrinya
"Anakku masih belum tau bahwa mereka orangtua kandungnya dan mereka gak akan maksa anakku kan..? "Aqilla masih belum percaya
"Iya kakak belum tau, dia masih tidur dan mereka sedang istirahat dikamar bawah.."Aska menyakinkan istrinya
"Nisa dan Billy khawatir denganmu karna mereka dengar kecelakaanmu dan hingga kamu hilang ingatan makanya mereka datang kesini dan dia gak akan merebut kakak darimu, mereka udah anggap kamu kakaknya dan udah seperti keluarga sayaang jadi tinggal kuncinya dikamu kalo kakak dia gak akan mungkin ninggalin kita, kamu udah dengar sendiri kakak juga gak bisa tanpa kamu dan sikembar.. "Aska menasehati istrinya
"Lalu apa yang harus aq lakukan, aq harus ngomong apa sama anakku.. karna aq masih gak mau dia tau bahwa mereka orangtuanya dan nanti bagaimana denganku.. aq ini mamahnya dari dia keluar dari rahim aq yang gendong sampai dia seperti saat ini dan aq udah janji akan selalu menjaga dan bersama anakku sama suamiku Edo, dia sangat mencintai anakku Evelin dan dia gak mau Evelin jauhn dariku kamu ingatkan saat Evelin dibawa bahkan roh suamiku yang mengikuti anak Evelin dan menjaganya.. "Aqilla menangis lagi
"Yah sayaang, kalo kamu belum siap mereka juga gak maksa dan Evelin juga gak akan tahu karna semua tergantung padamu tapi cepat atau lambat kakak juga harus tahu karna ini juga haknya kakak sayang, kamu gak bisa selamanya menutupi dan kamu gak perlu takut akan kakak meninggalkan kamu karna itu tidak mungkin sayaang.."Aska memeluk istrinya erat
"Yang kami takutkan reaksi kakak setelah tau mereka orangtua kandungnya apa akan sama sepertimu ini karna kakak juga gak peduli orangtuanya siapa karna yang kakak tahu kamu adalah orang terpenting dalam hidup kakak sayaang dan kamu harus bisa menguatkan hati anak kita.. "Aska membuat Aqilla sadar
"Iya kenapa aq gak berfikir kesitu dan bagaimana nanti kakak setelah tahu apa dia akan terluka dan sedih..? "Aqilla menatap suaminya
"Kita harus jadi orangtua kuat dan sabar kita harus selalu dampingi anak-anak kita sayaang apapun yang terjadi mereka anak-anak kita.."Aska menghapus air mata istrinya
"Iya yaang aq akan sabar dan akan selalu mendampingi anak-anakku.."Aqilla mengerti dan mau menerima
"Sayaang kamu akan selalu bersamaku dan mendampingi aq kan..? "Aqilla pada suaminya
"Tentu saja kita lewati dan hadapi ini bersama, aq sangat mencintai kamu dan anak-anak kita.. "Aska mencium kedua pipi istrinya dan mereka saling berpelukan erat.
__ADS_1