
Kedatangan Orangtua Billy yang datang dipagi hari mengejutkan Aska dan Aqilla karna setahu mereka datang sore hari yang akan dijemput Billy.
"Pagi mas Aska dan mba Aqilla apa boleh kami masuk? "tanya papahnya Billy
"Tentu saja.. silahkan masuk"Aska tersenyum pada mereka dan menggengam tangan istrinya yang lemas dan gemetar melihat mereka, takut akan anaknya.
"Sayang minta bibi menyiapkan teh dan makanan agar kita bisa sarapan sama-sama"Aska pada istrinya
"Makasih ya nak, kami jadi merepotkanmu?"mamah Billy dan Aska mengangguk
"Aq permisi dulu sebenter.."Aska berbalik mejauhi mereka.
Aska menghampiri istrinya yang didapur duduk dimeja makan sedih cemas takut gelisah dan bingung dan Aska duduk disampingnya da memeluknya.
"Sayaang tenanglah jangan menangis kita hadapi sama-sama yah, aq gak akan biarkan mereka mengambil kebahagiaan kita"Aska menghapus airmata istrinya
"Yaang aq percaya padamu.. "Aqilla memeluk suaminya meski dia takut
"Kamu sini saja kalo gak kuat yaang aq yang bawa minum dan bicara sama mereka "Aska bangun
"Gak yaang aq ikut bersamamu, bibi udah masak.."Aqilla ikut
"Yah, ayo jangan nangis lagi hapus airmatanya, aq yang bawa teh nya"Aska membawa nampan ditangan kirinya dan menggandeng istrinya ditangan kanannya.
"Silahkan diminum dulu.. "Aqilla meletakan tehnya yanga ada dinampan tangan suaminya
"Kalian saling melengkapi dan sangat harmonis semoga kalian selalu bahagia dan selalu bersama.. "mamah Billu mendoakan
"Makasih bu atas doanya untuk kami"Aska berterima kasih
"Yah nak sama-sama.. "jawabnya
"Nak dimana Evelin apa dia masih tidur?"tanya Papah Billy
"Anakku masih dikamar sedang main sama adik2nya.. "Aska menjawabnya dan Aqilla menggenggam erat telapak tangan Aska.
"Saya paham kalian ingin sekali bertemu anak kami, tapi apa kami boleh tau selain maksud kalian bertemu dengan anak kami? "Aska langsung ke inti
"Karna terus terang kami memberikan ijin kalian bertemu dengan anak kami meski kami udah kuat secara hukum dan anak ibu dan bapak juga udah janji dan menandantangi surat bersama Nisa yang isinya tidak akan mengambil hak asuh anak kami dan membiarkan kami yang sebagai orangtua satu2 buat anak kami hingga dia nanti dewasa dan mengerti memahami semuanya"Aska menjelaskan
"Yah mas Aska kami sudah paham dan Billy udah mengingatkan kami, kami juga gak ingin cucu kami kenapa2,karna keegoisan kami yang ingin memiliki Evelin.."papah Billy
"Kami kesini ingin berjumpa dengan anak kalian dan kami akan bersabar meski hati kami ingin sekali seperti kalian merawat dan membesar cucu kami tapi kami sadar karna secara hukum cucu kami sudah jadi anak kalian yang sah"Lanjutnya
"Kami bisa berjumpa dan berbicara dengan cucu kami saja kami sudah bahagia nak"Istrinya
"Baik kalo begitu saya akan bawa anak kami turun.. "Aska bangun
__ADS_1
"Sini aja yaang temani mereka"Aska meninggalkan Istrinya bersama orangtua Billy.
Aska menaiki tangga dan berjalan kekamar anak-anaknya dan membuka pintu menghampiri Evelin yang sedang bermain dengan adik-adiknya.
"Sayaang ikut papah sebentar.. dedek main dulu jagain Adik Aqilla yah jangan nakal nanti papah panggilin bibi temani kalian"Minta Aska
"Ada apa pah? "tanya Evelin yang digandeng Aska
"Ada yang ingin bertemu dengan kakak mereka mamah dan papahnya om Billy baru datang.."Aska menjelaskan
"Oh.. kok adik2 ga ikut kita juga pah"tanya Evelin sambil jalan bersama Aska
"Adik2 masih kecil gak ngerti sayaang kalo kamu kan anak papah dan mamah yang paling besar bisa menyambut mereka"Aska membuat Evelin mengerti
"Yah pah.. "Evelin tersenyum
Aska dan Evelin sampai dihadapan mereka dengan masih digendeng Aska dan tangannya kecil Evelin yang kiri diraih Aqilla menahannya dan Aska paham. Kedua orangtua Billy tersenyum bahagia melihat cucunya tumbuh sehat cantik dan besar.
"Sayaang.. "Aska pada istrinya dan dia melepas tangan Evelin
"Kakak duduk sama mamah saja, mamah kenapa menangis? "Evelin melepas tangan Aska dan menghampiri aqilla dan menghapus airmatanya
"Mamah gak pa2 sayaang, ayo kakak salim dulu sama nenek kakek mereka mamah dan papah om Billy.. "Aska meraih tangan Evelin
"Yah pah.. "Evelin menghampiri orangtua Billy dan Aska duduk merangkul istrinya
"Sayang kamu udah besar dan sangat cantik.. cantik sekali.."Mamah Billy meneteskan air matanya dan memeluk Evelin
"Yah nek makasih, kakak sama cantiknya sama mamah dan adik Alin"Evelin menjawabnya yang masih dalam pelukan neneknya
"Iya kalian sangat mirip, dan kamu juga sangat mirip dengan Bi"Katanya dipotong suaminya
"Mirip dengan boneka..sini peluk kakek"Kata Suaminya mencegah kata2nya yang bisa membuat bingung Evelin.
"Makasih kek.. "Kata Evelin tersenyum
"Om Billy gak dirumah kek dirumah sakit bantu jagain tante Nisa, dedek juga sama mamah dan kaka.. "Evelin menceritakan
"Yah sayaang..kaka kelas berapa sekarang?"Tanya kakeknya
"Sekarang masih kelas dua kek, tapi dua minggu lagi tes kenaikan kelas tiga"Evelin menjawabnya
"Udah besar kakak.."istrinya mengusap rambut Evelin yang panjang dan lurus.
"Sabar sayaang"Aska berbisik lirih karna Aqilla meremas tangan suaminya
"Sekolahnya nilainya baguskan..? "Tanya kakeknya
__ADS_1
"Bagus kek, diajarin dan dibantu sama papah yang selalu nemenin kakak belajar dan mengecek tugas sekolah"Jawabnya dan melepaskan tangan kakeknya dan menghampiri Aqilla dan duduk dekatnya
"Kalian mendidik Evelin dengan sangat baik"istrknya meneteskan airmatanya menyesal atas mintanya dulu pada Billy agar Nisa menggugurkan Evelin.
"Semua orangtua akan mendidik anaknya dengan berusaha membuatnya baik dan membuatnya jadinyang terbaik"Aqilla menjawabnya dengan suara lirih dengan merangkul anaknya
"Mamah kaka lapar ayo kita makan"Evelin berbisik ditelinga Aqilla dan dia mengangguk
"Ayo kita kemeja makan karna anakku sudah sangat lapar.. "Aqilla mengusap perut Evelin dan dia tersenyum.
"Kakak udah gak tahan yah.. maaf yah nenek dan kakek buat kamu nahan lapar?"Mereka tersenyum
"Sayaang kamu panggil adik2 dan nenek diatas kita makan bersama"Bibi yang dipanggil Nenek sama Anak2 Aqilla dan Aska
"Yah mah adik2 juga pasti lapar.. "Evelin pergi memanggil adik2.
"Mari bu pak kita kemeja makan"ajak Aska pada mereka.
Aqilla menyiap piring untuk mereka dan menyajikan makanan dipiring suami dan ketiga anak2nya yang baru saja duduk dihadapan orangtua Billy. Dan Aqilla meyiapkan bekal buat Nisa dan Billy dirumah sakit.
"Nak bekal itu apa buat Nisa dan Billy anak kami? "tanya mamah Billy
"Yah bu, nanti dibawa sekalian suamiku"Aqilla berusaha tersenyum
"Kamu sangat baik nak,kami beruntung bisa mengenalmu, kamu bisa mengurus orang yang bahkan tidak ada hubungan darah dengan kalian"Papah Billy
"Hati istriku seperti emas pak bu karna itu saya sangat mencintai istriku yang sangat cantik sama dengan kakak yah kak ayo makan? "Aska memberikan udang krispi pada ketiga anaknya
"Yah nak kamu sangat benar, kamu beruntung loh punya istri yang sangat baik cantik dan penyayang"Mamah billy ikut bahagia.
"Mamah kakak yang terbaik dan paling cantik"Evelin juga memuji mamahnya
"Kok jadi memujiku sih, kan mamah jadi malu.. "Aqilla tersenyum
"Duduk nak makan dulu, biar nanti aq bawa bekalnya kami juga akan ikut kerumah sakit"papah Billy
"Yah pak"Aqilla duduk disamping suaminya.
"Makannya dihabisin yah dek Alin, Aksa dan kakak pake sayur biar pintar.. "Aqilla sama anak2nya
"Yah mah.. sayur enak"Evelin mulai menyukai sayur.
"Kakak kok belum bersiap ini kan udah siang, bukanya kakak sekolah? "kata kakeknya
"Saya tidak mengijinkan anaku sekolah secara langsung pak, sedang banyak virus, kakak sekolah onlain yang udah program dari sekolah dan pemerintah "Aska menjawabnya
"Oh.. ya juga,bahaya kalo anak2 keluar rumah"kakeknya,Mereka makan sambil berbincang.
__ADS_1