Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Kerjasama Evi dan Mutia


__ADS_3

Aqilla bangun tidur dan melihat suaminya udah rapih pake kaos jaket dan jeang panjang dan sepatu cat putih yang dulu beli bersama.


"yaang kami rapih banget..mau kemana..dan ini tas buat apa..atau kamu mau ninggalin aq dan menikahi Mutia.."Aqilla kembali sedih dan menangis.


"Nih diotakmu pikiranya buruk terus sama suami gak percaya makanya sedih sakithati dan nangis.."jawab Edo membuat Aqilla bingung


"Mas mau Ke Bali lagi..kaya dulu yah..?"tanya Aqilla yang berarti dia ditinggal sendiri dan akan lama bertemu suaminya.


"ya mau keBali.."Edo mengikat tali sepatunya


"Gak boleh pergi..aq gak mau sendirian..mas kalo.keBali pasti lama..aq gak mau..hik..hik..hikk."Aqilla kembali nangis dan membuat Edo makin gemas


"Yaang kita mau ke Bali sama2 untuk bulan madu..kamu pernah bilang kan pengin keBali..jangan nangis lagi..mandi..dan makan siang karna ini udah jam satu..jam dua kita berangkat.."Edo menjelaskan


"beneran mas..?"Aqilla gak percayan dia tersenyum dan memeluk suaminya dan mengecup bibir Edo


"Udah rapih gini istriku menggoda..bikin tegang...apa kita undur berangkat besok aja.."Edo menggoda istrinya


"aaah gak mau..aq mau mandi.."Aqilla berjalan kekamar mandi


"maas.."Aqilla membalas suaminya dengan manggil manja


"kenapa..?"tanya Edo menatap Aqilla didepan kamar mandi


"mau gak mandiin Aqilla.." goda Aqilla membuat Edo tersenyum dan melepas jaketnya berlari kecil menghampir istrinya namun istrinya lebih dulu masuk dan menguncinya.


"ha..ha..ha.."Aqilla tertawa didalam kamar mamdinya yang membuat Edo tersenyum senang karna melihat istrinya gak sedih dengan liburan bulan madu


"Awas kamu yang..mas bikin kamu perih lagi gak bisa jalan.."Edo merasa bahagia mendengar istrinya tertwa

__ADS_1


Aqilla menghubungi temannya dan supervisiornya yang tak lain adalah pacar adik Edo, Fareell,meminta ijin libur selama seminggu dan dia mengijinkan karna gak enak sama Edo kaka Elfa. Dan mereka segera berangkat setelah makan siang.


"Kamu gak mabuk kan yaang..?"tanya Edo yang tau.Aqilla mutah sebelumya naik mobil bersamanya


"udah minum obat mas.."jawab Aqilla bersandar dibahu sauminya dan Edo mencium rambutnya


"jangan sedih lagi ya sayaang..kita jalani hidup susah senang bersama kita saling percaya dan setia yaang,percayalah aq sangat mencintai kamum hanya kamu yang berhak atas diriku."Edo menyakinkan istrinya dan dia mengangguk


"tidur lagi yaang,ini masih jauh kita sampai tengah malam nanti.."Edo yang sering pulang pergi bali.


Mutia keluar dari rumah sakit dan mencari keberadaan rumah Edo,dan bertemu dengan adiknya Edo Evi adik kedua Edo yang lagi hamil besar yang masih tinggal bersama orang tuanya. Sedangkan Eva adik pertama Edo ikut suaminya.


"Mba siapa yah cari mas Edo..mas Edo gak dirumah pergi sama istrinya bulan madu.."Evi membuat dada Mutia makin sakit


"Oh..aq Mutia.."jawabnya dengan senyum paksa


"Mba yang suka sama mas Edo...tapi sayangnya mas Edo udah nikah sama Aqilla.."Evi mengingat kalo Mutia mengejar kakanya


"biasa aja..dibilang suka ga..benci juga ga..cuma saja dia gadis kecil,dan kakaku dewasa hanya merasa kurang cocok sama dia.."Evi jujur


"Vi no HP ku kalo butuh sesuatu bilang aja padaku..aq pamit pulang dulu dan kalo bisa jangan beritahu aq datang kesini..aq beruntung bertemu dengan mu.."Mutia yang ingin memanfaatkan Evi.


Evi dan Mutia seperti teman baik apalagi Mutia sangat royal dan baik karna ada maunya. Mereka sering membuat janji,dan alasan Evi memeriksakan kandungan pada orng tuanya.


"berapa usia kandunganmu vi..aq lihat kamu susah jalannya..kita duduk sini aja kasian kamu.."Mutia duduk didepan toko setelah membelanjakan baju bayi buat Evi


"delapan bulan.."jawab Evi


"Mba apa yang disuka dari mas Edo..padahal mas Edo udah nikah..?"tanya Evi yang gak habis pikir karna dia mengejar suami orang

__ADS_1


"Mas Edo tampan baik dewasa perhatian dan aq gak peduli dia udah nikah..apa kamu mau bantu mba..mba janji akan berikan yang kamu mau..lagian kamu gak suka kam sama Aqilla.."Mutia memaksa Evi


"Aq gak suka karna dia lebih kecil dari aq jauh bikin malu..aq juga gak tau kenap Mas Edo bisa suka sama dia..mungkin kalo sama kamu cocok mba..umur kalian hampir sama dan mba baik cantik dan mapan lagi.."Evi lebih menyukai Mutia


"Kalo gitu bantu aq..memisahkan mereka..kamu buat dia gak betah dirumah..dan pergi dari mas Edo dan setelah itu aq akan mendekati Edo..aq janji akan berikan apapun yang kamu mau..suamimu gak kerja kan..?"


"Ya gak kerja tapi jangan bawa dia..dia gak enak sama mas Edo..dia lebih nurut sama mas Edo.."Jawab Evi


"Oh..ya kamu bisa buat dia gak betah dan buat dia sakit hati..dia akan lama2 pergi jauh dari Edo.."Mutia dengan kelicikannya


"Ya mba aq coba..sekarang gak dirumah.."Evi mengangguk.


Edo dan Aqilla udah hampir seminggu diBali dan Edo hampir 2 hari sekali minta jatah pada istrinya dan Aqilla gak mau menolaknya karna gak mau kehilangan suami atau dia akan minta jatah ke wanita lain apalagi ada yang mengejarnya.


"yaang apa masih sakit..?"tanya Edo yang minta jatah lagi


"Mas Edo mau..?"tanya balik suaminya dan Edo mengangguk


"Jangan kenceng2..pelan2 aja.."Aqilla memberi syarat.


Edo langsung melucuti bajunya dan baju istrinya dan mecium meraba da memainkan dua gunung dan V istrinya yang membuat Aqilla bergairah merintih dan mendesah dan nyaman membaut Aqilla menikmatinya.


"Yaang mas goyang lagi agak kenceng yah..mau keluar.."minta Edo disela2 rintihan dan desahan Aqilla


"yah yaang aaaakh..aaaakh.."Aqilla makin keras mendesah karna Edo mengencangkan goyangannya


"aakh..yaang mas Edo gak ada pausnya ingin lagi dan lagi.."cairan putih keluar yang dikocok didalam vV istrinya


"iih kamu tuh mesum banget,aq cape mas..mau tidur..besok kita pulangkan..udah seminggu kita disini..aq gak masuk kerja dari kita nikah.."Aqilla mencubit hidung suaminya dan bersandar didada suaminya yang masih sama2 berkeringat.

__ADS_1


"ya tidurlah..besok pagi kita pulang.."Edo memberihka keringat istrinya dengan tisu


Mereka tertidur pulas hingga waktu pagi dan mereka bersiap kembali pulang karna udah semingu mereka diBali bulan madu. Edo tidak melepaskan pandangannya dari istrinya,karna dia ingin selalu bersama istri.


__ADS_2