
Seminggu Aqilla dirumah sakit tidak sekalipun Edo meninggalkan istrinya,diselalu merawat dan menjaga istrinya sampai diijin kan pulang sama dokter.
"Alhamdulillah bisa pulang juga mas..aq bosen disini.."Aqilla menghembuskan nafasnya
"ya mas tata2 dulu, ngurus administrasi dulu..kita pulang.."Edo mencium kening istrinya
"mas bayarnya mahal.."Aqilla sedih
"gak pa2 yang penting kamu sehat kita bisa cari uang lagi..mas udah ada kerjaa sama om Dani lagi..ditempat lain.."Edo mengusap rambut istrinya dan hendak mencium bibir istrinya
"jangan ini rumah sakit yaang.."Aqilla malu
"mas kangen..pintunya masih terkunci.."Edo dagu istrinya dan ******* bibir istrinya
"udah mau pulang..nanti gak tak kasih jatah..kalo minta cium terus.."Aqilla pura2 ngambek
"wajib malam jum'at.."Edo tersenyum dan pergi membayar biaya perawatan istrinya
Mereka kembali kerumah Aqilla dan Edo membereskan pakaian dilemari istrinya. Kamar lebih kecil dan gak ada kamar mandi didalam gak seperti kamar Edo yang luas besar plus kamar mandi dan sofa didalam kamar.
"maaf ya mas sempit gak seperti kamar mas Edo.."Aqilla memeluk suaminya yang sedang membereskan pakaian
"yang penting mas sama kamu.."jawab Edo
"yaang jangan menggodaku sekarang..kamar ini perlu sentuhan kecil.."Aqilla melepaskan pelukannya
"siapa yang menggoda kan cuma peluk aja.."Aqilla cemberut
"tapi jalu mas udah minta jatah..kalo kamu deket2 gak tahan.."Edo menahannya
"kalo aq serang sekarang semua akan denger karan desahan istriku sangat keras bikin nagih dan bergairah.."Edo membuat malu Aqilla
"mas gitu deh..kan mas yang minta aq gak boleh ditahan suaranya..sekarang jadi kebiasaan gak bisa direm,mas juga paling pinter menyentuh dan mainin bagian sesitifku.."Aqilla cemberut malu
"karna mas menyukainya bikin semangat goyang.."jawab Edo tersenyum
"aq belanja dulu renov kamar ini untuk meredam suara desahanmu atau aq yang rugi gak dikasih jatah sama kamu.."Edo keluar kamar dan naik motornya
Setelah belanja Edo memasangnya sendiri dan Aqilla hanya memperhatikan hingga gelap.
"mas makan dulu..ayo lapar ini..besok lagi kan bisa.."ajak istrinya
"gak yang langsung mau di pake..."Edo tersenyum dan Aqilla mengerti dan menghembuskan nafasnya
__ADS_1
"ya tapi makan dulu atau aq gak mau.."Aqilla mengancam
"ya kamu ambilin dulu nanti aq ngusul.."Edo masih menyelesaikan.
Aqilla didapur ada ayah ibu dan dua adiknya yang udah duduk dimeja makan.
"suamimu gak diajak makan sekalian La..?"ayahnya sambil makan
"bentar lagi juga kesini yah.."jawab Aqilla mengambilkan makananan suaminya
"La bekas jaitannya udah gak sakit kan..?"tanya ibunya yang jaitanya seperti bekas sesar
"gak bu cuma kadang2 aja nyeri.."jawab Aqilla
"kamu udah berunding sama keluarga mereka dan mencabut tuntutan ibu Edo..kasian juga dia anaknya masih kecil..?"tanya ayah
"ya yah udah dicabut waktu dirumah sakit dari kantor polisi datang menanyaiku.."jawab Aqilla
"ya moga aja setelah ini mereka baik sama kamu dan nrima kamu.."kata ayahnya
"ya pasti ayah..adik2ku udah menyesal..kalo gak berubah aq gak mau bertemu mereka.."kata Edo datang menghampiri Aqilla dan duduk disebelah istrinya
"mereka adik2mu kamu gak boleh begitu..kalian satu darah.."ibunya mengingatkan
"Mas Edo masih belum bisa apa lagi buat kamu sampai kritis dan kamu gak mau jadi istriku..bikin mas marah sama merek karna mas udah mengingatkan mereka untuk bersikap baik dan jaga bicaranya..tapi mereka buat istriku sedih dan kamu gak bilang sama mas nutupi mereka.."Edo sakit hati dan kecewa
"karna aq gak mau mas Edo marah sama mereka dan ngamuk lagi..yang ngancurin rak piring ibu Rahayu kamu kan mas?karna mereka mengataiku didepanmu.."Aqilla menjelaskan dan Edo mengangguk
"karna itu aq gak mau bisa ancur rumah ibu Rahayu.."kata Aqilla
"biarin mas Edo juga yang beli.."jawab Edo masih kesal
"ya Aqilla tau mas yang bikin rumah dan isinya tapi mas kan gak boleh gitu..mas juga ngusir Evi dan suami anaknya kan..?"tanya Aqilla lagi karna setelah bebas Edo minta Evi pergi dari rumahnya
"hemm"jawah Edo singkat sambil makan
"terus mereka tinggal dimana..?"tanya ibu Aqilla yang paham Edo masih marah sama adiknya
"katanya Eva dikontrakan bu.."jawab Aqilla
"Kasian Do.."kata ayah
"gak pa2 yah biar mereka tau rasa dan gak berani lagi nyakitin istriku..kalo Elfa ikutan juga mas usir.."jawab Edo
__ADS_1
"Mas meski itu mas yang buat,tapi kan sebelum mas nikah sama Aqilla ya biarin buat ibu dan keluarga,Aqilla gak mau..Aqilla minta dibikinin sendiri.."minta Aqilla
"ya moga aja besok kerjaan mas Edo lancar.."jawab Edo
"amin.."mereka serentak
"Do kamu udah beli tanah..sertifikatnya sama ibu yang simpan,kamu kalo udah kumpul bisa bikin disitu..jangan jauh2 dari ayah sama ibu.."minta ayah
"ya yah.rencana gitu..aq juga mau minta tolong ayah..Edo masih ada sisa uang buat nyicil bikin rumah..dan Edo sambil kerja nyicil lagi yah..nanti Aqilla yang kasih uangnya sama ayah mau beli apa2 gitu.."minta Edo
"kamu gak betah tinggal dirumah ibu..belum semalam.."ledek ibu
"betah bu..dimana ada istri,Edo betah..tapi kan kita juga pengin mandiri dan ada sisa uang pengobatan Aqilla..bisa dipakai.."Edo menjelaskan
"ya besok ayah bilang sama pak dhe Aqilla untuk masalah pintu dan jendela2 dan beli matrial dulu aja..nanti ayah yang bantu kerjain.."jawab ayah
"yaang baiya oprasi Evi udah diganti sama ayah...katanya itu hasil kerja kamu..dan Evi tanggung jawab orangtuaku..uangnya bisa diambil di ATMku..besok aq kerja gak bisa Ambil..kamu sama ayah sekalian belanja.."Edo menceritakannya
"ya mas makan dulu tuh nasinya utuh.."Aqilla mennunjuk piring Edo
"kamu ambilnya kebanyakan..bantuin habisin yaang.."minta Edo
"mba udah gak kerja..motornya bawa aq sekolah yah..?"Tanya Alisa
"ya pake aja besok tapi ati2.."Aqilla mengingatkan adiknya
"kamu berhenti kerja La..?"tanya ayah
"ini mas Edo melarang Aqilla kerja lagi.."jawab Aqilla karna minta Edo
"Edo udah kerja yah,Edo khawatir kalo masuk sif sore pulang malam kasian,juga Edo udah gak bisa antar jemput besok udah sibuk kerja..Aqilla dirumah aja bantu ibu.."Edo mengkhawatirkan istrinya.
Setelah makan malam mereka nonton Tv bersama dan karna sudah ngantuk mereka kembali kekamar mereka.
"udah beres apa ini yaang..?"tanya Aqilla masuk kamar melihat keseliling..
"kita coba..kamu teriak mas dengerin diluar..cepet."Edo keluar dan Aqilla teriak
"yes..gak kedengeran yaang.."Edo senang dan langsung menelanjangi istrinya dan dirinya
"mas gak sabaran banget main nelanjangin aja.."dengus Aqilla,Edo gak mau dengar meraba semua inci tubuh istrinya dan menghunjani dengan ciuman.
"jangan ditahan yaang,aq merindukannya.."Edo meraih dua gunung dan V istrinya dan memainkanya
__ADS_1
"aaakh..aaakh mas.."Aqilla merintih dan mendeesah membuat Edo makin garang dan memasukan juniornya.