Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Evelin sebal


__ADS_3

Rumah orangtua Edo menjadi sangat ramai dengan tinggalnya Evelin dan Alinna yang selalu buat mereka ingin selalu bersama dan berbincang bercanda tawa bersama. Evelin dan Alinna udah hampir seminggu menginap tapi enggan untuk pulang karna masih betah dan suasana rumah nenek Rahayu ramai dengan ketiga tante dan lima anak mereka yang semuanya cowo karna hanya Evelin dan alinna yang cewe.


Aqilla menghubungi Evelin untuk pulang karna ada Nisa dan Billy yang ingin bertemu dengan Evelin yang merupakan orangtua kandungnya tapi Evelin belum tau hal tersebut karna memang sengaja ditutupi rapat-rapat dari Evelin oleh Aqilla yang gak mau Evelin tau.


"Kakak gak mau pulang, kakak masih betah disini.. "Evelin dikamarnya


"Tapi tante Nisa dan om Billy dari jauh datang kangen sama kalian ingin bertemu.. "mamah Aqilla memberitahu


"Kakak gak minta mereka datang, lagian ngapain mereka datang tiap haru juga chat dan telfon mengganggu kakak.. "Evelin yang sebal dengan mereka


"Kakak gak boleh gitu, mereka sayang sama kamu nak dan mereka dari jauh loh dan bawa banyak oleh-oleh buat kalian.."Aqilla merayu


"Gak mau, kakak gak minta suruh aja mereka main sini.. "Evelin kesal dan menutup telfonya


"Gimana sayaang apa aq jemput mereka saja..? "Aska paham istrinya sedih pasti ada penolakan dari Evelin


"Kakak gak mau pulang yaang, dia malah sebel sama Billu dan Nisa karna mereka selalu hubungin Evelin dan katanya ganggu jadi dia sebel.. "Aqilla bingung didalam kamarnya dengan Aska dan mamah Maria juga ikut bingung


"Kita ajak mereka datang kerumah mas Dodi aja La dan mereka gak mungkin nginap disana biar mereka nginap disini dirumah kita jadi jauh kan dari Evelin cucuku.. "saran mamah mertua Aqilla yang juga sayang sama Evelin


"Mereka gak sabaran dan selalu ganggu anakku dan itu yang buat anakku sebal dan benci sama mereka mah.. "Aska tidak menyalahkan Evelin yang membeci mereka


"Maksud mereka kesini bawa banyak barang apa yaang, aq takut sekali mah.. "Aqilla gelisah dengan kedatangan Nisa dan Billy dan dua anaknya yang sedang ngobrol dengan pak Akbar papah Aska


"Yaang kamu yang kuat jangan takut dan gelisah gini buat Evelin curiga nanti.. "Aska pada istrinya


"Mana ada ibu yang gak takut akan kehilangan anaknya yaang, Evelin makin tumbuh besar dan mereka menuntut agar kita jujur pada anak kita, dan aq gak mau kehilangan anakku.. "Aqilla menangis


"Sayaang kamu tenang aja mamah dan papah akan bantu kamu, kita udah kuat memiliki Evelin jadi mereka gak mungkin ambil cucuku"mamah menenangkan Aqilla


"Mah, Aqilla...Aska turunlah, Nisa dan Billy menunggu kalian.. "pak Akbar mengetuk pintu karna sengaja Aqilla menguncinya

__ADS_1


"Yah pah.. "Istrinya buka pintu dan pak Akbar masuk


"Pah apa maksud kedatangan mereka?apa mereka akan bawa anakku? "tanya Aska yang juga gak rela


"Kalian salah paham, mereka kesini hanya ingin melihat Evelin dan bertemu saja dan itu wajar mereka udah lama juga gak ketemu kan? "pak Akbar buat mereka lega


"Pah tapi Billy selelu nuntut ingin Evelin tau kalo dia ayah kandung Evelin,selama ini aq masih bisa mengalihkan dalam telfon tapi kini mereka ada disini pah.. "Aska gelisah dan tak tenang


"Ka kamu menasehati istrimu tapi kamu sendiri yang lebih bingung dan gelisah.."mmah Aska


"Aq sayang sama Evelin mah, gak rela mereka mengambil alih tempatku dan mamah tau sendiri Evelin lebih dekat denganku.."Aska duduk bersandar disofa


"Kita semua sayang sama Evelin tapi kita akan mengabaikan mereka yang udah jauh datang untuk cucuku Evelin..? "pak Akbar masih tenang karna dia udah menanyakan langsung


"Tapi masalahnya cucuku kita gak suka, sebal dan benci sama mereka pah tadi mamah dengar sendiri dari cucu kita katanya mereka selalu ganggu telfon dan chat terus sama cucu kita dan gak mau pulang.. "mamah memberitahu suaminya


"Iya karna mereka tidak sabaran jadi buat cucuku sebal dan benci sedangkan karakter Evelin tenang gak mau diganggu seprti Aska"pak Akbar memahami cucunya


"Ayo sayaang, mamah dan papah akan selalu dukung kamu, kamu jangan takut kita hadapi bersama.. "mamah gak mau Aqilla kembali sedih dan terpuruk


"Iya mah.. "Aqilla menurut dirangkul lengannya sama mamah mertuanya turun.


Mereka membawa Nisa dan Billy serta kedua anaknya kerumah orang tua Edo yaitu pak Dodo dan ibu Rahayu. Disana mereka berkumpul dan Nisa serta Billy melepas rindu menghampiri Evelin yang masih diam belajar dikamar.


"Kakak Evelin lagi belajar, kamu masuk aja.."Pak Dodi yang sebelumnya udah dikasih tau sama Aska kalo Nisa dan Billy akan datang


"Yah pak.. "Billy yang selama ini gak sabar ingin Evelin tau.


"Ayo sayaang kita temui Evelin.. "ajak Billy pada Nisa yang gak enak dengan Aqilla yang sedari tadi diam dan sedih


"Kamu dulu aja yaang, nanti juga Evelin keluar dia kan sedang belajar.."Nisa yang nutupi kangennya karna gak enak sama Aqilla

__ADS_1


"Ya udah aq aja.. "Billy berjalan kekamar Evelin dan mengetuknya


"Bil biar aq aja yang minta anakku keluar, dia lagi ngambek.. "Aska yang gelisah dan rasa takut akan Evelin tau.


"Iya mas.. "Billy berhenti dan diam didepan pintu.


Aska mengetuk pintu dan minta Evelin keluar kamar sebentar untuk menemui Nisa dan Billy. Dan Evelin gak pernah melawan perintah papahnya karna dia sayang dan selalu dituruti oleh Aska yang sangat sayang pada Evelin dan sebaliknya.


"Sayaang, kakak ini papah keluar sebentar papah mau bicara..?"minta Aska


"Yah pah sebentar.."jawaban Evelin dan menutup bukunya dan membuka pintu


"Kreeek" pintu terbuka dan Billy langsung memeluk Evelin yang enggan dan malu dipeluk Bily karna dia udah besar


"Evelin putriku.. "Billy tanpa sadar buat Evelin bingung dan kesal


"Om bukan putriku tapi keponakanku karna aq hanya anak papah Edo dan Aska.. "Evelin kesal


"Ya sayaang maafin om yah, karna om kangen sama kamu.. "Billy menyesal buat Evelin marah


"Sayang kamu udah sangat besar canti dan pintar, om bawa oleh-oleh buat kamu.."kata Billy dihadapan Evelin


"Om gak usah repot-repot datang kesini dan bawa oleh-oleh karna rumahku dan rumah om jauh, kasian tuh anak om cape sampe ketiduran.. "Evelin tidak suka


"Kakak jangan ketus gitu,kasian om Billy jauh datang kesini karna kangen sama kamu"Aska menasehati Evelin.


"Tapi kakak gak minta, mereka datang dan kakak juga gak minta oleh-oleh dan lagi om selalu ganggu kakak tiap hari hubungi kakak, kakak kan sibuk sekolah belajar.. "Evelin cemberut


"Ya sayang maafin om Billy yah..? "Billy takmmau anaknya ngbek.


"Ya kita duduk disana om, sama mereka.. "Evelin merangkul papah Asaka mengikuti Billy.

__ADS_1


__ADS_2