
Keadaan Aqilla berangsur membaik dan melewati masa krisis dan dia mulai mengerjapkan matanya yang membuat suami dan kedua orangtua yang menjaganya senang karna sudah sadar. Aqilla meraba perutnya sudah rata dan sotak kaget mengingat hari dimana dia didorong dan kesakitan. Aqilla mengingat kandungannya saat itu dan matanya mencari keseliling sosok bayi tapi tak ada.
"Dimana anakku, anakku kenapa gak ada disini, perutku udah rata lalu dimana anakku.."Aqilla yang baru saja sadar
"Sayaang anak kita telah.. "Aska mau jujur
"Anakmu sedang dalam perawatan sama suster nak.. "Ibu Aqilla berbohong mendekati anaknya karna Aqilla baru sadar
"Tapi anakku gak pa2 kan dia sehat kan bu?"tanya Aqilla cemas
"Iya anakmu cewe dia sangat cantik sama sepertimu sayaang.. "Ibu mengpus airmatnya
"Syukurlah, aq takut sekali hatiku gak karuan membayangkan anakku akan kenapa-kenapa"Aqilla tersenyum tapi masih banyak ada rasa sedih menyelimuti hatinya tapi dia gak tau kenapa dan Aska paham maksud ibu mertuanya
"Ibu aq mau bertemu anakku.. "Aqilla ingin melihatnya dan buat bingu Aska dan kedua orangtuanya
"Kamu baru saja sadar dan anak kita aman jadi kamu gak perlu khawatir.."Aska pada istrinya
"Sayaang kamu sudah sadar..? "tanya ibu Edo yang datang menjenguk bersama suaminya dan diikuti mamah mertuanya dan papah mertuanya yang akan mengecek Aqilla
"Iya bu, cucuk ibu cewe lagi cantik tapi aq belum boleh melihatnya.. "Aqilla buat Ibu Rahayu, ibu Edo dan lainya terdiam
"Sayaang papah cek dulu yah, kamu baru saja sadar dari masa kritis harus banyak istirahat gak bolek banyak gerak dan pikiran.. "Papah sambil mengeceknya
"Pah, apa papah udah melihat cucu cantik papah, dia sehat kan..? "Aqilla yang hatinya sebenarnya ada rasa yang aneh dihatinya
"Iya sayang cantik sekali sama sepertimu.."jawab mamah Aska karna suaminya diam gak bisa bohong
"Aq merasa ada bagian tubuhku yang hilang, dan aq merasa tidak tenang bahkan mas Edo datang"Aqilla merasa kebingungan melihat keseliling.
Aqilla masih merasa bingung dan hatinya serasa ada yang kurang dan hilang, bahkan dia merasa sedih. Semua orang terdiam dan melihat tingkah Aqilla yang gelisah dan masih bertanya mengulang-ulang buat keluarganya bingung dan sedih.
"Mas Edo datang dia menggedong bayiku,dimana mas Edo..?"Aqilla masih kebingungan dan melihat keseliling
__ADS_1
"Oh ya mas Edo kan udah meninggal tapi kenapa dia menggendong bayiku.. "Aqilla yang bertanya dan menjawabnya sendiri
"Ayah bayiku sehat benarkan? aq ingin melihatnya.. hatiku gak tenang aq ingin bersamanya.. "Aqilla turun dari ranjangnya
"Aakh.. "Aqilla kesakitan karna dia baru saja operasi juga dibersihkan isi perut yang terkena ketuban oleh papah mertuanya yang udah ahli bedah
"Sayang jangan banyak bergerak dulu, tiduran lagi.. "Aska membantu istrinya berbaringa
"Sini aq kasih lihat foto anak kita, dia sangat cantik sama sepertimu yaang.. "Aska memberikan Hpnya karna dia memotretnya sebelumnya.
Aqilla melihatnya dan tetap ada gejanggalan dalam hatinya, dia menatap foto anaknya dan tiba-tiba meneteskan air matanya dan membasahi kedua pipinya. Aqilla semakin tak sabar dan tak bisa ditahan lagi setelah melihat putri Kecilnya.
"Vidio anakku apa kamu punya yaang, anakku menangis kan dia sama seperti Alina saat kecil.. "Aqilla merasa ada yang aneh difotonya
"Difoto ini kenapa aq merasa ada yang aneh dan ini anakku agak biru kenapa dia?Apa dia sakait pah..? "Aqilla curiga dan bertanya ada papah mertuanya
"Pah kenapa papah diam saja, papah dokterkan dan dokter gak boleh bohong, apa anaku sakit dia kenapa biru..?"Aqilla menangis
"Kamu bohong, aq tau kamu bohong tanganmu gemetar.. "Aqilla memegang tangan suaminya
"Kalian semua bohong padaku, aq kenapa tidak diijinkan melihat anakku sedang ibu yang melahirkan akan langsung dipertemukan dengan anaknya dan memberikan asi meski aq gak bisa kasih asi tapi aq bisa menggendongnya kan pah.. "Aqilla mendesak papah mertuanya karna Aqilla tau papah mertuanya gak bisa bohong
"Bayimu meninggal nak, maafin papah gak bisa nolong cucu cantik papah.. "Pak Akbar jujur dan meneteskan air mata.
Kata papah mertuanya bagai petir yang menyambar hati Aqilla dan membuatnya hancur dan memecahkan tangis seketika. Aqilla gak percaya dan meronta minta turun dengan penuh tangis kesedihan.
"Anakku gak mungkin meninggal,dia baik-baik saja..! "Aqilla meronta dan berteriak dipegangi suaminya
"Aq ingin melihat anakku, aq gak percaya anaku meninggal..kata dokter bayiku sehat dan tumbuj dengan baik.."Aqilla yang sebelumnya memerikasanya
"Sayaang tapi ini benar, putri kecil kita udah meninggal.. "Aska pada istrinya yang juga sedih dan menangis
"Gak mungkin putriku meninggal, dia punya kakek dokter yang hebat dan kamu papahnya juga dokter, kalian bisa menolang orang lain dan apalagi putri kecilku yang sehat dan cantik! "teriak Aqilla
__ADS_1
"Maaf yaang, kami gak bisa menolongnya.."Aska memeluk erat istrinya
"Pergi kamu, kenapa kamu gak bisa menolong anakku..anakku gak mungkin meninggal,dia baik-baik saja kamu dokter!"teriak Aqilla
"Yah kami dokter sayaang tapi kami juga gak bisa menjamin hidup manusia sayang termasuk anak kita..saat itu aq juga berat dan bingung harus memilih diatara kamu dan putriku kita yang hanya bisa satu yang selamat"Aska meraih tangan istrinya dan memeluknya lagi
"Kenapa kamu tidak selamatkan putri kita saja, dia tak berdosa dan dia berhak hidup kedunia ini dan bersama kalian.. !"bentak Aqilla yang kaget mendengar kenyataanya
"Tapi aq gak bisa kehilangn kamu, dan ketiga anak kita juga butuh kamu dan Aq yakin putri kita juga mengerti itu.. "Aska juga hancur
"Maaf sayaang aq juga sama sepertimu hancur tapi kita gak boleh larut dalam kesedihan, ingat anak-anak kita yang lain"Aska mencium dahi istrinya
"Putriku.. putriku..! "teriak Aqilla dan pingsan dalam pelukan suaminya.
"Sayaang maaf sayang.. "Aska memeluk erat dan menciumnya.
Semua isi ruang kamar perawatan Aqilla ikut menangis akan kesedihan yang juga mereka rasakan kehilangan cucu mereka.Aska menemani istrinya yang pingsan bahkan dia juga tak bisa tidur tenang dan makanpun enggan karna kesedihannya. Aqilla sadar kembali dan tak bicara sepatah katapun dia hanya diam.
"Sayang bicaralah, kita semua juga sedih sama sepertimu tapi kamu jangan begini sayaang, jangan buat kami makin sedih.."Aska menatap istrinya yang diam dan tatapannya kosong
"Sabar sayang bicaralah sesuatu pada kami jangan diam saja begini..? "mamah Aska juga mendesak Aqilla yang masih tak bergeming.
"Apa kamu tidak rindu pada anak-anakmu, mereka merindukanmu sayaang ingin sekali bertemu kamu dan bicara banyak hal padamu"ibu Aqilla mengusap rambut Aqilla yang kini meneteskan air matanya
"Ini udah takdir Tuhan sayaang kita gak bisa melawan takdir, putrimu lebih dicintai Tuhan dan dia yang nantinya jemput kamu masuk surga.."ibunya lagi menasehati Aqilla
"Apa kamu kangen sama Evelin, Alina dan juga Aksa anak-anakmu mamah panggilkan mereka yah..? "tanya mamah mertuanya
"Sayang tolong jangan seperti ini, anak kita udah tenang disana kamu harus bisa mengikhlaskan dia dan kasian anak-anak kita yang lain mereka membutuhkanmu dan merindukanmu.."Aska menekan bahu istrinya dan memeluknya
"Aq sangat sayang sama kamu, aq tau kamu merasa bersalah karna kamu bisa hidup dan putri kita meninggal tapi dengar jika aq putuskan anak kita yang hidup dia pun gak bisa bertahan hidup lama karna dia juga keracunan air ketuban sama sepertimu jadi kamu jangan salahkan dirimu sendiri"Aska menyakinkan istinya.
Aqilla masih tak bergeming dan dia gak mau makan ataupun minum dia hanya diam dan tatapanny serasa kosong dan dalam dunianya sendiri.
__ADS_1