
Aska dan Aqilla serta anak-anak telah sampai dirumah orangtua Aska dan keluarga besar menyambut dan membantu menurunkan Koper-koper dan kardus sertai perlengkapan yang dibawa Aqilla dan Aska serta anak-anak mereka.
"Mba bawaanya banyak banget.. "Alfin yang bolak balik membawanya masuk
"Keponakanmu om si Alina dan Aksa mainan dibawa semua"Aqilla
"Apa kabar sayang.. "mamah mertua dan diikuti ibu Rahayu ibu Edo
"Baik mah, bu gimana kabar kalian? "Aqila bertanya balik
"Sehat sayaang kamu makin berisi badanya.."ibu Rahayu
"Gimana gak gemuk bu, Aska selalu nyuapi aq makanan.."Aqilla melirik suaminya
"Biar gak pake busa bu.. "Aska memeluk Bu Rahayu
"Hemm anak ibu nakal yah.."Rahayu mencubit pipi Aska
"Kalo gak nakal Kaka Evelin gak ada temannya ya kan yah.. "Aska menghampiri ayah Dodi ayah Edo
"Apa kabar ayah, apa ayah sehat dan gak kumat lagi kan..? "Aska memeluk Ayah Dodi
"Gimana ayah bisa kumat kalo punya anak dokter dan adik dokter yang hampir satu bulan sekali kirim obat memenuhi kulkas ayah.. "Pak Dody yang selalu dipantau sama Aska dan papahnya
"Tapi kan ayah sehat terus bisa nemenin cucu-cucu kan.. ?"Aska tertawa dan mereka juga
"Kakek ini kakak.. "Evelin memeluk Ayah Aqilla
"Iya sayang,kakak udah besar sampai kakek gak bisa angkat kakak lagi.. "Pak Rizal
"Iya kan kakak udah kelas tiga kek.."Evelin menunjukan Tiga jarinya
"Nenek aya cantik sekali.. "Evelin merayu ibu Edo yang meneteskan air mata melihat Evelin selintas melihat bayang Edo
"Sayaang lama sekali kamu pulang nenek kangen sekali "Rahayu memeluk cucunya
"Nenek kenapa nangis, ingat papah Edo yah karna kakak mirip sama papah Edo kan?"tanya Evelin buat Aqilla juga meneteskan airmatanya
"Tentu saja, kakak mirip papah dari hidung rambut mata dan bibir kakak sama semua"Rahayu memeluk Evelin
"Iya kakak kangen dan ingat papah terus, kakak juga mimpi papah Edo datang.. "Evelin yang udah 9tahun
__ADS_1
"Papah kangen pengin dijenguk kakak nek, kita kemakam papah Edo ya nek sebelum pulang"minta Evelin yang merindukan papahnya dan buat Aqilla nangis mengingat suaminya dan merasa bersalah karna gak pernah kemakam
"Iya aq juga gak pernah kemakam mas Edo bu maafin Aqilla.. "Aqilla menangis dan jatuh pingsan.
"Sayaang.. "teriak Aska
"Mba Aqilla.. "Alfin merangkul kakaknya dan gak sampe jatuh kelantai.
Alfin dan Aska mengangkat badan Aqilla dan merebahkan disofa dan Aska memeriksa istrinya dan menyadarkan istrinya yang lemah dan tekanan darahnya rendah dan kecapain.
"Sayaang.. sayaang.. "Aska mengusap pipi Aqilla
"Mamah.. mamah.. "Evelin dan adik-adiknya
"Aqilla..Aqilla.. "Ibu Ana ibu Aqilla
"Heemm kepalaku pusing.. "Aqilla membuka matanya
"Iya sayaang karna kamu sedang hamil sekarang.. kita akan punya anak lagi"Setelah Aska memeriksa istrinya
"Apa aq hamil lagi, kok hamil lagi sih.. "Aqilla nangis
"Kakak mau punya dedek lagi pah..? "tanya Evelin
"Sayaang gak pa2 banyak anak kan banyak rejeki nak.. "Mamah Aska mengusap Punggung Aqilla yang duduk dan menangis
"Aq kan udah empat anak masa aq hamil lagi, ini gara-gara kamu aq udah bilang aq belum KB yang tapi main nyosor aja.. "Aqilla memukuli suaminya
"Tapi kamu bilang kamu haid kan..?"Aska memegangi tangan istrinya
"Yah aq bohong sama kamu karna kamu tuh gak ada puas-puasnya.. "Aqilla marah
"Papah malah senang mau punya cucu lagi jadi rame ya De Rizal.."Pak Akbar ayah Aska
"Tapi kan udah banyak anak pah, Aqilla juga pengin rawat diri udah jelek gemuk lagi"Aqilla menangis lagi
"Aqilla kamu gak boleh kaya gini kamu dulu sangat pengin kan dan sekarang kamu dikasih anak lagi harusnya bersyukur"ibu Rahayu
"Iya bu bersyukur tapi aq tua suamiku masih ganteng.. "Aqilla buat mereka tertawa
"Mamah tetap cantik kasian dedeknya kan?"'Evelin mengusap perut mamahnya
__ADS_1
"Iya benar yah kak, mamah masih tetap cantik dan kesayangan papah dan kakak"Aska memangku Evelin
"Cantik apa, kamu aja dipom bensin melirik pelayan pom kan? "Aqilla melotot
"Cuma melilirk kan gak ada salahnya masa jya punya mata gal boleh melihat.. "Aska tersenyum
"Tuh kan mah, Aska mau selingkuh.. "Aqilla menangis dalam rangkulan mamah mertuanya
"Aska istri hamil itu sensitif malah kamu mengodanya dan bikin tambah nagis.."mamahnya
"Mah biar dia nangis dari kemarin nahan sedih, kalo udah nangis kan bikin hati lega."Askq tau istrinya menyimpan sedih dan bersalah dan gak enak pada orang tua Edo karna dia melupakan dan gak pernah kemakam
"Sedih kenapa nak..? "Tanya Ibu Rahayu pad Aska
"Aqilla sedih mengingat mas Edo, merasa bersalah bu pada ibu dan bapak karna gak pernah kemakam dan mendoakan mas Edo karna itu dia sibuk sendiri dan jauh"Aska memberitahu orangtua Edo
"Nak Edo pasti juga ngerti kamu udah berkeluarga dan punya tanggung jawab sendiri, dan kamu jauh dari kami,kami yang selalu bersihin makam suamimu kamu gak usah sedih dan merasa bersalah karna bagi Edo liat kamu bahagia dan bisa menjaga anak kesayangannya udah cukup "aayah Edo yang juga sedih
"Ibu juga sedih apalagi selintas melihat Evelin ibu melihat bayang Edo mengikuti cucuku mungkin dia tau anaknya datang "Rahayu juga menangis
"Iya papah selalu ada didekat kakak jagain kakak nek.. "Evelin buat Aqilla makin nangis
"Maafin Aqilla mas Edo, Aqilla istri yang durhaka gak pernah doa dan jenguk kamu"Aqilla menangis lagi
"Udah gak ada hal yang seperti itu, anakku udah meninggal dan dia ada disisi Tuhan jadi jangan mikir yang aneh-aneh akan buat kalian sedih sendiri"ayah Edo
"Ayah kita kemakam mas Edo sekarang, Aqilla mau minta maaf yah bu.. "Aqilla turun memaksa ayah Dodi
"Kamu lagi hamil dan lemah gini besok aja yah.. "ayah gak tega
"Gak mau yah aq pengin ketemu mas Edo sekarang aq kangen sama dia yah.. "Aqilla menangis lagi
"Sayaang aq anter yah kita sama-sama kemakam mas Edo sekalian kita doain buat dia.. "Aska memeluk istrinya
"Iya yaang ayo kita kesana.. "Aqilla merengek
"Iyah tapi kita makan dulu kasian ibu mamah Alisa dan ibu Rahayu masak buat kita nanti dingin gak dimakan mubazir "Aska lembut pada istrinya
"Iya nak kita makan dulu mumpung hangat, ibu kamj cape masak lo, habis makan kita kemakam yah? "Ibu Rahayu
"Iya makan.. "Aqilla mengangguk dan dirangkul suaminya dan duduk disampingnya.
__ADS_1
Mereka makan bersama dengan keluarga besar yang udah disiapin sama ibu Ana, ibu mertua Aska.