Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Perempuan gila


__ADS_3

Edo tidur dengan lelapnya dan Aqilla masih mondar mandir disamping ranjang, benar yang dikatakan om Dany masalah nyawa membuat Aqilla kepikiran.


"yaang bangun..ayo kita kerumah sakit..aq temani kamu.."minta Aqilla yang kepikiran


"yaang ngapain sih mikirin dia..yang penting kita dan rumahtangga kita yaang..dia cuma mau ganggu aja.."Edo kembali memejamkan matanya


"Mas ayo..Aqilla kepikiran..biar nanti Aqilla yang ngomong mas udah jadi suami Aqilla..dan minta dia jangan ganggu.."Aqilla memaksa Edo


Edo menyerah dan berangkat dengan motornya kerumah sakit. Sebenarnya Aqilla gak rela dan perasaanya juga merasa sakit untuk sekedar mendengar namanya aja dia sakit hati apa lagi ketemu. Om yang sedari tadi udah menunggu diruangan bersama bosnya Fandi.


"thok..thok.."Aqilla mengetuk pintu ruang kamar Mutia dan Fandi bosnya om membukanya


"Maaf pak baru bisa datang sekarang.."kata Edo melirik Mutia tersenyum dan duduk diranjang


"Ayo sayang masuk.."Edo menggandeng istrinya dan membuat Mutia kemabali sedih dan menahan marah dan sakit hatinya


"Om udah lama..?"tanya Edo menyalami om nya dan dia mengangguk


"Kenalin ini pak,Mutia ini istriku..Aqilla.."Edo memperkenalkan istrinya yang membuat Mutia membuang muka


"Do silakan duduk, bapak cuma mau minta kamu kembali kerja lagi..bergabung bersama kami.."pak bos Fandi terpaksa karna ancaman Anaknya dan Edo tau maksud dari pak bos dan akalbulus Mutia


"maaf pak gak bisa..karna aq akan kerja lagi dikapal..udah dihubungi terus juga udah lama ditinggal..aq kerja ikut om karna sambil ngurus pernikahan kami..dan mau dekat sama istri waktu itu.."jawaban Edo membuat Mutia marah


"Mas Edo gak boleh kekapal lagi,mas Edo harus kerja lagi bersamaku,aq akan kasih gaji berapapun yang mas minta bisa buat bahagiain istri mas.."Mutia kesal dan gak mau Edo pergi darinya


"Maaf mba tapi mba gak berhak ngatur suami aq,aq bukan wanita gila harta,berapa pun suamiku kasih walaulun itu sedikit gak cukup aq akan tetap mensyukurinya..dan apa maksud mba sebenarnya..?"Aqilla yang gak mau suaminya kembali kerja sama Mutia

__ADS_1


"Aq mau suami kamu..aq mencintai dia..aq yang lebih pantas buat dia..kamu itu masih kecil tapi udah gatal nikah.."jawab Mutia membuat sakit hati Aqilla


"Aq udah besar 19thn,kami udah lama berhubungan 7thn mas Edo nunggu aq, dan mas Edo yang minta untuk menikah..kalo aq gatal mungkin udah selusin anak sama mas Edo.."Aqilla membalas Mutia dan membuat bangga Edo


"Maaf Mut,dari awal aq bilang aq udah tunangan dan akan menikah..aq udah bilang kamu lupain aq dan cari pria lain..karna aq sangat mencintai istriku dan aq hanya ingin bersama istriku..maaf kita pamit dulu semoga kamu cepat sembuh dan sadar.."Edo merangkul istrinya.


Aqilla dan Edo berjalan menghampiri pintu ,MutiA Lari mau menghampiri dan mau memeluk Edo,Edo tau dan dia menarik istrinya dalam pelukannya hingga Mutia berhenti karna dalam pelukan Edo Aqilla.


"Mas..kamu gak boleh tinggalin aq..aq mau jadi istri keduamu..aq sangat mencintai kamu mas..La tolong ijinin aq nikah sama mas Edo..aq mohon.."Mutia bersujud dibawah kakai Aqilla


"Mba jangan begini..mba cantik mba bisa mendapatkan lebih dari suamiku tapi bukan suamiku.."jawab Aqilla


"yaang ayo pergi..jangan ladenin orang gila"Edo merasa jijik.dan membuka pintunya dan merangkul istrinya pergi


"nak jangan begini..ayo kembalilah..Edo mencintai istrinya.."Mutia hendak berlari mengejar Edo dan Aqilla tapi dihalangi pak Fandi


"yaang kamu diam aja..gak menjawab aq berulang kali bertanya..aq udah bilang jangan kerumah sakit tapi kamu gak nurut..sekarang kamu sedih sendiri kan..?"Edo mengusap rambut Aqilla dan Aqilla meneteskan air matanya


"kenapa nagis..kamu tenanglah..aq gak akan perdulikan dia..aq sangat mencintaimu..aq hanya ingin denganmu..jangan menangis lagi..kamu cape..kita tidur aja.."Edo memeluk Aqilla dan merebahkan badan istrinya dan mengusap rambutnya hingga Aqilla tertidur lelap.


"Jo tolong siapkan tiket untukku dan istriku untuk perjalan ke Bali kalo bisa secepatnya.."Edo menghubungi temannya yang kerja dibagain tiket.


Edo sebenarnya juga gelisah karna ancaman dan permintaan Mutia yang membuat istrinya sedih dan sakit hati,karna itu dia ingin berbulan madu untuk mengurangi sakit hati istrinya dan membahagiakan istrinya yang baru saja dia nikahi.


"Do tiketnya sudah siap berangkat jam 2 hari ini kalo kamu mau atau besok ?"tanya Jo teman Edo


"hari ini aja nanti pas setelah istriku bangun.."jawab Edo dan mematikan Hpnya

__ADS_1


Edo berjalan keluar kamar dan menceritakan yang terjadi dirumah sakit dan kesedihan Aqilla.


"Bu aq mau bawa Aqilla liburan,karna perempuan gila..istriku jadi sedih gak mau bicara..ibu dan ayah rahasiankan aq pergi sama om Dany dan yang lain..karna aq gak mau diganggu."Edo memberitahu ibunya


"Ya Do kasian Aqilla buat dia bahagia..kalian baru semalam menikah udah ada cobaan.."Ayahnya yang ikut bingung dengan perkara tersebut


"Pastilah sedih,baru menika belum genap sehari udah ada penghalang dan ada yang minta suaminya untuk menikah lagi..kalo ibu jadi Aqilla juga ibu nangis dan nampar perempuan itu..mana ada yang mau istri dimadu apalagi baru semalam kalian nikah.."ibunya ikut sedih


"Ya bu..aq gak mau Aqilla menyesal karna pernikahan kami gara2 gangguan wanita gila"Edo emosi menyebut Mutia karna dia merusak kebahagiaan yang baru saja dia raih.


"Bu aq mau siap sebelum istriku bangun.."Edo berjalan masuk kamar


"Do ibu bantu yah.."minta ibunya yang ikut sedih untuk anak dan menantunya


"ya bu.."jawab Edo


Edo mengambil koper besar untuk bajunya dan istrinya yang rencananya seminggu dan bahkan lebih kalo Aqilla mau.


"Do ini ada seprai disini..?" tanya ibu membuta Edo cengingisan


"Hemm ibu tau ada noda darah istrimu..kamu beruntung udah mendapatkan istri yang masih sangat suci nak,karna kebanyakan cewe sekarang gila..kaya Mutia itu.."ibunya membawa seprai untuk dijemur diluar setelah selasai bantu berkemas


"Bu aq mau tidur dulu tolong nanti bangunin aq jam satu bu.."minta Edo sebelum ibunya keluar


"gak makan dulu ini udah jam 11 ?"tanya ibunya


"nanti aja nunggu istri bangun"jawab Edo dan ibunya keluar dan Edo menguncinya

__ADS_1


Edo menghampiri istrinya dan tidur disampinya dengan memeluknya karna udah jadi kebiasan istri sebagai guling begitu juga Aqilla yang meresa hangat dengan pelukan suaminya.


__ADS_2