
Kedua anak Aqilla sudah dibawa pulang kerumah Aska bersama mamah ibu Aqilla dan ibu Edo yang merawatnya karna hampir tiga hari Aqilla belum juga sadar.
"Ka kamu mau kemana bersama Rendy..?"tanya papahnya
"Aq gak bisa diam kaya gini pah.."Aska berjalan mondar mandir
"Aq akan meminta Evelin kembali apapun yang terjadi.. aq akan bawa Evelin.. "Aska sedih
"Kenapa.. dia bersama orangtuanya,mereka akan menuntutmu dan istrimu jika kamu seperti ini.. "papahnya mengingatkan
"Aq udah tidak sanggup melihat istriku seperti itu terus pah.. dia hidup raganya sehat tapi tidak dengan jiwa dan kesadaranya.. "Aska menangis
"Dia gak mau bangun yah..penyemangat hidupnya dari dulu Evelin, kita harus bawa kembali Evelin untuk istriku pah.. aq benar2 tidak sanggup kehilangan istriku..aq udah gak peduli lagi mereka menuntutku tapi setidaknya Evelin melihat mamahnya.."Aska udah gak tahan melihat Aqilla
"Papah,ayah tau.. saat diruang operasi dia gak setabil kami bingung saat itu..tapi saat aq bilang padanya kita akan jemput Evelin..dia semangat lagi yah dan kami bisa mengambil dua anak kami dari perutnya.."Aska dipeluk ayah Edo yang juga ikut sedih
"Ayah dan ibu akan temani kamu nak.. kita pergi bersama.. kami juga sangat merindukan dan Evelin.."ayah Edo tak rela dengan kerpergian harta Edo satu2nya
"Ayah mendukungku..? "tanya Edo sedikit senang mendapat upahnya dukungan
"Yah apapun yang terjadi kita dahapi bersama,kita bujuk dan mohon pada mereka"kata Ayah semangat
"Mas kalo itu keputusan kalian aq gak bisa melarang tapi ingatlah jangan pake kekerasan karna bagaimanapun kita dalam pihak yang kalah dan mereka orangtua kandungnya sah"papah Aska pada ayah Edo
"Ya de aq mengerti.."kata ayah Edo mengangguk
"Kamu pergilah Ka, ibu dan ayah akan jaga Aqilla dirumah sakit.. "orangtua Aqilla bersiap kerumah sakit yang saat dijaga bibi karna belum juga sadar
"Mamah akan menjaga cucu2 mamah dan papah ikutlah pak Akbar menjaga Aqilla, papah bisa mengecek kesehatan mantu kita"Saran mamahnya
"Yah mah papah akan pantau Aqilla,kamu berangkat saja Ka hati2.."papahnya memeluk anaknya yang sedih.
Aska bersama Rendy dan kedua Edo terbang dalam perjalanan ke Samarinda yany tempatnya jauh dari rumah mereka tinggal. setelah mendarat mereka mengunakan Taxy mencari keberadaan rumah Nisa dan Faisal orang tua kandung Evelin yang sebelumnya diberilan Faisal, Karna mereka sangat sulit untuk dihubungi membuat mereka berulang kali berputar-putar.
"Maaf pak.. bapak tau alamat rumah ini? "tanya Aska pada bapak yang sedang lewat dijalan
"Alamat ini udah benar disini tapi kalo rumahnya saya gak tau tapi berdasarkan Rt dan no nya mungkin diujung sana mas"jawaban bapak itu dengan bahasa yang menurut Aska beda dengannya
"Ujung sana yah pak.. kami akan kesana pak makasih yah pak.. "Aska kembali naik taxynya karna rumahnya ternyata jauh dari kota
__ADS_1
Mereka masih menyelusuri jalan dan bertanya pada salah satu yang tinggnya satu jalan dengan Nisa dan Faisal.
"Maaf bu.. apa ibu tau rumah pak Faisal dan Ibu Nisa mereka masih muda dan bersadarkan alamat ini mereka disekita sini?"Aska menunjukan alamat yang diberikan Faisal
"Yah ini betul alamat sini dan rumah Faisal yang warna biru kedua dari rumah saya ini.. mereka keponakan saya.. ?"kata ibu itu dan Aska tersenyum bersama Rendy karna setelah melakukan perjalanan jauh seharian full akhirnya sampai
"Makasih ya bu.. "kaya Rendi gak sabar bertemu Evelin dan menarik tangan Aska
"Ayo cepat Ka, aq gak sabar bertemu keponakanku yang cantik.. "kata Rendi berjalan menuju rumah yang ditunjukan.
"Ayah ibu ayo turun kita udah sampai.. "Minta Aska dan dia membayar Taxynya
"Yang mana Ka..? "tanya ibunya Edo
"Itu bu yang biru.. kita kesana"Aska menjawabnya
Mereka berjalan dengan agak cepat karna sudah tidak sabar bertemu Evelin yang hampir tiga minggu tak bertemu dengannya. Mereka sangat merindukanya apa lagi dengan crewetnya Evelin yang suka bertanya ini itu pada mereka.
"Thok.. thok.. "Aska dan Rendy dengan tidak sabar mengetuk pintu
"Ya sebentar..? "kata Faisal Aska mengenal suaranya
"Aq mau bertemu anakku, dimana anakku.."Aska masuk dengan tidak sabar
"Duduklah dulu mas.."pinta Faisal dan mereka duduk tapi mata mereka masih mencari2 Evelin
"Mau minum apa..? "+tanya Faisal
"Kami gak butuh minum,kami butuh anak kami Evelin.. "Aska gak sabar lagi matanya masih mencari2
"Yah saya tau tapi saat ini dia tidak dirumah"Faisal menjawabya sedih
"Dimana dia..apa yang kalian lakukan pada anakku..? "Aska cemas dan kesal karna dirinya istrinya jadi seakan mati jiwanya
"Evelin saat ini sedang dirawat dirumah sakit,istriku Nisa yang menjaganya"Faisal sedih
"Apa sakit.. sakit apa cucuku? "tanya Ayah Edo khawatir
"Dia selama bersama kami tak mau makan dan terus manangis, kami udah membujuk dan merayunya tapi selalu memanggil istrimu kami sampai bingung dan badannya panas.. kami berniat membawa Evelin kerumah kalian tapi istri saya masih berat.. "Faisal yang gak tega dengan keadaan Evelin tapi Nisa masih mempertahankan Evelin karna dia ibu kandungnya dan Faisal hanya ayah tirinya karan ayah kandungnya hanya Nisa yang tau
__ADS_1
"Rumah sakit mana tolong antar kami kesana?"minta ibu Edo menangis
"Ya ikut saya.."Faisal berjalan kemobilnya.
Mereka dengan tidak sabar ingin bertemu Evelin dengan sedih,khawatir dan cemas memikirkan keadaanya. Gadis kecil yang cantik dan imut berumur lima tahun yang menjadi kesayangan Edo saat masih hidup dan kesayangan semua orang.
"Nisa.. mereka datang untuk Evelin"Faisal membuka pintu dan terlihat Evelin dengan selang infus dan sangat pucat dan lemah yang selalu menapat pintu menanti Mamah Aqilla dan papah Aska.
"Papah.. "Evelin hendak bangun tapi Aska yang lari duluan menghampiri anaknya
"Sayaang..tiduran saja papah yang periksa yah nanti sembuh janji.."Aska menangis melihat Evelin yang bandanya sangat kurus lemas dan pucat
"Papah hik.. hik..Evelin mau pulang,Evelin mau sama mamah Lala.. "Evelin mencari2 mamahnya
"Yah papah periksa dulu yah, besok papah bawa Evelin ketemu mamah, mamah udah nunggu Evelin lama.."Aska sambil menagis memeriksa anaknya
"Mamah gak datang pah.. mamah mana.. Evelin kangen.. hik.. hik"Evelin nangis mencari Aqilla
"Mamah juga dirumah sakit sayaang belum sadar nunggu Evelin.. mamah juga sakit sama seperti Evelin..? "Aska membuat Evelin makin sedih dan menagis ingin bertemu Aqilla
"Sayang cepat sembuh kita ketemu mamah.. buat mamahmu sadar yah.. mamah sakit nunggu Evelin ingin bertemu Evelin.. "ibu Edo menangis
"Iya nenek.. Evelin mau sama mamah nek.."Evelin masih nangis
"Apa maksudnya mas dan ibu.. mba Aqilla kenapa?"Nisa bingung dan juga ikut menangis karna Evelin selalu
"Istriku sakit setelah kalian membawa Evelin,dia gak mau makan nagis terus gak mau bicara pada siapapun sampai lahiran gak bisa karna fisiknya sangat lemah dan hampir saja kami kehilang nyawa mamah Evelin dan anak kami, saat ini koma udah hampir seminggu dia gak sadar.."Aska menceritakan
"Nak tolong ijinkan kami membawa menantu Evelin bersama kami, mereka gak pisah dipisahin sejak bayi dia bersama anak kami."ayah Edo meminta belas kasih Nisa
"Evelin adalah hidup istriku,dia selalu bilang dia hidup untuk Evelin,mereka gak bisa dipisahkan.. Evelin adalah semangatnya..saat diruang operasipun saat masih sadar dia memanggil manggil Evelin anakku..sampai dia tertidur dan belum bangun2 sampai saat ini.. berikalh Evelin pada kami,kami gak akan mengecewakan kalian.. Evelin anak pertama kami selamanya akan seperti itu, anak kami"
"Evelin anak mamah..mamah bilang Evelin hanya milik mamah dan anak mamah.. Evelin mau pulang mua mamah Lala.. Mamah"Evelin menangis mamahnya tidur dan belum2 bangun dia membayakan papahnya Edo yang dulu seperti itu.
"Mamah gak boleh mati..kalo mamah mati Evelin mau ikut sama mamah sama papah Edo aja.."Evelin nangis membuat ibu Edo makin sedih dan memeluknya
"Aq minta maaf telah buat mba Evelin jatuh sakit dan koma, aq gak tepat janji padanya..aq hanya rindu dengan kehadiaran anak.. kami menikah bukan kami tak punya anak tapi udah dua kali anak kami meninggal setelah lahir.. mungkin ini hukuman buatku dan suamiku karna suamiku denga istri yang dulu juga sama tidak mengakui anaknya.."Nisa menangis bercerita rumah tangganya.
"Kalian bawalah Evelin aq gak akan menghalangi lagi.. karna Evelin gak bisa tanpa mba Aqilla.. kalo aq memaksa aq akan semakin bersalah kehilangan Evelin dan mba aqilla.."Nisa bersedia karna dia mengerti Evelin tak bahagia bersamanya dan gak bisa tanpa Evelin.
__ADS_1