Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Takut Darah


__ADS_3

Kedua orangtua Aska datang lagi kerumah orangtua Edo karna Aqilla sakit dan membawa yang diminta Aska, infus kumplit yang kini udah dipasang ditangan Aqilla yang lemah lemas dan pucat apa lagi tekanan darahnya rendah. Aska dengan setia menjaga istrinya duduk disampingnya.


"Yaang aq gak tega lihat kamu seperti ini, kenapa gak aq aja yang seperti ini..? "Aska membasuh keringat Istrinya yang mulai keluar setelah diberi suntikan


"Kamu sangat lemah yaang, cepet sembuh yah.. aq sangat sayang sama kamu.."Aska meneteskan air matanya sedangkan Aqilla tertidur dengan pulasnya.


"Istrimu akan baik2 saja Ka,ini biasa pada ibu hamil.. "mamahnya yang melihat anaknya sedih


"Mamah akan jaga istrimu kamu bisa pergi kerumah sakit jangan ditunda-tunda apa lagi kamu baru pindah.. ?"mamahnya cemas


"Tapi aq ingin bersama istriku mah, aq sangat mencemaskan istriku.."Aska tak ingin meninggalkan istrinya


"Ka masih ada kami yang akan jaga istrimu dan dia sedang tidur,kamu bisa pergi.."Papahnya Akbar


"Ya nak, kamu jangan khawatir ada ibu,mamahmu dan ibu mertuamu dan juga papahmu juga dokter.."Ibu Rahayu tak ingin Aska akan kesulitan nantinya dalam kerjaan


"Ya baik bu,kalo ada apa2 tolong langsung kabari aq.. "Aska mencium kening istrinya.


Aska pergi kerumah sakit karna dia harus menyerah surat kepindahan tugasnya yang baru dirumah sakit terbesar dikotanya yang selalu diinginkan Aska dan keluarganya agar dekat dengan orangtua dan keluarganya.


"Ka kemana aja lo, baru datang..? "Rendy yang udah masuk dari kemarin


"Iya istriku sakit Ren djadi aq baru sempat hari ini.. "Aska yang baru saja nyerahin kekantor


"Loh Aqilla sakit? Sakit apa? "Tanyanya kaget karna waktu berangkat dia baik dan sangat senang


"Istriku hamil Ren, dan kini dia yang mual mutah dan tubuhnya lemas dan lemah.. "Aksa menceritakan


"Oh hamil lagi, dulu kamu yah yang nyidam dan sekarang istrimu dan ini pertama juga buat istrimu mungkin bawaan bayinya Ka?"Rendi teman baik Aska


"Iya Ren tapi aq tetap khawatir karna fisik istriku sangat lemah tekanan darahnya rendah dan makannya susah aq jadi bingung"Aska bersandar dikursi didalam ruangnya


"Iya semoga istrimu cepat sehat dan kuat Ka dikehamilan ini.. "Rendi mendoakan


"Ya Ren makasih.. "Aska tersenyum.


Aqilla terbangun dan dia memanggil suaminya karana sebelum tidur suaminya ada disampingnya dan setia menemani dirinya. Aqilla melihat keseliling kamar dan dia berada dikamar Edo dan suaminya tak ada disana.


"Yaang kamu dimana..? "Aqilla duduk


"Kamu udah bangun sayaang..?"mamah mertuanya yang baru dari kamar mandi


"Mah Aska mana..? "Aqilla yang melihat keseliling suaminya gak ada

__ADS_1


"Suamimu sedang kerumah sakit mengantar surat tugas yang baru karna kan itu penting dan suamimu baru, gak baik kalo diulur2 lagi"Mamah mertua menjelaskan


"Iya mah.. "Aqilla mengangguk


"Sayaang kamu makan yah..? "minta mamah mertuanya


"Iya mah.."Aqilla mengangguk.


Mamah mertuanya menyuapi Aqilla makan dengan sayur bening dan nasi lembut yang udah dibawakan ibu Aqilla yang dengar kabar anaknya sakit datang dengan membawa makanan.


"Satu lagi sayaang buat anak kamu.. "Mamah mertuanya karna baru berapa suap tapi Aqilla udah menolak


"Gak mah, Aqilla mual.. "Aqilla gak sadar tangannya ada selang infusnya dan lari kekamar mandi dan mutah-mutah


"Aqilla selang kamu lepas.."mamah mertuanya panik mengejar Aqilla


"Hueek.. hueek..hueekk"Aqilla mutah dan dipijat tengkuknya.


Karna selangnya terlepas Aqilla dibekas infus keluar darah dan baunya sampai kehidungnya dan badannya gemetar setelah melihat darahnya sendiri dan mutah lagi dan jatuh pingsan didalam kamar mandi dipengangi mamah mertuanya.


"Aqilla sayaang..Aqilla..! "teriak mamah mertuanya


"Pah tolong pah..papah !"teriak mamah Maria panik


"Ada apa mah..?"Suaminya lari masuk diikuti pak Dodi dan ibu Rahayu serta ibu Aqilla


"Yah mah, kenapa bisa pingsang gini mah.."Pak Akbar mengangkat menantunya dibantu pak Dodi


"Aqilla kan takut darah dan selangnya lepas karna dia lari kekamar mandi mual munta.."Mamahnya menceritakan


"Mamah jangan panik, papah periksa dulu dan padang lagi infusnya.. "Suaminya memeriknya dan memasang lagi infusnya


"Pah apa kita hubungi Aska..? "Istrinya panik dan cemas


"Disini kan ada papah mah, mamah lupa papah juga dokter..? "tak7 yang sedang mengipus menantunya


"Mamah tau, tapi papah dengar kan sebelum Aska berangkat ngomong apa.?"Dia takut Aska akan marah


"Aqilla kamu tiduran saja,papah baru pasang infus kamu sayaang.. kamu sangat lemah"pak Akbar selesai memasang infusnya dan Aqilla tersadar


"Tadi ada darah pah ditangan Aqilla hik.. hik"Aqilla menangis mengingatnya


"Udah bersih, udah gak pa2 lihat ini udah hilang kan..? "Papah mertuanya menenangkan menantunya

__ADS_1


"Sayaang tenanglah udah gak pa2 yah.."Ibunya mengusap rambut anaknya.


Aqilla yang dulu tidak melanjutkan pengobatannya akan rasa takutnya dengan bau dan melihat darah karna kondisinya dulu yang sakit setelah beberapa kali terapi membuat Aska melarang untuk melanjutkan terapi pengobatannya.


"Pah anakmu telfon,kamu aja yang angkat mamah gak bisa bohong..? "Mmah Aska memberikan Telfonya pada istrinya


"Hallo nak..?"papah membuka suara


"Iya pah, istriku apa udah bangun dan udah baikan pah? aq khawatir dan kepikiran terus pah..? "Aska yang baru saja selesai memeriksa


"Apa kamu udah selesai tugasnya..?"papahnya balik tanya karna dia baru akan bilang jujur setelah anaknya selesai tugas


"Baru saja selesai pah.."jawaban Aska semakin dihatinya makin khawatir


"Aqilla tadi bangun dan disuapi makan sama mamahmu tapi mual muntah dan lari kekamar mandi selangnya lepas, karna bau darah dan melihat tangannya berdarah jadi ketakutan dan pingsan dan sekarang udah tidur lagi.."Papah menceritakan


"Aq udah menduganya istriku ada apa2 karna aq sangat tidak tenang pah, aq akan pulang pah.. "Aska mematikan telfonyaa.


"Gimana pah. ?"tanya istrinya


"Aska akan pulang sudah selesai tugasnya.


Aska yang mengendari mobilnya dengan cepat tak lama dia sampai dirumah orangtua Edo karna saat ini mereka tinggal menginap. Aska sangat khawatir dan tidak tenang dan setelah melihat istrinya sedikit tenang.


"Sayaang maaf yah, aq gak bersamamu saat kamu ketakutan ."Aska mencium dahi istrinya yang tertidur pulas


"Istrimu pengaruh obat dia teridur.. "Paoahnya


"Ibu buatkan teh hangat dulu Ka kamu jangan sedih lagi..? "Ibu Rahayu bagun dari kursinya


"Gak usah bu, dirumah sakit aq udah minum teh, ibu duduk aja.. "Aska menolak dan ibu Rahayu duduk lagi disamping ibu dan ayah Aqilla


"Ka apa Aqilla dulu tidak melanjutkan pengobatannya, ayah kira dulu istrmu menjalani terapi..? "Tanya ayah Aqilla


"Tidak dilanjutkan yah, aq yang melarang Aqilla karna tiap kali terapi langsung drop sakit jadi aq gak tega dan menghentikan pengobatannya.."Aska yang duduk disamping istrinya


"Tapi Aqilla udah mendingan kok yah,kena kotoran aja udah gak mau dibantu dan aq melihatnya dia mencuci pembalutnya dan saat Aksa jatuh berdarah..Aqilla yang membersihkan dan mengobatinya,dan tidak mual mutah atau pusing.. "Aska mengingat kejadian itu


"Tapi tadi saat liat darah dilengannya dan itupun gak terlalu banyak, istrimu gemetaran mual mutah dan langsung pingsan Ka.."mamahnya yang tadi bersama Aqilla


"Mungkin karna lama gak terapi jadi kembali ke awal atau mungkin karna fisiknya sekarang lemah Ka.. "kata pak Dodi ayah Edo


"Iya yah karna fisiknya lemah dan bau fikirannya juga gak tenang jadi dia ketakutan lagi.."Suaminya mengusap kepala Aqilla lembut.

__ADS_1


"Kamu besok setelah istrimu sehat,kamu cek kandungan istrimu Ka karna ibu takut karna istrimu susah sekali makan dan mutah terus"Ibu Ana cemas ibu Aqilla.


"Iya Bu.. "Aska mengangguk.


__ADS_2