
Kehidupan mereka berjalan seperti biasa, Aska dan papah mertuanya yang sibuk dirumah sakit, mamah mertuanya yang kadang dirumah bersama Aqilla dan kadang kebutik dan anak-anak sekolah membuat Aqilla merasa kesepian dirumah dan menyibukan diri dengan kebun bunganya.
"Kenapa hari-hariku sendiri dan membosankan.. aq juga pengin keluar tapi kemana dan mau apa.. ?"aAqilla berbisik sendiri
"Apa aq main kerumah makan Fitri dan Rida atau kesalon menemui Sinta.."Aqilla bingung sendiri.
Selesai mandi memakai bajunya Aqilla bercermin dan mukanya kusam rambutnya meski disisir tidak rapih. Akhirnya dia memutuskan kesalon Sinta untuk memanjakan dirinya. Dia menghubungi Sinta untuk melayaninya bukan karyawanya karna sambil bicara banyak hal.
"Hai Sin gimana kabarmu dan keluargamu baik kan..? "Sapa Aqilla baru datang dan cipika cipiki pada Aqilla
"Baik Alhamdulillah kamu gimanan udah gak sedih lagi kan La, aq khawatir sama kamu yang diam nangis dan gak mau bicara? "Sinta dengan Rendy yang serinh kerumahsakit
"Iya maaf buat kamu cemas, aq udah bisa nerima dan mengikhlaskan Sin mungkin udah takdir putri kecilku dan aq juga mimpi dia dalam gendongan suami pertamaku mas Edo"Aqilla menceritakan
"Itu artinya anakmu dia yang jaga La jadi kamu jangan sedih lagi dia juga sama sepeti Aska yang merawat dan menjaga Evelin anak mas Edo.. "Sinta sambil mengoles maskes kewajah Aqilla
"Begitu kamu telfon aq senang dan langsung kesini La dan menitipkan putriku pada mertuaku.."Sinta yang udah kangen berbincang
"La ini rambutmu nanti mau diapain?"tanyanya
"Aska suka cium dan membelai rambutku Sin kalo dipotong dia protes nanti dilurusin apa yah aq pengin biar fress.."Aqilla ingin ada perubahan
"Ya bagus La, rambutmu kusut berantakan gini dan terlalu panjang udah hampur pinggang nih.. "Sinta memegang rambut Aqilla
"Sambil Faceial aq lurusin rambutmu dan dipotong sedikit biar beda dan cantik"Saran Sinta
"Yah aq nurut aja kan kamu yang lebih tau.."Aqilla duduk setelah memaki krim wajah.
Hampir tiga jam Aqilla disalon karna meluruskan rambut butuh waktu lama dan jam masih longgar belum waktunya jemput anak-anak pulang. Aqilla yang biasa ditemenin Evelin nyalon dan dia akan minta juga untuk dicreambath.
"Setelah ini selesai aq jemput anak-anak dan gimana kalo kita kerumah makan Fitri Sin..?"Aqilla yang kangen ingin kumpul
"Yah boleh, nanti aq minta Rendy nyusul aja kebetulan dia gak sibuk banget dirumah sakit mertuamu.. "Sinta setuju.
Aqilla udah selesai dan dia makin cantik dengan rambut barunya dan wajahnya juga cerah gak kusam. Aqilla dan Sinta menghampiri sekolah ketiga anaknya dan menunggu sebentar didepan sekolah. Tak lama Sikembar keluar dan masuk mobil dan menghampiri sekolah Evelin yang beda sekolah dengan adik2nya yang masih Taman kanak-kanak dan Evelin sekolah dasar.
__ADS_1
"Cantik masuklah kita kerumah makan tante Fitri dan Ridha.. "sambut Sinta pada Evelin
"Yah tan.. "Evelin masuk dan melotot melihat mamahnya yang tampil beda
"Mamah cantik sekali, ini pasti dilurusin yah mah, aq mau mah.. "Evelin iri sama mamahnya
"Rambutmu udah lurus Ka dan kamu masih kecil nanti akan rusak dimarahin papah, papah kan yang suka nyisir rambut dan cium rambut kamu dan Alina.. Alina aja diam aja tuh gak ribut.. "Aqila pada Evelin
"Mamah juga rambutnya sama kaya kakak udah lurus tapi dilurusin.. "Evelin ngambek
"Besok ikut mamah masker aja bagus juga buat anak kecil, tante yang akan maskerin kamu.. "Sinta menenangkan Evelin yang cemberut
"Iya tan.. "Evelin tersenyum.
"Ijin dulu sama papah ka, papah paling suka membelai rambut kita.."Aqilla tak ingin bertengkar
"Iya mah.. "Jawab Evelin.
"Mah lapar.. "Aksa yang badannya udah gede dan doyan makan
"Dek sama kakak jangan gitu.. "Aqilla pada Alina.
Mereka sampai dirumah makan Fitri dan mereka masuk dan disambut Rida yang sekarang udah hamil anak ketiganya karna dia udah menikah lagi dan Fita yang masih satu anak cowo udah diSMP lebih tua dua tahun dari Evelin.
"Apa kabar kamu La aq kangen banget sama kamu..? "Fitri pemilik rumah makan
"Baik dong lihat makin cantik kan..? "canda Aqilla
"Diantara kita kamu sih gak ada duanya.."Ridha juga memeluk Aqilla
"Cantik kamu udah sangat besar sekarnag kelas berapa..? "tanya Fitri yang dulu sering memangku Evelin
"Kakak udah kelas enam tan kan udah 11tahun... "jawab Evelin mencium telapak tangan Fitri dan Ridha dan diikuti Alina dan Aksa
"Alina kamu sangat mirip nenekmu, tante Maria cantik sekali dan ini si gembul mirip papah Aska.. "Fitri pada kedua anak kembar tapi beda jenis kelamin
__ADS_1
"Makasih tante tapi tolong dong bawain Aksa makanan lapar soalnya tan.. "Aksa buat mereka tertawa
"Ka Aksa makannya jangan banyak-banyak ingat kamu lagi program diet mau masuk sekolah seperti kakakmu Evelin nanti kamu diejekin teman-temanmu.. "Aqilla pada putranya
"Biarim aja lah La, dia masih kecil juga.. "Rida mencubit pipi gembul Aksa
"Kasian Da kalo anaku dibuli, kakaknya gak lama lulus kalo dia sendiri pasti ditindas dan aq sama Aska gak mau itu.. "Aqilla mengusap rambut Aksa
"Sedikit koh mah.. "Aksa lapar
"Sedikit tapi sering sama aja dek.. "Evelin yang juga mengawasi adiknya jajan
"He.. he.. kan gak banyak "Aksa tersenyum
"Mah ini papah telfon, Hp mamah kenapa?"Evelin mengangkat telfonnya.
"Yah pah.. "jawab Evelin
"Sayaang apa mamah sama kamu kok Hpnya gak aktif, kalian udah dijemputkan ini papah udah dirumah kalian gak ada.. "Aska yang mencari dikamar ketiga anaknya
"Iya tapi sekarang dirumah makan tante Fitri,sama tante Sinta dan tante Rida kita lagi mau makan siang pah, papah kesini aja nyusul kami.. "Jawaban Evelin
"Yah bilang mamah,papah mau kesitu pesenin sop iga buat papah.. "Aska mematikan Hpnya.
"Kenapa Ka papah bilang apa? "tanya Aqilla
"Papah dirumah nyariin kita mah, dan papah mau nyusul kesini.. "Evelin memasukan Hpnya dalam sakunya
"Sin kamu minta Rendi dan anakmu datang kesini temenin Aska cowo sendiri.. "Minta Aqilla gak mau Aska bengong sendiri.
"Yah La.."Sinta menghubungi Rendi suaminya
"Mah papah pesen sop iga.. "Evelin sambil duduk dan mengawasi kedua adik-adiknya yang akan berumur 6tahun.
Anak-anak bermain diarea mainan dan Aqilla, Sinta Rida dan Fitri memasak untuk sediri dan untuk tamu yang lain juga. Tak lama Aska dan Rendy yang membawa putri kecilnya yang baru dua tahun datang dan mereka duduk bersama dan berbincang menunggu para istri memasak.
__ADS_1