
Edo libur agak lama mereka puas bersama meski waktunya dibagi dengan kerja dan Edo sabar menunggu. Edo selama dirumah mengantar jemput Aqilla kerja dan motor Aqilla dibawa adiknya Alisa. Elifa juga kerja ditoko yang sama dengan Aqilla tapi dibangian bawah supermarket dan dia sekarang dekat dengan Fadli.
"kalian selalu sama2 apa kalian pacaran..?"tanya Edo dengan kedekatan Fadli dan adik bungsunya Elifa
"ya mas..baru satu bulan he..he.."kata Elifa malu
"oh..kamu inget Fa..jaga diri jangan sampai kaya mba Evi..malu2in.."kata Elifa mengingatkan Elifa karn Evi saat ini hamil dengan pacarnya dan akan segera menikah karna kehamilanya
"ya mas..tenang aja..aq kerja disini mas Edi juga senang kan..aq bisa ngawasi mba Aqilla.."balas Elifa yang tau maksud kakanya
Setelah mengantar Aqilla dan Elifa berangkat tigaan,Edo pulang kerumah karna dirumah sibuk membahas pernikahan Evi yang melangkahi dua kakaknya yaitu Eva dan Edo.
"Do apa kamu gak pa2..Ibu nikahkan Evi dan Eva sekalian daripada mereka melangkahi Eva yang katanya gak baik..untungnya Eva dan pacarnya mau dibarengin.."kata ibunya yang hatinya kecewa dengan Evi karna dia udah telat 6minggu
"gak pa2, Edo cowo gak masalah..Aqilla juga belum mau nikah bu..nunggu 8 atau satu tahun dia baru setuju..katanya baru kerja nikah malu.."kat Edo menenang hati ibunya
"ibu maunya kamu dulu nikah baru adik2mu..tapi nasih udah jadi bubur.."ibunya sedih
"maaf bu..mas Efan kan mau tanggung jawab bu.."Evi memeluk ibunya
"kamu harusnya malu Vi sama mba Aqilla,kamu selalu sini bilang dia kecil morotin mas Edo genit..liat kamu sendiri seperti apa..gak bisa jaga diri..uang kamu habis buat Efan yang pengangguran gak kerja.."kata Edo yang gak terima calon istrinya dikatain
"iya bener kata kakamu Vi,sifatmu yang jutek tapi gak bisa jaga diri..kamu yang sifatnya lebih kecil dari kaka iparmu..dia bahkan lebih tanggung jawab dari pada kamu.."kata ayahnya yang juga kesal dengan sifat Evi
"iya..iya..mba Aqill mantu kesayangan kalian..Evi ngerti."Evi nangis dan masuk kamarnya
"Va kamu gimana..udah siap..kelurga Bimo gak keberatan kan,toh kalian pacaran dari kamu belum pergi keluarnegri..?"tanya ibunya pada anak keduanya
"dia sih oke2 aja..mau nya dia..aq aja yang masih ingin sendiri..gak ribet mikirin suami ini itu.."kata Eva yang sebenarnya trauma dengan melihat rumah tangga ibunya saat ayahnya gak pulang2
"kamu jangan melihat rumah tangga ibu..kamu berbahagialah dengan Bimo..dia udah lama nunggu kamu..kamu udah pantas nikah..teman2 udah punya anak.."kata ibunya menyinggung ayahnya yang duduk dekat Edo
"ya Va..jangan samakan ayah sama Bimo..Bimo lebih baik dari ayah..ayah minta maaf kalo bikin kamu kecewa jadi gak percaya laki2 tapi kamu bisa liat dari kakamu yang setia menunggu Aqilla yang masih dari kecil hingga dia besar kan..?"kata ayahnya menyesal
__ADS_1
"mau jadi prawan tua kamu Va..adik2mu aja udah siap nikah..nunggu kamu Va..?"kata Edo melempar bantal pada Eva
"ya..mas Edo sendiri gak nikah2..ngatain Eva.."kata Eva
"aq udah siap nikah..cuma calon istri mas Edo yang belum siap.."kata Edo membela dirinya
"makanya cari calon bini yang sepadan umurnya...masih bayi dipacarin..mana mau diajak nikah.."Eva mengejek Edo
"yang kecil yang menarik..gak bosen dipandang karna awet muda.."Edo membalas adiknya
"udah kalian jadi ribut..gak usah dibahas lagi umur Aqilla..dia aja gak masalah sama kaka kamu..kamu jangan sampe menyakiti menyinggung hati Aqilla dan keluarganya.."Ibu nya mengingatkan Eva
"kalo kamu dan yang lain bikin calon istri nangis dengan kata2 kalian..mas yang akan bikin perhitungan sama kalian.."Edo pergi dan masuk kamarnya
Aqilla kerja merasa diawasi oleh Alifa dan Fadli yang diminta menjaga dan mengawasi Aqilla. Bahkan sekarang dia jauh dari teman laki2nya karan Alifa mengancam laki2 yang mendekati kaka iparnya.
"La makan yuk..aq traktir..hari ini aq dapat bonus.."kata Farell yang lama kerja dan naksir sama Aqilla meski udah tau Aqilla udah bertunangan tapi karna Aqilla yang baik supel bikin orang ingin dekat dengannya
"boleh dimana..ajak yang lain juga..biar gak salah paham..karna disini aq juga diawasi sama adik iparku.."kata Aqilla jujur
"ok sip"jwab Aqilla
Jam istirahat Aqilla berboncengan dengan Farel dan teman lainya namun Alifa melihat kaka iparnya satu motor dengan Farel dan dia mengikuti dengan Fadli dan sengaja ikut gabung dengan mereka.
"hay bro gabung yah..gak pa2 kan.."kata Fadli pacar Alifa adik Edo
"boleh biar aq traktir jug kalian."Kata Farel melirik Aqilla yang benar apa katanya tadi
"La kamu mau pesan apa..?"dari semua teman Aqilla yang ditanya sama Farell membuat Alifa makin gak suka dan curiga
"bakso aja..sama es jeruk.."kata Aqilla memilih menunya
Aqilla gak banyak bicara apa lagi ada Alifa yang selalu salah paham dan kurang suka padanya, dan Farell selalu menatap Aqilla yang menurutnya sangat cantik imut dan mempesona dengan dandanannya yang tipis dan rambut digelungnya.
__ADS_1
"Mba udah telfon mas Edo,mba Aqilla makan disini..nanti dia cemas..dia kan perhatian dan cinta mati sama mba.."kata Alifa sengaja karna Farel menatap ke aAqilla dan memberi perhatian padanya
"udah.."jawab Aqilla yang tau maksud Alifa
"udah makan makanan kalian nanti dingin sayang kan jadi gak enak.."kata Farel mengurangi rasa sakitnya karna Alifa
Aqilla makan bakso dengan santai dengan membaca dan membuka Fb yang tertera ada nama Aska yang mengenakan baju dokter.
"uhuk..uhuk.."Aqilla tersedak Farell Toni bahkan Fadli menawarkan minum serentak dan membuat iri wanita yang lain dan buat Alifa cemburu.
"mba Aqilla udah ada minum..ngapain kalian berebut tawarin minum..!"kata Alif keras dan menarik Fadli kembali ke Toko
"makasih aq gak pa2..aq minum ini aja.."Aqilla ngerasa gak enak sama Alifa
Aqill menyimpan Hp nya dan kembali makan dan tak lama mereka kembali kerja.
Pergantian sift Aqilla pulang dijemput Edo dan Alifa diantar Fadli,mereka pulang.Edo gak bisa lama2 karna dirumahnya sibuk dia juga harus menyebar undangan.Setelah sampai rumah dia dihadang sama adiknya Alifa yang kesal dan cemburu.
"Mas Edo itu bodoh banget yah..mau aja nunggu dan mau mengikuti Aqilla.."kata ketus Alifa yang didengar keluarga dan sodaranya yang bantu.
"kenapa lagi..?"tanya Edo sabar dan duduk
"Aq cape ngawasi calon istrimu yang tiap hari jadi pusat perhatian cowo..kenapa gak dinikahin aja langsung..bareng tuh sama mba Eva dan Evi."Alifa cemburu
"perhatian cowo gimana Fa..?"tanya ayahnya yang melihat anaknya cemburu
"Mas tau hampir tiap hari jam istirahat..mba Aqill ditraktir sama cowo ini..cowo itu..apa mas rela kaya gitu..mba Aqilla nurut aja sama mereka..cengingisan ngobrola bercada..aq muak liatnya.."Kata Alifa emosi
"yang jelas ngomongnya..Aqilla menerima traktiran mereka mungkin mereka maksa ada acara apa..ulang taun dapat bonus..itu biasa kan..mereka pergi gak berdua rame2..kamu juga ada disitu..ini kan foto kamu makan sama cowo kamu bareng calon istri mas Edo..apa salahnya..kenapa kamu yang Emosi..?"Edo mulai emosi
"Aqilla udah ijin dan kirim gambar kalian..mas Wdo mengijinkan..kenapa kamu yang gak suka..?"Edo merasa adiknya aneh
"Mas gak tau aja..saat makan semua cowo perhatian dan memperhatikan menatap mba Aqilla dan saat mba Aqilla tersedak..mereka berebut nawarin air minum."kata penjelasan Alifa
__ADS_1
"Perhatian menatap berebut memberikan air minum termasuk Fadli cowo kamu..makanya kamu emosi dan cemburu..dan kamu nyalahin mas Edo dan mba Aqilla dengan kecemburuanmu itu pada pacarmu..harusnya kamu marah sama pacar kamu yang gak tau diri udah punya pacar dan Aqilla tunangan mas kaka kamu masih ngasih perhatian sama Aqilla..yang gak beres itu otak pacar kamu..bukan mas dan Aqilla..ini terakhir mas gak mau dengar kata2 kamu yang selalu memojokan menyalahkan memaki calon istri mas ingat kamu dan Eva Evi kalian juga ingat atau kalian gak usah anggap mas kaka kalian dan kalian pergi dari rumah mas ini !"Edo marah dan membanting pintu kamarnya.