Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Evelin tidak suka


__ADS_3

Mereka kini sering bersama dan Aqilla sering berkunjung dan membantu disalon Sinta dan di rumah makan Fitri dan Rida. Mereka menghabiskan waktu bersama dan saling menceritakan apapun karna mereka teman baik dari kecil.


Evelin tumbuh menjadi gadis remaja dan dia udah lulus sekolah dasar dan mendaftar sekolah di SMP yang dulu buat sekolah Aqilla dan Aska yang menumbuhkan cinta pada mereka. Aqilla dan Aska sengaja turun bersama untuk mendaftarkan Evelin dan keliling sekolah untuk mengingat masa lalu mereka yang gak bisa bersama karna Bella.


"Sayaang ditempat ini pertama kali aq melihatmu dan aq jatuh cinta padamu dan sekaligus aq gak bisa memilikimu saat itu tapi aq selalu memperhatikanmu dan manatapmu tanpa kau sadari.. "Aska menggandeng istrinya


"Iya yaang, ini kan kelas kita dulu.. "Aqilla melihat-lihat masih sama hanya warna cat yang beda


"Pah aq kakak akan sekolah disini..? "Evelin yang tadi masuk kelas untuk mengisi formulir


"Iya sayang, ini dulu sekolah mamah dan papah dulu saat seusiamu.. "Aska pada putrimu


"Oh yah pah, jadi disini papah jatuh cinta sama mamahku..? "tanyanya


"Hus masih kecil jangan bilang cinta mamah gak suka.. "Aqilla gak ingin Evelin jatuh cinta duluan karna dia gak mau Evelin seperti ibunya Nisa yang hamil duluan


"Iya mah kakak akan jadi dokter bantu papah dan kakek dirumah sakit kan? "Evelin yang suka ikut papah dan kakeknya melihat cara mengobati dan dia bahagia bertekad jadi dokter


"Itu bagus belajarlah terus.. "Aska pada Evelin.


Nisa dan Billy sudah menikah dari enam bulan yang lalu, dan bahkan sekarang dia sedang hamil.Mereka sering berkomunikasi dengan Aqilla karna sudah menjadi keluarga tapi Nisa juga memahami perasaan Aqilla yang masih berat baginya untuk menerima Nisa dan Billy adalah orangtua kandungnya karna itu Nisa dan Billy untuk bicara dengan Evelin dia meminta ijin pada Aqilla atau Aska.


"Mas apa aq bisa bicara dengan Evelin, aq sangat merindukannya.."Billy yang selalu merindukan Evelin


"Evelin ada disini kami sedang mendaftarkan dia disekolah kami dulu di SMP terbagus dalam pendidikan.."jawab Aska


"Ijinkan aq bicara padanya mas dan tolong bilang sama mba Aqilla aq juga ingin ikut andil dalam biaya dan kebutuhan Evelin untuk menebus kesalahan kami tolong mas, mau sampai kapan kalian menolak aq biayai kebutuhan anakku sendiri.. "Billy dan Aska menjauh dari istri dan anaknya


"Yah aq tau kesedihanmu tapi jiga harus memahami istriku yang tanpa pamrih menyanyangi anakmu, apa lagi kami belum lama kehilangan anak kami jadi tolong jangan bahas apapun, kalian udah kami ijinkan dekat dan berbicara dengan anak kami apa masih ada yang kurang baik dari kami? "Aska yang sedikit kecewa dengan kata-kata Billy


"Sini aq yang bicara sama mas Aska.. "Suara Nisa terdengar


"Maaf mas,lupakan yang Billy katakan kami sangat bersyukur kalian menyanyangi anak kami dan memberi kesempatan kami untuk dekat dan bicara pada anak kami dan kami tidak meminta lebih dan tolong jangan katakan yang Billy katakan pada mba Aqilla, aq gak mau dia sedih aq sayang sama mba Aqilla mas.. "Nisa meminta maaf

__ADS_1


"Yah tolong dimengerti, kamu tentu tau istriku paling sensitif untuk soal Evelin.. "Aska dan dia tersenyum pada istrinya karna Aqilla menghampirinya


"Sayaang siapa yang telfon kon jauh gitu sih..? "tanya Aqilla


"Oh ini Nisa yaang, aq kesini karna disini dulu kan kenangan kita duduk saling bertatapan kan..? "Aska menutupi


"Iya, sini aq yang bicara sama De Nisa.. "minta Aqilla


"Apa kabar de, gimana kehamilanmu udah masuk berapa bulan..? "Aqilla tidak tau yang Billi katakan


"Kami baik mba, dan aq udah masuk bulan keempat.."Jawaban Nisa menghapus airmatanya


"Alhamdulillah semoga kamu dan keluarga semua dan lancar sampai kamu melahirkan ibu dan bayinya sehat dan lahir cewe cantik"Doa Aqilla yang membuat Nisa meneteskam air mata nya karna doa Aqilla selalu jadi kenyataan dan sumber kebahagian Nisa


"Makasih mba, dan semoga juga sehat dan bahagia selalu dengan keluarga.. "Jawab Nisa


"Kamu mau bicara dengan keponakanmu yah, anakku sekarang udah remaja dan udah masuk SMP.. "Aqilla yang selalu bilang Nisa hanya tantenya


"Ya mba, aq mau bicara dengan keponakanku yanh udah tumbuh besar sekarang.. "Nisa tersenyum


"Mamah aja yang bicara kakak lagi makan.."Evelin menolak karna dia sejujurnya gak suka karna Billy tertalu sering ingin bicara


"Sayang sini gak boleh gitu.. "panggil Aska


"Ya..iya.."Evelin menghampiri Aqilla


"Ini ngomong jangan galak-galak yah.. "Aqilla mengingatkan karna dia tau Evelin gak suka


"Tante ada apa ?"tanya Evelin sambil cemberut


"Sayaang tante kangen sama kamu, apa kamu baik.. "Tanya Nisa bahagia


"Baik tan, disini sama mamah dan papah pastilah Evelin akan selalu baik.. "Evelin yang gak suka karna dulu Nisa pernah membawanya pergi jauh dari ibunya

__ADS_1


"Iya tante senang dengernya.."Nisa dan Hp nya direbut Billy


"Sayang putri cantik udah besar yah sekarang.."Billy yang menyambungan dengan Vc


"Tentu saja kan makan tiap hari.. "jawab Evelin ketus dan Aqilla menggelengkan kepalanya


"Kamu sekarang lagi daftar sekolah baru yah?"tanyanya lagi yang tau sikap Evelin karna terluka dulu Nisa membawanya jauh dari Nisa


"Bukan sekolah baru om tapi masuk SMP, Evelin kan udah besar.. "Jawab Evelin


"Udah yah om, Evelin mau makan lapar.."Evelin mematikan Hp nya dan diberikan pada papah Aska


"Sayang kamu gak sopan masa mematikan gitu aja nanti tante Nisa dan Om Billy sedih?"Aqilla gak suka sikap Evelin


"Sedih mana saat mereka mau bawa kakak pergi jauh dari mamah, kakak tuh gak suka sama mereka ngapain sih selalu telvon kakak" Evelin cemberut dan kesal karna tadi dia lagi makan bakso


"Mah mereka kan bukan sodara kita, bukan tante dan om kakak karna om Kakak kan Om Alfin tente Alisa, Eva, Evi dan Elfira..? "Evelin yang buat Aqilla bingung dan Aska juga terkejut karna kata2 Evelin


"Sayang namanya sodara bukan karna darah tapi karna hati yang baik, misal om Rendy dan tante Sinta, Fitri dan tante Rida kamu juga anggap mereka om dan tante kan dan sayang mereka.. ?"Aska memberikan pengertian


"Iya kakak sayang mereka tapi kakak tuh gak suka sama om Billy dan tante Nisa.. "Evelin ngambek


"Ya udah tapi gak boleh bilang gitu didepan mereka meski kita gak suka karna ingat kata kakek Akbar apa yah kak..? "Aska mengingatkan


"Gak boleh menyakiti hati orang.. "jawab Evelin


"Anak perawan papah pintar, mau makan bakso lagi kan tadi masih lapar makanya kamu marah-marah.. "Aska menggelitik Evelin


"Papah geli, papah terbaik tau yang kakak mau.."Evelin memeluk Aska


"Tentu saja karna papah juga lapar liat kamu makanya lahap gitu, dan kado buat papah mana..? "Aska menyodorkan pipinya


"Cup.. kakak sayang banget sama papah"Evelin mencium Aska

__ADS_1


"Apalagi papah sama mamah sayang banget sama kamu sayang.. "Aska memeluk anaknya


"Ayo kita makan bakso.. "Aska menggandeng Evelin dan Aqilla dan mereka kekantin lagi.


__ADS_2