
Tiba tiba Mona merasakan ada sesuatu yang mendorong dari bawah nya memaksa untuk keluar.
Ya Tuhan... Selamatkan aku dan anakku..
Mona mengambil nafas panjang dan melepaskannya dengan memberikan dorongan dari bawah. Ia berjuang sekuat tenaga.
Seketika tubuhnya lemah, namun bayi mereka belum berhasil lahir. Dokter memberikan aba aba lagi pada Mona.
Ia mengambil nafas lebih panjang dan membuangnya dengan memberikan lagi dorongan. Anaknya juga berjuang didalam sana untuk segera lahir. Ia ingin menemui kedua orang tuanya.
Terdengar tangisan bayi yang begitu nyaring ditelinga. Air mata kebahagiaan nampak terlihat dimata Mona begitu pun Romi.
Saat bayi mungil itu diletakan diatas perutnya. Romi sebagai ayah yang dimintai untuk memotong tali pusar anak mereka. Dengan berdoa lalu Romi melakukannya.
"Selamat pak.. buk... Anak kalian laki laki, dan tak ada kekurangan fisiknya. Anak kalian sehat."
Dokter mengangkat bayi mungil yang sudah dibersihkan untuk tidur telungkup diatas Mona dan ditutup dengan selimut bayi yang halus.
"Sebentar ya.. kita bersihkan dulu plasenta dan darah yang masih tertinggal didalam."
Air mata Mona tak hentinya menetes sembari memandang putra kecil mereka. Ia mengelus dengan lembut punggung bayi mungil nya dari balik selimut.
Terima kasih Tuhan, doa ku sudah terkabulkan. Aku dan suamiku akan menjaga titipan MU. Menjadikan nya orang yang baik serta berbakti padaMU.
__ADS_1
Sayang .. dengan hadir mu didunia ini mama sangat bahagia nak, kau bukti cinta antara mama dan papa. Semoga kau selalu sehat ya sayang .. mama menyayangimu...
Matanya tak henti hentinya memandang seorang bayi yang hadir ditengah mereka. Dan ini sungguh suatu keajaiban baginya.
"Sudah selesai buk Mona. Sekarang kita bersihkan lagi bayinya dan dibedong ya. Supaya hangat. "
Salah seorang mengambil bayinya. Dan membersihkan tepat disebelah tempat tidur Mona. Sehingga ia bisa melihat bayi nya menangis saat dipisahkan dari nya.
Dan saat menangis semua tubuhnya memerah. Seakan tak rela dijauhkan dari Mona.
"Sayang .. terimakasih sudah melahirkan anak kita. Kamu hebat Mona. Aku mencintaimu..."
Romi memeluk Mona dari samping sekenanya saja. Mata nya berkaca kaca bahkan menetes jatuh ke pipi Mona.
"Ya mas .. aku juga bahagia .." jawab Mona yang tak bisa lagi berkata kata.
"Dia akan tampan dan baik seperti papanya..." Mona juga terus menoleh memandang putranya.
"Sekarang kita melakukan IMD ya buk. Inisiasi Menyusui Dini. Ini sangat bagus untuk bayinya. Karna tetesan pertama ASI yang berwarna kuning, sangat bagus untuk daya tahan tubuhnya."
Jelas seorang perawat mendekati Mona membawa bayi mereka. Perawat tersebut mengajari Mona untuk menyusui anak mereka pertama kali.
Benar saja, saat pu..ting dada Mona ditangkap bayinya, ia langsung menahan dan menghisapnya.
__ADS_1
"Bayi pintar... " Puji perawat itu pada anak mereka.
"Buk Mona usahakan jangan tertidur ya. 90 menit dari sekarang anda akan pindah kamar. Biarkan bayinya menyusu..."
Perawat itu memberi Mona minuman hangat. Lalu meninggalkan Keluarga kecil yang baru saja bahagia itu diruangan persalinan.
"Dia sangat tampan sayang .." puji Mona memperhatikan anaknya.
"Ini suatu keajaiban... Dari rahimmu hadir seorang bayi mungil seperti ini, sangat mungil dan menggemaskan. "
Romi mengelus kepala istrinya. Sesekali ia mengecup kening Mona tanda bahagia dan berterima kasih pada istrinya.
"Mas... Sudah beritahu mbak Maya belum?" Tanya Mona penasaran.
"Astaga .. aku lupa... Mereka berdua sejak tadi menunggu mu diluar. Bolehkah aku keluar sebentar. Hanya memberitahu sebentar."
Romi merasa berat meninggalkan istri dan anaknya. Namun ia juga tak ingin Maya diluar menunggu dengan perasaan cemas.
"Ya .. tapi jangan lama lama aku belum kuat bergerak." Jawab Mona tersenyum.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung