
"Aah... tidak Romi... aku sangat mencintai kakak mu Maya. Dan aku akan selalu membahagiakannya seperti masa yang telah berjalan ini."
"Syukurlah... dan ku harap sebagai laki laki Kau bisa buktikan perkataan mu sendiri. lantas ada apa gerangan mas datang kesini?"
Romi merasa sangat penasaran dengan maksud Pramana mengunjungi nya.
"Aku ingin cerita pada mu tentang sesuatu hal... dari awal hingga kini."
Pramana mengeluarkan dua botol air mineral dari kantong yang ia beli tadi.
"Mungkin Maya sudah bercerita banyak dengan mu... dari pertama bertemu sampai sekarang. Namun... ada sesuatu hal yang ingin ku ungkapkan. Dan itu tak mungkin diketahui Maya."
"Apa itu... katakan saja...aku siap mendengar..."
"Sebenarnya... sebelum aku benar benar mencintai Maya. Semua ini aku lakukan atas kehendak Rayyan. Dia ingin membalas kematian ayahnya."
"Apa dia anak Mawarto?" Romi dengan santai mendengarkan cerita Pramana.
"Benar... tapi nyatanya... Maya begitu membuatku bahagia. Dan aku sangat mencintai nya.
Makanya aku ingin memastikan kesungguhan kisah ini, satu hal yang perlu kau tau Romi. Tono telah memanipulasi semua cerita yang sebenarnya pada Ray... sehingga temanku sangat dendam pada kalian berdua. Tapi bagiku ada bagusnya... aku bisa benar benar menyelamatkan keputus asaan Maya distasiun kereta api..."
__ADS_1
Pramana mengurai senyuman mengingat cerita mereka dan juga perasaan hatinya yang cepat berubah setelah menikahi Maya. Wanita itu sungguh mengubah semua rencananya.
"Aku berharap semua yang kudengar ini kenyataan." Romi tersenyum menatap Pramana.
"Dan ini... tadi aku dan Ray kerumah Mona istrimu. Ray adalah saudara seayah dengan Mona. Ketika aku hendak kesini aku menemukan beberapa fakta yang membuatku yakin jika Maya dan kau Romi tidak bersalah."
Pramana meletakan ponselnya diatas meja. Memutar rekaman hasil percakapan beberapa warga yang terkena dampak ulah Tono.
"Apa ini mas?"
"Kau dengarkan lah Romi. Semua ada disana."
"Ini sangat mustahil... ternyata Mawarto dan Tono sama sama manusia bejat. Mereka sama saja. Lantas apa rencana mas?"
Pramana mengambil kembali ponselnya. Ia juga melirik kepetugas yang ikut mengernyitkan dahinya mendengar rekaman itu.
"Sebelum kesini aku sudah menyerahkan rekaman ini pada polisi dan warga yang mengetahui kejadian ini bersedia untuk menjadi saksi. Karna anak gadis mereka juga diperlakukan sama oleh Tono Dengan apa yang ia perbuat pada kakakmu. Pengacara ku masih disana. Dalam beberapa hari ini aku akan mendapatkan hasilnya."
Romi menatap kagum pada Pramana. Lelaki yang baru dikenalnya ini ternyata mempunyai sifat penolong. Padahal ini bukan urusannya. Tapi ia tak hanya membantu Romi dan Maya. Tapi juga beberapa warga dikampung mereka.
Syukurlah mbak Maya mendapatkan lelaki yang baik seperti dia.. padahal bisa saja ia menuruti kehendak temannya. Akan menguntungkan banyak padanya. Tapi semua ia lupakan demi meluruskan masalah ini.
__ADS_1
Ponsel Pramana berderingm dengan cepat ia mengangkatnya. Karna tertera nama pengacaranya dilayar ponsel.
"Ya ada apa?"
"Begini pak.. pihak kepolisian sudah bisa menjadikan ini sebagai bukti kejahatan Tono. Dengan syarat kita bisa menghadirkan kan para saksi. Maka dengan itu mereka akan langsung menangkap Tono."
"Bagus. Nanti aku akan kembali kekampung mereka. Kita tuntaskan hari ini. Lalu.. bagaimana dengan kasus adikku? Apa dia bisa segera dibebaskan?"
Pramana berharap ia akan mendengar kabar bagus dari pengacara andalannya.
"Mengenai Romi.. ia akan dibebaskan besok. Status Romi sekarang sebagai saksi. Harus dilakukan kembali sidang untuk pembebasan Romi. Dengan syarat kita menghadir kan 2 orang saksi yang menyatakan benar hal itu."
Pramana tersenyum lega sambil menatap Romi yang melihatnya dengan wajah penasaran.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1