ROMAYA

ROMAYA
Kebenaran yang terungkap..


__ADS_3

"Awalnya aku juga tak tau mas, tapi mbak Maya bilang... bahwa ayah kita dan paman Tono melecehkannya diwarung bakso mbak Maya. Dengan memberi obat perangsang. Dan Romi bilang ia dicegat masuk oleh anak buah ayah dan paman untuk membantu mbak Maya. Sehingga Romi babak belur. Dan itu awal dendam Romi pada ayah kita."


Mona menjeda perkataannya. Ia kembali mengambil nafas. Merasa sesak karna kisah lama yang sudah ia kubur dibangkitkan lagi.


"Dan...." Pramana semakin penasaran.


Cerita nya sama persis dengan Maya. Aku yakin Maya tak seburuk cerita Ray.


"Dan... dimalam harinya. Romi menyusup masuk kerumah ayah, kurasa ia mengira kamar ku adalah kamar Ayah.. jadi ..."


"Hal pribadi yang berhubungan dengan mu kau simpan saja. Semua sudah terlanjur." Ray membantu Mona menjelaskan. Memberi sedikit energi pada adiknya.


"Yaa... setelah keluar dari kamar ku, Romi sempat bertanya dimana kamar ayah dengan alasan takut ayah terbangun melihat dia keluar dari kamarku. Tanpa curiga aku memberitahukan kamar ayah dimana.


Mungkin disana Romi melenyapkan ayah. Dengan cara apa aku juga tak tau. Karna tak ada jejak.


Tapi menurut keterangan rumah sakit ayah sudah meninggal 5 jam yang lalu sejak pukul 01.00 dini hari, aku tau ayah meninggal pukul 06.00 pagi. Sedangkan Romi keluar dari kamar ku pukul 03.00 dini hari. Jadi baru 3 jam.


Berkali kali aku membujuk ibu dan paman supaya percaya namun mereka membuang surat pernyataan dokter tentang kematian ayah.

__ADS_1


Dan mereka ingin Romi dihukum seberat beratnya." Jelas Mona panjang lebar.


"Berarti ayah sudah meninggal sebelum Romi masuk kekamarnya. Apa Romi pernah bicara sesuatu tentang ia masuk kekamar ayah Mon?" Selidik Ray.


"Romi sempat bilang, bahwa ayah mengejang saat ia masuk. Tapi keterangan rumah sakit membuat ku bingung. Siapa yang Mengatur semua aku tak tau mas.


Jika saja ada diantara keluarga kita mencabut tuntutan terhadap Romi, maka ia akan bebas. Dan ia bisa menemani ku melahirkan."


Pramana mengangguk angguk mendengar seluruh cerita Mona. Ia bisa menyimpulkan sesuatu.


"Seharusnya Maya yang menuntut paman kalian Tono. Hmmm Mona terimakasih kau sudah bicara jujur. Sebenarnya aku sudah tau semuanya dari Maya. Tapi untuk memastikan semuanya aku mengajak Ray menemui mu. Agar Ray bisa tau fakta sebenarnya."


Pramana menepuk nepuk pundak Ray yang dari tadi terlihat dengan wajah rasa bersalah.


"Baiklah... hati hati Dewa, kabari aku" jawab Ray.


Pramana berdiri dan berjalan keluar rumah Mona. Ia dengan tergesa gesa berjalan menuju rumah tahanan. Ingin segera bertemu dengan Romi. Ingin membantu kedua saudara ini.


Setiba diparkiran mobilnya Pramana melihat beberapa orang berkumpul membicarakan nama Tono disebuah rumah. Dengan rasa ingin tau Pramana masuk ke kumpulan orang orang itu.

__ADS_1


"Apa kalian mengenal Tono?" Tanpa basi basi Pramana bertanya pada mereka.


"Tono... kami sangat kenal dia Tuan."


Pramana menyalakan mode merekam pada ponselnya dan terus mengajak mereka bicara.


"Apa yang dia lakukan?"


"Dia telah melecehkan anak gadis pak Gatot.. sehingga buk Gatot sekarang terserang stroke. Tak rela anaknya diperlakukan seperti wanita murahan.


Dulu.. Mawarto yang berbuat demikian, kini ia menggantikan iparnya untuk mengambil perawan gadis dikampung ini. Dia lebih hina dari seekor binatang buas."


"Apa kalian mengenal Maya?" Selidik Pramana.


Mereka saling menatap, karna baru kali ini seseorang yang menanyakan Maya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2