ROMAYA

ROMAYA
Aku mencintaimu mas Pram...


__ADS_3

Sore ini Maya merasa heran karna Pramana membawanya keluar dengan mobil. Cahaya jingga matahari yang mulai menenggelamkan dirinya menghiasi langit, kota yang dipenuhi oleh gedung dan bangunan besar terpapar dengan indah.


"Seandainya aku melihat cahaya jingga yang indah ini di sawah.. tentu akan lebih cantik .. lebih indah dan asri..."


Maya bergumam sendiri, sambil terus tersenyum melihat pemandangan yang menurutnya sangat indah. Pramana memperhatikan istrinya yang dari tadi bergumam.


"Ada apa sayang?" Pramana mengelus rambut Maya dari samping.


"Tidak ada..." Maya masih belum bisa melupakan begitu saja kesalahan Pramana.


"Kau masih marah padaku?" Pramana menyentuh pundak Maya.


"Tidak.. aku biasa saja." Maya masih menatap keluar jendela.


"Lalu...?" Praman terlihat gusar dengan tingkah Maya.


"Apa yang bisa kulakukan untuk membuatmu memaafkanku.?" Pramana mulai tak sabar.


"Perbuatlah sesuatu yang membuat aku tak bisa menceraikanmu." Kali ini Maya menatap Pramana.


"Tentang hal itu.. kita akan menuju kesana. Aku yakin.. pendirian mu terhadapku akan berubah haluan. Dan kau harus menepati janji mu itu sayang..." Pramana tersenyum penuh arti pada Maya.


"Baiklah.. jika aku sangat senang, aku menepati semuanya." Jawab Maya memastikan pada Pramana.


"Aku akan buktikan itu... kau tunggu saja!"


Kenapa dia bisa sangat percaya diri sekali? Apa yang telah dilakukannya seharian ini... aku menjadi berdebar..


Tampak senyuman tipis dari bibir Maya. Pramana mengetahui itu. Ia tetap fokus melihat kedepan dengan senyuman yang gak kalah senang dari Maya.

__ADS_1


Apa dia benar benar bisa menerimaku yang sudah sangat hina ini? Bagaimana jika seseorang datang merebut mas Pram dari ku? Mungkin dunia ku akan hilang...


Kenapa aku sangat ingin bercerai dengannya, pria yang sudah tulus menerimaku apa adanya. Lantas siapa yang akan menjaga ku seperti dia?


Mas... apapun yang kau lakukan hari ini... aku takan berpisah denganmu. Karna benih benih cinta mu telah mengisi kehampaan dihatiku..


Dan aku akan berusaha memahami... apa yang akan kau katakan nanti.. aku akan berusaha menerima dengan lapang dada.


Tak sengaja Maya merebahkan kepalanya kebahu Pramana. Mata nya berkaca kaca, menahan setetes caiaran yang akan keluar dari matanya.


"Sayang... kau baik baik saja?"


Maya hanya mengangguk, terdengar isakan dari mulut Maya. Ia tak mampu lagi bertingkah sebagai wanita yang kuat. Ia lemah dihadapan Pramana yang selalu menebarinya dengan.banyak kasih sayang.


Karna heran, Pramana menepikan mobilnya. Ia mengangkat kepala Maya yang sejak tadi menyandar dibahunya.


Pramana menatap lembut wajah istrinya. Ia menyeka air mata Maya dengan selembar tisu.


"Maafkan aku mas..." ungkap Maya lirih. Ia masih tak berani menatap wajah Pramana.


"Kenapa minta maaf? Aku yang salah.. aku yang seharusnya minta maaf..." Pramana tersenyum menatap Maya.


"Atas kelakuan ku belakangan ini.."


Pramana merengkuh Maya kedalam pelukan hangatnya. Ia mengusap rambut wangi Maya. Dan mengecup pucuk kepala Maya berkali kali.


"Sudahlah.. kau berbuat begitu juga karna aku."


"Tapi mas, aku begitu tak tau diri... bahkan dengan sombongnya aku menginginkan perceraian dengan mu. Aku.. yang telah kotor dan...."

__ADS_1


"Hentikan Maya... cukup! Aku tak mau mendengar itu lagi. Bagiku masa lalu mu tak mempengaruhi cinta ku yang tulus padamu. Yang terpenting dimasa kita sekarang ini... masa depan kita kelak.. Dengan putra putri kita. Jangan mengingat akan hal itu lagi.. ku.mohon.."


Pramana menangkup kedua pipi Maya. Ia memberikan ciuman hangat untuk Maya. Lalu menyalakan kembali mobilnya.


"Makasi mas... aku juga mencintaimu..." ungkap Maya lirih.


"A..aapa?" Pramana mengerem mendadak mobilnya. Dan langsung menoleh pada Maya tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Makasi..."


"Setelahnya...?"


"Aku mencintaimu..."


Pramana membungkam mulut Maya dengan ciuman panasnya. Jika mengingat ini bukan didalam mobil mungkin Pramana sudah menyerang Maya dengan hasratnya.


Ia menggenggam tangan Maya dengan tersenyum.


"Aku sangat mencintaimu...."


Maya tersenyum melihat suaminya yang salah tingkah akan pengakuan cintanya pada Pramana.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2