ROMAYA

ROMAYA
Menabrak Mobil


__ADS_3

Mobil patroli polisi yang baru saja tiba, mengerem mendadak. Tubuh Raisa terpental jauh kedepan. Para polisi tersebut berlari melihat kondisi Raisa.


"Raisaa!!" Maya dengan sigap menghampiri wanita yang telah melenyapkan putranya.


"Maaf Nyonya .. saya benar benar tidak menyangka saudari ini berlari begitu kencang dari dalam kantor. Bahkan ia yang menabrak mobil patroli."


Polisi tersebut terlihat merasa bersalah. Maya hanya mengangguk. Darah mengalir dari balik telinga Raisa.


Beberapa orang polisi dengan sigap segera membopong tubuh Raisa untuk dilarikan kerumah sakit terdekat.


"Dimana dia?" Tanya Pramana setelah melihat Maya dan Lana.


"Kerumah sakit mas .." jawab Maya.


"Kenapa dia kerumah sakit?" Tanya Ray penasaran.


"Raisa kecelakaan..." Jawab Maya lirih.


Pramana dan Ray saling melihat. Kemudian mereka menggelengkan kepalanya. Mungkin ini karma yang Tuhan berikan pada Raisa.


"Dia sengaja kabur dari pemeriksaan... Dan Tuhan telah membalasnya..." Gumam Ray menepuk pundak Pramana.


"Aku ingin melihat kondisinya.." Maya berjalan kearah mobil Ray.


"Aku pun sangat penasaran akan hal itu."


Pramana segera duduk dibelakang stir. Dan Ray duduk disebelahnya. Sedangkan kedua wanita cantik duduk dikursi belakang.

__ADS_1


Aku menginginkan nya hidup Tuhan... Selamatkan dia.. aku ingin dia merasakan siksa dunia...


Maya berjibaku dengan pikirannya. Ia melihat jalanan yang mereka tempuh. Tanpa suara ataupun sedikit senyuman yang membuatnya semakin cantik.


Lana hanya mengusap lengan Maya beberapa kali. Kemudian sibuk dengan ponselnya. Ia tak ingin bertanya terlalu jauh tentang hal ini. Karna baginya semua sudah jelas. Jika Billy tiada, ia juga berharap Raisa dapat menebus dengan nyawanya. Walaupun putra dari sahabatnya itu takan kembali lagi.


Sementara Pramana tak sabar dengan laju mobilnya. Ia menekan pedal gas dengan gila.


"Mobilmu lambat sekali Ray.." ledek Pramana sambil sekali melirik kearah Ray.


"Setidak nya hari ini, ia telah membantumu banyak hal Dewa.... " Ray meninju pelan lengan Pramana.


"Yaaa... Aku akui" Pramana mencoba sedikit tertawa.


Dalam hati ia ingin sekali melihat Raisa mati. Begitu sakit yang ia rasakan, setelah kehilangan Billy yang disebabkan oleh wanita ular itu. Berbagai keinginan tersemat dipikirannya.


Lana hanya menggeleng. Ia memegang perutnya yang mulai terasa sakit. Karna sejak siang perutnya belum diisi oleh makanan. Tapi ia tahan, karna menjaga Maya.


"Sebaiknya kita makan sekarang..!" Sela Pramana setelah menoleh pada Ray. Yang terlihat masih memandangi Lana.


"Aku ingin segera kerumah sakit.." jawab Maya singkat.


"Apa kau tak lapar sayang?" Tanya Pramana lembut.


"Selera ku hilang setelah melihat wajah wanita itu..." Sarkas Maya berapi api.


"Tapi... Sepertinya Lana juga lapar sayang... Ia menemani mu sejak siang... Mungkin saja ia belum makan apa apa. Ayolah... Jaga juga kesehatanmu." Bujuk Pramana.

__ADS_1


Maya menoleh kearah Lana yang sedang menatapnya. Ia memberikan senyuman untuk sahabatnya itu.


"Maafkan aku Lana..." Maya menepuk paha Lana dengan wajah memelas.


Lana hanya memberikan senyuman manisnya.


"Baiklah... Aku juga sangat lapar. Kita butuh energi yang banyak untuk menghadapi wanita ular itu. Apapun kondisinya. Ia takan bisa lari lagi." Ray memberi semangat untuk kedua sahabatnya.


"Hei... Dimana Bayu? Apa dia menemani Raisa kerumah sakit?" Tanya Pramana menoleh pada Ray. Lalu melihat jalan lagi.


"Tadi aku melihat ada mobil hitam yang mengikuti ambulans polisi tersebut." Jawab Lana memberikan petunjuk tentang Bayu.


"Tenang Dewa... Dia takan bisa membawa lari Raisa. Kau lihat sendiri. Ia tak berkutik saat tau apa yang telah dilakukan Raisa pada Maya dan Billy?" Ray mengingat kan Pramana.


"Semoga saja ia mati..!" Gumam Pramana. Ia lebih semangat lagi mencari tempat makan untuk mereka.


"Semoga dia hidup dalam penderitaan dunia mas... Aku ingin itu terjadi." Jawab Maya dari belakang.


Ray memperhatikan Maya, ia juga menatap Lana yang masih memberikan kekuatan pada Maya.


Jika itu terjadi pada anak kita... Apa kau juga akan bersikap sama seperti Maya sayang?"


.


.


.

__ADS_1



__ADS_2