ROMAYA

ROMAYA
Atas motif apa...?


__ADS_3

Pramana dengan lahap menyantap masakan yang dihidangkan Maya. Sementara Maya menikmati makanan yang dibawa suaminya pulang.


"Sayang... bagaimana jika kita pindah kekota?"


Maya menegakkan kepala nya melihat Pramana yang masih santai menyuapi makanan dipiringnya.


"Apa mas pindah kerja?"


"Bukan begitu sayang..."


"Kenapa kita mesti pindah?"


Pramana meneguk segelas air dihadapannya sambil terus menatap Maya. Ia mengambil sebatang rokok lalu membakarnya. Berpikir dengan apa yang akan ia jelaskan pada istrinya.


Maya sendiri menunggu, ingin tau apa alasan Pramana. Menatap suaminya yang saat ini berjalan kedepan. Maya buru buru membereskan meja makan. Lalu menyusul suaminya duduk diruang tamu.


"Ada apa mas? Kau tampak sangat gelisah. Ada sesuatu yang kau tutupi dari ku?" Maya tersenyum sangat manis melihat suaminya.


Pramana menarik tangan Maya hingga wanita itu jatuh kepelukannya. Ia mengecup lembut bibir istrinya. Maya mengalungkan tangannya keleher Pramana. Hingga ciuman itu menjadi sedikit panas.


"Mas... ada yang mau kau ceritakan pada ku?" Maya melepaskan ciuman suaminya dan mencoba beranjak dari pangkuan Pramana.

__ADS_1


"Bisakah kita selesaikan ini dulu...?" Pramana menaik turunkan alis matanya disertai senyuman seringai khas Pramana.


"Jangan bercanda, hati ku tak tenang sejak pembicaraan kita ditelpon tadi Mas. Tolonglah..."


"Baiklah... baiklah... ternyata istri ku merasa sedang dicurangi.. hehehhe"


Ia membiarkan Maya berdiri dan duduk didepannya. Kini mereka saling berhadap hadapan. Dengan susah payah Pramana memgumpulkan keberanian untuk memulai ucapan pertamanya.


"Sayang... aku sebenarnya sudah lama tidak tinggal disini lagi. Ka tau sayang? Disini aku lahir dan dibesarkan. Ayah ku meninggal saat aku berusia 7 tahun karna over dosis. Kemudian bibi ku yang janda dan tak bisa memiliki anak karna penyakitnya, dia yang telah merawat ku hingga aku lulus kuliah, namun dia meninggal sebelum bisa melihatku sukses seperti sekarang ini."


Maya tetap diam mendengar penjelasan Pramana. Ia melihat mata suaminya berkaca kaca. Mencoba memahami perasaan Pramana yang kehilangan orang yang dia sayangi.


Pramana menatap dalam Maya yang dari tadi memperhatikan jalur kisah kehidupan Pramana.


"Lalu?"


"Lalu... aku mempunyai sebuah mobil yang sekarang terparkir disamping rumah kita dan sebuah rumah sederhana dikota. Karna itu aku mengajak mu pindah.. "


Pramana mencoba menjawab pertanyaan Maya. Memperhatikan setiap gerak gerik suaminya. Dan terdapat kejujuran darI kisahnya.


Ia terlihat sedikit gugup... apa ada lagi yang lainnya?

__ADS_1


"Kenapa kau bisa menikahi ku?"


Pramana menatap Maya lama. Dada nya berdetak kencang. Mulutnya seakan kaku menjawab satu pertanyaan Maya yang tak diharapkannya.


Bagaimana ini? Aku harus bicara apa? Apa aku cerita sekarang semuanya? Tapi... aku masih belum mendapat titik terang tentang masalah nya dengan keluarga Ray...


Pramana mengambil sebatang rokok lalu membakarnya. Meniup kan kepulan asapnya keatas. Untuk menghilangkan gugup nya.


"Sayang... ada beberapa hal yang kulihat dari mu yang memikat hatiku. Pertama saat kau terlihat berputus asa distasiun kereta api. Aku berjanji pada diriku akan selalu menjaga mu. Dan kau tau selanjutnya apa yang telah kuperbuat untuk mu."


"Lantas kenapa saat pernikahan kita ibu dan adikmu tidak hadir? Dan.... atas motif apa kau berpura pura menjadi lelaki miskin yang sebatang kara?"


.


.


.


'


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2