ROMAYA

ROMAYA
Kau lelaki ku


__ADS_3

"Tidak mas aku tidak akan pergi... temui dia sekarang, aku akan baik-baik saja"


Setelah mendapat pesan dari Lana di mana mereka akan berjumpa. Pramana bersikukuh ingin mengajak Maya, untuk ikut bersamanya menemui Lana.


Namun Maya tetap menolak karena ia ingin menaruh kepercayaan pada Pramana. Sekaligus ingin membuktikan sejauh mana Pramana mencintainya. Itulah yang ada di dalam pikirannya saat ini.


"Bagaimana jika kau ikut sayang... kau boleh duduk di meja yang berbeda denganku. Lagi pula Lana tidak mengetahui tentang mu."


Sebagai seorang suami Pramana ingin memperlihatkan bahwa, ia adalah seorang laki-laki setia. Namun sungguh berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Maya.


"Pergilah mas... kasihan Lana telah menunggumu dari tadi, bukankah ini sudah telat dari jam pertemuan kalian?"


Bukannya aku tidak mau menemani mu mas Pram... tapi aku kan diam diam menemanimu. Aku kamu menyaksikan sendiri kesetiaanmu. Dan untuk meyakinkan diriku bahwa.. kita memang pantas untuk bersama..


Maya berjibaku dengan pikirannya sendiri, ia bersiap-siap untuk segera mengikuti Pramana. Sementara itu Pramana sudah melajukan mobilnya menuju tempat yang sudah direncanakan oleh Lana.


Sejak pertama berangkat dari rumah Pramana sudah tak enak hati dengan Maya. Ia gelisah bisa saja nanti Lana merencanakan sesuatu yang bisa menghancurkan hubungan pernikahannya dengan Maya.


Entah apa yang dipikirkan wanita itu.. semoga dia bisa melupakan ku untuk selama-lamanya.

__ADS_1


Wanita cantik yang berpenampilan seksi sudah menunggu Pramana di sebuah cafe. Lana duduk dengan manis dan menyambut kedatangan Pramana dengan senyuman terbaiknya.


Lihat saja senyumnya... Dia pasti sudah merencanakan sesuatu aku harus berhati-hati Pramana kau jangan gegabah kali ini...


Lana berdiri dan mendekati Pramana. Ia ingin mencoba untuk memeluk Pramana, namun dengan cepat lelaki itu duduk.


Sangat terlihat Lana menjadi kesal, namun ia menyembunyikan kekesalannya, Mencoba bersikap sedewasa mungkin. Padahal hatinya saat ini sedang sangat sakit.


Sebuah senyuman terlihat dari bibir seorang wanita tak jauh dari mereka duduk. Menyaksikan dua orang di depan nya yang gagal menikah.


"Ada apa kau ingin bertemu denganku Lana?" Tanpa basa-basi Pramana langsung membuka percakapan pertama mereka.


"Sudahlah jangan bertele-tele, kau tahu…. saat ini istriku sedang masak sangat enak di rumah. Dan aku ingin menyantapnya." Pramana mencoba mengelak tawaran dari Lana.


"Terserah kau saja Pram.. aku hanya ingin pamit kepadamu. Sebentar lagi aku akan berangkat ke Kanada, jadi aku ingin berlama-lama denganmu untuk beberapa jam ke depan."


Pramanda mengernyitkan keningnya. Iya sudah menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Lana.


"Kau bicara seolah-olah aku adalah lelaki penghibur mu.." Pramana menyunggingkan senyuman nya yang meledek Lana.

__ADS_1


Dasar wanita kesepian... Seharusnya aku sudah tahu siapa Lana. Tapi ... aku masih saja mau menerimanya sebagai calon istriku. Ternyata saat itu aku sangat bodoh, syukurlah sekarang aku dapatkan istri yang baik dikirimkan oleh Tuhan.


"Bukan begitu maksudku Pram aku hanya ingin bicara denganmu.." Lana mulai menyentuh punggung tangan Pramana yang terletak di atas meja.


"Sebaiknya kau butuh seseorang jika kau kesepian. Lana maaf aku harus pulang karena istriku sedang menunggu di rumah."


Pramana segera bangkit dari kursinya. Namun melangkah tiba-tiba Lana memeluknya dari belakang. Dengan cepat Pramana mencoba untuk melepaskan pelukan dari Lana.


"Apa yang kau lakukan Lana? lepaskan!"


Tiba-tiba Lana meneteskan air matanya. Ia menunduk malu tangisannya pun pecah. Walaupun Pramana tak tega melihat seorang wanita menangis, tapi ia tak ingin membuat istrinya menangis hanya untuk menghibur hati wanita lain.


Aku sudah menyaksikannya sendiri mas kau benar-benar lelakiku..


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2