ROMAYA

ROMAYA
Kecelakan Billy dan Pramana


__ADS_3

Mereka tiba dirumah sakit. Para perawat bersiap membawa Pramana dan juga Billy keruang pemeriksaan.


"Aku akan menemani mu... Tenanglah..." Ray berdiri disamping Maya yang sedang menangis.


"Makasi Ray..."


Maya duduk dikursi tunggu. Air mata nya tak bisa lagi ia bendung. Dua orang yang sangat ia cintai sedang berjuang didalam sana.


Ya Tuhan... Ujian apa lagi yang Engkau berikan untuk hambamu ini? Selamat kan suami dan anakku ya Tuhan..


Ampuni segala kesalahan kami...


Maya berdoa dalam hatinya. Berharap akan ada keajaiban bagi anak dan suaminya. Seketika ia teringat dengan kematian Abi. Suami pertamanya.


Yang telah meninggalkannya saat kehidupan mereka sedang bahagia. Kecelakaan naas yang dialami Abi. Membuat ia meninggal ditempat.


"Tidak... Mas Pram tidak boleh seperti itu.. ia harus selamat. Billy... Kau juga harus sehat nak... Jangan tinggalkan mama.. jangan tinggalkan..."


Tubuh Maya tiba tiba ambruk kedepan Setelah meracau. Rayyan langsung berdiri ia membawa Maya kedalam ruang UGD.


"Tolong... nyonya ini tiba tiba pingsan..." teriak Ray.


Para perawat langsung membawa Maya dan memanggilkan Dokter untuk merawatnya.


Ponsel Ray berbunyi. Karna Lana sudah lama menunggu untuk dijemput. Menghadiri pesta ulang tahun Billy dengan membawa buah hati mereka yang masih berusia 8 bulan.


"Lana..." Ray menyapa Lana dari balik telepon.

__ADS_1


"Mas... Katanya mau jemput kami. Aku dan Bella sudah siap. Kami sudah memakai kostum princess berwarna pink." Ucap Lana dengan nada bahagia.


"Aku sedang dirumah sakit sayang.." jawab Ray dan mencari tempat yang tenang.


"Ada apa mas? Siapa yang sakit?" Tanya Lana yang juga bernada cemas.


"Dewa dan putranya kecelakaan.. aku lihat mereka dijalan. Jadi aku antar ke rumah sakit." Jelas Ray pada istrinya.


"Astaga... Padahal Billy akan merayakan ulangtahunnya sekarang. Bagaimana keadaan mereka mas. Aku akan kesana sekarang." Cemas Lana.


"Mereka masih ditangani Dokter. Dan saat ini Maya sedang pingsan. Titip pada Ibu saja Bella. Seperti nya dia membutuhkan teman perempuan." Kata Ray pada Lana.


"Baiklah aku ganti baju dulu... Hati hati mas."


Rayyan menutup sambungan teleponnya. Ia kembali menunggu didepan perawatan Pramana.


"Mas... Dimana mereka dirawat?" Tanya Romi dan Mona yang tiba tiba sudah dihadapan Ray.


Romi langsung berlari ketempat Maya. Ia menemani kakaknya yang masih tak sadarkan diri. Sementara itu Laura dan Linda mendekati Ray. Ia bertanya dimana Pramana dan Billy sekarang.


"Sabar lah bu... Dewa dan Billy sedang diperiksa Dokter. Berdoalah untuk yang terbaik." Jawab Ray menyabarkan Linda yang dari tadi menangis.


"Iya kak.. makasih..." Jawab Laura dan membawa ibunya duduk.


"Mona, kemarilah.." Mona menghampirinya dan duduk disebelah Ray.


"Ada apa mas?" Tanya Mona.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan Billy. Sekilas aku dengar orang orang yang membantu Dewa tadi mengatakan, jika ia mengantar anaknya kerumah sakit. Dan sengaja ditabrak oleh mobil sport berwarna merah." Ray melihat Mona yang juga ikut bingung.


"Tadi semua baik baik saja mas. Ketika kue ulang tahun Billy tiba. Mas Pram langsung berteriak histeris melihat dada Billy berdarah, seperti ada yang menusuknya, Lalu menariknya lagi. Billy langsung tak sadarkan diri." Jelas Mona yang juga memperhatikan apa yang terjadi dipesta ulang tahun tadi.


"Dada Billy tertusuk? Sepertinya ada yang sengaja mencelakai Billy. Dan sasarannya memang Billy. Kenapa dia tak menggunakan mobil ya saja?"


Ray mencurigai ada yang sakit hati dengan keluarga ini. Lalu ia bertanya lagi pada Mona.


"Aku dan Romi juga berpikir begitu mas, tadi kami sempatkan untuk menyusul mas Pram kelokasi parkiran mobilnya. Tapi sayang keempat rodanya seolah menyatu dengan tanah. Jadi aku berpikiran, jika mas Pram mencari tumpangan lain dipinggir jalan." Jelas Mona menganalisa kejadian.


"Dan seseorang juga sengaja menabraknya." Prediksi Ray lagi.


"Aku sempat lihat, mbak Maya menarik baju mas Pram. Jika tidak mereka berdua akan tewas dijalanan." Sambung Mona.


"Cctv.. ya kita harus periksa sebelum pelaku itu membuang rekamannya."


Dengan cepat Ray langsung menghubungi orang orangnya. Dia menugaskan untuk memeriksa beberapa Cctv di lampu merah, Cctv toko atau cafe yang ada didekat lokasi kejadian.


Tak berapa lama kemudian....


.


.


.


__ADS_1


Dukung Author dengan Like, Vote, hadiah, dan koment menarik kalian. Author sangat berterimakasih untuk mu, para pembaca setiahku..


salam cintooh


__ADS_2