ROMAYA

ROMAYA
Bukan sekedar Sandiwara


__ADS_3

"Ya..dia warga kampung ini. Kami dengar Romi membunuh Mawarto karena pria tua bejat itu telah melecehkan kakaknya Maya. Walaupun Maya seorang janda tapi ia wanita terhormat dikampung ini.


Mawarto telah lama meminta Maya untuk jadi istri ketiganya. Namun Maya menolaknya dengan alasan tak ingin menyakiti hati istri istri Mawarto karna menjaga perasaan sesama wanita."


Penjelasan dari beberapa orang warga sudah cukup membuat Pramana lebih ingin menjaga Maya. Dan tak ingin melepaskannya.


"Satu hal lagi Tuan.. Mawarto itu sudah mati sebelum Romi berniat membunuhnya. Jadi sebaiknya Romi dibebaskan. Hidupnya jadi menderita gara gara tuduhan itu. Mawarto yang sudah mati itu masih saja membuat hidup orang menderita. Kasihan Mona..." lanjut seorang ibu Ibu.


"Terimakasih..." Pramana ingin meninggalkan tempat itu. Salah seorang warga mencegatnya.


"Tunggu Tuan... anda siapa? Kenapa peduli dengan kisah ini?" Tanya seorang warga penasaran dengan Siapa sebenarnya Paramana.


"Aku suami Maya... dan aku mohon pertolongan kalian.. apa kalian bersedia membantuku untuk memasukan Tono kedalam penjara?"


Pramana menatap warga yang sangat antusias ingin membantunya. Semua mengangguk setuju. Bahkan ada yang menangis karna permintaan Pramana.


"Ada apa buk?" Pramana bertanya pada ibuk ibuk yang menangis itu.


"Kami sangat senang... akhirnya ada yang percaya dengan keluhan kami selama ini. Dan mengenai Maya.. sampaikan salam kangen kami semua pada nya. Dia wanita yang baik."


"Baiklah... terimakasih semua.."


Pramana bergegas masuk kedalam mobilnya. Ia tak sabar untuk berbuat sesuatu kebaikan demi menegakan keadilan. Dengan cepat ia menghubungi pengacaranya.

__ADS_1


Kini Pramana dan pengacaranya telah tiba dikantor polisi. Ia memperdengarkan semua rekaman bukti kejahatan Tono dan Mawarto selama ini. Pramana meninggalkan kasus itu pada pengacaranya. Ia akan mengungkit kembali kasus tentang Romi.


Kini ia menuju kerumah tahanan. Tak sabar ingin bertemu dengan Romi. Saudara istrinya yang ingin cepat ia bebaskan.


Pramana duduk diruang tunggu menunggu seseorang yang bernama Romi. Disana sangat sepi karna jam berkunjung keluarga sudah usai.


Dari balik pintu nampak seorang pemuda yang tampan datang bersama dua orang petugas dengan tangan yang masih terborgol.


"Silahkan saudara Romi, Saudara Pramana ini ingin menemui anda."


Romi duduk didepan pria yang diberitahu petugas tadi bernama Pramana. Ia memperhatikan pria itu. Ia seperti mengingat sesuatu.


Apa dia Pramana Dewanto... suaminya mbak Maya??


"Maaf mengganggu waktumu sebentar Romi. Perkanalkan aku Pramana Dewanto.. suami kakak mu Maya."


Pramana mengulurkan tangannya keaarah Romi. Dan pemuda itu langsung menerima jabatan tangan Pramana. Terukir senyum senang dibibirnya.


"Ya.. aku sudah dengar tentang mas... tadi pagi mbak Maya kesini setelah beberapa lama tak membesuk ku."


"Syukurlah... sudah lama ia ingin kesini... kau sudah bertemu dengannya... aku senang akan itu."


"Terimakasih sudah menerima kakakku dengan tulus. Kuharap itu bukan sebuah sandiwara."

__ADS_1


Deg...


Jantung Pramana langsung berdetak kencang. Karna memang maksud sebenarnya ia menikahi Maya hanya untuk menghancurkan Maya. Tapi kenyataan nya sungguh berbalik dari rencana nya. Maya bahagia bersamanya.


Pramana sedikit gugup karna Romi selalu menatapnya dengan tajam walaupun dengan senyuman dibibirnya.


Ia tak mudah percaya orang lain. Apalagi ini menyangkut kakaknya. Aku juga bisa dibunuhnya jika mengecewakan.


Senyumannya menakutkan....


Pramana bergidik melihat ekspresi Romi dihadapannya. Ia menghela nafas dan memulai obrolan secara lelaki.


Sebaiknya... aku bicara jujur pada Romi. Semoga saja ia bisa mengerti.


"Aah... tidak Romi... aku sangat mencintai kakak mu Maya. Dan aku akan selalu membahagiakannya seperti masa yang telah berjalan ini."


"Syukurlah... lantas ada apa gerangan mas datang kesini?"


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2