
Mereka telah masuk kedalam mobil. Dan Trisno melajukan mobilnya keluar dari parkiran Mall.
"Kau ingin makan apa?" Tanya Trisno memecah keheningan.
"Mas..."
Mulyani memandang Trisno dalam dalam. Nenyadari Trisno yang menatapnya juga. Bergegas ia alihkan pandangan nya.
Jantungnya berdetak kencang saat ini. Dan ini juga pertama kalinya ia satu mobil dengan Trisno.
"Ada apa Yani? Seperti nya ada sesuatu?" Tanya Trisno yang belum menyalakan mobilnya.
"Hmmm" Mulyani menstabilkan dirinya. Dan melanjutkan perkataan nya.
"Aku hanya ingin tau alasan mu mengajakku pergi semenjak beberapa saat itu. Dan sekarang aku menyanggupi nya karna aku penasaran."
Mulyani mengutarakan apa yang selama ini mengganjal dihatinya. Dan dia sudah mempersiapkan diri untuk semua jawaban Trisno.
"Yani... Kau benar benar bertanya sekarang? Apa kau tak mau menunggu beberapa saat lagi. Semua akan terjawab dengan sendirinya."
Jawab Trisno yang masih menggantung jawaban nya untuk Mulyani. Ia sadar gadis ini juga menyukainya. Dan semua sudah ia persiapkan untuk meminta gadis ini menjadi calon istrinya.
"Tapi mas... Aku merasa tak pantas pergi bersama mu dengan sesuatu yang belum jelas. Itu akan memperburuk keadaanku."
Yani menatap Trisno lekat, ia sangat berharap lelaki itu berkata apa yang hatinya ingin dengar.
"Baiklah Yani... Aku akan bilang saat kita sampai disuatu tempat. Bersabarlah.. ini takan lama."
__ADS_1
Trisno langsung menyalakan mesin mobilnya dan melaju kencang keluar dari parkiran mall.
Apa aku terlalu memaksa mas Trisno untuk mengatakan apa yang aku harapkan?
"Yani... Kita sudah kenal lama. Jika berjalan seperti ini takan memperburuk sesuatu tentang mu. Aku jamin itu takan terjadi."
Trisno kembali menoleh pada Mulyani yang tenang melihat kearah depan.
"Justru perkenalan kita yang sudah lama Mas, aku hanya ingin memastikan sesuatu padamu.
Maaf... jika beberapa kali waktu kau mengajakku untuk pergi aku senantiasa menolaknya.
Aku Bukan tak menginginkannya, tapi aku merasa tak pantas selalu disismu tanpa status yang jelas."
Percakapan mereka tiba-tiba menjadi sangat serius. Suasana di dalam mobil begitu canggung.
"Kau benar Yani, kali ini aku akan benar-benar mengatakan kesungguhanku kepadamu. Mungkin kau sudah dapat melihat bagaimana cara ku menatapmu dan bagaimana cara aku memperlakukanmu.
Mungkin aku terlalu banyak berharap padamu tapi percayalah Yani aku mendambakanmu untuk menjadi calon istriku."
Akhirnya apa Yani diharapkan telah Ia dengar, Trisno bahkan mengatakan secara langsung tanpa menunggu tempat yang ia janjikan sebelumnya.
Setelah mendengar ucapan Trisno, Yani menoleh kepada pria yang sejak pandangan pertama ia langsung jatuh hati padanya.
Mencari pembenaran akan kata-kata tresno yang telah membuat hatinya luluh, dan jantungnya berdetak tak karuan.
"Maaf Yani... aku telah mengatakan disaat yang tidak tepat, aku hanya ingin membuatmu mu yakin saja."
__ADS_1
Yani hanya menunduk, tak sadar air matanya lolos begitu saja kebawah. Trisno yang mengetahui keadaan gadis yang iya cinta hanya mampu menelan ludah dan mempercepat laju kendaraannya.
"Ayo turun Yani... sebaiknya kita mengisi perut yang masih kosong ini. Aku sudah terlalu lapar."
Trisno berjalan kesamping mobil untuk membantu membuka kan pintu. Tapi Yani sudah terlebih dahulu turun dari mobil.
"Mas .."
Refleks tubuhnya memeluk hangat Trisno. Ia melepaskan tangisan kebahagiaan yang sejak tadi ia tahan.
Trisno menjadi gugup ia menggantung tangannya diudara karna terkejut menerima pelukan Yani yang tiba tiba.
"Yani... Apa yang kau lakukan?"
"Aku hanya ingin membagi kebahagiaan ku padamu..."
Dengan matanya yang berbinar Trisno akhirnya membalas pelukan Yani. Pasti gadis ini bisa mendengar detak jantung nya.
"Apa kau menerimaku Yani?"
"Tentu saja... Karna aku sudah menunggu lama untuk ini..."
"Maafkan aku yang selama ini kurang peka.."
.
.
__ADS_1
.
Bersambung