ROMAYA

ROMAYA
Akhir Cerita Sedih Maya


__ADS_3

Setelah pemakaman ibu Maya selesai, polisi membawa Romi. Sekarang tinggalah Maya seorang diri dirumah mereka.


Beberapa hari telah berlalu, Maya mengikuti perkembangan kasus Romi. Memang betul kata pepatah... siapa yang kuat dia yang menang.


Walaupun mereka telah mengajukan pernyataan atas alasan Romi melakukan itu. Kekuatan Tono dengan kekayaannya yang melimpah, dan dengan tidak ada nya bukti.


Romi dinyatakan tetap bersalah. Walaupun beberapa warga membantu Maya untuk membebaskan Romi.


Namun waktu 7 tahun hukuman penjara tetap harus Romi jalani. Dengan berat hati Maya melangkah pulang dengan perasaan hampa.


Hatinya benar benar hancur. Tubuh nya lemas seakan tak bertulang. Ditinggal ibu mereka untuk selamanya. Bahkan saudara satu satunya sekarang mendekam didalam penjara.


Air mata Maya, janda cantik yang banyak digila gilai lelaki hidung belang, berjatuhan seiring kaki nya melangkah.


"Mbak.... "


Maya menoleh saat seorang wanita memanggilnya. Dan langsung memeluknya. Mona ikut merasakan perasaan Maya sekarang. Ia juga telah berbuat banyak hingga masa hukuman Romi bisa dikurangi menjadi 7 tahun.


"Mona... kau tidak pulang?"


Mona menggeleng. Ia memberikan sebuah amplop putih pada Maya. Wanita itu hanya menatap apa isi didalamnya.


Perlahan ia membuka dan membacanya. Mata Maya terbelalak melihat tulisan Positif diatas kertas putih itu.


"Astaga Mona... kau..."


"Benar mbak... aku hamil. Anak ku dan Romi. Sudah 6 minggu"


Tuhan.. ujian apalagi ini?


Maya menatap Mona yang tengah menunduk dihadapannya. Ia mengelus perut rata Mona.

__ADS_1


"Kalian harus menikah Mona, kau sudah memberitahu Romi? Dan juga ibumu tau Mona?"


"Aku belum memberitahunya. Tapi Romi sudah tau hal ini. Kami akan menikah besok disini mbak. Mbak Maya akan hadir bukan?"


Maya melangkahkan kakinya beranjak dari Mona. Wanita itu menatap Maya heran. Karna pergi tanpa menjawab sepatah kata pun.


Namun tiba tiba Maya berhenti. Kembali menghampiri Mona. Ia memberikan sebuah tas dan kunci pada Mona.


"Mona... kumohon jaga Romi. Aku merestui kalian. Semoga kalian bahagia kelak. Sampaikan permohonan maaf ku pada Romi. Dan bilang pada anak kalian, jika dia mempunyai seorang bibi."


Mona menatap kepergian Maya. Mencoba mencerna ucapan Maya. Ia memegang tas dan kunci yang diberikan Maya.


Kunci apa ini? Aku jadi ragu untuk bertanya.


Maya terus melangkahkan kakinya. Menyusuri jalanan. Ia tak menghiraukan kemana tujuannya saat ini.


Perjalanannya terasa berhenti saat ini, semua sudah berakhir tak ada lagi yang tersisa.


Flash back of


Keadaan sekarang....


Pramana meminum kopinya yang sudah mulai dingin. Ia menatap wanita yang sekarang menjadi istrinya.


Air mata Maya tak henti mengalir. Wajahnya tertunduk. Mengenang peristiwa pahit yang tak mau pergi dari ingatannya.


"Jadi... karena itu kau ingin mengakhiri hidup mu? saat itu Maya?"


Maya mengangguk, tak mampu menatap Pramana yang tak henti menatapnya. Tak terasa haripun telah berganti gelap. Matahari pun akhirnya kembali keperaduannya.


"Maya... kau masih beruntung mempunyai seorang saudara. Dibandingkan dengan ku. Beruntung aku menemukan mu distasiun. Dan kau takan mendengar seorang anak memanggil mu bibi."

__ADS_1


Pramana mencoba memberi sedikit semangat untuk Maya. Ia benar benar tak percaya atas apa yang Maya lalui.


Lelaki tua itu benar benar binatang. Beruntung dia mati. Aku benar benar kasihan terhadap hidup Maya ini. Semoga kelak ia bisa mendapatkan kebahagiaan, walaupun telat. Dan juga bertemu dengan adiknya.


Pramana seperti berpikir tentang sesuatu. Sekarang ia sudah berstatus sebagai suami Maya. Dan dia akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang suami.


.


.


.


Bersambung


Terimakasih atas like nya pembaca setiaku.


ini akhir dari kisah masa lalu Maya.


Kita akan memberi Maya sedikit semangat dalam hidup Maya.


Nb....


Teruslah berusaha, separah apapun masalah tidak akan selesai dengan kita lari. saling bicara dan mencari solusi itu yang terbaik.


Dan yang lebih utama... jika tak ada lagi bahu seseorang untuk bersandar dan berkeluh kesah... bersujudlah... karna kita masih punya Tuhan yang selalu mendengar isi hati umatnya.


Jangan pernah berputus asa hidup didunia ini... karna kehidupan yang sesungguhnya menantimu. Berbuat baiklah untuk kebahagiaan akhirmu.


Salam cintooh...


Calisa Ardi

__ADS_1


__ADS_2